Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III Dengan Antropometri Bayi Baru Lahir di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2018 Natalia, Lia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.491 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i2.926

Abstract

Kadar Hb rendah pada ibu hamil ini bisa berdampak buruk terhadap kondisi kesehatan bayi yang dilahirkan. Jumlah ibu hamil dengan kadar haemoglobin rendah di UPTD Puskesmas Sumberjaya tahun 2016-2017 mengalami kenaikan sebesar 1,67% yaitu dari 10,5% pada tahun 2016 menjadi 12,17% pada tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar haemoglobin ibu hamil pada trimester III dengan antropometri bayi baru lahir di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka tahun 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka pada bulan Februari-April tahun 2018 sebanyak 54 orang dengan teknik accidental sampling. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya (51,9%) bayi baru lahir antropometrinya tidak normal, sebagian kecil (25,9%) ibu hamil trimester III mengalami anemia sedang. Ada hubungan antara kadar haemoglobin ibu hamil trimester III dengan antropometri bayi baru lahir di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2018 (r value = 0,001). Bagi petugas kesehatan perlu memotivasi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, memberi konseling tentang konsumsi tablet Fe serta memberi tahu ibu agar segera berkonsultasi apabila mengalami keluhan pada masa kehamilan. Dan bagi ibu hamil agar melakukan kontak dengan petugas kesehatan setiap trimester sesuai dengan standar yaitu minimal 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimester III, mengkonsumsi tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan dengan air putih atau air jeruk dan hindari minum dengan air teh, serta berkonsultasi ke petugas kesehatan jika mengalami keluhan. Kata kunci: Hemoglobin, Antropometri, Ibu Hamil, Bayi Baru Lahir
Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) Pada Akseptor MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukahaji Kabupaten Majalengka Tahun 2019 Natalia, Lia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.758 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i3.978

Abstract

Berdasarkan hasil survey penduduk antar sensus (Supas) 2015 jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2019 sekitar 266,91 juta jiwa. Jumlah yang menggunakan IUD di Puskesmas Sukahaji sebesar 4,80% pada tahun 2018. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device). Rancangan penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control. Kasus adalah akseptor KB IUD dengan jumlah 128 responden. Kontrol adalah akseptor KB implan dan MOW dengan jumlah 128 responden, cara pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis yang dilakukan meliputi univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan bermakna dengan penggunaan alat kontrasepsi IUD yaitu pengetahuan (p = 0,001), pendidikan (p = 0,001), pekerjaan (p = 0,001), paritas (p = 0,001), umur (p = 0,001), sosial ekonomi (p = 0,001), budaya (p = 0,001), tarif pelayanan (p = 0,026), informasi oleh petugas lapangan KB (p = 0,002,), penyedia pelayanan (p = 0,001) dan dukungan suami (p = 0,001), dan faktor yang tidak berhubungan adalah ketersediaan alat (p = 0,617) dan ketersediaan tenaga (p = 0,142). Hasil analisis multivariat, variabel yang paling dominan berhubungan dengan alat kontrasepsi IUD adalah dukungan suami (p = 0.001, OR = 5,638). Dengan adanya hasil penelitian ini diharapkan terus kualitas pelayanan KB dengan memberikan penyuluhan melibatkan suami, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Kata kunci : Keluarga Berencana, IUD, akseptor, perdesaan
Perbedaan Pemberian ASI Eksklusif, Status Sosial Ekonomi, Riwayat Penyakit ISPA Pada Balita Stunting Dan Non Stunting Natalia, Lia; Evitasari, Desi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.119 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i10.1665

Abstract

Salah satu masalah status gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini adalah gizi pendek atau stunting. Stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs). Target yang ditetapkan untuk menurunkan angka stunting hingga 40% pada tahun 2025 (Kementerian Kesehatan RI, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemberian ASI eksklusif, status sosial ekonomi, riwayat penyakit ISPA pada balita stunting dan non stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Cigasong Kabupaten Majalengka Tahun 2020. Jenis penelitiannya adalah penelitian analitik dengan case control. Jumlah sampel adalah 90 balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Penelitiannya dilakukan di UPTD Puskesmas Cigasong Kabupaten Majalengka April-Mei 2020. Analisis datanya menggunakan analisis univariat dengan distribusi proporsi kasus dan kontrol dan analisis bivariat dengan uji chi square dan OR. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan proporsi balita stunting dengan pemberian ASI tidak eksklusif sebesar 40,0%, proporsi balita stunting dengan status sosial ekonomi rendah sebesar 57,8%, proporsi balita stunting dengan pernah mengalami penyakit ISPA 37,8%, Terdapat perbedaan pemberian ASI Eksklusif (r value = 0,010 dan OR = 3,619)., status sosial ekonomi (r value = 0,020 dan OR = 5,421), terdapat perbedaan riwayat penyakit ISPA pada balita stunting dan non stunting di UPTD Puskesmas Cigasong Kabupaten Majalengka Tahun 2019 (r value = 0,008 dan OR = 7,067). Petugas kesehatan bekerja sama dengan kader untuk melaksanakan kegiatan posyandu secara rutin setiap bulan, memotivasi ibu untuk membawa anaknya ditimbang ke posyandu, memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif, pola hidup bersih dan sehat
HUBUNGAN SENAM HAMIL DAN STATUS GIZI DENGAN PARTUS LAMA Natalia, Lia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.343 KB)

Abstract

Partus lama merupakan persalinan yang berjalan lebih dari 24 jam untuk primigravida dan atau 18 jam untuk multigravida. Partus lama memiliki dampak yang dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi ibu, janin atau keduanya sekaligus. Kejadian partus lama di RSUD Cideres pada tahun 2014 sebesar 16,03% dan lebih tinggi bila dibandingkan dengan kejadian partus lama di RSUD Majalengka pada tahun 2014 sebesar 11,33%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan senam hamil dan status gizi dengan partus lama di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka tahun 2015. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu ibu bersalin di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka pada bulan Maret-April tahun 2015 sebanyak 71 orang dengan pengambilam sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis datanya terdiri dari analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian, diketahui bahwa sebagian kecil ibu bersalin mengalami partus lama (16,9%), kurang dari setengahnya ibu bersalin tidak melakukan senam pada masa kehamilan (35,2%) dan sebagian kecil ibu bersalin dengan status gizi kurang baik (16,9%). Ada hubungan antara status gizi dengan partus lama (r = 0,001) dan tidak ada hubungan antara senam hamil dengan partus lama (r = 0,608) di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka Tahun 2015. Petugas kesehatan di RSUD Cideres perlu memberikan informasi dan penyuluhan mengenai senam hamil dan makanan yang bergizi dengan menu seimbang, dan bagi ibu hamil perlunya melakukan kontak dengan petugas secara teratur agar mendapatkan informasi mengenai makanan yang bergizi serta cara dan waktu pelaksanaan senam hamil yang baik. Kata Kunci : Senam Hamil, Status Gizi, Partus Lama