Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Keputihan Di Smpn 2 Banjarbaru Zainab, Zainab,S.SiT.,M.Kes; Sajidah, Ainun; Ramie, Agustine
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jrs.v1i2.25

Abstract

Good knowledge is needed to be able to recognize, overcome, prevent vaginal discharge in young women, so that it can be treated according to the cause. The results of interviews with 10 students of SMPN 2 Banjarbaru, 5 of whom said that they did not know what vaginal discharge meant, 1 said that vaginal discharge was a liquid that comes out of the female genitalia, and 4 people did not know whether vaginal discharge was normal or not. happen. Of the 10 students, 4 of them said they had experienced vaginal discharge. The service method is carried out by increasing knowledge of young women (students at SMPN 2 Banjarbaru) using the lecture method and discussions related to vaginal discharge. After lectures and discussions, the female students were asked to explain vaginal discharge correctly. The evaluation that will be carried out is that the first is done before the lecture and the question and answer is carried out with a pre test (questionnaire) first to find out the extent of the knowledge of SMPN 2 Banjarbaru students about leucorrhoea, then after being given a lecture and discussion a post test (questionnaire) will be carried out. This training program very closely related to programs in improving adolescent reproductive health. This activity is very useful for providing the right information to young women about vaginal discharge so that after being given this information they can increase their knowledge about vaginal discharge and can take appropriate treatment if young women experience vaginal discharge and can prevent recurrent vaginal discharge
PENGETAHUAN PENCEGAHAN KEPUTIHAN ABNORMAL (FLOUR ALBUS) PADA REMAJA PUTRI Husna, Nurul; Ramie, Agustine; Marwansyah, Marwansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v11i2.127

Abstract

Pendahuluan:  Keputihan merupakan salah satu masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum perempuan. Keputihan atau Flour Albus gejala yang sangat sering dialami oleh sebagian besar perempuan. Gangguan ini merupakan masalah kedua sesudah gangguan haid. Keputihan seringkali tidak ditangani dengan serius oleh para remaja putri. Keputihan bisa jadi indikasi adanya penyakit serius. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan pencegahan keputihan abnormal (flour albus) pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan populasi siswi SMAN 1 Martapura sebanyak 376 orang dengan besar sampel 194 responden, dipilih secara proportional stratified random sampling dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dipresentasikan menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup tentang pencegahan keputihan abnormal (Flour Albus) yaitu sebanyak 51%, pengetahuan tentang penggunaan pakaian dalam dengan kategori cukup sebanyak 74.7%, pengetahuan merawat genitalia mayoritas kategori cukup sebanyak 86.1%, pengetahuan penggunaan cairan pembersih genitalia mayoritas cukup sebesar 78.4% dan pengetahuan penggunaan pantyliner mayoritas cukup sebanyak 68%. Kesimpulan: Pengetahuan pencegahan keputihan abnormal (Flour Albus) pada remaja putri kategori cukup. Saran: penyuluhan kesehatan secara berkala terkait kesehatan reproduksi remaja dan spesifik dalam pencegahan terjadinya keputihan yang abnormal melalui kegiatan UKS (usaha kesehatan sekolah).
Edukasi Bahasa Inggris Dasar Dan Mengenal Jajanan Sehat Dalam Bahasa Inggris Bagi Anak-Anak Tk Permata Bunda Banjarbaru Risa Marina, Evi; Sajidah, Ainun; Hammad, Hammad; Zainab, Zainab; Ramie, Agustine; Erminawati, Erminawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Unggulan Iptek Penanggulangan Stunting Berbasis Kesehatan Ibu dan Anak Vol 3 No 1 (2024): JPKM PUSTINGKIA JANUARI 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jpustingkia.v3i1.601

Abstract

Permata Bunda Sungai Ulin Kindergarten Banjarbaru has 33 students with group A as many as 10 people and group B as many as 23 people. The results of interviews with teachers and the principal of the kindergarten obtained data that there has been no Basic English learning and healthy snacks in English for children. Basic English training activities for children are designed to be held in one study group with basic English material content that is appropriate for the level of children. The methods used were lectures, questions and answers, and English language skills practice. This activity was conducted for 2 meetings. The first meeting was basic English education and healthy snacks in English. The second meeting was a re-learning (drill) of Basic English education and healthy snacks in English. The results showed that most of the students at Permata Bunda Kindergarten Sungai Ulin Banjarbaru had an increased level of knowledge after being given education about Basic English (greeting, colors) and healthy snacks in English, namely 23 people (69.6%) who had a good level of knowledge. This community service activity can increase the knowledge of Permata Bunda Sungai Ulin Banjarbaru Kindergarten students about Basic English (greeting, colors) and healthy snacks in English by 69.6%. In addition, this community service activity provides an alternative to learning Basic English to kindergarten students, and this community service activity also provides knowledge about healthy snacks for kindergarten children in English
Pengetahuan tentang Pemenuhan Nutrisi pada Masa Nifas Berdasarkan Sosial Budaya Ibu Eka Putri , Syabrina; Ramie, Agustine; Maria, Insana
Journal of Intan Nursing Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v1i1.53

Abstract

Pendahuluan : Pemenuhan nutrisi yang baik bagi ibu dalam masa nifas adalah salah satu program yang dapat menurunkan Angka Kematian Ibu. Kebutuhan nutrisi pada masa nifas terutama bila menyusui akan meningkat 25%, karena berguna untuk proses kesembuhan karena sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi. Pada beberapa budaya, pantang makan pada ibu nifas dapat berpengaruh terhadap asupan nutrisi. Terutama pada suku Banjar di Kalimantan Selatan yang masih kental dengan budayanya yang memiliki banyak pantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang pemenuhan nutrisi pada masa nifas berdasarkan sosial budaya ibu di Desa Tambak Anyar Ulu. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel 114 orang. Pengukuran menggunakan kuisioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pemenuhan nutrisi pada masa nifas berdasarkan sosial budaya ibu di Desa Tambak Anyar Ulu Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar dengan kategori baik 69 responden (60,5%), cukup 42 responden (36,8%), dan kategori kurang 3 responden (2,6%).   Kesimpulan : Pengetahuan ibu tentang pemenuhan nutrisi pada masa nifas berdasarkan sosial budaya masih belumoptimal sehingga diharapkan ibu mengikuti penyuluhan dari tenaga kesehatan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Octavia, Nonny; Ramie, Agustine
Journal of Intan Nursing Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v1i2.63

Abstract

Pendahuluan Anemia pada ibu hamil potensial membahayakan ibu dan janin. Mayoritas kasus anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi. Anemia defisiensi besi dapat dicegah dengan suplemen besi Metode : Penelitian ini adalah penelitian jenis deskriptif analitik dengan desain pendekatan cross sectional dilakukan bulan Oktober 2018 sampai Februari 2019 di Puskesmas Astambul Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar, sampel 105 ibu hamil. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup, wawancara dan pengukuran kadar hemoglobin oleh pihak Puskesmas Hasil: Analisis secara Univariat dan Bivariat menggunakan Chi-Square. Kejadian anemia 1,0 %. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, pengetahuan dan kepatuhan ibu mengkonsumsi tablet fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil Kesimpulan : Disarankan dapat mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan kesehatan, atau pada saat melakukan kunjungan PIS-PK dapat disampaikan tentang konseling pada ibu hamil dan keluarganya secara berkesinambungan tentang bahaya anemia dalam kehamilan, manfaat dan efek samping mengkonsumsi tablet Fe, dan jenis-jenis makanan yang dapat membantu mencegah anemia.
KEPERCAYAAN AKSEPTOR KB WANITA DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI DI DESA LOK BESAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIRAYANG KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Nurmayanti, Dewi Risma; Ramie, Agustine; Herawati
Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2017): Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : School of Nursing, Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.85 KB)

Abstract

Selection of contraceptive method is influenced by several factors, one of which was the intentionarising from the attitude based on the belief, the rules in society and the basic rules that exist inthe environment. The purpose of this research was to know the relation of belief woman KBacceptor with the contraception method selection in Lok Besar Village work area of PuskesmasBirayang of Hulu Sungai Tengah Regency. This research used analytic observational methodwith cross sectional approach. Respondents amounted to 66 people taken by simple randomsampling with instruments in the form of a questionnaire of women's KB acceptor trust andchecklist of selection of contraceptive method. Research showed that positive female familyplanning acceptor acceptance was 48 people (72,7%) and negative woman acceptor acceptanceis 18 people (27,3%). Data analysis result of this research using Fisher's Exact Test obtained pvalue = 1,000, α = 0,10, meaning there is not relation of belief of woman KB acceptor withselection of contraception method in Lok Besar Village work area of Puskesmas Birayang ofHulu Sungai Tengah Regency. The beliefs of female FP acceptors are not related to the choice ofcontraception methods. For female KB acceptor to increase awareness in contraception, eitherLTCM or Non-LTCM contraception.
Upaya Pencegahan Anemia Ibu Hamil Melalui Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Monopoli Pintar pada Pelatihan Kader Kesehatan Ramie, Agustine; Evy Marlinda; Rijanti Abdurrachim; Siti Afifah; Noor Maulidah; Noor Latifah Azlina
FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/fundamentum.v3i3.1178

Abstract

In 2025, cadre groups in the working area of Puskesmas Martapura Timur have mostly never been involved in education about health issues including the problem of anemia in pregnant women. This community service expects cadre groups to increase knowledge and skills about Anemia Prevention during pregnancy. The method used is to identify health problems, train health cadres to provide health education about anemia in pregnant women, healthy and nutritionally balanced foods to prevent anemia, self-care during pregnancy, and recognition of signs of anemia in pregnant women with a peer educator approach suitable for the field of health promotion to change knowledge, attitudes, and healthy living behavior. The results of community service showed an increase in knowledge and skills to 90%.
Life Quality Improvement of PLWHA through the Combined Peer and Family Supporting Model Mahdalena, Mahdalena; Mahpolah, Mahpolah; Ramie, Agustine; Suroto, Suroto
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 9 (2023): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v2i9.546

Abstract

People living with HIV / AIDS (PLWHA) have been facing several problems such as the physiological problems as well as the stigma and discrimination that can increase their psychological burden. This study aimed to analyze the combined supporting model on the quality of life of PLWHA in RSUD dr. H.Ansari Saleh Banjarmasin. This study was an observational study, by observing the quality of life of PLWHA who are assisted in the VCT Poly Hospital of dr. H. Ansari Saleh Banjarmasin.  The sample of this study were PLWHA who were registered at dr. H. Ansari Saleh Banjarmasin. This study used purposive technique with inclusion criteria, PLWHA who was first diagnosed as HIV positive by a physician, adult, can read and write and willing to be a respondent. Exclusion criteria for PLWHA aged < 19 years. The results showed that peer and family supporting model by peer and family were significant that affected the quality of life of PLWHA so if the two models are combined, it can be used to assist PLWHA.
The role of diet compliance, vitamin C intake, physical activity and nutrition education on blood sugar levels of diabetes mellitus patients type 2 during the covid-19 pandemic Abdurrachim, Rijanti; Manalu, Asdiniyati; Mahpolah; Syainah, Ermina; Ramie, Agustine
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 14 ISSUE 1, 2026
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2026.14(1).29-37

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah, mempengaruhi kualitas sumber daya manusia, dan meningkatkan biaya perawatan kesehatan. DMT2 juga merupakan komorbiditas COVID-19 . Tujuan: untuk menguji hubungan antara kepatuhan diet, asupan vitamin C, aktivitas fisik, dan edukasi gizi dengan kontrol glukosa darah pada pasien DMT2. Metode: Studi observasional analitik dengan desain potong lintang dari bulan Maret hingga April 2021 di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru. Sebanyak 40 pasien dipilih dari 90 populasi yang memenuhi syarat. Pengambilan sampel secara non-probabilitas. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari rekam medis. Gula darah puasa dikategorikan sebagai terkontrol (<125 mg/dl) atau tidak terkontrol (≥126 mg/dl). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46–55 tahun (40%), perempuan (80%), dan ibu rumah tangga (52,5%). Mayoritas tidak mematuhi rekomendasi diet (60%), memiliki asupan vitamin C yang rendah (47,5%), melakukan aktivitas fisik ringan (37,5%), dan telah menerima edukasi gizi (55%). Gula darah yang tidak terkontrol diamati pada 67,5% peserta. Asosiasi signifikan ditemukan antara kepatuhan diet (p=0,000), asupan vitamin C (p=0,001), aktivitas fisik (p=0,002), dan edukasi gizi (p=0,001) dengan kadar glukosa darah. Rasio odds menunjukkan bahwa pendidikan gizi dan aktivitas fisik memiliki pengaruh terkuat. Kesimpulan: Kepatuhan diet, asupan vitamin C, aktivitas fisik, dan edukasi gizi berkorelasi signifikan dengan kontrol glukosa darah pada pasien DMT2.   ABSTRACT Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disorder marked by elevated blood glucose levels, affecting human resource quality and increasing healthcare costs. T2DM is also a known comorbidity of COVID-19. Objective: This study aimed to examine the relationship between dietary compliance, vitamin C intake, physical activity, and nutrition education with blood glucose control among T2DM patients. Methods: An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted from March to April 2021 at Idaman Hospital, Banjarbaru. A total of 40 patients were selected from 90 eligible participants using non-probability sampling. Primary data were collected through interviews, while secondary data were obtained from medical records. Fasting blood glucose was categorized as controlled (<125 mg/dl) or uncontrolled (≥126 mg/dl). Data were analyzed using chi-square tests with a 95% confidence level. Results: showed that most respondents were aged 46–55 years (40%), female (80%), and housewives (52.5%). The majority did not adhere to dietary recommendations (60%), had low vitamin C intake (47.5%), engaged in light physical activity (37.5%), and had received nutrition education (55%). Uncontrolled blood glucose was observed in 67.5% of participants. Significant associations were found between dietary compliance (p=0.000), vitamin C intake (p=0.001), physical activity (p=0.002), and nutrition education (p=0.001) with blood glucose levels. Odds ratios indicated that nutrition education and physical activity had the strongest influence. Conclusion: Dietary compliance, vitamin C intake, physical activity, and nutrition education significantly correlate with blood glucose control in T2DM patients.