Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI DOSIS PUPUK BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG PULUT (Zea Mays Ceratina L) Gusmawati Gusmawati; Idham Idham; Syamsiar Syamsiar
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung pulut atau waxy corn atau jagung ketan merupakan jenis jagung spesial yang berpotensi sebagai sumber keanekaragaman pangan dan bahan industri, seperti produk makanan, tekstil, lem dan industri kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan jagung pulut akibat pemberian dosis pupuk bokashi. Penelitian ini dilaksanakan di desa kota rindau kecamatan dolo, Palu Sulawesi Tengah pada bulan November 2019 sampai Februari 2020. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu B0= tanpa perlakuan, B1= 5 ton-1 , B2= 10 ton-1 , B3= 15 ton-1 , B4= 20 ton-1, dan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 petakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk bokashi B4 (20 ton-1) menghasilkan nilai tertinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang tongkol, berat tongkol/ubinan, berat tongkol ton ha-1 jumlah biji /baris, jagung pulut.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium Wakegi Araki) PADA BEBERAPA JENIS PUPUK ORGANIK CAIR Sri Maryati; Idham Idham
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitin ini bertujuan untuk mendapatkan jenis pupuk organik cair yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah varietas lembah Palu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Oloboju UPT Bulu pountu Jaya Kab. Sigi, Yang berlangsung selama 3 bulan, mulai dari bulan Desember 2019 sampai dengan Februari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yakni : P1: POC Nasa10 ml/L Air P2: POC Di Grow 10 ml/L Air P3: POC Biotogrow 10 ml/L Air P4: POC Herbafam10 ml/L Air P5: POC Urin Sapi10 ml/L Air P6: POC Bonggol Pisang10 ml/L Air. masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Dari hasil penelitan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik cair Herbafarm teruji secara nyata meningkatkan pertumbuhan tanaman yang ditandai dengan tanaman lebih tinggi anakan lebih banyak dan meningkatkan hasil seperti peningkatan jumlah umbi per rumpun, berat umbi perrumpun, berat umbi basah perpetak, berat eskip, berat umbi basah perhektar dan berat kering perhektar.
PENGARUH JENIS RIMPANG DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Siti Aminah; Idham Idham
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia dan termasuk salah satu jenis tanaman rimpang yang paling banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Komponen utama kandungan zat yang terdapat dalam rimpang temulawak adalah zat kuning yang disebut “kurkumin” dan juga protein, pati, serta zat-zat minyak atsiri. Tujuan dari penelitian ini Untuk mendapatkan komposisi media tanam yang baik pada setiap jenis rimpang bibit tanaman temulawak, Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antaran jenis rimpang dan komposisi media tanam bibit temulawak. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Waktu penelitian di mulai pada bulan April sampai bulan Juli 2019 Penelitian ini menggunakan rancangan acak petak terpisah yang terdiri dari 8 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 32 unit percobaan setiap unit percobaan terdiri dari dua polybag sehingga diperoleh 64 polybag. Adapun perlakuannya terdiri dari :M0 = Tanah, M1 = Tanah + Pasir, M2 = Tanah + Pasir + Pupuk kandang ayam, M3 = Tanah + Pasir+ Sekam padi bakar. Hasil Penelitian menunjukan bahwa jenis rimpang berpengaruh nyata terhadap munculya tunas, tinggi tanaman 10 MST dan 12 MST. Pada komposisi media tanam berpengaru nyata terhadap jumlah daun. Interaksi terjadi pada tinggi tanaman berumur 4 MST, 6 MST, 8 MST dan panjang akar.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG PULUT (Zea mays certaina L.) Amina Tansidi; Idham Idham; Syamsiar Syamsiar
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i5.1875

Abstract

Tanaman jagung pulut merupakan komoditas pangan utama setelah padi yang mempunyai peranan strategis dalam pengembangan pertanian dan perekonomian di Indonesia. Namun adapun kendala-kendala produksi jagung pulut yang dihadapi yaitu penanaman varietas lokal secara terus menerus, pemupukan tidak sesuai dosis, serta teknik budidaya yang kurang maksimal. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi jagung adalah menggunakan teknologi yang lebih baik, penggunaan bibit unggul, pengolahan tanah yang baik, pengaturan air irigasi yang baik, penggunaan pupuk kandang serta pemberantasan hama dan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah: menentukan dosis pupuk kandang ayam yang terbaik untuk pertumbuhan dan produksi jagung pulut. Penelitian ini dilakukan pada bulan februari sampai dengan bulan juli 2020 di Desa Toliba Kecamatan Tojo Barat Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah handtraktor, cangkul, meteran, alat tulis menulis, kamera, bahan yang digunkan adalah benih jagung pulut arumba, dan pupuk kandang ayam. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan satu faktor, yaitu : kosentrasi pupuk organik terdiri dari 6 taraf yaitu: P0= 0 kg/petak, P1= 6 kg/petak, P2= 9 kg/petak, P3= 12 kg/ petak, P4= 15 kg/petak, P5= 18 kg/petak sehingga terdapat 6 percobaan masing-masing perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 kali percobaan. Dosis pupuk kandang ayam 30 ton ha-1 yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung pulut.
UJI SALINITAS PADI GOGO DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI LARUTAN NaCl PADA FASE PERKECAMBAHAN Dr. Ir. Sakka Samudin, M.P; Adrianton Adrianton; Nuraeni Nuraeni; Idham Idham; Ichwan S. Madauna; Nur Aisah Fitri
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i5.1907

Abstract

Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi di lahan pasang surut yang mengandung cekaman salinitas (NaCl) yakni dengan menggunakan karakter varietas yang toleran. Tujuan penelitian ini ialah untuk mencari kultivar padi gogo yang tahan terhadap cekaman salinitas dan menentukan batas toleransi setiap kultivar terhadap cekaman salinitas. Penelitiaan ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu, yang di laksanakan pada bulan November sampai Desember 2020. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri 2 faktor. Faktor pertama menggunakan empat kultivar padi gogo yaitu: (K1) Uva buya, (K2) Delima, (K3) Jahara, (K4) Dongan dan faktor kedua menggunakan tujuh konsentrasi NaCl yaitu (N0) Kontrol , (N1) 0,5%, (N2) 0,6%, (N3) 0,7%, (N4) 0,8%, (N5) 0,9% dan (N6) 1%, sehingga diperoleh 28 kombinasi percobaan diulang sebanyak tiga kali dengan total 84 unit percobaan, dimana setiap unit percobaan terdapat 50 benih, sehingga jumlah benih yang dibutuhkan sebanyak 4.200 butir benih. Variable yang di amati ialah daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, waktu berkecambah, dan indeks sensitifitas stress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Uva buya mampu berkecambah normal hingga konsentrasi 0.7%, kultivar Delima, Jahara dan Uva Dongan mempu berkecambah dengan normal hingga konsentrasi 1%. Kultivar Delima, Jahara, dan Dongan merupakan kultivar yang tolerah terhadap cekaman salinitas pada fase perkecambahan.