Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penggunaan Teknik Assertive Training untuk Meningkatkan Penyesuaian Sosial pada Pria Beristeri di Pembatuan Sajidah, Ainun; Marlinda, Evy; Rachmadi, Agus
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 1 (2022): February 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.31 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v6i1.41488

Abstract

Pria beristeri melakukan hubungan seksual dengan WPS (Wanita Pekerja Seks) secara umum disebabkan oleh rasa kesepian karena pekerjaan/berjauhan dengan keluarga. WPS lebih komunikatif. Untuk memuaskan pasangannya, WPS membicarakan secara terbuka apa yang mereka inginkan dari pasangannya ketika melakukan hubungan seksual. Dengan demikian ada kepuasan pada kedua belah pihak dan kadang-kadang WPS mendapatkan bonus tambahan. Untuk itu, dalam meningkatkan penyesuaian sosial di lingkungan dan kehidupan berumah tangga ialah dengan melakukan teknik assertive training terhadap pria beristeri. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan penyesuaian sosial dengan menggunakan assertive training pada pria beristeri di Pembatuan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan demonstrasi (role play) tentang teknik asertif dalam komunikasi mengenai harapan dalam hubungan seksual suami-isteri. Hasil menunjukkan bahwa para pria beristeri sudah dapat mempraktikkan komunikasi dengan teknik asertif secara baik berjumlah 14 orang (70%). Hal ini dibuktikan dengan mayoritas peserta dapat menyebutkan pengertian assertive training, manfaat assertive training, mampu mendemonstrasikan (role play) tentang teknik asertif dalam komunikasi mengenai harapan dalam hubungan suami-isteri dan mampu mencapai indikator teknik asertif dengan baik. Saran, diharapkan agar para istri dapat menerapkan pelatihan komunikasi asertif ini, sehingga ada hubungan timbal balik yang lebih baik lagi, yang bukan hanya sepihak. Dengan demikian, tujuan hubungan yang harmonis antara suami dan isteri lebih mudah tercapai.
- Angka Pemberdayaan Kader Dan Keluarga Dalam Pengenalan Dan Penanganan Tanda-Tanda Bahaya Kehamilan Pada Ibu Hamil Dalam Upaya Menurunkan Tingkat Kejadian Abortus Di Wilayah Kerja Puskesmas AstambulKematian Ibu (AKI), abortus, pendidikan kesehatan, tanda bahaya kehamilan: - sajidah, ainun; Hammad; Parellangi; Azhima, Rizkan; Dewi, Rima; Huda, Nadwa
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Rakat Sehat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v4i1.101

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) in South Kalimantan Province, particularly in Banjar Regency, has shown an increase from 2018 to 2023. In 2018, the MMR was recorded at 108 per 100,000 live births, up from 103.9 in the previous year. By 2023, Banjar Regency reported 199 cases of MMR, ranking it as the third-highest region in the province. The leading causes of maternal deaths were hemorrhage and hypertensive disorders in pregnancy. In Pasar Jati Village, Astambul District, Banjar Regency, there were 6 cases of abortion in 2023, the highest among 22 villages in the district. Research indicates a strong correlation between abortion and pregnancy risk factors, with 32.95% of pregnant women having high-risk factors and 18.19% having very high-risk factors. Out of 197 pregnant women, 25 had a history of abortion with high or very high-risk factors. Health education is considered an effective strategy to enhance public awareness and knowledge about abortion and pregnancy danger signs. Studies show that health education significantly improves knowledge among pregnant women, particularly primigravida, regarding pregnancy risks and abortion prevention. Providing information early in pregnancy can better prepare mothers and reduce the risk of complications. Community service results demonstrated an increase in respondents' knowledge about pregnancy danger signs and abortion management, with p-values of 0.016 for families and 0.002 for health cadres. Thus, health education is a crucial intervention in efforts to reduce MMR and improve maternal well-being. Keyword : Maternal Mortality Rate (MMR), abortion, health education, pregnancy danger signs
HUBUNGAN OBESITAS DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA USIA PRODUKTIF Suhardi; Azhima, Rizkan; Sajidah, Ainun; Parellangi
Jurnal Karya Generasi Sehat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkgs.v3i2.252

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok usia produktif dan dapat menimbulkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan obesitas dan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 pada usia produktif. Metode penelitian menggunakan desain retrospektif dengan pengumpulan data obesitas dan aktivitas fisik dari peristiwa yang telah terjadi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara obesitas dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 (p=0,037) serta aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 (p=0,036) pada kelompok usia produktif. Disimpulkan bahwa obesitas dan rendahnya aktivitas fisik berperan signifikan terhadap kejadian diabetes melitus tipe 2. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat, pengendalian berat badan, dan peningkatan aktivitas fisik guna menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2 pada usia produktif. Kata Kunci: Aktivitas Fisik; Diabetes Melitus Tipe 2; Obesitas; Usia Produktif
Pengaruh Leaflet Terhadap Pengetahuan Pasien Tentang Dagusibu Obat Antibiotik di Puskesmas Sungai Ulin Fitriah, Rahmayanti; Permatasari, Rr. Ghinaa; Ramadhani, Syahrizal; Sajidah, Ainun
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 12 No 3 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Volume 12 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v12i3.411

Abstract

The high use of antibiotics can trigger resistance. Currently, people often make mistakes in obtaining, using, storing and disposing of drugs properly.This is one of the consequences of the lack of accurate information and the very low level of public education. Providing education on the use of antibiotics is important so that patients get maximum drug effectiveness and prevent resistance. This study aims to determine the effect of leaflets on patient knowledge about DAGUSIBU (Get, Use, Store, Discard) antibiotics at Sungai Ulin Public Health Center, Banjarbaru City. The type of research used was a pre-experiment with a one group pretest–post test research design. Sampling used a purposive sampling technique on 87 respondents. The pretest was given before education and the posttest was given 2 weeks after education. From the research results, the average value of the patient's pretest knowledge was 65.99% and the posttest was 87.83%. The statistical test method used was the Wilcoxon Signed Rank Test with an Asymp. Sig 2 tailed result of 0.000. This shows a significance value of <0.05, which means that the alternative hypothesis is accepted, where there is a significant difference in knowledge between before and after the intervention was given through leaflet media.