Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM

BENTUK-MAKNA DAN FUNGSI KATA TUGAS DALAM BAHASA MELAYU MANADO Imbang, Djeinnie
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada tiga hal yang dibahas dalam tulisan ini, yaitu bentuk-bentuk kata tugas, maknanya dan fungsinya dalam tuturan. Kata tugas dibedakan dengan kategori; nomina, verba, adjektiva, dan adverbial karena kata tugas tidak mengemban makna leksikal seperti keempat kategori itu, tetapi memiliki makna gramatikal, artinya bermakna ketika ada dalam tataran frase atau kalimat. Dengan menggunakan metode simak dan cakap dalam pengumpulan data serta dilanjutkan metode analisis dari Mahsun (2005), yakni metode padan intralingual dari data yang bersumber pada informan penutur aktif bahasa Melayu Manado maka didapatkan bentuk-bentuk kata tugas berpola suku kata yang bervariasi dari satu suku kata sampai empat suku kata. Makna dari bentukan itupun bervariasi, yakni ada yang bermakna lebih dari satu. Bentukan-bentukan yang terdeskripsi pun memiliki fungsi, yakni sebagai atribut, seperti penjelas dan penegas.Kata kunci: kata tugas, bentuk-makna, fungsi
IbM KELOMPOK SISWA SMK ST. FAMILIA TOMOHON TENTANG PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA EFEKTIF Imbang, Djeinnie
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra sasaran program ini, yaitu siswa SMK St. Familia, Kelompok Jasa Boga dan Kelompok Administrasi Perkantoran yang berlokasi di Desa Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah di Tomohon yang akreditasi nilai A (terbaik) sehingga siswa-siswa dituntut selalu mampu dan tanggap terhadap isu-isu positif atau aktual yang dapat diperoleh dari berbagai sumber, termasuk informasi media. Menjawab kebutuhan ini, maka siswa diharapkan mempunyai keterampilan membaca efektif yang identik dikenal dengan istilah kemampuan efektif membaca (KEM). Tujuan program ini, yaitu meningkatkan keterampilan dan minat baca siswa sehingga mereka mampu dan berani mengutarakan pikiran, perasaan, gagasan, fakta, dan perbuatan dalam suatu konteks komunikasi secara lisan dan tulisan.Target khusus kegiatan ini, yaitu menghasilkan kreatifivitas baca dengan mampu mengembangkan dan menuangkan gagasan/pikiran dalam suatu struktur bahasa yang teratur, baik wacana informatif maupun karya sastra. Demikian pula, anak diharapkan mengalami perubahan sikap/perilaku ketika minat baca bertumbuh. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini, yaitu penyuluhan, pelatihan (dengan memperkenalkan berbagai teks bacaan, baik yang berbentuk hiburan, pengetahuan umum, maupun ilmu pengetahuan, pendampingan, dan evaluasi. Prosedur kerja untuk mendukung ketiga aspek permasalahan, berturut-turut, yaitu survei/penjajakan, penyuluhan, pelatihan, evaluasi, luaran, dan pelaporan.
KOSAKATA DALAM TRADISI “BAKERA” ETNIS TOMBULU SEBAGAI KEARIFAN LOKAL KAITANNYA DENGAN PEMERTAHANAN BAHASA DAN BUDAYA Imbang, Djeinnie; Rambing, Rosalina
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi “Bakera” saat ini telah disejajarkan dengan istilah Spa untuk masyarakat modern di perkotaan. Bakera sebagai salah satu kearifan lokal dalam bidang kesehatan sudah menjadi daya tarik pengusaha, terutama pengusaha Spa. Dari segi medis, kandungan tanaman untuk bakera terbukti mempunyai efek positif bagi kesehatan. Tanaman tersebut mempunyai khasiat sebagai immun (kekebalan tubuh), dapat mengurangi rasa sakit, dan menciptakan ketenangan serta mengandung antiseptik (zat pembunuh kuman). Penelitian ini bertujuan melakukan kajian/analisis terhadap tradisi “Bakera”, khususnya berkaitan dengan pemakaian bahasa lokal, masyarakat yang terhimpun secara geografis berada di wilayah pemakai bahasa Tombulu. Melalui satuan kebahasaan tersebut akan diperoleh nilai dan norma yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat di wilayah pemakai bahasa Tombulu. Metode kualitatif menjadi dasar penelitian ini, sehingga data dikumpulkan melalui informan, seperti biang kampung yang melaksanakan aktivitas bakera ini. Hasil penelitian diperoleh bahwa bakera sebagai salah satu kearifan lokal di bidang kesehatan masih menjadi perhatian masyarakat Minahasa pada umunya, khususnya masyarakat di Kelurahan Pangolombian. Masyarakat masih percaya bahwa seorang ibu yang baru melahirkan wajib melakukan aktivitas bakera, sehingga masyarakat masih memberi nilai positif terhadap aktivitas bakera itu sendiri. Dengan demikian, perlu terus dilakukan revitalisasi, baik berkaitan dengan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan utama bakera yang mulai hilang atau tidak dikenal generasi kini, maupun biang yang melaksanakan aktivitas tersebut.Kata Kunci: Bakera, kearifan lokal, Tombulu