Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAN FRAKSI TUNIKATA Lissoclinum patella TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA Escherichia coli, Staphylococcus aureus, DAN Candida albicans Ngantung, Yunike E.; Simbala, Herny E. I.; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29359

Abstract

ABSTRACT Tunicate is one of the marine biota that has the potential to be utilized as a search for bioactive compounds, as prospective drugs in the pharmaceutical world. This study aims to determine the antimicrobial activity of extracts and fractions of Tunicates Lissoclinum patella obtained from the waters of Tumbak Village against the growth of microbes Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. Samples were extracted by maceration using ethanol as a solvent. Fractionation using n-hexane, chloroform and methanol. Antimicrobial activity was tested using the disc diffusion method (Kirby and Bauer). The results showed that the ethanols extract, n-hexane fraction, chloroform fraction, methanol fraction effectively inhibited the growth of microbes Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans with moderate inhibition strength categories based on Davis and Stout theory. Keywords     : Tunicata, Lissoclinum patella, antimicrobial, Candida albicans, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.  ABSTRAK Tunikata merupakan salah satu biota laut yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pencarian senyawa bioaktif, calon obat di dunia farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi Tunikata Lissoclinum patella yang diperoleh dari perairan Desa Tumbak terhadap pertumbuhan mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Fraksinasi menggunakan pelarut n-Heksan, kloroform dan metanol. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode disc diffusion test (Kirby dan Bauer). Hasil penelitian menunjukkan bahkwa ekstrak etanol, fraksi n-Heksan, fraksi kloroform, fraksi metanol efektif menghambat mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans dengan kategori kekuatan daya hambat sedang berdasarkan teori Davis dan Stout. Kata kunci     : Tunikata, Lissoclinum patella, antimikroba, Candida albicans, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.
ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA BAKSO TUSUK YANG BEREDAR DI BEBERAPA SEKOLAH DASAR DI KOTA MANADO Muhatir, Ary; Sudewi, Sri; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.8.2019.29330

Abstract

Formalin is a solution which made from 37% formaldehyde in water which is commonly used as preservative for cosmetic products and various types of non-food industrial materials. The use of formalin as a preservative in food is very dangerous for health. The purpose of this study was to determine the presence of formalin found in skewered meatballs circulating in several elementary schools in the city of Manado. Sampling was done in Malalayang Elementary School (A), State Elementary School 6 Manado (B), State Elementary School 9 Manado (C) and State Elementary School 29 Manado (D). In a qualitative test, Nash reagents were used to determine the presence of formalin in the sample. Nash reagent was used to indicate the presence of Formalin content in a sample marked with a change in color to yellow. The results of this study showed that twelve samples of skewers from four elementary schools in Manado City did not contain formalin or safe from formalin use.   Keywords: Formalin, Formaldehyde, Skewered Meatballs, Nash Reagent, Qualitative Analysis  ABSTRAK Formalin merupakan larutan yang dibuat dari 37% formaldehida dalam air yang umumnya digunakan sebagai bahan pengawet produk kosmetik dan berbagai jenis bahan industri non makanan. Penggunaan formalin sebagai bahan pengawet pada makanan sangat berbahaya bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan formalin yang terdapat pada bakso tusuk yang beredar di beberapa Sekolah Dasar di Kota Manado. Pengambilan sampel dilakukan di SD Negeri Malalayang (A), SD Negeri 6 Manado (B), SD Negeri 9 Manado (C) dan SD Negeri 29 Manado (D).  Pada pengujian kualitatif digunakan pereaksi Nash untuk mengetahui adanya formalin pada sampel. Pereaksi Nash ini digunakan untuk menunjukkan adanya kandungan Formalin pada sampel yang ditandai dengan perubahan warna menjadi kuning. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dua belas sampel bakso tusuk dari empat Sekolah Dasar di Kota Manado tidak mengandung formalin atau aman dari penggunaan formalin. Kata Kunci: Formalin, Formaldehida, Bakso Tusuk, Pereaksi Nash, Analisis Kualitatif 
STANDARISASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) DAN UJI ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa Manarisip, Geraldin Ester; Fatimawa; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.31362

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the standardization of betel leaf extracts and determine the concentration of extracts that can inhibit bacteria. In this study, the extraction was carried out by the maceration method. The specific parameters were identity of the extracts, organoleptic test, levels of water, ethanol soluble compounds, and chemical content, meanwhile, the non-specific parameters were drying loss, moisture content, and specific gravity. The results of the standardization of specific parameters showed the name of the Green Betel leaf extract (Piper betle L.), organoleptic (thick, dark green color, and strong betel odor), water-soluble and ethanol-soluble extracts content (68.27% and 82%), containing alkaloid compounds, steroids, and tannins. The results of non-specific parameters showed drying shrinkage (10.91%), moisture content (22.73%), and specific gravity (0.874 g / mL). Antibacterial test against Pseudomonas aeruginosa showed that betel leaf extracts at a concentration of 25%, 20%, and 15% experienced a decrease in Optical Density (OD) values respectively -0.192, -0.065, -0.098 while at concentrations of 10% and 5% had an increase Optical Density (OD) values were 0.512, 0.767, respectively. From the results obtained, it was concluded that the betel leaf extracts (Piper betle L.) fulfilled specific and non-specific parameters and had the ability to inhibit the growth of Pseudomonas aeruginosa bacteria with an MIC value of 15%.Keywords: Betel leaf (Piper betle L.), Standardization, Antibacterial, Pseudomonas aeruginosa.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan standarisasi ekstrak daun sirih hijau dan menentukan konsentrasi ekstrak yang mampu menghambat bakteri. Dalam penelitian ini penyarian dilakukan dengan metode maserasi. Parameter spesifik yaitu identitas ekstrak, uji organoleptik, kadar senyawa larut air dan larut etanol, dan kandungan kimia, sedangkan parameter non spesifik yaitu susut pengeringan, kadar air, dan bobot jenis. Hasil standarisasi parameter spesifik menunjukkan nama ekstrak etanol Daun Sirih Hijau (Piper betle L.), organoleptik (kental, warna hijau pekat, dan bau khas sirih yang tajam), kadar sari larut air dan larut etanol masing masing (68,27% dan 82%), dengan kandungan senyawa alkaloid, steroid, tanin. Hasil parameter non spesifik menunjukkan nilai susut pengeringan (10,91%), kadar air (22,73%), dan bobot jenis (0,874 g/mL). Uji antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih pada konsentrasi 25%, 20%, dan 15% mengalami penurunan nilai Optical Density (OD) berturut-turut -0,192, -0,065, -0,098 sedangkan pada konsentrasi 10% dan 5% mengalami kenaikan nilai Optical Density (OD) berturut-turut 0,512, 0,767. Dari hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih (Piper betle L.) memenuhi parameter spesifik dan non spesifik dan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dengan nilai KHM 15%.Kata kunci: Daun Sirih (Piper betle L.), Standarisasi, Antibakteri, Pseudomonas aeruginosa.
Penentuan nilai IC50 Karang Lunak Lobophytum sp. dan Sarcophyton sp. dari Perairan Pantai Parentek Kabupaten Minahasa Rumondor, Erladys Melindah; Yudistira, Adithya; Wewengkang, Defny Silvia; Suoth, Elly Juliana; Rotinsulu, Henki; Tumundo, Berlian Tasya; Kindangen, Eunike Elizabeth
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i2.58117

Abstract

Karang lunak bertahan hidup dengan mengeluarkan metabolit sekunder sebagai respon terhadap lingkungan. Metabolit sekunder ini diketahui memiliki aktivitas farmakologi salah satunya antioksidan. Senyawa antioksidan berperan melengkapi elektron radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol Lobophytum sp. dan Sarcophyton sp.. Jenis penelitan ini merupakan eksperimental laboratorium dengan pengujian terhadap ekstrak etanol karang lunak Lobophytum sp. dan Sarcophyton sp. menggunakan metode DPPH (1-1-diphenyl-2-picrylhidrazyl). Aktivitas antioksidan ditentukan dengan nilai IC50. Dari hasil perhitungan IC50, didapatkan ekstrak karang lunak Lobophytum sp. 14.5732 mg/L dan Sarcopyhton sp. 24,3527 mg/L dan. Nilai IC50 dari Sarcophyton sp maupun Lobophytum sp. yang diperoleh dari Perairan Pantai Parentek Kabupaten Minahasa masuk kategori sangat kuat dengan nilai dibawah 50 mg/L.