Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA OPTIMALISASI PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI KSOP KHUSUS BATAM TAHUN 2020 - 2021 Zulyani Zulyani; Romadhoni Romadhoni
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 1 (2022): INOVTEK VOL.12 NO.1 2022
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i1.2597

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemungutan PNBP, faktor-faktor yang muenyebabkanpenerimaan PNBP belum optimal dan upaya yang dilakukan untuk mengoptimalisasi penerimaan PNBP padakegiatan bongkar muat di KSOP Khusus Batam.Metodepengumpulan data inidengan cara wawancara, observasidan dokumentasi.Hasil penelitian inimenunjukkanfaktor yang menyebabkan PNBP pada kegiatan bongkar muatbelum optimaldi KSOP Khusus Batam adalah pandemic Covid 19 yang belum berakhir sepenuhnya.Upaya yangtelahdilakukan KSOP ialah meningkatkan kualitas pelayanannya, membuataksi proaktif, menyempurnakan tatakelola PNBP,sertameningkatkan fasilitaspendukung secara berkala.
PEMBUATAN ALAT CUCI TANGAN MOBILE DALAM PENCEGAHAN CORONA VIRUS PADA TEMPAT IBADAH Romadhoni Romadhoni; Budhi Santoso; Muhammad Helmi
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v4i2.612

Abstract

Setiap orang atau individu dapat melindungi diri dari serangan virus corona, salah satunya dengan rajin membersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Ahli kesehatan menganjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 15-30 detik. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganjurkan perbanyak busa saat mencuci tangan dengan sabun karena gesekannya dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak dari kulit. CDC merekomendasikan beberapa waktu yang tepat untuk mencuci tangan di antaranya sebelum, selama, dan sesudah memasak, sebelum makan, sebelum dan sesudah merawat luka dan orang sakit, setelah menggunakan toilet, setelah mengganti popok, setelah memegang hewan atau makanan hewan, setelah menyentuh atau membuang sampah, sesudah bersin, batuk, atau menyeka hidung, dan setelah berjabat tangan. Untuk memfasilitasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, maka perlu di desain dan bangun sebuah alat cuci tangan yang mobile atau bisa di pindah-pindah serta kapasitas tangki yang besar serta beberapa krain air agar masyarakat tidak antri dalam mencuci tangan. Alat cuci tangan ini dinamakan mobile hand washer (MHW) atau wastafel portable. Alat ini akan didistribusikan ke berbagai tempat pelayanan publik yang diantaranya seperiti rumah ibadah, pelabuhan penyebranagan, hingga tempat-tempat umumnya ada keramaian atau pelayanan publik yang tidak lockdown di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Analisa Kelayakan Investasi Kapal Katamaran Tipe Axe Bow Untuk Wisata Pulau Beting Aceh (Rupat) Romadhoni Romadhoni; Budhi Santoso; Bobi Satria; Aprizawati Aprizawati; Supriyadi Supriyadi
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol 6 No 1 (2022): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v6i1.4211

Abstract

The AX BOW type catamaran is a ship that is used specifically for recreational purposes between Beting Aceh Island, which has two hulls or catamarans. This design aims to obtain data on ax bow type catamaran tourism boats that are suitable for the Aceh shoal island. This design is intended to see a good performance of resistance, stability, weight, and cost calculations. In this study, the authors analyzed the investment feasibility of the AX Bow catamaran, the main size of the ship, L = 12.20 m, B = 4.089 m, H = 1.48 m, T = 0.62 m, then the process of designing a landing craft boat using Maxurft Modeler Advance. The results of the investment feasibility analysis are declared feasible because the Net Present Value is 0.11% and Profitability Index > 0.11 with a break even point in 3 years of operation and an interest rate of 12% per year on capital loans. Keysword: AXE Bow, investment, tourism, Beting Aceh
Analisa Desain dan Kalkulasi Biaya Pembangunan Kapal Perikanan 5 GT Berbahan Fiberglass untuk Perairan Riau Romadhoni Romadhoni; Budhi Santoso; Sidik Purwoko; Polaris Nasution
Journal of Management and Bussines (JOMB) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Management and Bussines (JOMB)
Publisher : IPM2KPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jomb.v5i2.5874

Abstract

This study aims to design a fiberglass vessel with a capacity of 5 GT, the standard for the Indonesian BKI classification bureau, which is a reference in the capture fisheries development program in Riau province. This research method uses field survey methods and interviews with ship owners in determining the main size, software simulation in determining resistance and power values, and economic calculations and material requirements are carried out when building ships in the shipyard. The results of this study resulted in a 5 GT fishing boat design according to the Indonesian Classification Agency (BKI) FRP Fishing Boat Less than 12 M. The main dimensions of a 5 GT fishing boat are 12.5 m long, 2.6 m wide, 1.2 m high, 0 draft. .6 m, then the results of the simulation on the maxsuft resistance software obtained the results of a resistance of 4.3 kN at a speed of 12 knots so that an engine power of 48 HP was obtained. Furthermore, the estimated cost of making and fabricating fiberglass vessels in the field is IDR 445,864,800 including VAT. In conclusion, the results of the calculation of the cost component and the fabrication of a fishing vessel with a capacity of 5 GT is Rp. 445,864,800 (Four hundred Forty Five Million Eight Hundred Sixty Four Thousand Eight Hundred Rupiah) including 11% value added tax. Keywords: Fiberglass Cost, Design, Fabrication, Fishing Ship
Rancang Bangun Sepada Air untuk Mendukung Wahana Wisata Air Terpadu di Waduk Desa Wonosari Romadhoni Romadhoni; Nurhasanah Nurhasanah; Septi Ayu Angrayni; Fazrian Fazrian
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.32947

Abstract

Sepeda air dapat dijadikan sebagai salah satu wahana di kawasan wisata air seperti Waduk Wonosari. Sepeda air digunakan untuk alat transportasi berkeliling menyusuri permukaan air di waduk. Hal tersebut tentu saja dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke Kawasan wisata terpadu BUM Desa Unggul Sari di akhir pekan maupun hari libur. Sarana dan prasaran wisata tentunya meberikan antusiasme masyarakat yang tinggi mampu meningkatkan jumlah pengunjung yang datang, sehingga meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat di sekitar waduk dapat terus berjalan. Sepeda air dirancang berbahan fibergalss, menggunakan penggerak sitem padel whell. Kemudi dirancang menggunakan plat diletakan pada bagian belakang untuk mengedalikan arah berbelok (kiri – kanan). Perekonomian masyarakat yang baik diharapkan mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Pelaksanan kegiatan ini adalah dilakukan dengan dua tahapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi pembuatan desain sepeda air dan pembuatan rangka sepeda air. Keberadaan sepeda air dapat dijadikan salah satu alternatif wisata air. Melalui kegiatan pengabdian pembuatan sepada air di harapkan menjadi wahana permainan air. Hasil Pengabdian yang dilakukan perencanaan dan pembuatan sepeda air dengan ukuran Panjang 2,7 meter, lebar, 1,5 meter dan tinggi 0,6 meter
DESAIN SAFETY PLAN DAN JALUR EVAKUASI KAPAL PENUMPANG KM JELATIK RUTE PEKANBARU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI Romadhoni romadhoni; Budhi Santoso; Bobi Satria; Aprizawati Aprizawati
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3621

Abstract

Kapal Motor Jelatik merupakan kapal penumpang milik perusahaan PT. Putri Riau Sejati dengan kapsitas 205 Gross Tonage memiliki panjang 34,5 meter, lebar 6,9 m, dan tinggi 2,2 meter, dengan total crew 14 orang dan 194 orang penumpang kapal ini beroperasi daerah pelayaran terbatas yang melayani rute Selatpanjang ke Pekanbaru. Sesuai Peraturan Mentri Perbubungan No 61 tahun 2019 kapal penumpang wajib memiliki Fire Control and Safety Plan. Adapun cakupan pembahasan dalam Fire Control and Safety Plan, yaitu perencanaan  jumlah  dan  peletakan  Life-Saving  Appliances  (LSA),  membuat  perencanaan  sistem  proteksi  dan pemadaman kebakaran, serta perencanaan rute evakuasi yang efektif dan cepat ketika keadaan darurat. Langkah-langkah yang dilakukan  dalam penelitian ini adalah merancang  Fire  Control  and  Safety  Plan,  yaitu  merancang  kebutuhan  LSA,  merancang sistem proteksi kebakaran, serta menentukan rute evakuasi dan menghitung kebutuhan waktu evakuasi mengacu pada regulasi SOLAS,  LSA  Code, FSS  Code, IMO, NCVS Indonesia, dan BKI. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Kapal Jelatik wajib menyediakan 26 rigid life craft, 234 unit lifejacket dan 24 lifejacket anak-anak, 6 unit lifebuoy, 6 unit hand flares, 2 unit line towing appliance, 4 unit smoke signal, 8 unit parachute flares, 8 unit APAR, 9 unit Detektor, 1 unit co2 Bottle 2 unit sprinkler di kamar mesin, 2 unit pilar, hydrant dan 7 unit space monitored by smoke. Waktu evakuasi yang dibutuhkan dalam keadaan darutat untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan crew kapal case 1 adalah selama 47,95 detik dan case 2 adalah 41,7 detik.
ANALISA PERBANDINGAN KOMPUTASI HIDROSTATIK KAPAL HIGH SPEED CRAFT MENGUNAKAN METODE PANEL MESH GENERATION Romadhoni romadhoni; Septi Ayu Angraini; aprizawati aprizawati
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.4185

Abstract

Hidrostatik merupakan salah satu komponen penting yang menjadi dasar awal dalam proses perencanaan kapal. Dengan dimulai memberi input ukuran utama kapal yaitu berupa L lebar kapal,  B Iebar badan kapal, H tinggi kapal selanjutnya kemudian diolah menjadi persamaan parametris dan diproses dengan surface fitting sehingga menghasilkan vertek dalam ruang 3-D, dari data tersebut kemudian diolah melalui sejumlah rumusan, baik itu berupa luas, volume dan momen inersia digambarkan dalam bentuk kurva hidrostatik untuk mengetahui kareteristik-kateristik badan kapal berdasarkankan sart air yang di butuhkan. Model pada penelitian ini adalah kapal High Speed Craft  dengan Panjang 38 m, lebar 7.6 m, tinggi 3.65 m dan sarat 1.89 m. Pada penelitian akan membandingkan pengambaran 2 model kapal mengunakan panel mesh geration pada software Hydrostar dan Maxsuft dengan metode panel surface. Hasil kalkulasi yang didapat bahwa nilai hidrostatik propertis pada masing-masing metode metode mesh geration dan panel surface adalah Displasmen 24,54 ton, 240,5 Ton WPA 235.68 M2 dan 234.64 M2, WSA 285.8 m2 dan 284.055 KB 1.308 dan 1.302 LCF 15.825 dan 15.797 serta BM 4.282 dan 4.265  dengan deviasi selisih 0,004 atau kurang dari 2 %  sehingga hasil dari validasi pengambaran model kapal metode mesh generation telah berhasil sehingga dapat dilanjutkan pada proses selanjutnya yakni analisa seakeeping kapal.
PENERAPAN ALAT MOBILE HAND WASHER SEMI OTOMATIS DALAM UPAYA PENCEGAHAN COVID19 Romadhoni, Romadhoni; Pardi, Pardi; Afriantoni, Afriantoni; Ikhsan, Muhammad
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v5i2.2825

Abstract

Setiap orang atau individu dapat melindungi diri dari serangan virus corona, salah satunya dengan rajin membersihkan tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Ahli kesehatan menganjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 15-30 detik. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganjurkan perbanyak busa saat mencuci tangan dengan sabun karena gesekannya dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak dari kulit. Untuk memfasilitasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, maka perlu di desain dan bangun sebuah alat cuci tangan yang mobile atau bisa di pindah-pindah serta kapasitas tangki yang besar serta beberapa krain air agar masyarakat tidak antri dalam mencuci tangan. Alat cuci tangan ini  dinamakan mobile hand washer (MHW). Alat ini akan didistribusikan ke berbagai tempat pelayanan publik yang diantaranya seperiti rumah ibadah, pelabuhan penyebranagan, hingga tempat-tempat umumnya ada keramaian atau pelayanan publik. mobile hand washer (MHW) mengunakan sistem pedal air dan sabun, sehingga penguna tidak perlu menyetuh kran air dan menekan tombol sabun untuk menghidar kontak yang rentan terhdap virus dan penyakit.
DESAIN SAFETY PLAN DAN JALUR EVAKUASI KAPAL PENUMPANG KM JELATIK RUTE PEKANBARU KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI romadhoni, Romadhoni; Santoso, Budhi; Satria, Bobi; Aprizawati, Aprizawati
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3621

Abstract

Kapal Motor Jelatik merupakan kapal penumpang milik perusahaan PT. Putri Riau Sejati dengan kapsitas 205 Gross Tonage memiliki panjang 34,5 meter, lebar 6,9 m, dan tinggi 2,2 meter, dengan total crew 14 orang dan 194 orang penumpang kapal ini beroperasi daerah pelayaran terbatas yang melayani rute Selatpanjang ke Pekanbaru. Sesuai Peraturan Mentri Perbubungan No 61 tahun 2019 kapal penumpang wajib memiliki Fire Control and Safety Plan. Adapun cakupan pembahasan dalam Fire Control and Safety Plan, yaitu perencanaan  jumlah  dan  peletakan  Life-Saving  Appliances  (LSA),  membuat  perencanaan  sistem  proteksi  dan pemadaman kebakaran, serta perencanaan rute evakuasi yang efektif dan cepat ketika keadaan darurat. Langkah-langkah yang dilakukan  dalam penelitian ini adalah merancang  Fire  Control  and  Safety  Plan,  yaitu  merancang  kebutuhan  LSA,  merancang sistem proteksi kebakaran, serta menentukan rute evakuasi dan menghitung kebutuhan waktu evakuasi mengacu pada regulasi SOLAS,  LSA  Code, FSS  Code, IMO, NCVS Indonesia, dan BKI. Hasil penelitian menyebutkan bahwa Kapal Jelatik wajib menyediakan 26 rigid life craft, 234 unit lifejacket dan 24 lifejacket anak-anak, 6 unit lifebuoy, 6 unit hand flares, 2 unit line towing appliance, 4 unit smoke signal, 8 unit parachute flares, 8 unit APAR, 9 unit Detektor, 1 unit co2 Bottle 2 unit sprinkler di kamar mesin, 2 unit pilar, hydrant dan 7 unit space monitored by smoke. Waktu evakuasi yang dibutuhkan dalam keadaan darutat untuk mengevakuasi seluruh penumpang dan crew kapal case 1 adalah selama 47,95 detik dan case 2 adalah 41,7 detik.
Implementation of an Early Warning System Integrated with AIS-POLBENG Remote Base Station for the Safety of Traditional Ships in the Malacca Strait Enda, Depandi; Supria, Supria; Romadhoni, Romadhoni; Hardiyanto, Hardiyanto; Faizi, M. Nur; Afridon, M.
ABEC Indonesia Vol. 12 (2024): 12th Applied Business and Engineering Conference
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Referring to the Indonesian Minister of Transportation Regulation No. PM 7 of 2019 and IMO regulations onthe use of AIS devices, it is stated that AIS devices must be installed on passenger ships, cargo ships with a minimum sizeof 35GT, and fishing vessels of at least 60GT. However, smaller vessels under 60GT are also highly recommended to equipAIS devices to enhance maritime safety and security. This recommendation is based on several maritime accidentsinvolving traditional fishing vessels, which often lack safety equipment such as navigation tools and AIS devices.Therefore, the role of AIS devices is crucial for the safety of fishermen at sea, especially in preventing ship collisions,illegal fishing, and supporting SAR (Search and Rescue) operations. The high cost of AIS equipment presents a challengefor small-scale fishermen to afford these devices. This research aims to develop a more affordable alternative AIS devicebased on Lora technology, which offers similar functionality to standard AIS devices. The developed Lora Transpondercan also be integrated with the existing AIS-POLBENG system, thereby facilitating monitoring activities and providingearly warnings of potential hazards during sailing activities to traditional fishing vessels equipped with the device. Thesystem implementation results show that the Early Warning System operates as expected. The maximum coverage of AISTransponder data transmission is 49.87 Nautical Miles (92.36 Km). On the other hand, 3 units of lora transponder deviceshave successfully sent sensor and location data to the gateway every 30 seconds with the device set at class C andrecommended using binary format for more efficiency.