Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Greng Sebuah Estetika Dalam Kerampakan Antara Gamelan dan Vokal Saptono, Saptono; Haryanto, Tri; Hendro, Dru
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 1 (2019): Juni
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.167 KB) | DOI: 10.31091/kalangwan.v5i1.728

Abstract

ISI Denpasar sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkiprah dalam berbagai cabang seni tentunya memiliki tanggung jawab didalam meningkatkan mutu pelestarian, pengembangan, dan penciptaan seni budaya yang unggul yang berakar dari kearifan lokal nilai-nilai budaya nusantara, termasuk salah satunya seni karawitan. Hal tersebut tercermin pula dalam visi dan misi ISI Denpasar yang telah terpampang dan bisa dilihat diberbagai sudut kampus. Melalui seni, lembaga ISI Denpasar ikut andil dalam menjaga keseimbangan hidup di dalam memperkokoh jati diri bangsa dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan demikian mendorong peneliti dalam penciptaan karya seni karawitan Greng, yaitu garap gamelan ageng untuk memberikan keseimbangan nilai-nilai kearifan lokal budaya nusantara di ISI Denpasar dengan mengacu pada sajian garap tradisi karawitan Jawa. Konsep garap yang ditawarkan adalan penataan dalam karawitan mandiri. Penataan yaitu menyusun gending-gending yang telah ada dari berbagai ragam bentuk, laras, dan pathet. Kebaruan dalam penataan adalah pengolahan garap transisi dari berbagai ragam dan karakter gending yang telah ada, diolah dengan teknik yang mengedepankan tapsir (interpretasi) garap balungan dan garap vokal yang dalam sajiannya menjadi satu garapan yang utuh. Wujud atau bentuk pada dasrnya merupakan pemicu untuk menggugah perhatian terhadap isi yang dikandungnya, yang pada gilirannya telah menyatu ke dalam struktur. Jadi wujud atau bentuk garapan merupakan sarana untuk menuangkan isi sebagai bentuk ungkap pengalaman jiwa yang wigati. Djelantik menjelaskan bentuk (wujud) yang dimaksud kenyataan yang nampak secara konkrit di depan kita (dapat dipresepsi dengan mata dan telinga), dan juga kenyataan yang tidak nampak secara konkrit di depan kita, tetapi secara abstrak wujud dapat dibayangkan. Humardani menyebutkan bahwa bentuk di dalam sajian karya seni adalah wadah yang dapat diamati sebagai sarana untuk menuangkan isi mengenai nilai-nilai atau pengalaman jiwa yang wigati.
Penciptaan Karya Seni Garap Pekeliran Padat Sang Guru Sejati Hendro, Dru; Saptono, Saptono; Haryanto, Tri
Kalangwan : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 5 No 2 (2019): Desember
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.7 KB)

Abstract

Konsep garap pakeliran padat dengan judul Sang Guru Sejati ini diambil dari sebuah lakon Dewa Ruci yang merupakan lakon carangan wayang Jawa sudah populer, yakni ketika Bima berguru kepada Begawan Drona tentang ilmu Kesempurnaan diri Manunggalinng Kawula Gusti. Sang Guru Sejati merupakan sebutan kepada Guru Drona dan juga karena Bima telah menemukan jati dirinya ketika bertemu dengan Dewa Ruci. Sedangkan tema yang diangkat dalam garapan ini adalah “Kepatuhan Seorang Murid Kepada Seorang Guru”. Hal ini akan terungkap bagaimana Bima selalu patuh dengan segala ucapan dan tugas dari guru pembimbingnya dan dengan tekad yang tulus dan kuat kemudian mengambil resiko dalam tugas tersebut dan dapat mencapai tataran penghayatan Ketuhanan yang tinggi (makrifat) dengan bertemunya Bima dengan Sang Dewa Ruci. Kerangka garis besar dari perwujudan lakon yang terkait dengan tema di atas digambarkan dalam beberapa tahapan, yaitu tahap menggambarkan Bima memutuskan untuk berguru kepada Drona, sampai pada tahapan terakhir berhasil menemukan Tirta Pawitra yaitu Bima bertemu dengan Dewa Ruci. Metode penggarapan karya menggunakan lima tahapan, yaitu tahap persiapan atau pra perancangan, eksplorasi ide gagasan, penggalian referensi. Tahap perancangan, hasil analisis fenomena dituangkan dalam ide. Tahap perwujudan karya wujud karya dan evaluasi wujud yang ada. Tahap penyempuranaan, dan Tahap penyajian, pementasan karya yang sudah jadi pada penonton. Dari garapan ini pula memacu untuk membangun imajinasi dan kreativitas penggarap dalam pengembangan berkarya. Disamping itu penggarap lebih leluasa dalam mengembangan ide kreatifnya tanpa ada sebuah lkatan yang membelenggu. Rasa dramatik dan ide tetatrikal dapat membangun suasana yang diinginkan sesuai dengan lakon yang diangkat.
Prototype Pengontrolan Penghitung Jumlah Calon Penumpang Angkutan Umum Pada Dinas Perhubungan Kota Tangerang Berbasis Arduino Uno Yuliana, Khozin; Saptono, Saptono
JURNAL SISFOTEK GLOBAL Vol 7, No 2 (2017): JURNAL SISFOTEK GLOBAL
Publisher : STMIK Bina Sarana Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38101/sisfotek.v7i2.150

Abstract

Kebutuhan transportasi yang sangat tinggi di daerah perkotaan, sehingga Pemerintah didorong untuk menyediakan transportasi salah satunya adalah angkutan umum. Sebagai solusi alternatif apabila tidak memiliki kendaraan pribadi dan membantu mengatasi kemacetan karena kepadatan kendaraan di jalan. Namun, penataan angkutan umum saat ini dirasa kurang teratur disebabkan karena penumpukan angkutan umum di pinggir jalan dan menghambat pengguna jalan lainnya. Halte yang merupakan tempat pemberhentian untuk menaik turunkan penumpang tidak terlalu efektif digunakan, sehingga penumpang lebih memilih naik dipinggir jalan. Maka dari itu calon penumpang yang ingin naik angkutan umum untuk menunggunya di halte. Penggunaan halte yang terkendali dapat menghindari kemacetan lalu lintas. Dengan memanfaatkan teknologi yang ada baik dari software maupun hardware dan Arduino sebagai sistem yang menjalankannya. Caranya adalah  memilih angkutan umum sesuai tujuan menggunakan keypad yang telah tersedia dan  Motor servo sebagai palang pintu yang akan terbuka dan menutup kembali setelah melewati sensor Ultrasonik. Setelah itu data jumlah yang dipilih akan terkirim pada operator dan akan terlihat pada aplikasi yang telah dirancang menggunakan software Visual basic. Setelah jumlah data yang masuk di halte cukup banyak, maka angkutan umum diijinkan oleh operator dengan mengirimkan e-mail kepada supir angkutan umum untuk jalan mengangkut penumpang sesuai dengan tujuan.
Analisis Yuridis Perkembangan Tindak Pidana Pencucian Uang Saat Ini Sebagai Upaya Pencegahannya Di Indonesia Saptono, Saptono; Hadiyanto, Alwan; Ciptono, Ciptono
JURNAL USM LAW REVIEW Vol. 7 No. 2 (2024): AUGUST
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/julr.v7i2.8899

Abstract

The aim of this study is to study efforts to prevent the criminal practice of money laundering in Indonesia. Research on the prevention of money laundering crime in Indonesia is critical and urgent, given the huge impact it has on the economy and national security. Money laundering not only undermines the integrity of the financial system, but is also often associated with other crimes such as corruption, drug trafficking, and terrorist financing, which can threaten social and political stability. The research has made an important contribution to strengthening the TPPU prevention system and raising awareness of the urgency of combating money laundering crimes in order to maintain economic stability and national security. This research uses normative research methods and uses secondary data. The prevention of TPPU in Indonesia is a very important and urgent matter. The impact of the TPPU not only undermines the integrity of the financial system, but is also potentially linked to other crimes such as corruption, drug trafficking, and the financing of terrorism, which can threaten the country's social and political stability. Effective prevention strategy but also synergy between the Government, the DPR, and PPATK. Prevention steps with the principles of Costumers Due Diligence Principle and the Know Your Customer system as one of the ways of TPPU prevention.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji upaya pencegahan praktik tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Indonesia. Penelitian tentang pencegahan tindak pidana pencucian uang di Indonesia sangat penting dan mendesak, mengingat dampak besar yang ditimbulkannya terhadap ekonomi dan keamanan nasional. Pencucian uang tidak hanya mengganggu integritas sistem keuangan, tetapi juga sering terkait dengan kejahatan lain seperti korupsi, perdagangan narkotika, dan pembiayaan terorisme, yang dapat mengancam stabilitas sosial dan politik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat sistem pencegahan TPPU dan meningkatkan kesadaran akan urgensi memerangi kejahatan pencucian uang guna menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dan menggunakan data sekunder. Upaya pencegahan TPPU di Indonesia merupakan hal yang sangat penting dan mendesak. Dampak dari TPPU tidak hanya mengganggu integritas sistem keuangan, tetapi juga berpotensi terkait dengan kejahatan lain seperti korupsi, perdagangan narkotika, dan pembiayaan terorisme, yang dapat mengancam stabilitas sosial dan politik negara. strategi pencegahan yang efektif tetapi juga adanya sinergi antara  Pemerintah, DPR, dan PPATK.  Langkah pencegahan dengan prinsip Prinsip Costumers Due Diligence Principle dan sistem Know Your Customer sebagai salah satu cara pencegahan TPPU.  
Analysis of Distance Learning Management during the Covid-19 Pandemic Saptono, Saptono; Suyatmini, Suyatmini; Darsinah, Darsinah
At-Taqaddum Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Quality Assurance Institute (LPM) State Islamic University Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/at.v14i1.9952

Abstract

The Covid-19 pandemic has resulted in a change in the learning system which was originally carried out face-to-face and replaced with distance learning or online. The purpose of this research is to describe distance learning management (planning, implementing, and controlling), the constraints that arise and the solutions to overcome them. The research method uses qualitative research with a case study design and an ethnographic approach. The research was conducted at SMP Negeri 27 Surakarta. Primary data sources were obtained from school principals, vice principals for curriculum, teachers, and students. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. The validity of the data was carried out using source triangulation techniques and double checking. Data analysis techniques in this study include data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that: (1) Distance learning planning at SMPN 27 Surakarta includes preparation of learning instruments, preparation of teaching materials, preparation of infrastructure, teacher training, and preparation of implementation schedules; (2) The implementation of distance learning has been running well and smoothly. Implemented using an LMS in the form of Google Classroom and Zoom, and supported by the Whatsapp (WA) application; (3) PJJ control is carried out by carrying out monitoring and evaluation activities; (4) The constraints found were divided into two, namely internal constraints (obstacles in the school) and external constraints (coming from outside the school); (5) The solution to overcoming obstacles is to maximize the teacher's role, increase the diversity of file types and sources of teaching materials, optimize features in Google Classroom, and work with parents to guide children's learning during distance learning implementation. The implication of distance learning management is the need for collaboration between school principals, teachers, students, and parents so that the implementation of distance learning can run well.
Selection of Solid Wheel Train Procurement Vendors at PT Kereta Api Indonesia (Persero) in Bandung Using the Profile Matching Method Rafli*, Muhammad; Sovia, Aditia; Saptono, Saptono
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26967

Abstract

PT Kereta Api Indonesia is a State-Owned Enterprise (BUMN) engaged in passenger and freight transportation services using trains. To improve the existing facilities and infrastructure at PT KAI, one of the factors in the procurement of goods and services that can support and support the running of train operations is the solid wheels of the train. In the implementation of the procurement of solid train wheels, PT Kereta Api Indonesia collaborates with several vendors to find the best vendors in the procurement of solid train wheels. The five vendors are PT. IMST, PT. TU, PT. BI, PT. PEI, and PT. IE. In the implementation of the procurement of solid train wheels, there are times when vendors cannot maintain their commitments, which has an impact on ongoing projects. In this study, the author used the Profile Matching Method to determine which vendor has the best rating. Based on the results of research on the five vendors, IMST vendors ranked first with a final result value of 5.71, followed by PEI vendors in second place with a final result value of 5.64, then TU vendors ranked third with a final result value of 5.58, then ranked fourth, namely BI vendors with a final result value of 5.48, and finally ranked fifth, namely IE vendors with a final result value of 4.92. The results of this rating are used as input for the company in determining the main partner and for vendors as an evaluation to improve their performance so that it can become the main choice for the company.
Struktur Musik Iringan Tari Puspanjali Saptono, Saptono; Santosa, Hendra; Sutirtha, I Wayan
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2446

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan struktur komposisi musik iringan tari Puspanjali karya I Nyoman Windha seorang maestro karawitan Bali. Tari Puspanjali yang dipergunakan sebagai tari penyambutan ciptaan NLN Swasthi Widjaja diciptakan tahun 1989, menjadikannya sebagai sebuah karya tari yang monumental. Puspanjali berasal dari kata puspa berarti bunga dan anjali berarti sebuah penghormatan, dengan kata lain Puspanjali adalah taburan bunga sebagai sebuah penghormatan. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif melalui penjabaran struktur dan bentuk musik iringan tari yang terdiri dari kawitan, pengawak, dan pekaad dengan persyaratan mungkus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung baik melihat pertunjukannya ataupun melalui video, wawancara, dan studi kepustakaan. Penciptaan tari dan iringannya sangat spontan yang keluar dari ide, gerak tari, dan melodi yang diramu dalam komposisi yang sederhana tetapi sampai saat ini karya tersebut dapat digolongkan sebagai karya monumental karena masih bertahan dan banyak dipergunakan oleh masyarakat di Bali. Penjabaran struktur musik iringan tari dilakukan melalui notasi balok yang digabungkan dengan notasi dindong. Tarian Puspanjali sangat cocok dipelajari oleh anak usia dini karena kesederhanaan gerakannya, dan musik iringan dapat dipelajari oleh para pemula usia SD karena kesederhanaan komposisi musiknya.
Music Creation Durmanggala | Tabuh Kreasi Durmanggala Bagaskara, Putu Danendra Adi; Saptono, Saptono; Partha, I Ketut
GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan Vol 4 No 1 (2024): Maret
Publisher : Pusat Penerbitan LPPMPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jurnalsenikarawitan.v4i1.3378

Abstract

The musical composition of  Tabuh Kreasi Durmanggala is a karawitan composition that uses Semarandana gamelan as a medium of expression. This Durmanggala Creation Tabuh is a tabuh inspired by natural phenomenon hints implied in Lontar Roga Sanghara Bhumi, namely Durmanggala, which occurred in Kelan Traditional Village. The concept of this work uses the tri angga structure, which is still based on traditional principles. The tradition is well developed in terms of gending structure and techniques with the arrangement of musical elements such as tone, melody, rhythm, tempo, harmony, and dynamics. This masterpiece of Durmanggala creation was created because it contained four aspects that became the orientation of discussion in understanding ways to design new works, including aspects of ideas, aspects of concepts, and implementation of ideas and concepts into gamelan as a medium of expression, and consideration of taste.
Music Composition Kulawarga Pencon | Komposisi Musik Kulawarga Pencon Andika, I Putu Restu; saptono, saptono
GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Penerbitan LPPMPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jurnalsenikarawitan.v4i3.3388

Abstract

Kulawarga Pencon is a musical work that summarizes the fusion of two cultural families in instruments based on Balinese and Javanese gamelan. The method for creating Kulawarga Pencon's work adopts the principles stated in the Method for Composing Musical Works (An Alternative) by inserting the process for creating works by I Wayan Beratha. This creation inspired musical processing based on an appreciation of the technique of playing gamelan instruments with pencon and processing rhythms based on various tempos. This approach creates a harmonious intertwining of tones in the formulation of the work. The musical structure of Kulawarga Pencon follows the Tri Angga concept, which consists of kawitan (precursor), pengawak (content), and pengecet (cover). Kawitan is formulated as an introduction that highlights the elements of rhythm, dynamics, and tempo as the basis for the development of the initial part. The crew expanded its scope by developing ancient techniques adapted to the stylist's perspective. The printer is interpreted as the culmination or red thread that transforms the formulation of the work toward the end. The musical work Kulawarga Pencon is composed and structured into three parts with various patterned characters but sourced from existing gamelan with knob techniques adapted to the stylist's interpretation of the interpretive power. This work's result is music processing through a unique mindset and creative process. An experimental result represents the interaction between two cultures, namely Balinese and Javanese Gamelan, in the form of a distinctive instrument, which is then used as a medium for working on the formulation of the work. For 14 minutes, this work was played by 17 musicians, including arrangers, with support from students from the Gamelan Arts Study and Performing Arts Education program at the Indonesian Institute of Arts Denpasar.