Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENERAPAN METODE DISKUSI (BUZZ GROUP) UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN ANALISIS CERITA PENDEK DI KELAS XI SMAN 1 PALANGKA RAYA Misnawati; Agustina, Mita
Tambuleng Vol 3 No 1 (2022): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penerapan metode diskusi (Buzz Group) untuk pembentukan karakter disiplin siswa melalui pembelajaran analisis cerita pendek di kelas XI SMAN 1 Palangka Raya, (2) faktor pendukung pembentukan karakter disiplin, (3) faktor penghambat pembentukan karakter disiplin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian yang terdiri dari 1 orang guru 8 orang siswa yang dapat mewakili semua peserta didik kelas XI. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Langkah-langkah teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan conclusion. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Penerapan metode diskusi dalam pembentukan Karakter disiplin siswa melalui pembelajaran Analisis Cerpen di SMAN 1 Palangka Raya. Peranan guru dalam pembentukan karakter di sekolah sebagai contoh atau teladan bagi anak khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pembentukan karakter disiplin yaitu dengan cara siswa menerapkan nilai-nilai karakter disiplin tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. (2) Faktor pendukung dalam penerapan karakter di sekolah yaitu guru memegang peran utama dalam pembentukan karakter disiplin. Kemudian teman-teman sekelompok dan adanya dukungan dan motivasi dari orang tua.(3) Faktor penghambat pembentukan karakter disiplin adalah diri siswa sendiri dan lingkungan.
EFEKTIVITAS RANGE OF MOTION (ROM) DALAM MENCEGAH KONTRAKTUR PADA LANSIA STROKE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKAWANG UTARA 1 Agustina, Mita; Marsia, Marsia
Scientific Journal of Nursing Research Vol 7, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v7i1.1825

Abstract

ABSTRACTElderly (elderly) is a phase of aging in human life with increasing age. A person experiencing the aging phase will experience a decline in organ function and a decrease in physical development which will result in health problems. Stroke is a major health problem in both developed and developing countries, stroke is the second most common cause of death and the main cause of disability in adults. It is characterized by loss of communication and motor skills, as well as cognitive decline. If the joint is not moved for a long time it will cause joint contractures. ROM is a person's ability to perform movements optimally in carrying out movements whether the muscles are fully shortened or not, or fully extended or not. ROM exercises are given to the shoulders, arms, elbows, wrists, fingers, groin, knees, ankles, and toes. Through this study, we designed ROM (Range Of Motion) exercises for elderly people with stroke to prevent contractures.This research aims to determine whether Range of Motion (ROM) exercises are effective in preventing joint contractures in elderly people with stroke. This research method is Quasi-Experimental Research, with a Pre and Post Test Without Control Group Design research design, with a sample size of 30 respondents. For data analysis in the study, Wilcoxon was used. The results of the study showed an increase in muscle strength in elderly people who trained with ROM. The conclusion of the research results shows that ROM (Range of Motion) is effective in preventing contractures with a p-value of 0.00Keywords : Range Of Motion, joint contractures, elderly, stroke ABSTRAKLanjut usia (lansia) merupakan fase penuaan dalam kehidupan manusia dengan bertambahnya usia. Seseorang yang mengalami fase penuaan akan terjadi penurunan fungsi organ dan penurunan perkembangan fisik yang akan berdampak adanya masalah kesehatan. Stroke merupakan masalah utama kesehatan baik di negara maju maupun di negara berkembang, stroke menjadi penyebab kematian kedua terbanyak dan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Hal tersebut ditandai dengan hilangnya keterampilan komunikasi dan motorik, serta penurunan kognitif. Jika sendi tidak digerakkan dalam waktu lama akan menyebabkan tejadinya kontraktur sendi. ROM adalah kemampuan seseorang melakukan gerakan secara maksimal dalam melakukan gerakan apakah otot memendek secara penuh atau tidak, atau memanjang secara penuh atau tidak. Latihan ROM diberikan pada bagian bahu, lengan, siku, pergelangan tangan, jari-jari tangan, pangkal paha, lutut, pergelangan kaki dan jari jari kaki. Melalui studi ini kami merancang latihan ROM (Range Of Motion) pada lansia dengan Stroke yang tujuan nya mencegah terjadinya kontraktur. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Latihan Range Of Motion (ROM) efektif mencegah kontraktur sendi pada lansia dengan Stroke. Metode penelitian ini adalah dengan Quasi Experimental Research, dengan desain penelitian Pre And Post Test Without Control Group Design, dengan jumlah sampel yaitu 30 responden. Untuk analisa data pada penelitian digunakan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot pada lansia yang dilatih ROM. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa ROM (Range of Motion) efektif dalam mencegah kejadian kontraktur dengan nil ai p value 0.00.Kata Kunci : Range Of Motion, kontraktur sendi, lansia, stroke
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Gawat Darurat pada Remaja Sekolah di Kota Singkawang Muzaki, Haekal Alam; Kapadia, Raju; Agustina, Mita; Susito, Susito
Bima Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v5i2.1568

Abstract

Background: Health education regarding Basic Life Support (BHD) is really needed for all groups because an emergency is a situation that can happen anywhere, at any time and to anyone. The importance of health education is to identify heart attack patients early as a link in the chain of survival before going to hospital (pre-hospital). Therefore, everyone can be a savior for cardiac arrest victims, from teenagers to adults, armed with Basic Life Support (BLS) knowledge. Purpose: untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan bantuan hidup dasar (BHD) melalui media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan siswa SMA. Method: This research method uses a quantitative approach with a pre-test and post-test design without a control group using a preexperimental design without a comparison group. The sample used was 36 respondents from class XII MIPA 3 SMA Negeri 3 Singkawang City using total sampling techniques. Results: Shows that respondents experienced an increase in knowledge (post-test) as evidenced by the results of the Wilcoxon statistical test which obtained a p value of 0.000 (p < 0.05). This shows that health education through audio-visual media has a significant influence on the level of knowledge of students and students regarding basic life support (BHD at SMA Negeri 3 Singkawang. Conclusion: In this research there is an influence of health education through audio visual media about basic life support (BHD) on the level of knowledge of students and students of class XII MIPA 3 SMA Negeri 3 Singkawang
Asuhan Keperawatan pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea dengan indikasi Partus Lama: Studi Kasus suhariyanto, Suhariyanto; Annisa Ramadhanti, Nurul; Juniartati, Erni; Barlia, Gusti; Agustina, Mita
Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jkmc.v1i1.15

Abstract

Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis, pada proses persalinan terjadi pengeluaran bayi, plasenta, dan membran dari dalam rahim melalui jalan lahir. Sectio Caesarea merupakan prosedur pembedahan untuk mengeluarkan janin melalui insisi dinding abdomen dan dinding uterus atau histerektomi, salah satu indikasi terjadinya Sectio Caesarea yaitu partus lama. Partus lama menduduki 5 penyebab terbesar dilakukannya Sectio Caesarea di RSUD Pemangkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien post operasi sectio caesarea dengan indikasi partus lama di ruang kebidanan RSUD Pemangkat tahun 2022. Metode Penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Metode penelitian yang digunakan dalam pengambilan kasus dalam penelitian ini akan dilakukan dengan desain purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan observasi sistematis, wawancara, dan pemeriksaan fisik. Jumlah partisipan dalam penelitian berjumlah 2 orang, dengan kriteria terdiagnosa post operasi sectio caesarea dengan indikasi partus lama, primigravida, kesadaran composmentis dan bersedia menjadi partisipan. Studi kasus ini menggunakan proses keperawatan yang dimulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian, keluhan yang dialami kedua partisipan sama yaitu nyeri. Didapatkan 5 diagnosa pada Ny.B yaitu nyeri melahirkan, gangguan mobilitas fisik, defisit nutrisi, defisit pengetahuan dan ansietas, sedangkan pada Ny.M didapatkan 6 diagnosa yaitu nyeri melahirkan, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, risiko infeksi, defisit pengetahuan dan ansietas. Implementasi yang dilakukan sesuai dengan intervensi keperawatan. Evaluasi pada kedua partisipan menunjukkan masalah teratasi. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu asuhan keperawatan pada pasien post operasi Sectio Caesarea dengan indikasi partus lama di ruang kebidanan RSUD Pemangkat telah sesuai dengan  teori yang terdapat pada tinjauan Pustaka. Kata Kunci : Studi Kasus, Asuhan Keperawatan, Sectio Caesarea, Partus Lama