Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Optimasi Kekasaran Permukaan Baja SKD11 Pada Proses CNC Milling Menggunakan Cutting Tool Berbahan Carbide dengan Metode Taguchi Irvine Sebastian; Sobron Yamin Lubis; Rosehan Rosehan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.691 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7270

Abstract

Determination of variable settings in the right cnc milling machining process will get maximum results. This is done to reduce the process of repeated experiments so that the time and cost of the machining process can be minimized. SKD 11 steel material has a hardness level of 16 – 20 HRC, is one type of tool steel, namely steel material that is commonly used as cutting knives, deep drawing molds, Drawing cones, Compression molding dies. Surface roughness is one of the characteristics of machining performance in the milling process. This research was conducted to find the optimal variable of surface roughness by using a combination of spindle rotation process variables, feedrate and feeding depth. The method used is the taguchi method. The combination of variables or process parameters in the SKD 11 milling process that can produce an optimal response value is a spindle speed of 2000 rpm, a feedrate of 256 mm/minute, and a feed depth of 0.25 mm.
Pengaruh Parameter Pemesinan terhadap Kekasaran Produk 3D Printing FDM dengan Menggunakan Bahan ABS Calvin Chen; Sobron Yamin Lubis; Rosehan Rosehan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.595 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7301

Abstract

3D printing atau manufaktur adiktif merupakan teknologi yang saat ini perkembanganannya cukup pesat dan banyak diaplikasikan sebagai teknologi rapid prototyping. Filamen acrylonitrile butadiene styrene (ABS) dan merupakan salah satu jenis polimer yang sering digunakan dalam teknologi 3D printing. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rapid Prototyping FDM (Fused Deposition Modeling) mesin dengan berbagai kombinasi parameter. Pemilihan parameter untuk 3 jenis parameter, masing-masing parameter divariasikan dengan 3 variasi. Material yang digunakan adalah material ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene). Itu metode penelitian menggunakan metode Taguchi. Respon yang dihasilkan hanya kekasaran permukaan. Eksperimen menghasilkan parameter optimal: Kecepatan Cetak 60 mm/s, Suhu Pencetakan 240 ° C, Tinggi Lapisan 0.1 mm.
Pengaruh Arus Pengelasan TIG Terhadap Kekuatan Tarik Sambungan Material Stainless Steel AISI 316 Dionisius Himando Raditya; Rosehan Rosehan; M. Sobron Y. Lubis
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1855.255 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7421

Abstract

Teknik sambungan las dalam pengelasan harus memiliki kekuatan yang kuat. Las TIG (Tungsten Inert Gas) memiliki paramater pengelasan yang berbeda beda tergantung dari material pengelasan, salah satu paramater pengelasan adalah arus dalam pengelasan karena akan mempengaruhi nilai heat input yang akan keluar. Heat input akan mempengaruhi karakteristik mekanis daerah lasan, penelitian ini bertujuan untuk melihat nilai kekuatan tarik dari perbedaan arus pada material stainless steel AISI 316 dibentuk sesuai dengan specimen pengujian tarik ASTM E8, dan filler dari bahan pengelasan adalah AISI 316, dan gas pelindung berupa gas argon. Variasi arus yang akan digunakan adalah 3 variasi yaitu 110 A, 130 A, dan 150 A. Pengujian tarik menggunakan universal material testing machine untuk mencari nilai beban maksimal yang dapat ditahan oleh daerah lasan dengan pembebanan statis. Kekuatan sambungan las tertinggi diperoleh oleh arus pengelasan sebesar 130 A dengan nilai tegangan tarik sebesar 476,4978 MPa.
Optimasi Parameter Pemesinan terhadap Kekasaran Permukaan pada Proses Bubut Benda Kerja AISI 4140 Gilbert Amsal; Rosehan Rosehan; Sobron Lubis
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.945 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7492

Abstract

Proses pembubutan merupakan suatu proses permesinan yang dilakukan untuk menghasilkan material yang berbentuk silinder. Pada eksperimen yang akan dilakukan, untuk mendapatkan parameter dan hasil kekasaran yang optimal, metode yang digunakan adalah metode Taguchi. Respon karakteristik kualitas kekasaran permukaan yaitu kekasaran yang paling rendah yang paling baik (Smaller is Better). Parameter yang digunakan yaitu kecepatan potong, gerak makan, serta kedalaman potong. Parameter kecepatan potong senilai 200 (m/min), 230 (m/min), 260 (m/min). Parameter gerak makan senilai 0,1 (mm/rev) , 0,15 (mm/rev) , 0,2 (mm/rev). Parameter kedalaman potong senilai 0,3mm ; 0,4mm ; 0,5mm. Ketiga parameter tersebut divariasikan berdasarkan desain eksperimen Taguchi, sehingga didapatkan 9 variasi parameter. Setiap variasi parameter dilakukan percobaan sebanyak 3 kali percobaan. Setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil kekasaran dari setiap variasi parameter. Hasil kekasaran yang terendah yaitu senilai 0,957 µm, terdapat pada variasi parameter kecepatan potong 230 (m/min), gerak makan 0,1 (mm/rev), dan kedalaman potong 0,4mm. Untuk hasil kekasaran yang paling tinggi seniali 3,685 µm, terdapat pada variasi parameter kecepatan potong 260 (m/min), gerak makan 0,2 (mm/rev), dan kedalaman potong 0,4mm. Pada penelitian ini didapatkan parameter yang optimal yaitu pada variasi parameter kecepatan potong 230 (m/min), gerak makan 0,1 (mm/rev), dan kedalaman potong 0,4mm dengan hasil kekasaran 0,957 µm. Parameter yang memiliki kontribusi paling dominan yaitu gerak makan, lalu yang paling dominan berikutnya yaitu kecepatan potong, dan yang kurang signifikan yaitu kedalaman potong.
Pengaruh Parameter Permesinan Milling terhadap Kekasaran Permukaan Material Stainless Steel 304 pada Bracket Caliper Sepeda Motor Menggunakan Metode Taguchi Michael Setiawan; M. Sobron Y. Lubis; Rosehan Rosehan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.943 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.8020

Abstract

Dalam proses penggilingan, parameter cutting tool dan machining seperti spindle speed, feed rate, depth of cut dan cutting speed akan mempengaruhi kualitas kekasaran permukaan. Parameter yang tepat dan optimal akan memberikan kualitas permukaan yang merupakan kekasaran permukaan sesuai rencana. Oleh karena itu untuk meningkatkan efektivitas pemesinan, diperlukan metode untuk menghasilkan kualitas permukaan yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kecepatan spindel yang optimal, laju umpan, kedalaman cut and cutting speed pada Stainless Steel 304 dengan proses CNC untuk mendapatkan kekasaran permukaan terendah yang diukur dengan surface roughness tester. Metode optimasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode taguchi dibantu dengan software Minitab 19 untuk mendapatkan parameter pemesinan yang optimal. Kecepatan spindel, laju umpan, kedalaman pemotongan, kecepatan potong dan kekasaran permukaan merupakan data yang sangat penting dalam penelitian ini. Eksperimen dilakukan dengan parameter yang telah ditentukan. Penelitian dilakukan dengan mengamati perubahan nilai kekasaran permukaan pada tiga variasi 550 rpm, 500 rpm dan 450 rpm pada kecepatan Spindle, 180 mm/menit, 160 mm/menit dan 140 mm/menit pada laju umpan, 0,5, 0,4 dan 0,3 pada kedalaman pemotongan dan 150 m/menit, 140 m/menit, 130 m/menit pada kecepatan potong. Hasil penelitian menemukan bahwa pada kecepatan spindel 550 rpm, kecepatan kecepatan 160 mm/menit, dan kedalaman pemotongan 0,4 menghasilkan nilai Ra terbaik pada 0.978 μm.
Optimasi Pengaruh Parameter Pemotongan terhadap Umur Pahat pada Pembubutan Material AISI 4140 Andre Hidayat; M. Sobron Y. Lubis; Rosehan Rosehan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.864 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.8223

Abstract

Optimasi parameter pemotongan diperuntukan pada proses pemotongan untuk mengetahui kemampuan mata pahat dalam melakukan pemotongan dalam penelitian ini, dicari nilai optimasi umur pahat terhadap parameter pemotongan yang divariasikan. Pada percobaan ini digunakan CNC bubut dengan material aisi 4140. Pembubutan dilakukan dengan variasi cutting speed 190m/min, 200m/min, 210 m/min. depth of cut 0.5mm,0.6mm, 0.7mm dan feed rate 0.1 mm/rev, 0,2 mm/rev, 0.3 mm/rev. Dengan pemeriksaan setiap lima menit untuk mengukur keausan pahat. Data hasil pengukuran tersebut diolah mengunakan metode taguchi dengan matriks orthogonal yang digunakan adalah L9(33). Hasil yang diperoleh dari perhitungan data ANOVA pada setiap parameter pemotongan dan pada setiap variasi level nya diketahui bahwa feed rate memiliki variabel yang paling berpengaruh terhadap umur pahat cutting speed memiliki variabel yang paling berpengaruh dengan kombinasi optimal cutting speed 200 m/min , depth of cut 0.5mm, dan feed rate 0.1 mm/rev.
Optimisasi Jarak Titik Spot welding Terhadap Tensile Strength Sambungan Stainless Steel Lubis, Sobron Yamin; Wiyoso, Aghastya; Michel, Jhon; Benaya, Benaya
Jurnal Teknik Mesin Vol 18 No 1 (2025): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.18.1.1741

Abstract

Spot welding is a metal joining technique that can produce high joint strength according to the desired design. Spot welding, using current through the weld point with two electrodes to melt the metal and combine it. In joining two plates, if you want to produce a better joint, more than one welding point can be done, but the distance between one and the other needs to be considered in order to produce a joint that has high tensile strength. Therefore, in the study, the distance of the point connection was varied with the aim of finding the optimal connection point to produce high tensile strength. The study was conducted using a spot-welding machine in the Mechanical Engineering Study Program laboratory, stainless steel plate material was connected with a current voltage of 1.75 V and 2.20 V, and variations in the distance of the welding point were 10, 20 and 30 mm. The welding specimens were tested for tensile strength using a tensile test in the engineering materials laboratory. The results of the study showed that the highest tensile strength value of 3835.08 MPa was obtained at a current voltage of 2.20 V and a welding point distance of 10 mm. The further the welding point, the greater the electrical resistance, which causes the distribution of heat and current to be uneven. As a result, not all parts required for the formation of the joint will be optimally affected by heat and pressure.
Penggunaan Progressive Dies Untuk Mengurangi Ketinggian Burr Pada Pembuatan Connection Plate Heater Lam, Silvester; Lubis, Sobron; Rosehan, Rosehan
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i3.15432

Abstract

Dies merupakan sebuah alat tekan yang berfungsi untuk memotong atau membentuk plat logam yang berbentuk lembaran (sheet metal) menjadi bentuk yang diinginkan. Dies umumnya terdiri dari beberapa jenis seperti conventional dies, inverted dies, compound dies, dan progressive dies. Salah satu komponen yang dapat dibuat menggunakan dies adalah connection plate heater. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil produksi connection plate heater dengan ketinggian burr yang minim. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian pada compound dies yang biasanya dipakai untuk memproduksi connection plate heater, dari 10 spesimen didapatkan rata-rata ketinggian burr pada proses piercing 0,628 mm dan pada proses blanking 0,239 mm, sehingga rata-rata burr dari 10 spesimen connection plate heater menggunakan compound dies adalah 0,434 mm. Karena hasil burr dari compound dies cukup tinggi, selanjutnya dilakukan perancangan ulang dies untuk memproduksi connection plate heater. Jenis dies yang dipilih adalah progressive dies dengan pertimbangan proses produksi nantinya dapat dilakukan dengan menggunakan autofeeder. Dari hasil rancangan progressive dies ini, kemudian dilakukan pengujian dan diambil 10 spesiemen didapatkan rata-rata ketinggian burr pada proses piercing 0,123 mm dan pada proses blanking 0,108 mm, sehingga rata-rata burr dari 10 spesimen connection plate heater menggunakan progressive dies adalah 0,116 mm.
Analisis Dampak Perubahan Arus Pengelasan Terhadap Kekuatan Sambungan Las Pada Material Stainless Steel 316 Salim, Victor; Rosehan, Rosehan; Lubis, Sobron Yamin
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i1.16384

Abstract

In a situation of increasing urbanization in the capital, the demand for decent and quality housing is also increasing rapidly. This increase was in line with increasing market demand for specific construction products such as railings, doors and windows which are of good quality. The research method and data collection will start from nine pairs of 316 stainless steel plates which will be welded using SMAW welding. Welding on stainless steel plates will be carried out with varying welding currents of 60 A, 70 A and 80 A. Each of these welding currents will be carried out on three stainless steel plates. The results showed that the use of a higher variation of welding current in the welding process resulted in a higher strength of the welded joint. The elastic modulus can decrease due to several factors such as the presence of microscopic cracks, changes in crystal structure, or changes in the bonds between atoms or molecules of the material. The strength of welded joints in stainless steel 316 material can also be affected by other factors besides variations in welding current. Parameters such as mains voltage, welding time and type of electrode also contribute to the strength of the welded joint.
Analisis Peningkatan Kinerja dan Umur Pahat Karbida Pada Proses Pembubutan Baja Aisi 1045 dengan Menggunakan Coating Tialn Laurenzo, Michael; Lubis, Sobron Yamin; Rosehan, Rosehan
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i1.16385

Abstract

Lathe is a machine tool that is used to cut the object being rotated. Lathe itself is a workpiece cutting process in which the incision is made by rotating the workpiece and then being applied to the tool which is moved translationally with the rotary axis of the workpiece. In this study the method used was an experimental research method consisting of TiAlN coating to turning process. The results showed that the cutting speed is inversely proportional to the life of the tool, where the higher the cutting speed, the shorter the life of the tool. The higher the cutting speed, the lower the surface roughness value. TiAlN coating has a significant effect on the surface quality of the workpiece and the life of the tool, where the TiAlN coating has a lower surface roughness value than the tool without coating at the same cutting speed.