Articles
PERAN GURU KELAS SEBAGAI PELAKSANA LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 1 SROWOT
Uci Krismawati;
Lia Mareza;
Agung Nugroho
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (926.678 KB)
Peran guru dalam dunia pendidikan sangatlah penting untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik., Guru merupakan peran utama yang menjadi ujung tombak keberhasilan pendidikan Indonesia. Dalam perannya, guru sebagai fasilitator dalam memberikan materi pengetahuan dan ketrampilan. Selain sebagai fasilitator, guru sebagai pembimbing peserta didik dan motivator. Guru membimbing menggunakan layanan responsive dan dukungan secara kelompok dan individu dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan prestasi belajar peserta didik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru kelas sebagai pelaksana layanan bimbingan konseling dalam menumbuhkan rasapercaya diri dan prestsai belajar peserta didik di SD Negeri 1 Srowot dan untuk melihat faktor pendukung dan penghambat pada pelaksanaan layanan bimbingan konseling dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan prestasi belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendektaan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan kondisi lapangan berdasarkan fakta saat melaksanakan penelitian. Partisipan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan peserta didik dengan menggunakan pengumpulan data 1) Observasi; 2) Wawancara 3) Dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa guru melakukan layanan bimbingan responsif dan layanan bimbingan dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri dan prestasi belajar peserta didik di SD Negeri 1 Srowot dengan adanya faktor pendukung dari diri sendiri, guru dan orang tua. Faktor penghambat yaitu waktu dan tenaga pelatih.
MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM SETTING PENDIDIKAN INKLUSI
Agung Nugroho;
Lia Mareza
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31932/jpdp.v2i2.105
Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Pendidikan inklusif adalah proses pendidikan yang memungkinkan semua anak berkesempatan untuk berpartisipasi secara penuh dalam kegiatan kelas regular, tanpa memandang kelainan, ras, atau karakteristik lainnya. Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan bahwa belum semua warga negara memperoleh layanan pendidikan. Khususnya warga negara yang memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu. Penelitian ini diarahkan untuk mencari dan memberikan gambaran bagaimana sistem penyelenggaraan pendidikan inklusif dapat menjangkau semua warga negara tanpa memperhatikan kelemahan dan kekurangan peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Tanjung Purwokerto sebagai salah satu sekolah inklusi. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran inklusi di SD N 1 Tanjung menggunakan model pembelajaran klasikal dan individual bagi siswa berkebutuhan khusus.
STRATEGI DAN MODEL PEMBELAJARAN SENI RUPA BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Lia Mareza
Psychopolytan : Jurnal Psikologi Vol 1 No 2 (2018): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.636 KB)
Learning models and strategies based on a uniform curriculum can improve efficiency but decrease the effectiveness of achieving the learning objectives themselves. Learning based on individual student needs will be more effective although it can not be done by teachers on a large class scale. Children with special needs can participate fully in school life and be able to receive teaching or curriculum relevant to their needs. Taking into account the existence of special needs children, educators or teachers should have more material, model, and strategy to meet the needs of all children with special needs in the educational environment. The sooner or earlier in identifying the child with special educational needs, the easier it will be for the teacher to meet the individual needs, so that the strategy approach or the learning model can be applied as education for the children with special needs. The problems studied are: a) How is the art learning strategy for children with special needs? b) How is the preparation of art learning media for children with special needs? c) What learning model is developed so that children with special needs can work fine art well? Type of research method used in this research is qualitative method. Qualitative methods are observation, interview, or document review. The results show that the inclusion learning process is in grades 3 and 5 of Inclusive School by combining regular classes and special needs children. Supporting factors of learning process are adequate facilities and infrastructures, support from Directorate of Special Education, teachers make special program for learning process but inhibiting factor that is, lack of parent role in progress process ability of children with special needs, teacher and class assistant which does not come from special education and art, the teacher does not make the classroom administration, the teacher is less innovative in delivering art lesson material and the lack of special needs children in this inclusion school because the special students have fulfilled the percentage of sharing with the regular class.
KREATIVITAS GURU SDN 1 PURBALINGGA WETAN DALAM PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBdP)
Arti Dwi Gustyas;
Lia Mareza;
Asih Ernawati
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/pgsdunars.v9i1.1014
Penelitian kreativitas guru kelas IV B SD Negeri 1 Purbalingga Wetan dalam pembelajaran SBdP dilakukan karena sekolah tersebut menjadi bagian dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dilakukan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara guru dan tantangan yang ia hadapi saat mengimplementasikan kreativitasnya dalam pembelajaran SBdP.Jenis penelitian ini adalahkualitatif denganpartisipan kepala sekolah, guru kelas IV B, dan 4 peserta didik.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara.Pengujian keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas IV B merupakan guru kreatif yang mengimpelementasikan kreativitas dalam pemebalajaran SBdP seperti mengekpsos peserta didik dengan cara membantu peserta didik dalam pembelajaran,melibatkan peserta didik dalam segala aktivitas pembelajaran, memberikan motivasi kepada peserta didik dengan cara klasikal di depan kelas ataupun secara personal dengan peserta didik, menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda dalam pembelajaran dapat membuat proses pembelajaran tidak monton dan membosankan, membuat pembelajaran menjadi menyenangkan,berimprovisasi dalam proses pembelajaran, membuat dan mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan aplikatif, membuat dan mengembangkan bahan ajar, menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran. Tantangan yang dihadapi guru ketika mengimplementasikan kreativitas dalam pembelajaran yaitu berasal dari faktor internal dan eksttarl, tantangan dari faktor internal yaitu kemampaun guru dan dari faktor eksternal yaitu karaktersitik peserta didik yang berbeda-beda.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI KELAS V SD NEEGERI 1 KARANGDUREN
Nur Fajriyah Febrianti;
Aji Heru Muslim;
Lia Mareza
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36841/pgsdunars.v9i1.1024
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui minat belajar siswa pada pembelajaran jarak jauh di kelas V SD Negeri 1 Karangduren. Jenis penilitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penilitian yaitu guru, siswa kelas 5 dan orang tua siswa dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu angket, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa minat belajar siswa pada saat mengikuti pembelajaran jarak jauh berdasarkan kriteria prestasi tinggi sudah cukup baik karena siswa senang belajar, sehingga selalu aktif bertanya kepada orang tuanya jika belum memahami. Minat belajar siswa dengan kriteria prestasi sedang juga sudah cukup baik karena siswa merasa senang adanya pendampingan dari orang tua sehingga siswa menunjukkan keseriusannya dalam belajar. Sedangkan siswa dengan kriteria prestasi kurang, minat belajarnya masih kurang, hal ini disebabkan karena latar belakang orang tua yang bekerja. Proses pada pembelajaran jarak jauh tentunya mengalami hambatan yaitu fasilitas belajar siswa kurang memadai yaitu dengan tidak memiliki handphone pada sebagian siswa. Kemudian pada pelaksanaan pembelajaran jarak jauh guru tidak mengetahui tingkat pemahamn siswa dalam maeri pelajran yang diberikan oleh guru. Selanjutnya hambatan guru dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh adalah kesulitan dalam mengajar dikarenakan kebiasaan guru dalam mengajar pada pembelajaran jarak jauh berbeda dengan pembelajaran tatap muka.
IbM Penyusunan Kreatifitas Gerak dan Lagu Kupu-Kupu Bagi Guru PAUD/TK Muhammadiyah Se-Karesidenan Banyumas melalui Metode Eksplorasi Gerak
Okto Wijayanti;
Lia Mareza;
Agung Nugroho
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.955 KB)
Pengabdian Masyarakat dalam bentuk pelatihan penyusunan kreatifitas gerak dan lagu Kupu- Kupu didasarkan atas analisis kurangnya keterampilan, kreatifitas dan kemampuan guru dalam menyusun gerak lagu yang telah dilombakan pada Pekan Seni dan Olahraga pelajar Muhammadiyah Se-Eks Kariesidenan Banyumas tahun 2017 dengan peserta tangkai lomba gerak dan lagu untuk siswa PAUD/TK kurang dari 10% dari jumlah PAUD/TK Muhammadiyah yang ada di wilayah Karesidenan Banyumas. Menilik hal tersebut, perlu diadakannya sebuah pelatihan penyusunan kreatifitas gerak dan lagu bagi guru PAUD/TK Muhammadiyah Se-Eks Karesidenan Bnayumas. Metode pendekatan untuk mendukung realisasi program Pengabdian bagi Masyarakat dalam wujud Ipteks ini diwujudkan dalam sebuah bentuk pelatihan penyusunan kreatifitas gerak lagu Kupu-Kupu untuk TK Se eks Karesidenan Banyumas dengan metode eksplorasi gerak. Pelatihan ini diperuntukkan bagi guru PAUD/TK Muhammadiyah se Eks Karesidenan. Kegiatan pelatihan ini melibatkan dosen, guru, siswa, dan mahasiswa PGSD UMP. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan, pengalaman guru untuk mengasah kreatifitas dalam menyusun gerak dan lagu. Metode pelaksanaan yang mendukung program pengabdian ini menggunakan metode eksplorasi gerak, praktek menirukan, ceramah, dan diskusi serta evaluasi. Partisipasi mitra dalam Pelaksanaan pelatihan ini yaitu terlibat dalam mempersiapkan kostum property, dan make up tari untuk pendokumentasian sebagai media pembelajaran di TK Se-Eks Karesidenan Banyumas. Usai pelatihan, guru dapat mentransfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan menyusun gerak lagu kepada siswa TK.
PERAN GURU DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI PENDIDIKAN KARAKTER KREATIF PADA SISWA SECARA DARING
Lia Mareza;
Siti Sarah
KELUARGA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9 No 1 (2023): KELUARGA : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/keluarga.v9i1.13007
This study aims to determine the teacher's role in the implementation of counseling guidance services in shaping the creative character of students through online learning at SD Negeri 2 Pliken. The research method carried out by the researcher is using qualitative research methods. The study was conducted by taking 12 participants consisting of the principal, class V teacher, 5 students and their parents. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. The results of the study indicate that the implementation of counseling guidance services in online learning uses individual and classical guidance methods using applications and blended methods. The forms of services provided to students during online learning are orientation services, content mastery services, individual counseling services, group guidance services, group counseling services, and consulting services. This form of service is provided to students through online learning through class WhatsApp groups.
PENINGKATAN KAPASITAS WARGA SEKOLAH DI KAWASAN RAWAN BENCANA DALAM MENGURANGI RISIKO BENCANA GUNUNG API
Agung Nugroho;
Sri Muryaningsih;
Lia Mareza;
Aji Heru Muslim;
Dedy Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jmm.v7i5.16963
Abstrak: Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang berbatasan langusng dengan Gunung Slamet sebagai salah satu gunung api aktif di Pulau Jawa. Oleh karenanya pengetahuan kebencanaan menjadi kebutuhan mutlak bagi seluruh lapisan masyarakat yang berada di daerah rawan bencana termasuk siswa sebagai calon generasi penerus dalam rangka mengurangi resiko dampak dari bencana tersebut. Permasalahan yang dialami mitra yaitu belum terlaksananya pelatihan mitigasi bencana secara rutin dalam menghadapi potensi bencana gunung meletus. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kebencanaan dan keterampilan warga dalam menghadapi potensi bencana gunung api. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di MI Muhammadiyah Gandatapa, Banyumas yang berada di kawasan resiko bencana. Jumlah peserta sebanyak 22 orang. Kegiatan dilaksankan dengan dua tahapan, tahap pertama berupa workshop atau pemaparan dari dua narasumber yang memang mendalami kajian mitigasi. Tahap kedua berupa praktek mitigasi yang diikuti oleh siswa sebagai peserta dalam pelatihan ini. Evaluasi kegiatan berupa pemberian angket setelah kegiatan selesai. Rangkaian kegiatan berjalan baik dan hasil dari pengisian angket peserta dapat disimpulkan bahwa respon peserta kegiatan sangat baik. Ada peningkatan dari pemahaman mitigasi bencana gunung meletus serta pengalaman praktek simulasi yang awalnya hanya 11% dari peserta pernah ikut simulasi menjadi 100%.Abstract: Banyumas is one of the regencies directly adjacent to Mount Slamet, one of the active volcanoes on the island of Java. Therefore disaster knowledge is an absolute necessity for all levels of society who are in disaster-prone areas, including students as candidates for the next generation in order to reduce the risk of the impact of the disaster. The problem experienced by partners is that they have not carried out routine disaster mitigation training in dealing with potential volcanic eruption disasters. Service activities are carried out through disaster mitigation training to provide disaster knowledge for residents of MI Muhammadiyah Gandatapa, Banyumas who are in disaster risk areas. The number of participants was 22 people. The activity was carried out in two stages, the first stage was in the form of a workshop or presentations from two resource persons who really studied mitigation studies. The second stage is in the form of mitigation practices followed by students as participants in this training. Evaluation of activities in the form of giving questionnaires after the activity is complete. The results of filling out the participants' questionnaire can be concluded that the understanding of volcanic eruption disaster mitigation after the participants attended the training was in the good category.
Differentiated instruction based on multiple intelligences as promising joyful and meaningful learning
Subuh Anggoro;
Azmi Fitriati;
Ng Khar Thoe;
Corrienna Abdul Talib;
Lia Mareza
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 13, No 2: April 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/ijere.v13i2.24791
Boredom has previously been linked to negative academic outcomes such as academic motivation, strategies, and achievement. The understanding of multiple intelligence approaches creates opportunities for all learners to develop their potential to optimize learning through differentiated instructions. This research aims: i) to design and to develop differentiated instruction based on learners’ multiple intelligences for elementary schools; and ii) to measure the effectivity of students’ learning attitude and mastery of concepts. Using design and development research (DDR) anchored on analysis, development, design, implementation, and evaluation (ADDIE) model and quasi-experimental research, the differentiated instruction based on multiple intelligence was conducted in a private Islamic Elementary School in collaboration with 3 class teachers. Based on the results of observations conducted at the school, the findings revealed that the learners can maximize their logical-mathematical, language, kinesthetic, interpersonal, and intrapersonal intelligences through a differentiated instruction based on multiple intelligence approach. Students experienced a joyful and meaningful learning atmosphere; hence it was expected that their intelligences can be developed naturally. In addition. this instruction was found to be effective to enhance science concept mastery especially in the aspects of remembering, understanding, and applying. The differentiated instruction based on multiple intelligences should be developed further to examine the effectiveness of the model in thematic learning for students both with low and high achievement.
Peran Guru dalam PembeJaran Berdiferensiasi pada Pelajaran SBdP di SD Negeri 1 Tanjung
Adhi Prasetiyo Nogroho;
Lia Mareza
Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal PGSD Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Lamappapoleonro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57093/jpgsdunipol.v2i2.34
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran SBdP untuk peserta didik inklusi dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi untuk siswa inklusi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif Studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi pada Pelajaran SBdP kepada siswa inklusi. Guru mempunyai peranan sebagai fasilitator, sebagai adminitator, serta inspirator. Dan peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasit pada Pelajaran SBdP terakit 4 komponen 1)Diferensiasi Konten, 2)Proses, 3)Produk dan 4)Lingkungan Belajar. Faktor pendorong implementasi peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi pada Pelajaran SBdP kepada siswa inklusi yaitu kepemimpinan kepala sekolah dan manajemen inklusi dan guru pendamping yang selalu memberikan motivasi kepada guru dan menyelenggarakan berbagai pendampingan bagi guru melalui berbagai kegiatan seminar, in house training maupun kegiatan workshop tentang penanganan teknik mengajar siswa inklusi dengan baik. Adapun faktor penghambat pelaksanaan peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi pada Pelajaran SBdP kepada siswa inklusi adalah pada kesiapan guru dalam merencanakan pembelajaran berdiferensiasi