Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Survey of the Level of Physical Condition of Foerza Golem Club Badminton Athletes in 2023 Puspitaningrum, Dyah Kristi; Yuliawan, Dhedhy; Bekti, Ruruh Andayani
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 2 No. 03 (2024): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v2i03.2024_P243-250

Abstract

This research is motivated by observations that the physical condition of badminton athletes at Foerza Golem, Kediri Regency, is still dominated by a classical training method focused on the coach's role, leading to monotonous and less serious training sessions. The aim of this study is to assess the physical condition of Foerza Golem badminton athletes. This quantitative study involved the athletes as subjects, with physical condition tests as the instrument and percentage analysis as the method. The results showed that the right-hand strength of male athletes was categorized as "Good," while female athletes were in the "Average" category. Left-hand strength for male athletes was categorized as "Poor" to "Very Poor," while female athletes were in the "Average" category. Arm muscle strength for male athletes was categorized as "Excellent," while female athletes were "Very Poor." Both male and female athletes generally had "Very Poor" explosive power and speed.Keywords: Physical Condition, Foerza Golem, Badminton
PENGARUH PEMBELAJARAN LOKOMOTOR TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK PADA ANAK KELAS I TUNAGRAITA (C1) SLB PUTERA ASIH KOTA KEDIRI Bekti, Ruruh Andayani; Himawanto, Wasis
Efektor Vol 2 No 2 (2015): Efektor Vol 2 No 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.915 KB) | DOI: 10.29407/e.v2i2.84

Abstract

Pendidikan jasmani yang diberikan pada anak-anak tunagraita masih banyak memerlukan perhatian khusus mengingat meraka mempunyai keterbatasan gangguan dan kekurangan dalam bidang motorik, kecerdasan di bawah rata-rata, gangguan emosi, adaptasi sosial kurang baik, dan kesegaran jasmani kurang baik sehingga kelincahannya juga kurang baik, seharusnya banyak diberikan pembelajaran gerak. Garak dasar yang diberikan pada siswa tunagraita tidak mudah seperti yang dilakukan pada anak-anak normal karena dengan keterbatasan yang dimiliki diharapkan meraka dapat melatih gerak motoriknya, pemilihan pembelajaran lokomotor ini ditekankan pada gerak dasar memindahkan badannya mengingat subjek dalam penelitian ini adalah anak tugraita sedang (C1) kelas I yang masih mempunyai keterbatasan dalam menirukan gerakan. Penelitian ini dilatarbelakangi atas pengamatan peneliti di sekolah luar biasa dan memperhatikan kurikulum kelas I anak tunagraita sedang (C1) yang memiliki ciri penekanan pada keterampilan gerak dasar. Gerak dasar yang harus diberikan diantaranya gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif, mengingat dalam penelitian ini adalah anak kelas I yang masih perlu bantuan untuk melakukan gerakan, maka peneliti memilih gerak lokomotor yang bisa disebutkan seperti gerakan berjalan, berlari, dan melompat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) bagaimana dinamika perkembangan gerak motorik pada anak tunagrahita sedang (C1) kelas I SLB Putera Asih Kota Kediri selama diberikan pembelajaran lokomotor?; 2) bagaimana pengaruh pembelajaran lokomotor terhadap kemampuan motorik anak tunagrahita kelas I (C1) SLB Putera Asih Kota Kediri?. Lokasi penelitian ini adalah di SLB Putera Asih Kota Kediri dengan purposive sampling. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif yaitu dengan model campuran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam dinamika perkembangan gerak dasar siswa kelas I/C1 SLB Putra Asik Kota Kediri tergambar bahwa selama proses pembelajaran berlangsung, kemampuan penyerapan informasi lambat. Dalam berkomunikasi mereka kurang lancar dan mudah terpengaruh oleh keadaan sekitar. Dalam hal ini faktor inteligensi, kondisi fisik, adaptasi sosial anak, gangguan emosi dan lingkungan sangat berpengaruh. Tidak mudah memberikan keterampilan motorik jika pengajar tidak berlatar belakang pendidikan jasmani.Penelitian Pengaruh Pembelajaran Pengaruh Pembelajaran Lokomotor Terhadap Kemampuan Motorik Pada Anak Kelas I Tunagraita (C1) SLB Putera Asih Kota Kediri memberikan pengaruh terhadap perkembangan motorik anak tunagrahita. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan kemampuan motorik anak Tunagrahita selama melaksanakan pembelajaran gerak dasar.
Sosialisasi dan Pelatihan Modul Data Preparation Aplikasi JIMAT di NPCI Kabupaten Kediri Wulanningrum, Resty; Bekti, Ruruh Andayani; Utomo, Wahyu Cahyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 4 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v4i1.24393

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menyosialisasikan dan melatih modul Data Preparation Aplikasi JIMAT di NPCI Kabupaten Kediri. Dengan adanya peningkatan penggunaan teknologi informasi di berbagai sektor, diperlukan penyusunan data yang tepat dan efisien bagi atlet disabilitas yang potensial. Pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan ada 5 tahapan, yaitu registrasi peserta, open ceremony, pemamparan materi, diskusi dan penyerahan aset, dan penutup. Hasil pengabdian semua peserta sangat antusias dan tertib dalam mengikuti acara pelatihan dan keluarga besar NPCI Kabupaten Kediri sekarang merasa senang karena mereka mempunyai sistem untuk pendataan atlet potensial.
Analisis Kondisi Fisik pada Atlet Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Ranting Tanggunggunung Cabang Tulungagung Wulandari, Dini Nur; Puspodari; Bekti, Ruruh Andayani
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 5 No. 3 (2024): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v5i3.654

Abstract

The purpose of the study was to determine the physical condition of the martial arts athletes of the Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) in the Tulungagung Branch of Tanggunggunung. This study utilised a descriptive quantitative approach with a survey method. The survey method was chosen to collect information or data regarding a large population by utilising a smaller sample. The sample in this study was 25 athletes. The instruments used were tests and measurements of 7 physical condition items, namely: strength (Push Up and Sit Up tests), agility (alternating running test), speed (30 metre sprint test), eye and hand coordination (Ball Wall Pass test), endurance (VO₂Max test), and balance (Stork Stand test). The results of this study are (1) The Physical Condition of the Push Up strength of PSHT Pencak Silat athletes in the Tulungagung Branch of Tanggunggunung Branch 60% is included in the very good criteria and 40% is included in the good criteria. (2) The physical condition of Sit Up strength 16% falls into very good criteria, 64% falls into good criteria and 20% falls into moderate criteria. (3) Physical condition of 30 metre sprint speed 12% falls into excellent criteria, 32% falls into the good category and 56% falls into moderate criteria. (4) Physical condition of agility running back and forth 40% falls into good criteria and 60% falls into moderate criteria. (5) The physical condition of Ball Wall Pass eye-hand coordination 24% falls into the excellent criteria, 72% falls into the good category and 4% falls into the moderate criteria.
PEMBINAAN USAHA PENGELOLAHAN LIMBAH MEBEL MENJADI BAHAN PELURU OLAHRAGA SUMPITAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DI MASA COVID – 19 PADA MASYARAKAT DESA BRANGGAHAN KABUPATEN KEDIRI Moh. Nur Kholis; Muhamad Yanuar Rizky; M. Anis Zawawi; Irwan Setiawan; Ruruh Andayani Bekti; M. Akbar Husein A.S; Sugito Sugito; Ivona Varella Putri Arismanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.622

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan sehari-hari yang paling penting dalam kehidupan manusia yang melibatkan aktivitas fisik, dengan berolahraga kita dapat menciptakan jasmani dan rohani yang sehat dan kuat. Saat ini bayak olahraga dari luar yang masuk dan populer di Indonesia. Daerah-daerah di Indonesia sering mengadakan perlombaan olahraga tradisional salah satunya yaitu sumpitan. Olahraga sumpitan tidak jauh bebeda dengan olahraga tembak dan olahraga panah. Biasanya untuk sasaran dibuat lingkaran dari kertas atau karton. Kosentrasi merupakan salah satu aspek psikoligi yang penting dalam olahraga sumpitan. Penggunaan kayu sebagai altermatif bahan yang mengurangi terjadinya polusi pada produk industri saat ini sangat berpengaruh terhadap program global warming. Permasalahanya kebanyakan industri kayu atau mebel tidak bisa memanfaatkan sisa atau limbah kayu tersebut. Solusi umum yang mereka gunakan adalah menimbun kayu tersebut dan hanya dijadikan sebagai kayu bakar, bahkan ada pula yang membuangnya begitu saja. Masalah ini juga terjadi di salah satu mebel yang ada di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menitik beratkan pada penerapan hasil pemanfaatan limbah kayu industri mebel sebagai bahan “ Anak Sumpit pada Olahraga Sumpitan ’’ hanya pada sisa potongan atau bilahan yang tak berguna ini kami berusaha untuk memanfaatkannya dengan baik sekaligus mengenalkan olahraga tersebut agar lebih populer. Tujuan kegiatan PKM ini yang didahului dengan pengolahan limbah mebel menjadi bahan peluru olahraga sumpitan yang dapat menciptakan bahan mata sumpit yang lebih mudah dan murah sebagai wujud terciptanya sport production atau produksi olahraga yang baru. Abstract Sport is the most important daily activity in human life that involves physical activity, by exercising we can create a healthy and strong body and spirit. Currently, many sports from outside are entering and are popular in Indonesia. The sport of blowpipe is currently often contested in regional sports. The sport of blowpipe is not much different from shooting and arrow sports. Usually for the target a circle is made of paper or cardboard. Concentration is one of the important psychological aspects in blowpipe sport. The use of wood as an alternative environmentally friendly material in industrial products is currently very influential on the anti-global warming program. The problem is that most of the wood or furniture industries cannot take advantage of the wood residue or waste. The general solution they use is to hoard the wood and only use it as firewood, some even throw it away. This problem also occurs in one of the furniture in Kediri Regency. This research focuses on the application of the results of the use of wood waste from the furniture industry as a material for "Children Chopsticks in the Sport of Chopsticks". The purpose of this PKM activity was preceded by the processing of furniture waste into blowpipe sports bullets which could create an easier and cheaper chopstick eye material as a form of creating a new sport production.
Meningkatkan Keterampilan Gerak Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif Melalui Permainan Kasti pada Siswa Kelas V SDN Banjaran 1 Kota Kediri: Improving Locomotor, Non-Locomotor, and Manipulative Movement Skills Through Rounders Game in Fifth-Grade Students at SDN Banjaran 1 Kota Kediri Pratama, Yoga; Wardana, Irfan Triari Kusuma; Amirunni'am, Tito Raka Nanda; Fahmi, Ridwan Ali; Kirana, Sandy Heppy; Bekti, Ruruh Andayani; Andriano
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 01 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i01.2025_P55-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif siswa kelas V SDN Banjaran 1 Kota Kediri melalui penerapan permainan kasti. Permainan ini dipilih karena mampu mengintegrasikan berbagai keterampilan gerak dalam aktivitas fisik yang menyenangkan dan menantang. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan model siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan kasti secara signifikan meningkatkan keterampilan gerak siswa. Dalam aspek lokomotor, siswa mengalami peningkatan dalam berlari dan melompat, sedangkan dalam aspek non-lokomotor, mereka lebih terampil dalam membungkuk dan memutar tubuh. Selain itu, keterampilan manipulatif seperti melempar dan menangkap bola juga mengalami perkembangan yang baik. Selain meningkatkan keterampilan gerak, permainan kasti juga berkontribusi terhadap motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran pendidikan jasmani. Aktivitas yang bervariasi membuat siswa lebih antusias dan aktif selama pembelajaran. Dengan demikian, permainan kasti dapat dijadikan sebagai alternatif metode pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan gerak siswa sekolah dasar, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif mereka dalam aktivitas fisik yang mendukung perkembangan motorik secara optimal
Survei Keterampilan Dasar Bermain Sepakbola Siswa SSB Airlangga Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Tahun 2024 Putra, Boby Mandala; Yuliawan, Dhedhy; Bekti, Ruruh Andayani
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 02 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i02.2025_P168-180

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan dasar sepak bola siswa SSB Airlangga Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Tahun 2024, meliputi passing-stopping, dribbling, heading, dan shooting. Permasalahan utama adalah rendahnya penguasaan teknik dasar yang menghambat performa siswa dalam permainan kompetitif. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei tes dan pengukuran. Subjek penelitian terdiri dari 20 siswa usia 12-14 tahun yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian mencakup tes keterampilan dasar dengan validitas dan reliabilitas terstandarisasi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori "Cukup," dengan persentase 40% pada passing-stopping, 50% pada dribbling, 50% pada heading, dan 45% pada shooting. Variasi signifikan pada heading dan shooting menunjukkan perlunya pendekatan latihan yang lebih fokus. Evaluasi berbasis sport science belum diterapkan secara optimal, sehingga program latihan kurang efektif dalam meningkatkan keterampilan siswa. Kesimpulannya, keterampilan dasar siswa berada pada kategori cukup, dengan kebutuhan peningkatan kualitas pelatihan yang lebih terstruktur. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi metode latihan inovatif dan evaluasi berbasis teknologi untuk mendukung peningkatan keterampilan dasar sepak bola.
Pengaruh permainan Tradisional Engklek Terhadap Kemampuan Keseimbangan Statis Siswa Kelas II SDN Kampungdalem 4 Kirana, Sandy Heppy; Bekti, Ruruh Andayani; Masrofi, Ali
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i02.2025_P367-376

Abstract

Pembelajaran Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pembelajaran yang tepat guna untuk meningkatkan keseimbangan statis siswa SDN Kampungdalem 4 Kota Kediri.. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri (1) tahapan persiapan (2) tahapan pelaksanaan awal (Pretest) dan (3)pelaksanaan akhir (Posttest). Penelitian ini terdiri dari 10 sampel 4 laki-laki dan 6 perempuan. Pada penelitian ini menggunakan norma tes keseimbangan statis, rumus presentase dan tabel kuantitatif. Hasil penelitian pada pretest dan posttest siklus satu dan dua tes berdiri satu kaki pada kategori kemampuan keseimbangan sangat kurang 70%, 50% dan 20% pada kategori kurang 20%, 30% dan 30% pada kategori baik 10%, 10% dan 30% pada kategori baik sekali 0%, 10% dan 20%. Hasil dari analisis penelitian berdasarkan data menujukan bahwa permainan tradisional engklek dapat digunakan oleh para pendidik sebagai metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan keseimbangan statis para peserta didik khususnya pada jenjang sekolah dasar.
Penerapan Pembelajaran Sosial-Emosional melalui Media Permainan Berbasis Game Gerak Tebak dalam Pembelajaran Pencak Silat untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SDN Kampungdalem 4 Pratama, Yoga; Bekti, Ruruh Andayani; Masrofi, Ali
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i02.2025_P337-348

Abstract

Kepercayaan diri merupakan aspek penting dalam pembelajaran pencak silat, namun banyak siswa mengalami kendala dalam mengembangkan rasa percaya diri saat berlatih. Pembelajaran sosial-emosional dapat menjadi salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran sosial-emosional dalam penggunaan media permainan berbasis game Gerak Tebak untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran pencak silat di SDN Kampungdalem 4. Penelitian ini menggunakan metode PTK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta angket sebelum dan sesudah penerapan permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menerapkan pembelajaran sosial-emosional melalui permainan Gerak Tebak, terjadi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri siswa. Siswa menjadi lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam melakukan gerakan pencak silat. Selain itu, interaksi sosial di dalam kelas juga meningkat, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan suportif. Kesimpulannya, penerapan pembelajaran sosial-emosional dalam permainan Gerak Tebak terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam pembelajaran pencak silat. Pendekatan ini dapat dijadikan strategi inovatif dalam pendidikan jasmani untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan
Analisis Kondisi Fisik Atlet Pencak Silat Putra Usia 14–17 Tahun di Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Pace, Cabang Nganjuk Wahyudi, Moh. Ammaramzi; Lusianti, Septiyaning; Bekti, Ruruh Andayani
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 3 No. 03 (2025): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v3i02.2025_P314-328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik atlet Pencak Silat putra Persaudaraan Setia Hati Terate usia 14-17 tahun di Ranting Pace Cabang Nganjuk serta dapat memberikan pedoman bagi pelatih untuk mengembangkan program latihan yang lebih efektif guna meningkatkan prestasi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei dengan melibatkan 32 atlet sebagai sampel. Instrumen yang digunakan meliputi lima tes fisik: Sprint 30 meter (kecepatan), Lari bolak-balik (kelincahan), Push up dan Sit-up (kekuatan), VO2 Max (daya tahan), serta Stork Stand (keseimbangan). Hasil menunjukkan variasi pada setiap aspek: Kecepatan Sprint 30 meter: Mayoritas atlet (38%) masuk kategori baik sekali, diikuti baik (34%). Kelincahan Lari bolak-balik: Terdistribusi cukup merata antara baik sekali, baik, dan sedang. Kekuatan: Push up didominasi sedang (84%), sedangkan Sit up mayoritas baik (69%).Daya tahan VO2 Max: Menunjukkan kondisi kurang (13%) dan kurang sekali (87%).Keseimbangan (Stork Stand): Seluruh atlet (100%) berada pada kategori sedang. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan agar hasil studi menjadi dasar objektif untuk evaluasi program latihan. Pelatih diharapkan secara rutin melakukan tes kondisi fisik dan merancang program latihan yang lebih terstruktur dengan peningkatan intensitas dan volume secara progresif, terutama untuk daya tahan atlet, demi pencapaian prestasi optimal