Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Studi Wacana Radikalisme Di Lingkungan Mahasiswa Bali Penny Kurnia Putri; D.A Wiwik Dharmiasih
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 4 No 1 (2022): PERSPEKTIF KELAS DAN RADIKALISME
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2022.v04.i01.p03

Abstract

Radikalisme baru-baru ini menjadi isu yang hangat dibicarakan, terutama dalam media massa. Sejak peristiwa penikaman terhadap mantan Menko Polhukam, Wiranto, yang terjadi pada 10 Oktober 2019 lalu, Mabes Polri seolah membunyikan kembali alarm kewaspadaan akan potensi munculnya bibit-bibit baru penebar teror yang sempat mati suri. Lingkungan universitas kemudian menjadi salah satu institusi pendidikan yang dianggap rentan terpapar persebaran ideologi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peta pemahaman mahasiswa di Bali terkait wacana radikalisme di Indonesia. Analisis dilakukan dengan metode kualitatif melalui kuesioner, diskusi kelompok dan wawancara terhadap mahasiswa di beberapa perguruan tinggi di Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa Bali terhadap konteks radikalisme di Indonesia adalah sangat tinggi (80%), namun kurang dalam memahami terminologi radikalisme secara keilmuan. Hanya sebagian kecil mahasiswa yang memiliki karakter kritis dalam merespon isu radikalisme dan menolak narasi tunggal. Selanjutnya, secara umum mahasiswa di Bali tidak berada dalam posisi rentan terpapar radikalisme meski terdapat pro dan kontra. Dalam ranah akademis, setiap tema isu layak untuk diperbincangkan selama tidak menyimpang dari konteks keilmuan.Pandangan kritis justru diperlukan sebagai sarana belajar, serta memahami isu dari sumber keilmuan yang sesungguhnya.
Cultural Landscapes in the Asia-Pacific: Re-focusing UNESCO Designation on Community Participation Dharmiasih, Wiwik
Forest and Society Vol. 4 No. 2 (2020): NOVEMBER
Publisher : Forestry Faculty, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.128 KB) | DOI: 10.24259/fs.v4i2.10028

Abstract

World Heritage Sites, designated by UNESCO, are a growing phenomenon in global governance. Sites are nominated for their Outstanding Universal Values with the objective of protecting against potential threats from man-made or natural causes. This article focuses on one type of recognition, the Cultural Landscape, which is unique because it is a living heritage site. Within Cultural Landscapes, people continue to carry out their lives and livelihoods as part of the site. The aim of this article is to examine the way community participation takes place in the designation of Cultural Landscapes. Findings highlight some ideas for researchers and policymakers to re-examine blind spots relative to community participation and offer some considerations for more meaningfully engaging local voices, particularly with respect to vulnerable populations and generational transition. Overall, research on Cultural Landscapes need not only examine what is being protected, but also must explore the new institutions being established, which can transform sites from within.