Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh permainan Tradisional Engklek Terhadap Kemampuan Keseimbangan Statis Siswa Kelas II SDN Kampungdalem 4 Sandy Heppy Kirana; Ruruh Andayani Bekti; Ali Masrofi
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Pembelajaran Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pembelajaran yang tepat guna untuk meningkatkan keseimbangan statis siswa SDN Kampungdalem 4 Kota Kediri.. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri (1) tahapan persiapan (2) tahapan pelaksanaan awal (Pretest) dan (3)pelaksanaan akhir (Posttest). Penelitian ini terdiri dari 10 sampel 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pada penelitian ini menggunakan norma tes keseimbangan statis, rumus presentase dan tabel kuantitatif. Hasil penelitian pada pretest dan posttest siklus satu dan dua tes berdiri satu kaki pada kategori kemampuan keseimbangan sangat kurang 70%, 50% dan 20% pada kategori kurang 20%, 30% dan 30% pada kategori baik 10%, 10% dan 30% pada kategori baik sekali 0%, 10% dan 20%. Hasil dari analisis penelitian berdasarkan data menujukan bahwa permainan tradisional engklek dapat digunakan oleh para pendidik sebagai metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan keseimbangan statis para peserta didik khususnya pada jenjang sekolah dasar.
Penerapan Pembelajaran Sosial-Emosional melalui Media Permainan Berbasis Game Gerak Tebak dalam Pembelajaran Pencak Silat untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SDN Kampungdalem 4 Yoga Pratama; Ruruh Andayani Bekti; Ali Masrofi
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam pembelajaran pencak silat, namun banyak siswa mengalami kendala dalam mengembangkan rasa percaya diri saat berlatih. Pembelajaran sosial-emosional dapat menjadi salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran sosial-emosional dalam penggunaan media permainan berbasis game Gerak Tebak untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran pencak silat di SDN Kampungdalem 4. Penelitian ini menggunakan metode PTK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta angket sebelum dan sesudah penerapan permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menerapkan pembelajaran sosial-emosional melalui permainan Gerak Tebak, terjadi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri siswa. Siswa menjadi lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam melakukan gerakan pencak silat. Selain itu, interaksi sosial di dalam kelas juga meningkat, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan suportif. Kesimpulannya, penerapan pembelajaran sosial-emosional dalam permainan Gerak Tebak terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran pencak silat. Pendekatan ini dapat dijadikan strategi inovatif dalam pendidikan jasmani untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan
Analisis Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Putra Usia 14–17 Tahun di Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Pace, Cabang Nganjuk Moh. Ammaramzi Wahyudi; Septiyaning Lusianti; Ruruh Andayani Bekti
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik atlet Pencak Silat putra Persaudaraan Setia Hati Terate usia 14-17 tahun di Ranting Pace Cabang Nganjuk serta dapat memberikan pedoman bagi pelatih untuk mengembangkan program latihan yang lebih efektif guna meningkatkan prestasi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei dengan melibatkan 32 atlet sebagai sampel. Instrumen yang digunakan meliputi lima tes fisik: Sprint 30 meter (kecepatan), Lari bolak-balik (kelincahan), Push up dan Sit-up (kekuatan), VO2 Max (daya tahan), serta Stork Stand (keseimbangan). Hasil menunjukkan variasi pada setiap aspek: Kecepatan Sprint 30 meter: Mayoritas atlet (38%) masuk kategori baik sekali, diikuti baik (34%). Kelincahan Lari bolak-balik: Terdistribusi cukup merata antara baik sekali, baik, dan sedang. Kekuatan: Push up didominasi sedang (84%), sedangkan Sit up mayoritas baik (69%).Daya tahan VO2 Max: Menunjukkan kondisi kurang (13%) dan kurang sekali (87%).Keseimbangan (Stork Stand): Seluruh atlet (100%) berada pada kategori sedang. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan agar hasil studi menjadi dasar objektif untuk evaluasi program latihan. Pelatih diharapkan secara rutin melakukan tes kondisi fisik dan merancang program latihan yang lebih terstruktur dengan peningkatan intensitas dan volume secara progresif, terutama untuk daya tahan atlet, demi pencapaian prestasi optimal
Upaya Meningkatkan Gerak Manipulatif dalam Permainan Kasti melalui Permainan Target Siswa Kelas IV Sd Negeri Kampungdalem 4 Irfan Triari Kusuma Wardana; Ruruh Andayani Bekti; Ali Masrofi
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan gerak manipulatif dalam permainan kasti melalui permainan target dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Arikunto (2016) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan empat tahap utama: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi, angket motivasi siswa, wawancara, dokumentasi, serta asesmen hasil belajar. Nilai rata-rata siswa  mengalami peningkatan dari siklus I yaitu sebesar 58,08 dengan rincian nilai lempar bola 56,25 nilai tangkap bola 70,05 dan nilai memukul bola 47,05 persentase ketuntasan klasikal 75 sebesar 0% (belum tuntas). Kemudian dilanjutkan ke siklus II nilai rata-rata siswa kembali mengalami peningkatan sebesar 81,25 dengan rincian nilai lempar bola 78,25 nilai tangkap bola 88,05 dan nilai memukul bola 77,0 persentase ketuntasan klasikal sebesar 90% (18 siswa tuntas) dan 10% (2 siswa belum tuntas). Hal ini menunjukan bahwa target yang telah ditetapkan sebelumnya KKM 75 telah tercapai sehingga penelitian dihentikan pada siklus II. Kemampuan gerak manipulatif peserta didik meningkat ditandai dengan 90% peserta didik tuntas KKM.
Survei Teknik Dasar Kiper di SSB Putra Gemilang Kabupaten Kediri: Analisis Kemampuan Dasar Penjaga Gawang Usia Dini Rechan Pratama Putra; Ruruh Andayani Bekti; Dhedhy Yuliawan
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 04 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i04.2025_P559-568

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengamatan peneliti pada SSB Putra Gemilang di Kabupaten Kediri, yang menunjukkan adanya calon kiper muda potensial dengan postur tubuh ideal, kelincahan, refleks cepat, dan kemampuan melompat yang baik, namun masih memiliki kekurangan dalam penguasaan teknik dasar. Permasalahan yang ditemukan antara lain keterlambatan dalam merespons pergerakan bola,  terutama saat menghadapi tembakan mendadak atau bola pantul, posisi yang kurang ideal untuk mengantisipasi tembakan lawan, serta kesalahan dalam mengarahkan bola tepisan yang justru memantul ke depan gawang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan teknik dasar kiper di SSB Putra Gemilang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei, dan instrumen penelitian berupa tes menangkap bola penalti (bola datar, sedang, dan tinggi). Seluruh populasi yang terdiri dari 5 kiper dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% kiper berada dalam kategori Cukup, 20% Baik, dan 20% Kurang. Tidak ada kiper yang masuk kategori Baik Sekali maupun Kurang Sekali. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih efektif dan juga sebagai referensi untuk pengembangan ilmu kepelatihan sepak bola usia dini.
Analisis Indeks Massa Tubuh dengan Program Makan Bergizi Gratis pada Siswa Sekolah Dasar Kecamatan Tulungagung Rafila Wira Aryona; M. Anis Zawawi; Ruruh Andayani Bekti
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 02 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i02.2026_P187-197

Abstract

Status gizi murid SD menjadi determinan krusial mutu SDM karena berkelindan dengan aspek fisik, kognitif, dan prestasi. Merespons hal ini, pemerintah menerapkan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross-sectional ini bertujuan menguji korelasi antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dan program MBG, yang diproyeksikan lewat presensi harian siswa kelas atas SD Negeri di Kecamatan Tulungagung tahun 2026. Menggunakan teknik simple random sampling, terjaring 210 siswa kelas IV–VI sebagai sampel. Data antropometri primer (berat dan tinggi badan) dikonversi menjadi Z-Score IMT/U, sementara data presensi sekunder merekam kontinuitas program. Karena uji Kolmogorov-Smirnov tidak normal, analisis akhir beralih ke non-parametrik Spearman's Rho. Hasil deskriptif menunjukkan mayoritas siswa (66,7%) berstatus gizi normal. Uji inferensial membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara presensi dan status gizi (r = 0,345; p = 0,000). Walau kekuatannya lemah, tren ini mengonfirmasi bahwa tingginya kehadiran berkorelasi dengan status gizi ideal. Ini mempertegas peran sekolah sebagai wahana intervensi, di mana konsistensi kehadiran memastikan siswa menerima asupan nutrisi berkala
Determinants of Badminton Technical Skills: Integrating Physical Conditioning and Motor Skills Through Structural Equation Modeling Dhedhy Yuliawan; Septyaning Lusianti; Wasis Himawanto; Ruruh Andayani Bekti; Moh. Nurkholis
Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science Vol 6 No 2 (2026): June: Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science
Publisher : Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ijpess.v6i2.2059

Abstract

Study purpose. Understanding the factors that influence technical skill development in badminton remains an important issue in sport science, as performance in racket sports is shaped by the interaction of physical and motor abilities. Addressing the complex determinants of badminton technical skills is the main objective of this study, which seeks to integrate physical conditioning and motor skills as foundational elements for performance. This study aimed to examine the structural relationship between physical conditioning, motor skills, and badminton basic skills using a Structural Equation Modeling (SEM) approach. Materials and methods. The research employed a quantitative explanatory design involving 76 participants consisting of 57 males and 19 females. Physical conditioning was assessed through standardized physical fitness tests including leg strength, arm strength, endurance, speed, agility, power, flexibility, and balance. Motor skills were measured using the Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) covering locomotor and object control skills, while badminton basic skills were evaluated through performance tests consisting of service, lob, smash, and wall volley. Data were analyzed using SEM with JASP to examine the relationships among latent variables. Results. The results indicated that the proposed structural model demonstrated good model fit and revealed that physical conditioning and motor skills contribute to the development of badminton basic skills. These findings highlight the importance of integrating physical fitness and motor coordination in developing badminton technical skills. Conclusions. The study implies that training and instructional programs should adopt an integrative approach that combines physical conditioning, motor skill development, and technical practice to optimize skill acquisition in badminton.
Survei tingkat kebugaran atlet pencak silat di Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Nganjuk Pusat Madiun Rizky Kukuh Prasetya; Ruruh Andayani Bekti; Septiyaning Lusianti
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 4 No. 03 (2026): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v4i03.2026_P274-281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat kebugaran jasmani, khususnya kapasitas aerobik (VO₂max), pada atlet pencak silat di Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk Pusat Madiun. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 7 atlet aktif (6 atlet putra dan 1 atlet putri) yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan Multistage Fitness Test (MFT) atau beep test untuk mengukur nilai VO₂max. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase dan penyajian distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata VO₂max atlet adalah 38,46 ml/kg/menit dengan standar deviasi 4,16. Berdasarkan kategori tingkat kebugaran, sebanyak 3 atlet (42,86%) berada pada kategori baik, 3 atlet (42,86%) berada pada kategori sedang, dan 1 atlet (14,28%) berada pada kategori kurang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi kebugaran atlet pencak silat di padepokan belum sepenuhnya merata, sehingga diperlukan evaluasi dan perbaikan program latihan fisik yang lebih terstruktur dan progresif
PENGARUH LATIHAN JUMP TO TIRE TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI ATLET BOLA VOLI PUTRA CLUB JUNIOR DESA TUGUREJO Husnafi Zahinuha Hasiba; Muhammad Yanuar Rizky; Ruruh Andayani Bekti
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 8 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Agustus)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i8.7369

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya power otot tungkai dalam permainan bola voli, khususnya untuk menunjang kemampuan melakukan smash, blocking, dan jump service. Salah satu bentuk latihan pliometrik yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah latihan Jump to Tire. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan power otot tungkai atlet sebelum dan sesudah mengikuti latihan Jump to Tire. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 15 atlet bola voli putra Club Junior Desa Tugurejo yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Program latihan Jump to Tire diberikan sebanyak 18 kali pertemuan. Pengukuran power otot tungkai dilakukan menggunakan tes Vertical Jump, sedangkan data dianalisis menggunakan uji normalitas dan Paired Sample t-Test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata power otot tungkai meningkat dari 18,07 pada pretest menjadi 23,33 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 5,27. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = -19,750 dengan df = 14 dan p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Ukuran efek Cohen’s d sebesar 5,10 menunjukkan besarnya perubahan yang sangat besar antara pengukuran sebelum dan sesudah program latihan. Dengan demikian, setelah mengikuti latihan Jump to Tire terdapat peningkatan yang signifikan pada power otot tungkai atlet bola voli putra Club Junior Desa Tugurejo. Namun, karena penelitian menggunakan desain satu kelompok tanpa kelompok kontrol, peningkatan tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya hanya disebabkan oleh latihan Jump to Tire.
IMPLEMENTASI METODE KOOPERATIF LEARNING DENGAN MODIFIKASI BOLA KARET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU PADA SISWA KELAS V MI DARUL ULUM SAMBIROBYONG KEC SUMBERGEMPOL KAB TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2025/2026 Muhammad Rizqi Nur Muklisin; Ruruh Andayani Bekti; Ardhi Mardiyanto Indra Purnomo
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 12 No 3 (2026): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/psz1tw70

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa pembelajaran tolak peluru di MI Darul Ulum Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung masih menggunakan metode pembelajaran yang kurang bervariasi, rendahnya partisipasi siswa, serta penggunaan alat peluru standar yang kurang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Hal tersebut berdampak pada hasil belajar siswa rendah. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek penelitian kelas V MI Darul Ulum Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan pada dua siklus, menggunakan instrument berupa RPP, tes hasil belajar siswa, lembar observasi aktivitas guru dan lembar observasi aktifitas siswa. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan penerapan metode Cooperatve Learning dengan modifikasi bola karet bahwa menunjukan adanya peningkatan. Rata-rata pada siklus I adalah 60,03 dengan prosentase 42,42%. Setalah melakukan Tindakan rata-rata yang diperolah Adalah 76,42 dengan prosentase 87,88%. Kesimpulan hasil penelitian ini Adalah pelaksanaan penerapan metode Cooperative Learning dengan modivikasi bola karet efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Karena itu guru sebagai pelaksana pembelajaran harus mengutamakan proses pembelajaran yang efektif demi terciptanya suasana kerjasama kelompok.