Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR DAN LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SE’I ( DAGING ASAP KHAS TIMOR) Gemini E.M. Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i1.695

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efek dari asap cair pada organoleptik kualitas se'i. Rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 3 x 5 digunakan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah asap cair: Ao = tidak menambahkan asap cair (kontrol), A1 = kusambi (Schleichera oleosa) asap cair, A2 = tempurung kelapa asap cair. Faktor kedua adalah waktu penyimpanan: S0 = 0 hari (kontrol), S5 = 5 hari, S10 = 10 hari, S15 = 15 hari dan S20 = 20 hari. Setiap kombinasi perlakuan termasuk 3 ulangan. Parameter yang diukur adalah aroma, warna dan rasa se'i. Data dianalisis menggunakan uji nonparametrik Kruskall-Wallis SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aroma, warna dan rasa skor menurun dan mencapai nilai terendah pada 20 hari waktu penyimpanan (P <0,05). Skor terendah untuk aroma, warna dan rasa berada di t se'i kontrol. Kesimpulannya, penambahan asap cair bisa menghambat laju turun kualitas organoleptik.
PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN KAPUR PADA KULIT KAKI AYAM SEBELUM DAN SESUDAH DIKULITI TERHADAP KUALITAS KERUPUK KULIT KAKI AYAM BROILER Deprilse Rambu Temba; Bastari Sabtu; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 1 No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v1i2.748

Abstract

This research has been carried out in the Laboratory of Livestock Product Technology Faculty of Animal Undana and Chemistry Laboratory Faculty of Animal Feed Undana. The study lasted three months commencing on July 3, 2015 to October 5, 2015. The purpose of this study was to look good liming effect of the physical quality leather crackers chicken legs before and after chicken legs skinned, and to find the dose that produces calcification physical qualities of the best on the skin crackers chicken legs. This study uses 50 kg of chicken legs. Completely randomized design factorial design used in this study with two treatments with 3 replications. Both treatments consisted of: (1) the process of debarking chicken leg (2) doses of leather liming% chicken legs K1, K2%, and K3%. Variables measured include: Development, moisture content, protein content, fat content rude and organoleptic (shape, color, flavor and crispness). The results showed that the debarking process showed significant effect on the value development of skin crackers chicken legs. Chemical peel chicken legs debarking process and the process of soaking the lime solution showed very significant effect on the value of water content crackers, while debarking process and the process of soaking the lime solution shows a very real effect on the value of crude fat crackers. And organoleptic (shape, color, flavor and crispness) debarking process and the process of soaking the lime solution was highly significant (P <0.01) ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Undana dan Laboratorium Kimia Pakan Fakultas Peternakan Undana. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan yang dimulai tanggal 3 Juli 2015 sampai tanggal 5 Oktober 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pengapuran yang baik terhadap kualitas fisik kerupuk kulit kaki ayam sebelum dan sesudah kaki ayam dikuliti, dan untuk mengetahui dosis pengapuran yang menghasilkan kualitas fisik yang terbaik pada kerupuk kulit kaki ayam. Penelitian ini menggunakan 50 kg kaki ayam. Rancangan Acak Lengkap pola faktorial digunakan dalam penelitian ini dengan 2 perlakuan dengan 3 ulangan. Kedua perlakuan terdiri dari: (1) proses pengulitan kaki ayam (2) dosis pengapuran kulit kaki ayam K1%, K2%, dan K3%. Variabel yang diukur antara lain : Pengembangan, kadar air, kadar protein, kadar lemak kasar dan organoleptik (bentuk, warna, rasa dan kerenyahan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengulitan menunjukkan berpengaruh nyata terhadap nilai pengembangan kerupuk kulit kaki ayam. Kimia kulit kaki ayam proses pengulitan dan proses perendaman larutan kapur menunjukkan berpengaruh sangat nyata terhadap nilai kadar air kerupuk, sedangkan proses pengulitan dan proses perendaman larutan kapur menunjukkan berpengaruh yang sangat nyata terhadap nilai lemak kasar kerupuk. Dan organoleptik (bentuk, warna, rasa dan kerenyahan) proses pengulitan dan proses perendaman larutan kapur berpengaruh sangat nyata (P<0,01)
KANDUNGAN LEMAK, KOLESTEROL, JUMLAH TOTAL BAKTERI DAN RASA BAKSO BABI YANG DIBERI LAPISAN PENUTUP KITOSAN, KARAGENAN DAN GELATIN Eprianus Dai Tana; Pieter Rihi Kale; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.775

Abstract

This study aimed was to determine fat and cholesterol content, total bacteria and taste of pork meatballs treated with chitosan, carrageenan and gelatine. Completely randomized design was 4X3 was allotted in this experiment. Variables measured were fat content, cholesterol content, total plate count and taste. Data of fat content, cholesterol content and bacterial number were analysed by using Analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan test to see the different among the treatments. Taste was analysed by using Kruskal wallis test followed by Mann Whitney test to see the different among the treatments. Results of this experiment showed that the treatments were not significant effect either on fat or cholesterol (P> 0.05), were highly significant effect (P <0,01) on total bacteria and significantly effect (P <0.05) on taste. Gelatine is most effective to inhibit growth of bacteria on pork meatball compared to chitosan and carrageenan. Gelatine, chitosan and carrageenan could enhance the taste of pork meatball. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar lemak, kolesterol, total bakteri dan rasa bakso babi yang diberi lapisan penutup kitosan, karagenan dan gelatin. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah: kadar lemak; kadar kolesterol; total bakteri (total plate count) dan rasa bakso babi. Data lemak, kolesterol dan total bakteri dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjut dengan uji berjarak Duncan untuk melihat perbedaan diantara perlakuan. Data rasa dianalisis menggunakan uji nonparametrik Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann whitney untuk melihat perbedaan diantara perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak dan kadar kolesterol, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total bakteri dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap rasa. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa gelatin terbukti sangat efektif dalam menahan laju pertumbuhan bakteri dibandingkan dengan bahan pelapis kitosan dan keragenan. Pemberian kitosan, keragenan dan gelatin dapat memperbaharui rasa bakso babi.
PENGARUH PEMBERIAN TOMAT (Solanum lycopersicum ), DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP KUALITAS DENDENG SAPI Adolof Lukas Yusuf Wasabiti; Pieter Rihi Kale; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 3 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v3i1.789

Abstract

Purpose of this experiment was to know effect of giving tomato, bay leaf and garlic on dendeng/ beef jerky quality. This experiment followed completely randomized design (CRD) 5x3 with five treatments; D0: control, JT: tomato juice 5%, DS: bay leaf juice; DS: garlic juice; TSB: mixed of the three kind of the juices. Parameters measured were content of cholesterol, fat, protein and also organoleptic aspects included colour, aroma, taste and terderness. Data of cholesterol, fat and protein were analysed by using ANOVA followed by Duncan test to test difference between treatment. Whihe data of the colour, aroma, taste and terderness were analysed by using Kruskal – Wallis test followed by Mann Whitney test to test the different between treatment (SPSS 18). Result showed that all treatments were significant effect cholesterol content (P<0,05), higly significant (P<0,01) effect on protein color, aroma, taste and tenderness. The result showed that all treatment reduce cholesterol, bay leaf enhances protein content. Garlic increases aroma and taste score. All treatmeant causes colour score of beef jerky decline (beef jerky tends to become darker) and all beef jerky are more tender (tenderness score increase). To sum up adding of tomato juice, bay leaf juice, garlic juice at the same time do not improve beef jerky quality compare to if the juice is added separately. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis herbal terhadap kualitas dendeng sapi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap 5x3. Lima perlakuan yang diberikan adalah KO = kontrol, JT = dendeng diberi jus tomat, DS = dendeng diberi daun salam, BP = dendeng diberi bawang putih, TSB = dendeng diberi jus tomat + daun salam + bawang putih. Parameter yang di ukur adalah protein, lemak, kolesterol, warna, aroma, rasa dan keempukan.. Data protein, lemak dan kolesterol, dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Sedangkan warna, aroma, rasa dan keempukan menggunakan Kruskall - Wallis dilanjut dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan.dengan SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata ( P<0,05 ) pada kandungan kolesterol, sangat nyata ( P<0,01 ) pada kandungan protein aroma, warna, rasa dan keempukan, tapi tidak berpengaruh ( P>0,05) pada kandungan lemak. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa semua perlakuan dapat menurunkan kandungan kolesterol dendeng sapi, namun tidak mempengaruhi kandungan lemak dendeng. Pemberian daun salam meningkatkan kandungan protein. Pemberian bawang putih mengakibatkan skor aroma dan skor citarasa tertinggi. Semua perlakuan menyebabkan skor warna menurun ( dendeng cenderung lebih coklat, sedangkan skor keempukan meningkat (dendeng menjadi lebih empuk). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan jus tomat, daun salam, bawang putih secara bersamaan tidak mengakibatkan kualitas dendeng meningkat dibanding jika diberikan sendiri - sendiri.
PENGARUH PEMBERIAN KARAGENAN DAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUALITAS DAGING SE’I BABI Enos Lalu Unyu; Gemini Ermiani Mercurina Malelak; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.807

Abstract

The aims of this research were to know the impact of karagenan and coconut liquid smoke to the aroma, color, taste, total bacteria and E.coli of pork se’i. Method used in this research was completely randomized design (CRD) 4x3. The treatments were T1: Control, T2: coconut liquid smoke 0,5 %, T3: karagenan 0,5 %, T4: coconut shell liquid smoke 0,5 % + karagenan 0,5 %. Each treatment had 3 replication. Data aroma, color and taste were analyzed using non parametric test Kruskall Wallis, followed by Mann Whitney test to test the different among the treatments. Whereas data of total bacteria was analyzed using ANOVA followed by Duncan test to test the different among the treatments (SPSS 17). The result of this research shows that the adding of karagenan and its combination with coconut shell liquid smoke causes pork se’i colored more pale and could decrease the grade total bacteria of pork se”i. E.coli was not detected in pork se’i. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian karagenan dan asap cair tempurung kelapa terhadap aroma, warna, rasa, total bakteri dan E.coli pada daging se’i babi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4x3. Perlakuan yang diberikan adalah P1: Kontrol, P2: Asap Cair Tempurung Kelapa 0,5%, P3: Karagenan 0,5%, P4: Asap Cair Tempurung Kelapa 0,5% + Karagenan 0,5%. Masing – masing perlakuan mempunyai ulangan 3. Data aroma, warna dan rasa dianalisis menggunakan non parametrik test Kruskall Wallis dilanjut dengan uji Mann Whitney untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Sedangkan data total bakteri dianalisis menggunakan ANOVA dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan (SPSS 17). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap warna dan total bakteri daging se’i babi tetapi berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) terhadap aroma dan rasa daging se’i babi. Sedangkan bakteri E.coli tidak terdeteksi pada semua sampel. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian karagenan, dan kombinasinya dengan asap cair tempurung kelapa menyebabkan se’i babi berwarna lebih pucat dan dapat menurunkan angka total bakteri pada se’i babi.
PENGARUH LAMA PEMERAMAN DAN PENGASAPAN TERHADAP KUALITAS KIMIA DAN ASPEK ORGANOLEPTIK DAGING AYAM BROILER ASAP Arkhimedes Eduard Lakapu; Gemini E.M Malelak; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i1.810

Abstract

Aims of this research were to know the influence of curing and smoking time on water, protein, fat, and cholesterol content, water holding capacity, and organoleptic aspect of smoked broiler chicken. The research followed completely randomized design (3x3) with factorial pattern. Factor A was curing time 8, 16 and 24 hours, and factor B was smoking time 60, 90, and 120 minutes. The result of this research showed that curing or smoking time influenced the fat and cholesterol content (P<0.05), the protein content was influenced by the smoking time (P<0.05). Water content, water holding capacity and organoleptic aspect were not influenced by curing and smoking time. The lowest fat and cholesterol content was obtained at 24 hours curing time. The highest protein content was obtained at 60 minutes of smoking time. The lowest fat content was obtained at 60 minutes of smoking time, the lowest cholesterol content was obtained at 120 minutes of smoke time. The combination of curing and smoking time influenced on fat and cholesterol content (<0.05). The lowest fat content was obtained at 24 hours curing and 60 minutes smoking time. The lowest cholesterol content was obtained at 24 hours curing and 120 minutes smoking time. In conclusion as curing time increase, fat and cholesterol are decrease. As smoking time increases, protein and cholesterol decreases. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemeraman dan pengasapan terhadap kadar air, protein, lemak, kolesterol, dan daya ikat air, serta aspek organoleptik daging ayam broiler asap. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3x3). Faktor A: lama pemeraman selama 8, 16 dan 24 jam, faktor B: lama pengasapan selama 60, 90, dan 120 menit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lama pemeraman atau pengasapan mempengaruhi kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler asap (P<0.05), sedangkan kadar protein hanya dipengaruhi oleh faktor lama pengasapan (P<0.05). Kadar air, daya ikat air, serta aspek organoleptik tidak dipengaruhi oleh faktor pemeraman atau pengasapan. Kadar lemak dan kolesterol terendah pada pemeraman selama 24 jam. Kadar protein tertinggi diperoleh pada pengasapan 60 menit. Kadar lemak terendah diperoleh pada pengasapan 60 menit, kadar kolesterol terendah diperoleh pada pengasapan 120 menit. Kombinasi perlakuan lama pemeraman dan pengasapan mempengaruhi kadar lemak dan kolesterol daging ayam broiler asap (P < 0.05). Kadar lemak terendah diperoleh pada pemeraman 24 jam dan pengasapan 60 menit. Kadar kolesterol terendah diperoleh pada pemeraman 24 jam dan pengasapan 120 menit. Semakin lama pemeraman, semakin menurunkan kadar lemak dan kolesterol. Semakin lama pengasapan, semakin rendah kadar protein dan kolesterol.
PENGARUH PENGGUNAAN MADU TERHADAP KADAR AIR, PROTEIN, LEMAK, KOLESTEROL DAN OKSIDASI LEMAK DAGING AYAM BROILER ASAP Edi Kurniawan Abdul Muthalib; Gemini E. M. Malelak; Heri Armadianto
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 4 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v4i2.822

Abstract

The aims of this study were to know the effect of honey bee inclusion on water content, protein, fat, cholesterol and lipid oxidation of smoked chiken broiler. Twelve - 5 months old broiler chicken (average carcass weight 1.319 kg) were used in this study following a Completely randomized design (CRD)) 4 x 3 was used in this experiment. The treatments were P0 = without honey bee inclusion (control), P1 = inclusion of 5% honey bee, P2 = inclusion of 10% honey bee, and P3 = inclusion of 15% honey bee. The data was analyzed with analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan test to determine the differences among means. There was a highly significantly different (P<0, 01) between treatments on protein, fat and cholesterol content. There was a significant different (P<0, 05) between treatments also recorded for lipid oxidation but not significant (P>0, 05) for water content of smoked broiler chiken. The inclusion of honey bee reduced the protein and cholesterol content and lipid oxidation, but increased the fat content of smoked broiler chicken. Therefore, it can be concluded that inclusion of 10% and 15% honey bee had the best quality of smoked broiler chiken. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan madu dalam pengolahan ayam asap terhadap kadar air, protein, lemak, kolesterol dan laju oksidasi lemak. Sebanyak 12 ekor ayam broiler (umur 5 minggu; berat karkas rata-rata 1.319 g) digunakan dalam penelitian ini mengikuti pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 x 3. Adapun perlakuan yang dikenakan adalah: P0 = tanpa pemberian madu (kontrol), P1 = pemberian madu 5%, P2 = pemberian madu 10%, P3 = pemberian madu 15%. Analisa data menggunakan analiys of variance (ANOVA) dilanjut dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein, lemak dan kolesterol, berpengaruh nyata (P(<0,05) terhadap oksidasi lemak, tapi tidak berpengaruh (P> 0,05) pada kandungan air ayam broiler asap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian madu menurunkan kadar protein, kadar kolesterol dan memperlambat laju oksidasi lemak, tapi meningkatkan kadar lemak ayam asap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas ayam asap terbaik adalah pada pemberian madu 10% dan 15%.
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK ROSELA (Hibiscus sabdariffa linn) TERHADAP KUALITAS KIMIA SE’I SAPI Adyanto Nessy Banamtuan; Geertruida Margareth Sipahelut; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i1.838

Abstract

There are many Roselle plant grows well in Timor Island, however the using of this plant in food processing is still low. In Roselle calyces contain anthocyanin, that has functional ability. Aims of this research were to find out the effect of roselle extract of beef se’i quality. The amount of 6 kgs of fresh beef was used in this experiment. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The treatment consists of ER0 = without roselle extract; ER1 = roselle extract 1%; ER2 = roselle extract 2%; ER3 = roselle extract 3%. The parameters observed were water content, protein, fat and cholesterol. The results of the statistical analysis showed that the treatment was higly significant (P<0,01) affected on water content, protein and fat beef se'i. Whereas the cholesterol was not affected by the treatment. The lowest water content was found in se’i was treated with 2 % of roselle extract (ER2). The highest protein and fat content were found in se’i treated with 2% of roselle extract (ER2). In conclussion, adding of 2% roselle extract was the best level to improve protein content and reduce water content of se’i. ABSTRAK Tanaman rosela banyak tumbuh di daratan Pulau Timor, namun penggunaannya dalam pengolahan pangan belum banyak digunakan. Dalam kelopak bunga rosela terkandung antosianin, yang mempunyai sifat fungsional yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rosela kering beku terhadap kualitas se’i sapi. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi segar sebanyak 6 kg. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari ER0 = tanpa ekstrak rosela; ER1 = ekstrak rosela 1% ; ER2 = ekstrak rosela 2% ; ER3 = ekstrak rosela 3%. Parameter yang diamati meliputi kadar air, protein, lemak dan kolesterol. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rosela kering beku pada se’i sapi berpengaruh sangat nyata (P˂0,01) terhadap kadar air, protein dan lemak se’i sapi. Sedangkan pemberian ekstrak rosela kering beku pada se’i sapi tidak berpengaruh (P˃0,05) terhadap kolesterol. Kadar air se’i sapi terendah terdapat pada perlakuan ER2 (2% ekstrak rosela) yaitu 46,804%, protein se’i sapi tertinggi terdapat pada perlakuan ER2 (2% ekstrak rosela) yaitu 42,395%, Lemak se’i sapi terendah terdapat pada perlakuan ER0 (kontrol) yaitu 1,728%. Kesimpulannya, pemberian ekstrak rosela kering beku dengan konsentrasi 2% dapat meningkatkan protein se’i sapi serta menurunkan kadar air.
KUALITAS SOSIS BABI YANG DIBERI TEPUNG TALAS SEBAGAI PENGGANTI TEPUNG TAPIOKA Ridvel Soleman Sembong; Sarisando Mbinu Peka; Pieter Rihi Kale; Gemini Ermiani Mercurina Malelak
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 6 No 1 (2019): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v6i1.1883

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of using of taro meal as a substitute of tapioca meal on nutritive value (water, protein, fat, carbohydrate), fibre, amilose and amilopectin pork sausage. Completely Randomized Design (CRD) with four treatments: TK0 = without taro meal (Control), TK50 = tapioca meal 50% + taro meal 50%, TK75 = tapioca meal 25% + taro meal 75%, and TK100 = taro meal 100% (tapioca 0 %). Statistical analysis showed that using taro meal substituting of tapioca meal increased significantly fiber (P<0.05). Using 100% of tapioca meal or 100% taro meal increased significantly (P<0,05) carbohydrate, amilose and amilopectin were same and higher than mixed of tapioca and taro together (P<0.01). Protein and fat content was not change (P>0,05). In conclusion, substitute tapioca meal with taro meal 50%-100% did not change the protein and fat content, but increase water and fibre content of pork sausage. Content of amilose and amilopectin are similar at level 100% of tapioca meal or 100% taro meal. ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung talas sebagai pengganti tepung tapioka terhadap nilai nutrisi ( kandungan air, protein, lemak, karbohidrat), serat pangan, amilosa dan amilopektin yang terkandung dalam sosis babi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu TK0 = tanpa penambahan tepung talas (Kontrol), TK50=Penggunaan tepung tapioka 50% + tepung talas 50%, TK75=Penggunaan tepung tapioka 25% + tepung talas 75%, dan TK100= Penggunaan tepung Talas 100% (tapioka 0%). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa penggantian tepung talas menyebabkan kandungan air dan serat pangan sosis babi meningkat (P<0,05). Pada pemberian tapioka 100% ataupun tepung talas 100% mempenaruhi kandungan karbohidrat (P<0,05), amilosa dan amilopektin sama dan lebih tinggi dibanding jika kedua jenis tepung dicampur (P<0.01). Kandungan protein dan lemak sosis babi tidak berubah (P>0,05). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penggantian tepung tapioka oleh tepung talas 50%-100% tidak merubah kandungan protein dan lemak, namun meningkatkan kandungan air sosis babi dan serat pangant. Kandungan amilosa dan amilopektin sosis babi sama pada penggunaan 100% tepung tapioka atau 100% tepung talas dibanding dengan penggunaan campuran kedua tepung tersebut..
KUALITAS ORGANOLEPTIK DAGING SE’I YANG DIOLAH DARI DAGING SAPI BALI BETINA AFKIR (Organoleptic quality of se’i made from bali cull cow beef) Kiki R. Adjam; Gemini E.M. Malelak; Bastari Sabtu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 7 No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v7i2.2775

Abstract

Aim of this study was to evaluate quality of se’i (Rotennese smoke meat) made from cull Bali cow meat. Completely randomized design 3x3 was used in this study. Meat taken from cull Bali cow with body condition skore (BCS) 2 (thin), 3 (moderate) and 4 (slightly fat). Each BCS had three replicates. Parameters observed included taste, color, aroma, pH value and fat oxidation. The results showed that BCS had a highly significant effect (P <0.01) on color and taste, had a significant effect (P <0.05) on fat oxidation, had no significant effect (P> 0.05) on aroma and pH. Se,i made from BCS 4 had a slightly dark red color, the best taste and the highest fat oxidation rate, whereas se'i prepared from BCS 3 has a slightly dark red color, medium taste and lowest fat oxidation rate. It is concluded that the best quality of se’i produced in this study was made from BCS 4,however, it was necessary to add antioxidants to retard fat oxidation rate. Whereas if used BCS 3 it is better to add some additives to improve the taste.