Cahya Lukito, Cahya
Information Systems Department, School of Information Systems, Bina Nusantara University Jl. K. H. Syahdan No-9, Jakarta 11480, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Dalam Peningkatan Taraf Pendidikan Di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban Nur Safitri, Defi; Suprastiyo, Ahmad; Lukito, Cahya
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v5i2.377

Abstract

Program Keluarga Harapan merupakan salah satu program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin dan rentan yang terdaftar dalam DTKS dan ditetapkan sebagai KPM PKH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dalam Peningkatan Taraf Pendidikan di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Adapun jenis penelitian pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada implementasi program keluarga harapan dalam peningkatan taraf pendidikan dengan menggunakan empat faktor implementasi yang dikemukakan oleh George Edwards III yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap pelaksana dari pihak pendamping PKH Desa Ngadirejo yang kurang melakukan pengawasan, dan ketua kelompok yang kurang transparan dalam penyampaian informasi. Hal ini menyebabkan warga penerima bantuan kurang mendapatkan informasi sehingga para penerima bantuan menggunakan bantuan PKH untuk keperluan lain. Faktor komunikasi pada implementasi PKH dalam peningkatan taraf pendidikan belum tercapai, hal ini di sebabkan oleh kurangnya sosialisasi. Pada faktor sumberdaya terdapat sumberdaya penghambat serta sumberdaya pendukung. Belum terdapat struktur kepengurusan yang lengkap menjadi hambatan dalam pelaksanaan program PKH. Faktor disposisi, kinerja pendamping PKH kurang melakukan pengawasan dan kurangnya menyampaikan informasi ketua kelompok. Struktur birokrasi, Koordinasi yang dilakukan oleh ketua kelompok dan pendamping merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan PKH secara optimal.
Implementasi Program Keluarga Berencana Pada Pus Resiko Tinggi 4 Terlalu Di Kabupaten Bojonegoro Khanif, Mohammad; Suprastiyo, Ahmad; Lukito, Cahya
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 5 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v5i1.383

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti dalam melihat adanya Program Keluarga Berencana pada PUS resiko tinggi 4 terlalu yang dilakukan pendataan yang semula menggunakan formular R/1/PUS atau pendataan secara manual namun pada saat ini telah dilakukan rekam data berbasis sistem informasi yang dapat mengetahui pasangan usia subur resiko tinggi dan mampu menekan angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau rekam data PUS dan mendeskripsikan implementasi pada program keluarga berencana di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Bojonegoro. Adapun jenis penelitian pada penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berfokus pada implementasi program keluarga harapan dalam peningkatan taraf pendidikan dengan menggunakan empat faktor implementasi yang dikemukakan oleh George Edwards III yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik Pengumpulan Data Berupa Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keluara berencana pada PUS sudah berjalan dengan baik dan dampak berjalannya program keluarga berencana pada PUS resiko tinggi 4 terlalu melalui PUS alarm system pun cukup positif.
Evaluasi Strategi Kesehatan Berbasis Masyarakat dalam Penanganan Stunting di Puskesmas Dander Kapubaten Bojonegoro Lukito, Cahya; Septian, Esa; Nurhidayah, Laila
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48097

Abstract

program at Puskesmas Dander and analyze the factors influencing its success. The research uses a qualitative descriptive approach, with data collection through semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation. The informants consist of healthcare workers at Puskesmas Dander and community members involved in the stunting program. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis method, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the stunting prevention program at Puskesmas Dander, which includes nutritional education for pregnant women, exclusive breastfeeding, and Supplementary Feeding Program (PMT) for toddlers, has successfully reduced the stunting rate by 0.1% between 2022 and 2023. However, challenges remain, including low public awareness, economic constraints, and limited participation in socialization efforts. The implications of this study emphasize the importance of a multisectoral approach and collaboration between the health, education, and economic sectors in reducing stunting. Furthermore, increased community participation through more intensive training and socialization is crucial to achieving greater success in reducing stunting in the regions.
Kesadaran Moral Kepemimpinan Perempuan Dari Perspektif Feminisme: Literature Review Wulandari, Septi; Rogi, Shelda Adriana Taimaris; Septian, Esa; Lukito, Cahya
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 9 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v9i3.1538

Abstract

Menyikapi isu feminisme dalam kepemimpinan, perlu dibahas peran kepemimpinan perempuan itu sendiri dari sudut pandang teoretis. Salah satu teori kepemimpinan yang terkenal adalah teori peran, yang merupakan turunan dari teori kepemimpinan perilaku. Teori ini tidak berfokus pada pemimpin, tetapi pada apa yang dapat dilakukan pemimpin. Ketika membangun hubungan, orang membentuk ekspektasi tentang peran yang akan mereka dan orang lain mainkan dalam lingkungan sosial mereka. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan kesadaran moral, terutama bagi para calon pemimpin perempuan, untuk mencapai tujuan bersama. Dan penting untuk dicatat bahwa sementara teori feminis tentang kepemimpinan perempuan telah menyebar, tidak semua perempuan bisa menjadi pemimpin. Inilah yang mengarah pada pentingnya kesadaran moral, yang harus dipeluk oleh setiap pemimpin Perempuan. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan literatur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kesadaran moral kepemimpinan Perempuan telah mampu mencapai suatu keberhasilan sebagai pemimpin. Perempuan mampu dan layak dijadikan seorang pemimpin.