Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Desain Grafis Anggota HIMPAUDI Kota Semarang Menggunakan Aplikasi Canva Furi, Atika Zahra; Dewi, Widya Novi Angga; Pratama, Afis; Sudomo, Irlanto
Manggali Vol 3 No 1 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i1.2510

Abstract

Salah satu dampak dari pandemi Covid 19 dalam pendidikan saat ini yang muncul pada pendidikan dini adalah membiasakan anak untuk belajar menggunakan media, yang biasanya selalu tatap muka bersama dengan guru, berinteraksi secara langsung, saat ini dibiasakan dengan memanfaatkan teknologi. Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Ivet akan memberikan pelatihan kepada guru-guru anggota Himpaudi kecamatan Gajahmungkur kota Semarang agar nantinya biasa membuat atau mengembangkan aplikasi sendiri dengan mudah, murah dan sesuai keinginan sendiri sesuai kurikulum yang baru. Dengan menggunakan media pembelajaran audio visual berbasis aplikasi Canva ini bukan saja dapat mempermudah dan mengefektifkan proses pembelajaran, tetapi juga bisa membuat proses pembelajaran lebih menarik. Untuk melaksanakan kegiatan tersebut digunakan beberapa metode pelatihan, yaitu: 1. metode ceramah dan tanya jawab, digunakan pada waktu menyampaikan materi kegiatan; 2. metode demonstrasi dan latihan praktek, digunakan dengan mengaplikasikan Canva; 3. metode penugasan, semua peserta untuk membuat media pembelajaran dengan menggunakan aplikasi Canva siap diimplementasikan di era new normal ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik dan memperoleh respon/tanggapan yang positif dari peserta pelatihan. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 peserta yang merupakan anggota HIMPAUDI Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang.
DEVELOPMENT OF A CLOUD-BASED TECHNOPRENEURSHIP LEARNING MODEL IN ICT VOCATIONAL EDUCATION (TECH2C) Pratama, Afis; Sutarto, Sutarto; Wardani, Ratna
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 3 (2026): Volume 10, Nomor 3, June 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i3.53465

Abstract

The rapid growth of digital industries and the persistent unemployment among ICT graduates indicate a competency gap between vocational education outcomes and industry demands. This study aims to develop and validate a Cloud-Based Technopreneurship Learning Model (Tech2C) to strengthen digital entrepreneurial competencies in ICT vocational education. This research employed a Research and Development (R&D) approach adapted from Borg and Gall, integrating design-based research principles. The development process involved expert validation (n=4), a limited field trial (25 students; 4 lecturers), and an expanded field trial (60 students; 6 lecturers). Data were collected using validation sheets, perception questionnaires, achievement tests, and Focus Group Discussions. Descriptive statistics and Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) were used for analysis. The results show that the Tech2C model is highly valid (89%), highly practical (instructional quality 92%; product display 95%), and effective (82% overall effectiveness). The greatest improvement was observed in the affective domain (84%), followed by the psychomotor (82%) and cognitive (80%) domains. PLS-SEM analysis confirms that instructional quality, material quality, interactivity, flexibility, and evaluation quality significantly influence learning outcomes. The novelty of this research lies in the systematic integration of Project-Based Technopreneurship, Design Thinking processes, and cloud computing infrastructure into a unified vocational learning model that serves as both a learning ecosystem and a digital product deployment environment. The implication of this study is the provision of an empirically validated instructional framework that vocational higher education institutions can adopt to foster digital job creators rather than job seekers.