Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SALINGKA

DIKSI DAN GAYA BERBAHASA GENERASI MILENIAL Diction and Millennial Generation Language Style Leni Syafyahya
SALINGKA Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.326

Abstract

Generasi milenial berkaitan dengan milenium. Kehidupan generasi milenial tidak dapat dilepaskan dari teknologi informasi terutama internet. Semua aspek kehidupan bagi generasi ini diekspresikan melalui media. Dengan demikian, perkembangan teknologi sudah mempengaruhi generasi milenial. Pengaruh ini sangat jelas terlihat dalam pemilihan kata atau diksi dan gaya berbahasa mereka. Bagaimanakah pemilihan kata/diksi dan gaya berbahasa generasi milenial? merupakan masalah dalam penelitian ini.  Tujuan dari penelitian ialah mendeskripsikan  pemilihan kata atau diksi dan  gaya berbahasa generasi milenial. Dalam pengumpulan data, digunakan metode simak dan metode cakap. Metode cakap dapat disejajarkan dengan metode wawancara. Dalam analisis data, digunakan metode, editing, koding, dan metode padan. Data diperoleh dari media sosial dan media massa cetak. Teori yang digunakan ialah teori tentang jenis-jenis diksi dan kedwibahasaan. Hasil penelitian menunjukkan diksi yang digunakan oleh generasi milenial ialah diksi khusus, slang, jargon, dan kata asing. Sementara, gaya berbahasa generasi milenial pada umunya menggunakan campur kode, interferensi, dan memutarbalikkan kata.vMillennial generation is related to millennium. The life of the millennial generation cannot beseparated from technology, especially the internet. All aspects of life for this generation areexpressed through the media. Thus, technological developments have influenced the millennialgeneration. This influence is most evident in their diction and language style. What is thediction and language style of the millennial generation? This is a problem in the research. Theresearch objective is to describe the diction and language style of the millennial generation. Toobtain data, the listening method and proficient method were used. The proficient method canbe compared with the interview method. Data obtained from social media and print media.Indata analysis, editing, coding, and matching methods were used. The theory used is about thetypes of diction and bilingualism. The research results show that the diction used by the millennialgeneration is special diction, slang, jargon, and foreign words. Meanwhile, the language styleof the millennial generation generally uses code mixing, interference, and twisting words.
MALAKOK SEBAGAI DASAR INTEGRASI OLEH ETNIS MINANGKABAU DI KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT (Malakok as a Mean for Integrition by Minangkabau Ethnic in Dharmasraya Regency, West Sumatra) Leni Syafyahya; Efri Yades; Fajri Usman
Salingka Vol 13, No 2 (2016): Salingka, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.681 KB) | DOI: 10.26499/salingka.v13i2.129

Abstract

AbstractIn this paper, the authors explain the procession called malakok, signs used in the processionof malakok, and the meaning of the signs used in the procession of malakok in the DistrictDharmasraya. The method used in collecting the data was the receptive method and themethod consider ably. Methods of data analysis used the (conversion) method frontier. Inaddition, the data analysis stage also used the editing and coding stage. Based on data analysis,the procession should be conducted by the person who would do malakok, who went to theprospective adoptive parents with his motehr’s brother (mamak bladder). Then, the prospectiveadoptive parents will tell the news to ninik mamak in the village. Furthermore, Ninik mamak/ Datuak will select a certain day and place. Prior to implementation, early in the morning,the women cook a meal for the event in the evening. Event praying ceremoy /Baralek started,which were attended by the invited people, Datuak from other clan, and the youth in thearea. In this malakok procession, there would pasambahan speech be delivered. Tanda-marksused in the procession malakok as a condition for the implementation of this procession,among them, namely: a goat, gold, money, and successor agreement letters. The meaning ofall signs is validation and recognition of the existence of a person in the clan in an area. AbstrakDalam tulisan ini, penulis menjelaskan prosesimalakok, tanda-tanda yang digunakan dalam prosesimalakok, dan makna tanda-tanda yang digunakan dalam prosesi malakok di KabupatenDharmasraya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ialah metode simak dan metodecakap. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode padan. Di samping itu, tahap analisis datajuga dilakukan yakni editing dan koding. Berdasarkan analisis data, prosesi yang harus dilakukanoleh pihak yang akan malakok, yaitu mendatangi calon orang tua angkatdengan membawa mamakkandung (saudara laki-laki ibu). Kemudian, calon orang tua angkat akan memberitahukan kabartersebut kepada ninik mamak yang ada di kampung. Selanjutnya, ninik mamak/datuak akan memilihhari dan tempat yang ditentukan. Sebelum pelaksanaan, pagi-paginya para ibu memasak hidanganuntuk acara di malam harinya. Acara kenduri berdoa,mendoa/baralek, dimulai yang dihadiri olehmasyarakat, datuak dari suku lain, dan para pemuda di daerah tersebut. Dalam prosesimalakokini, ada pasambahan.Tanda-tanda yang digunakan dalam prosesimalakok sebagai syarat pelaksanaanprosesi ini, di antaranya, yaitu satu ekor kambing, emas, uang, dan surat perjajian. Makna darisemua tanda itu ialah pengesahan dan pengakuan tentang keberadaan seseorang dalam persukuandi suatu daerah.