Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EVALUASI KINERJA KEUANGAN DALAM TRANSISI PERUBAHAN BASIS AKUNTANSI DAN PERBEDAAN KUALITAS OPINI BPK Syarifudin, Akhmad
JURNAL EKONOMI DAN TEKNIK INFORMATIKA Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ekonomi Dan Teknik Informatika Vol. 7 No 2 2019
Publisher : Politeknik Sawunggalih Aji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.788 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kinerja keuangan pada pemerintah daerah kabupaten kebumen pada tahun 2013-2018. Metode penelitian ini deskriptif kuantitatifuntuk mengukur kinerja keuangan dengan rasio. Data yang digunakan merupakan data kuantitatif berupa Laporan Realisasi Anggaran. Hasil penelitian menunjukan, tingkat kemandirian daerah masih sangat rendah atau instruktif. Pengelolaan keuangan daerah dalam tergolong sangat efektif dan efisien. Penggunaan dana belum berimbang karena sebagian besar dana digunakan untuk belanja operasi daripada belanja modal. Tingkat Pertumbuhan pendapatan, PAD, belanja operasi, dan belanja modal rata-rata mengalami pertumbuhan yang positif namun masih fluktuatif. Sedangkan rasio derajat desentralisasifiskal pemerintah daerah masih tergolong kurang. Paska perubahan basis akuntansi pemerintahan sejak tahun 2015 terdapat peningkatan yang signifikan pada realisasi PAD. Perkembangan rasio belanja operasional setelah penerapan akuntansi berbasis acrual secara umum menurun dengan rata-rata lebih rendah 63,93% jika dibandingkan pada saat menggunakan basis akuntansi cash toward actual dengan rata-rata lebih tinggi yaitu 67,04%. Hal tersebut dapat dilihat dari rasio kemandirian sebelum perubahan basis akuntansi rata-rata 15,39% dan meningkat menjadi 20,28% setelah perubahan basis akuntansi pemerintahan dan rasio derajat desentralisasi sebelum perubahan basis akuntansi rata-rata sebesar 14,23% dan meningkat menjadi 12,79% setelah perubahan basis akuntansi pemerintahan
Pengaruh Kompetensi SDM dan Peran Audit Intern terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan Variabel Intervening Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (studi empiris pada Pemkab Kebumen) Akhmad Syarifudin
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 13 No 2 (2014)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v13i2.22

Abstract

This research is conducted the Human Resource competency Influence and Role of Internal Audit on the Quality of local Goverment Finacial Report (LKPD) either directly or mediated by SPIP (Government Internal Controling System). Common problems in this study are; 1)The demand in improving LKPD quality, transparency and public accountability. 2). Readiness of personnel competence with the change in SAP (Goverment Accounting Standards). 3). The application of SPIP and, 4). The new role of Internal Audit , it’s not only as the finance controler but also management consultant/SPIP builder. 5)There are someaudit findings that are not detected by internal auditor eiter BPKP or The Inspectorate, but it was found by the BPK (Supreme Audit Agency) later. Research variabels are elaborated operationally in several indicators. Apparatus competence variable is elaborate into five indicators namely; knowledge, skill, motives, traits, and self concept. Variable of Intrnal Audits role is elaborated into three indicators namely; The role of supervisor, coaching/ consulting and revieww of finncial report.Varianle of Government Internal Controling System is elaborated into five indicators namely; Internal control, risk assesment, controling activity, information and communication, and monitoring. The variable of local government financial report quality is elaborated into fou indicators namely;relevan, reliable, it can be compared, and easy to understand. The population in this research are all regional works unit of Kebumen regency that are involved in the process of local Government financial reporting. The data is taken by questionnaires which is ditributed to respondents. The variable in this study is independent variable Comptency (X1), Independncy (X2), while the dependent variable s the Government’s Intenal Controling System (Y1) and Quality of Local Government Financial Report/LKPD (Y2). Data were analyzed using “Amos 18.0. The reseach result show that ; 1) HR competency has unsignificant positive effect on the quality of LKPD. 2) The role of InternalAudit has unsignificant positife effect on the quality of LKPD. 3) SPIP has siginificant positifve effect on the quality LKPD. 4) HR competency has significant positive effect to SPIP. 5) The role of Internal Audit has significant positive effect on SPIP. 6) HR competency which is mediated by SPIP has unsignificant positive effect on the quality LKPD. 7) The role of Internal Audit which is mediated SPIP has unsignificant positive effect on the quality of LKPD.
ANALISIS PENERAPAN PAJAK PENGHASILAN FINAL PP 46/ 2013 DAN IMPLIKASINYA Akhmad Syarifudin
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 2 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i2.48

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan pajak secara sukarela (voluntary tax compliance) dan penerimaan negara, Pemerintah telah menerbitkan PP No.46/2013. Tujuanya adalah kesederhanaan dalam pemungutan dan kemudahan administrasi bagi wajib pajak. Berdasarkan PP 46/2103 peredaran bruto sampai dengan Rp 4,8miliar dikenai pajak dengan tarif 1% dan bersifat final. Penentuan PPh terutang bukan dari penghasilan neto melainkan didasarkan catatan omset (turnover system).Hasil penentuan PPh dengan skema penghitungan PP 46/2013 menunjukan adanya perbedaan PPh final terutang. Bagi wajib pajak yang memiliki profit margin diatas 10% mendapat keuntungan berupa penurunan pajak, sedangkan bagi yang berprofit margin kurang dari 10% pajak terutangnya cenderung meningkat. Hal ini memicu terjadinya tarif pajak degresif sehingga tidak sesuai dengan UU PPh yang menerapkan tarif progresif. Kondisi ini berimplikasi terhadap ketidakadilan pemajakan (equity principle) karena tidak mencerminkan kemampuan untuk membayar (ability to pay). Dengan demikian penerapan PPh final PP 46/2013 memang sederhana dan memudahkan tetapi tidak adil, selain itu juga kurang memenuhi kaidah perpajakan yang memiliki fungsi non budgetair atau fungsi mengatur (regularend).
PENERAPAN STRATEGI MARKETING BERBASIS INOVASI BAGI PENGRAJIN GERABAH DESA GEBANGSARI KLIRONG KEBUMEN Dani Rizana; Akhmad Syarifudin
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.151-157.2020

Abstract

Gerabah Gebangsari merupakan salah satu satu produk khas desa Gebangsari yang diwariskan secara turun temurun namun belum mampu meningkatkan perekonomian pengrajin sehingga banyak yang beralih ke usaha lain seperti buruh genteng dan batu bata, Minimnya pengetahuan srategi marketing dan kurangnya nilai ekonomis gerabah menyurutkan pengrajin untuk menekuni kerajinan gerabah ini, ditambah lagi adanya pandemi covid 19 yang saat ini melanda seluruh dunia. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah pengrajin gerabah desa Gebangsari kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu FGD, penyuluhan dan pendampingan. Target permasalahan prioritas yang segera ditangani dalam kegiatan pengabdian ini adalah masalah strategi marketing. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya pemecahan atas permasalahan yang ada sehingga dapat membentuk masyarakat yang mandiri secara ekonomi melalui pengetahuan dan ketrampilan khususnya bidang marketing sehingga memperluas pasar dan volume penjualan serta efisiensi biaya produksi dan pemasaran. Output yang diberikan ke pengrajin berupa alat peraga marketing, banner dan alat putar gerabah elektronik. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan (1) dapat menggali permasalahan permasalahan yang dihadapi pengrajin khususnya dibidang marketing yang akhirnya dapat menumbuhkan motivasi tinggi untuk pengembangan usaha produksi gerabah (2) menambah pengetahuan strategi marketing sehingga meningkatkan volume penjualan pasca pandemi covid 19. Kata kunci: Pengrajin, Gerabah, Strategi, Marketing ABSTRACT Gebangsari pottery is one of the typical products of Gebangsari village that has been passed down from generation to generation but has not been able to improve the craftsmen's economy. This condition makes many of craftsmen have switched to other businesses such as tile and brick. The lack of marketing strategies knowledge and the pottery economic value have discouraged craftsmen from pursuing this pottery craft. It is worsen by the current condition affected by the Covid-19 pandemic sweeping the entire world. Community service partners of this program were pottery craftsmen in Gebangsari, Klirong, Kebumen. The method used in this service was FGD namely counseling and mentoring. The immediately handled issue of this service activity are those related to marketing strategy. Purpose of this community service activity is as an effort to solve existing problems so that they can form an economically independent society through knowledge and skills. The existing problem to tackle is especially in the field of marketing so as to expand the market and sales volume as well as the efficiency of production and marketing costs. The outputs given to the craftsmen were in the form of marketing props, banners, and electronic earthenware rotary tools. The results show that the activities carried out (1) can explore the problems faced by craftsmen, especially in the marketing sector, which in turn can foster high motivation of pottery production business development and 2) increase marketing strategies knowledge in order to intensify sales volume after the Covid-19 pandemic. Keywords: Craftsmen, Pottery, Strategy, Marketing
PENINGKATAN USAHA KELOMPOK TANI HUTAN MADU KLANCENG BAROKAH DI DESA KALIPOH KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN Akhmad Syarifudin; Anton Prasetyo
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.5.1.67-75.2021

Abstract

Pengembangan usaha madu klanceng dari lebah trigona sapiens merupakan peluang bagi masyarakat khususnya di pedesaan yang memiliki potensi sumber daya kakayaan hayati. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Klanceng Desa Kalipoh Kecamatan Ayah, Kab. Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung dari bulan Mei sampai Desember 2020 yang sumber biayanya berasal dari program PKM Kemenristekdikti Tahun Angaran 2020. Tujuanya adalah untuk membantu pengembangan usaha dan pemasaran madu klanceng. Permasalahan utama yang dialami KTH Barokah yaitu menurunya volume produksi madu yang disebabkan oleh: (1) Suplai pakan lebah kurang mencukupi terutauma dimusim kemarau (2) Serangan hama meningkat, (3) banyak stupe (box sarang lebah) yang rusak. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan melaui Forum Group Discussion (FGD), pendampingan, pelatihan dan penyuluhan (fasilitasi). Hasil kegiatan yaitu berupa penataan kembali stupe lebah, penggantian 100 box sarang lebah yang rusak. Tumbuhnya 400 bibit tanaman bunga xantostemon, bunga air mata penganten, bunga kaliandra dan Batavia serta penanaman holtikultura berupa 200 bibit kopi dan kelengkeng jenis matalada. Pada bagian akhir kegiatan PKM hasilnya menunjukan adanya peningkatan volume produksi madu dari 8-12 liter menjadi 18-24 liter/bulan. Teknik pengemasan pada saat pelatihan telah diaplisikan dengan memakai botol yang lebih higienis dan menarik, serta penggunaan kemasan sachet yang lebih ekonomis menggunakan alat vacoom sealer. selain itu Tim PKM juga memberikan penyuluhan dan fasilitasi dalam distribusi dan penjualan. Dengan kegiatan PKM ini diharapkan kelompok masyarakat tani hutan semakin mampu dalam mengelola usahanya sehingga memiliki produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan. Kata kunci: Madu Klanceng, Suplai Pakan, Produktifitas, Kemasan, Pemasaran ABSTRACT The development of the Klanceng honey business from the trigona sapiens bee is an opportunity for people, especially in rural areas who have the potential for bio-rich resources. This Community Service was carried out in Klanceng Village, Kalipoh Village, Ayah Subdistrict, Kab. Kebumen, Central Java. This activity takes place from May to December 2020, the source of which comes from the PKM program of the Ministry of Research, Technology and Higher Education for the 2020 budget year. The goal is to help business development and marketing of Klanceng honey. The main problem experienced by KTH Barokah is the reduced volume of honey production caused by: : (1) The supply of bee feed is insufficient, especially in the dry season. (2) The attack of pests has increased, (3) many stupes (beehive boxes) are damaged. The method used is an approach method through Forum Group Discussion (FGD), mentoring, training and outreach (facilitation). The results of the activities were in the form of rearranging the bee hive, replacing 100 damaged beehive boxes. The growth of 400 xantostemon flower seeds, the bride 's tear flower, calliandra and Batavia flowers, as well as horticultural planting in the form of 200 coffee seeds and matalada longan. At the end of the PKM activity, the results showed an increase in the volume of honey production from 8-12 liters to 18-24 liters / month. The packaging technique at the time of training was applied by using a more hygienic and attractive bottle, and the use of a more economical sachet package using a vacoom sealer. Besides that, the PKM Team also provided counseling and facilitation in distribution and sales. With this PKM activity, it is hoped that forest farming community groups will be increasingly able to manage their businesses so that they have superior products with high economic value to improve welfare. Keywords: Klanceng Honey, Feed Supply, Productivity, Packaging, Marketing
PENGARUH LEVERAGE TERHADAP PROFITABILITAS DAN RETURN SAHAM DENGAN INTERVENING ASSET GROWTH PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BEI PERIODE 2011-2019 Akhmad Syarifudin
JABE (Journal of Applied Business and Economic) Vol 8, No 1 (2021): JABE (Journal of Applied Business and Economic)
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jabe.v8i1.10581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh leverage terhadap profitabilitas dan return saham dengan intervening Asset Growth pada dua group emiten dengan rasio utang tinggi dan rendah. Analisis diarahkan untuk mendeteksi karakteristik fundamental emiten yang prospektif terhadap profit dan return. Metode penelitian menggunakan analisis jalur SEM-Smart PLS dengan 300 sampel purposive pada seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia 2011-2019. Hasil group I (DAR<50%) DAR berpengaruh positif terhadap AG; negatif terhadap ROA; dan tidak memengaruhi ROE; Sedangkan AG memengaruhi ROE & PBV. Hasil hubungan tak langsung: AG memediasi DAR terhadap RS melalui ROE, tapi AG tidak memediasi DAR terhadap RS melalui PBV. Menunjukan pada tingkat leverage rendah, kenaikan utang akan meningkatkan profitabilitas, sedangkan pertumbuhan aset akan menaikan harga saham. Kemudian jika asetnya tumbuh tanpa menambah utang maka profitabilitas dan harga saham semakin meningkat sehingga retun makin tinggi. Hasil group II (DAR>50%) DAR berpengaruh negatif terhadap AG & ROA, tapi tidak memengaruhi ROE. Sedangkan AG memengaruhi PBV, tetapi AG tidak memengaruhi ROE. Hasil uji pengaruh tak langsung: AG memediasi DAR terhadap RS melalui PBV, tetapi AG tidak memediasi DAR terhadap RS melalui ROE. Menunjukan pada tingkat leverage tinggi, kenaikan utang akan menurunkan total aset dan sebaliknya, tapi tidak memengaruhi profitabilitas (ROE), dan jika utangnya menurun disertai kenaikan aset maka harga sahamnya akan naik. Penelitian ini menemukan bukti tentang efektifitas tingkat leverage pada struktur modal yang optimal, artinya perubahan rasio solvabilitas pada level tertentu sangat efektif dalam memengaruhi pertumbuhan asset, profitabilitas dan kenaikan harga saham (return).
STRATEGI PENGEMBANGAN BUMDES DALAM OPTIMALISASI POTENSI EKONOMI DESA DENGAN PENDEKATAN SOCIAL ENTREPRENEUR DI KABUPATEN KEBUMEN Akhmad Syarifudin; Susi Astuti
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 4 No. 1 (2020): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.411 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v4i1.3400

Abstract

Desa merupakan bagian negara sebagai unit terkecil yang terdekat dengan masyarakat yang akan disejahterakan. Pengembangan potensi ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan mengurangi ketergantungan bantuan pemerintah dan dapat mewujudkan desa yang mandiri. Potensi ekonomi desa mencapai titik optimal jika menggunakan strategi pengembangan yang tepat yang akan dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif kualitatif yang dilakukan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), digunakan untuk menentukan perencanaan strategi pengembangan BUMDes dalam meningkatkan optimalisasi pemanfaatan potensi ekonomi desa, sedangkan metode ANP (Analytical Network Process) untuk memilih prioritas alternatif strategi BUMDes dalam mengoptimalisasi potensi ekonomi desa guna meningkatkan penghasilan masyarakat dan Pendapatan Asli Desa (PADes). Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh desa di Kebumen yang secara administratif memiliki 449 desa dan 11 kelurahan. Pengambilan sampel sumber data dilakukan dengan cara Snowball Sampling. Teknik pengumpulan dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Analisis data bersifat induktif/ kualitatif, dan hasil penelitianya lebih menekan pada generalisasi. Dalam hal ini, peneliti akan memberikan gambaran sistematis dan faktual sesuai fokus penelitian.Menurut informasi data diketahui seluruh desa di kebumen sejak tahun 2017 hingga 2019 telah mendirikan BUMDes, namun belum semua Bumdes dapat langsung membuka usaha oleh karena adanya keterbatasan baik masalah sumber daya manusia, kelembagaan, maupun permodalan. Hasil penelitian berdasarkan pembobotan dan penentuan rating dengan metode SWOT diketahui Bumdes berada di posisi Sel V, dimana pada posisi ini pengembangan BUMDes dapat dilakukan dengan strategi mempertahankan dan memelihara (hold and maintenance). Hal ini menunjukan bahwa Bumdes di Kebumen selain memiliki kekuatan dan peluang yang prospektif juga terdapat banyak kelemahan dalam menghadapi tantangan dan persaingan. Dari berbagai perencanaan strategi pengembangan Bumdes setelah dianalisis melalui metode ANP didapatkan hasil penelitian bahwa prioritas utama dalam strategi pengembangan adalah pentingnya fasilitasi modal dan perbaikan kinerja subsektor pertanian, melakukan pemetaan potensi ekonomi desa, merancang inovasi dan pengembangan produk. Alternatif prioritas strategi berikutnya yaitu meningaktkan produksi dan penetrasi pasar, memilih usaha yang profitable dan rendah resiko, mendorong peningkatan kinerja BUMDes, serta upaya optimalisasi potensi ekonomi desa dan pemanfaatan teknologi.Berdasarkan hasil penelian diatas dapat direkomendasikan bahwa pengembangan BUMDes sangat perlu dukungan dari pemerintah melalui kebijakan regulasi, fasilitasi permodalan dan pendampingan. Selain itu, dengan melakukan perencanaan strategi pengembangan bumdes yang baik, pengamatan mendalam dan pemetaan potensi ekonomi desa, memilih usaha profitable, mengikis praktik kapitalis dan meluaskan jaringan mitra bisnis. Mengoptimalkan peran mitra ekonomi, investor dan masyarakat untuk bersama-sama dalam mendorong peningkatan produk, diversifikasi produk dan menguatkan pasar.Kata Kunci: Strategi, Bumdes, Potensi Ekonomi Desa, Social Entrepreneur
Pelatihan Strategi Marketing Bagi Pengrajin Gerabah Desa Gebangsari Klirong Kebumen Dani Rizana; Akhmad Syarifudin
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1 No 3 (2020)
Publisher : Politeknik Dharma Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v1i3.364

Abstract

Gerabah Gebangsari merupakan salah satu satu produk khas desa Gebangsari yang diwariskan secara turun temurun namun belum mampu meningkatkan perekonomian warga masyarakat sehingga banyak yang beralih ke usaha bertani, berkebun atau bahkan banyak pengrajin usia produktif yang berpindah ke kota besar untuk mencari pekerjaan, minimnya pengetahuan srategi marketing juga kurangnya nilai ekonomis gerabah menyurutkan generasi muda untuk menekuni potensi kerajinan gerabah ini, ditambah lagi adanya pandemi covid 19 yang saat ini melanda seluruh dunia. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah seluruh pengrajin yang berada di desa Gebangsari kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Metode pelaksanaan FGD dan pelatihan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan (1) Dapat menumbuhkan motivasi pengrajin dimasa pandemic covid-19 (2) menambah pengetahuan strategi marketing sehingga meningkatkan volume penjualan pasca pandemi covid-19.
PERHITUNGAN TITIK IMPAS DENGAN METODE MARGIN KONTRIBUSI SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA Akhmad Syarifudin
JIAK : Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol 3 No 2 (2014): JIAK
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Calculation of break even or recoup their calculation or computation known as the break-even point is one financial calculation that is very important in financial planning firm. Break Even Point (BEP) can be defined as a point or state where the company in its operations do not benefit and not suffer a loss. In other words, the state of the gain or loss equal to zero. Contribution margin is the difference between the sales value of the variable costs. Contribution margin can be used to cover the fixed costs, and when they left the rest is profit. If management wants to know the breakeven sales quantity, the amount of the total contribution margin should be equal to the total amount of fixed costs. Small and Medium Enterprises (SMEs) "Pandan Kuning" is a manufacturing company engaged in the production of the production in the form of souvenirs. These SMEs are mass produced souvenirs and orders from customers in both the large and small parties. Therefore the company requires the calculation of the breakeven point in order to produce accounting information that is useful for the planning of short-term profit. Keywords: break-even point, fixed costs, variable costs, contribution margin.
ANALISIS PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN HARGA POKOK KAMAR Akhmad Syarifudin
JIAK : Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol 5 No 1 (2016): JIAK
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Cadaka in calculating the cost of the product is still using the traditional method, while in traditional cost accounting system charges made on the production of direct and indirect costs associated with the product. As a result the cost of the product will appear below the cost price and the cost of the product above the base price. Activity based costing system is a method that is designed to rectify the shortcomings of traditional methods due to the activity based costing system products or services performed by the activity, and the activities required the use of resources that causes the cost. The objective of this study was to determine the room rates that more accurately by using the ABC method System and to compare the magnitude of the cost of the room by using the traditional method of activity based costing method at Hotel Cadaka Gombong. The results of calculating the cost of the room by using traditional methods to the VIP room 268,403,28, Family AC 247,778.07, Family 206,382.17, Superior AC 165,153.68, Superior 165,171.67, Standard 103,206.40, Economy 82594.51. While the results of calculating the cost of the room by using activity based costing system for VIP room 205,305.65, Family AC 202,911.88, Family 195,503.18, Superior AC 170,842.96, Superior 183,380.06, Standard 188,692,23 and Economy 185,874.00 , This is because the overhead charges on each product is charged to a lot of cost driver. So in activity based costing, able to allocate activity costs to each room and accurately based on the consumption of each activity. So that can assist management in controlling costs better. Keywords : Cost of Production , Traditional System , Activity Based Costing System