Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The Role of Teachers in Shapingg Students’ Creativity in Inclusive Primary Shools Mareza, Lia; Nugroho, Agung
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 16 No. 2 (2024): Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v16i2.24085

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers in shaping the creativity of slow learner students in inclusive primary schools through the subject of Art, Culture, and Crafts (SBdP). The research employs a qualitative approach with a case study method at SD Negeri 5 Arcawinangun. The subjects include teachers, the principal, and seven slow learner students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using triangulation methods. The results show that teachers play a crucial role in fostering students' creativity through various teaching strategies, such as providing repeated instructions, using visual media, and offering intensive guidance. Despite challenges such as low self-confidence and difficulties in time management, support from teachers, families, and the inclusive school environment helps students develop their creativity. This study emphasizes the importance of teachers' creativity in creating an inclusive and supportive learning environment. 
Optimization of Library Service Management in Increasing Students' Reading Interest: Case Study at MI Muhammadiyah Paremono Nugroho, Irham; Pratiwi, Eko Kurniasih; Isnaini, Rizki Shofak; Mareza, Lia; Sulimah, Sulimah
Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 16 No. 2 (2024): Dinamika Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/dinamika.v16i2.24086

Abstract

School libraries play a crucial role in supporting the learning process and increasing students' reading interest, but in MI Muhammadiyah Paremono, library management is not optimal. This study aims to evaluate the effectiveness of library management training for teachers in improving knowledge, skills, and its impact on students' reading interest. Using a one group pre-test post-test research design, the subjects of the study consisted of 21 teachers who were given a Likert scale questionnaire before and after the training. The results of the analysis showed a significant increase in pre-test and post-test scores for knowledge (from 3.2 to 4.5), skills (from 3.1 to 4.4), and perceptions of students' reading interest (from 3.0 to 4.2), with p < 0.01. This training successfully improved teachers' competence in library management, which had positive implications for students' reading interest. This study underlines the importance of library management training for teachers to improve students' learning experiences and encourage a reading culture in schools. These findings provide significant contributions to the development of teaching methods and library management, as well as opening up opportunities for further research on the factors that influence students' reading interest.
ANALISIS HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 2 PURWOKERTO KULON Kurniawan Pratama, Bagus; Mareza, Lia
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01, Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22940

Abstract

This study aims to analyze the mathematics learning outcomes of grade V students at SD Negeri 2 Purwokerto Kulon and identify the factors that influence their academic achievement. The research method used is a qualitative approach with interview, observation and documentation techniques. The results show that the learning methods used by teachers, students' involvement in learning, as well as students' learning strategies play an important role in math learning outcomes. The main difficulty experienced by students is in understanding the concepts of GCD and division. The use of learning media is still limited, with the majority of students relying on textbooks as the main source. This research highlights the importance of more innovative and interactive learning approaches, including the use of technology in mathematics learning. The findings are expected to provide recommendations for the development of more effective learning strategies to improve student learning outcomes.
IbM Penyusunan Kreatifitas Gerak dan Lagu Kupu-Kupu Bagi Guru PAUD/TK Muhammadiyah Se-Karesidenan Banyumas melalui Metode Eksplorasi Gerak Wijayanti, Okto; Mareza, Lia; Nugroho, Agung
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Masyarakat dalam bentuk pelatihan penyusunan kreatifitas gerak dan lagu Kupu- Kupu didasarkan atas analisis kurangnya keterampilan, kreatifitas dan kemampuan guru dalam menyusun gerak lagu yang telah dilombakan pada Pekan Seni dan Olahraga pelajar Muhammadiyah Se-Eks Kariesidenan Banyumas tahun 2017 dengan peserta tangkai lomba gerak dan lagu untuk siswa PAUD/TK kurang dari 10% dari jumlah PAUD/TK Muhammadiyah yang ada di wilayah Karesidenan Banyumas. Menilik hal tersebut, perlu diadakannya sebuah pelatihan penyusunan kreatifitas gerak dan lagu bagi guru PAUD/TK Muhammadiyah Se-Eks Karesidenan Bnayumas. Metode pendekatan untuk mendukung realisasi program Pengabdian bagi Masyarakat dalam wujud Ipteks ini diwujudkan dalam sebuah bentuk pelatihan penyusunan kreatifitas gerak lagu Kupu-Kupu untuk TK Se eks Karesidenan Banyumas dengan metode eksplorasi gerak. Pelatihan ini diperuntukkan bagi guru PAUD/TK Muhammadiyah se Eks Karesidenan. Kegiatan pelatihan ini melibatkan dosen, guru, siswa, dan mahasiswa PGSD UMP. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan, pengalaman guru untuk mengasah kreatifitas dalam menyusun gerak dan lagu. Metode pelaksanaan yang mendukung program pengabdian ini menggunakan metode eksplorasi gerak, praktek menirukan, ceramah, dan diskusi serta evaluasi. Partisipasi mitra dalam Pelaksanaan pelatihan ini yaitu terlibat dalam mempersiapkan kostum property, dan make up tari untuk pendokumentasian sebagai media pembelajaran di TK Se-Eks Karesidenan Banyumas. Usai pelatihan, guru dapat mentransfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan menyusun gerak lagu kepada siswa TK.
APPLICATION OF STEM BASED LEARNING, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS LEARNING TO IMPROVE SCIENTIFIC ATTITUDES OF SCHOOL STUDENTS hayati, azizah nurul; Badarudib, Badarudin; Mareza, Lia
Malih Peddas (Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar) Vol 9, No 2 (2019): Malih Peddas, Volume 9, Nomor 2
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/malihpeddas.v9i2.4008

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya sikap ilmiah peserta didik, oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah peserta didik melalui pembelajaran STEM. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan dengan masing-masing pertemuan satu rencana pembelajaran. Penelitian ini terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VA SDN Kedunguter yang berjumlah 11 peserta didik laki-laki, 9 peserta didik perempuan. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi aktivitasa guru, lembar observasi aktivitas peserta didik lembar sikap ilmiah dan lembar skala sikap ilmiah. Hasil peningkatan yang terjadi dapat di lihat pada setiap siklusnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pembelajaran berbasis STEM meningkatkan sikap ilmiah peserta didik pada tema 8 Sahabat Lingkunganku di kelas VA SDN Kedunguter.
PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA DI SD MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Yulia, Iin; Mareza, Lia
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 8 No. 3 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i3.58453

Abstract

Abstract: This study aims to determine the role of teachers in differentiated learning in cultural arts and crafts lessons along with supporting and inhibiting factors. The research method used qualitative case study in class VB SD Muhammadiyah Purwokerto with observation, interview, and documentation. Sources of research data from the principal, class teacher, and five students. The results showed that each teacher's role contains four components of differentiated learning, namely content, process, product, and learning environment. The supporting factors are adequate facilities and the existence of an art program. The role of teachers in providing content is to provide material to students during learning, the role of teachers in process differentiation is that teachers can develop learning with an interesting learning process by giving examples, the role of teachers in product differentiation is that teachers give freedom to make assignments to students, and the role of teachers in differentiating the learning environment is that teachers give students the freedom to choose the desired learning environment. The inhibiting factor is the limited time of cultural arts and crafts lessons and students lacking confidence in showing their potential. It can be concluded that the role of teachers in differentiated learning in cultural arts and crafts has gone well with its supporting and inhibiting factors. Keyword: Teacher's role, Differentiated Learning, Arts and Culture and Crafts Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran seni budaya dan prakarya disertai faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan studi kasus kualitatif di kelas VB SD Muhammadiyah Purwokerto dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian dari kepala sekolah, guru kelas, dan lima peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap peran guru mengandung empat komponen pembelajaran berdiferensiasi yaitu konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Faktor pendukungnya fasilitas cukup memadai dan adanya program seni. Peran guru dalam memberikan konten yaitu memberi materi kepada peserta didik saat pembelajaran, peran guru dalam diferensiasi proses yaitu guru dapat mengembangkan pembelajaran dengan proses pembelajaran yang menarik dengan memberikan contoh, peran guru dalam diferensiasi produk yaitu guru memberikan kebebasan membuat tugas kepada peserta didik, dan peran guru dalam diferensiasi lingkungan belajar yaitu guru memberikan kebebasan peserta didik memilih lingkungan belajar yang diinginkan. Faktor penghambatnya terbatasnya waktu pelajaran seni budaya dan prakarya dan peserta didik kurang percaya diri menunjukkan potensi. Disimpulkan bahwa peran guru dalam pembelajaran berdiferensiasi pada seni budaya dan prakarya sudah berjalan dengan baik dengan faktor pendukung dan penghambatnya. Kata Kunci: Peran guru, Pembelajaran Berdiferensiasi, Seni Budaya dan Prakarya
Building school resilience in high-risk disaster zones: Slamet volcano eruption mitigation education and simulation Nugroho, Agung; Irawan, Dedy; Mareza, Lia; Wibowo, Anggun Pria
Community Empowerment Vol 10 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.15073

Abstract

Schools located in volcanic disaster-prone areas require high levels of preparedness, yet they are often hindered by a lack of practical training. This community service program aims to enhance the disaster mitigation capacity of the school community at SDN Kecil Munggangsari, Banyumas, situated only 8 km from the summit of Mount Slamet. The implementation utilized a participatory educational approach consisting of two stages: disaster management knowledge transfer and practical self-evacuation simulations for students and teachers. Evaluation results showed a significant surge in disaster literacy and skills. Participants' understanding of mitigation procedures increased from 11% to 100%, while practical simulation experience rose from 6% to 100%. These findings confirm that integrating routine simulations into the educational environment is highly effective in transforming theoretical knowledge into actionable life-saving skills. This program recommends the establishment of a sustainable local mitigation curriculum for schools located in primary volcanic danger zones.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Literasi Budaya Siswa melalui Pembelajaran Budaya Banyumasan SD N 1 Karanganyar Dwi Ratnasari; Lia Mareza
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107269

Abstract

Culture in Indonesia, including traditional games, needs to be preserved through cultural literacy, as it is increasingly threatened by extinction due to technological advancement and global change. This study aims to describe the strategies employed by teachers to foster cultural literacy among students at SD N 1 Karanganyar. This research adopts a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The informants in this study were the sixth-grade teacher and four sixth-grade students. The findings reveal several teacher strategies in fostering students cultural literacy through Banyumasan cultural learning, namely:a) Implementation of hands-on learning methods,b) Utilization of traditional games as learning tools, andc) Morning literacy programs. Supporting factors include the availability of reading materials in the school library and the active role of parents. The implication of this study lies in its relevance to educational policy, serving as a consideration for policymakers at both the regional and national levels to design educational policies that encourage schools to develop learning programs based on the preservation of local cultural heritage, such as Banyumasan cultural education..Budaya yang ada di Indonesia salah satunya permainan tradisional perlu dilestarikan melalui literasi budaya karena mulai punah tergerus oleh teknologi yang disebabkan oleh perubahan global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menumbuhkan literasi budaya siswa SD N 1 Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini adalah guru kelas VI dan empat siswa kelas VI. Jadi, kesimpulannya berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan menunjukkan terdapat beberapa strategi guru dalam menumbuhkan literasi budaya siswa melalui pembelajaran Budaya Banyumasan yaitu: a. Penerapan metode praktik langsung, b. Pemanfaatan permainan sebagai alat belajar, c. Program literasi pagi. Adapun faktor pendorong yaitu tersedianya bahan bacaan di perpustakaan dan peran orang tua. Implikasi dari penelitian saya terletak pada kebijakan pendidikan sebagai bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan seperti pemerintah daerah dan pusat untuk merancang kebijakan pendidikan yang mendorong sekolah untuk mengembangkan program pembelajaran berbasis pelestarian warisan budaya lokal seperti pembelajaran Budaya Banyumasan.
Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Seni Rupa Di SD Negeri 2 Sumbang Rhegita Gandes Pramesti; Lia Mareza; Okto Wijayanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107423

Abstract

Cultural literacy is an important aspect of basic education to foster understanding and appreciation of Indonesia's cultural diversity from an early age. Fine arts learning is one of the effective means in instilling cultural values to students. This study aims to determine students' cultural literacy through fine arts learning and identify the supporting and inhibiting factors. The method used is qualitative research with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation at SD Negeri 2 Sumbang. The results showed that fine arts learning through hands-on practices, such as making hand-written batik, handicrafts from used goods, and stamping, was able to improve students' understanding of the meaning of culture, visual culture, and local culture-based work skills. The involvement of practitioners from outside the school also enriches students' learning experience and strengthens their identity and pride in the nation's culture. The conclusion of this research is that contextualized and local culture-based fine arts learning is proven effective in fostering students' cultural literacy from an early age.Literasi budaya merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar untuk menumbuhkan pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia sejak dini. Pembelajaran seni rupa menjadi salah satu sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi budaya siswa melalui pembelajaran seni rupa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Negeri 2 Sumbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa yang dilaksanakan melalui praktik langsung, seperti pembuatan batik tulis, kerajinan dari barang bekas, dan cap, mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna budaya, visual budaya, dan keterampilan berkarya berbasis budaya lokal. Keterlibatan praktisi dari luar sekolah turut memperkaya pengalaman belajar siswa dan memperkuat identitas serta rasa bangga terhadap budaya bangsa. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran seni rupa yang kontekstual dan berbasis budaya lokal terbukti efektif dalam menumbuhkan literasi budaya siswa sejak usia dini.