Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Evaluasi Sifat Fisikokimia Mie Basah Dengan Subsitusi Tepung Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) Rini Rahayu Sihmawati; A. Wardah
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 14 No 02 (2021)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.14.02.4562.62-70

Abstract

Milkfish bone waste from the thornless milkfish industry contains have sufficient protein, calcium and phosphorus element. The milkfish bones can be processed and used as fish bone meal which is used as a substitute for processed foods, including wet noodles. This study aims to evaluate the physicochemical analysis of noodles wet. The research design used was a completely randomized design with one factor, namely the formulation of. milkfish bone meal to substitute for wheat, with the composition, F0 (100:0), F1 (95:5), F2 (90 :10), F3 (85:15) and F4 (80:20). Research observations include water content, protein content, water absorbtion, dough expantion and texture. The results were analyzed by analysis of variance (ANAVA) and the smallest significant difference (BNT) if, there was a difference at the 5% level of significance. The substitution formulation of milkfish bone meal had a significant effect on all parameters.The more addition of milkfish meal.the higher the protein content will increase the rate protein content and the water content, water absorption,dought expantion and texture are lower.Base on the protein content, it is recommended to add 20% fish bone meal because it has the highest protein content. The best treatment for water content, water absorption, dough expantion and texture was the addition 0f 5% fish bone meal. Keywords: Substitution, fish bone meal, wet noodles, physicochemical analisis
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN OLAHAN PANGAN BAGI BINAAN YAYASAN MITRA BISMA SURABAYA Dwi Agustiyah Rosida; Tiurma Wiliana Susanti Panjaitan; Rini Rahayu Sihmawati
ABDIMAS Vol 1 No 04 (2021): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yayasan Mitra Bisma (Griyo YMB) merupakan Yayasan yang bergerak di bidang Sosial, yang membina masyarakat kurang mampu, antara lain anak-anak muda di sekitar wilayah Semut Baru, Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya. Untuk menambah pendapatan keluarga dan memanfaatkan waktu luang supaya tidak digunakan untuk kegiatan yang kurang bermanfaat, maka perlu diberikan pelatihan dan pendampingan tentang pentingnya berwirausaha di bidang olahan pangan, khususnya makanan/jajanan yang digemari masyarakat luas, mudah dibuat, modal relatif terjangkau dan berpeluang untuk dipasarkan yaitu cireng dan nugget pisang. Adanya pelatihan dan pendampingan ini diharapkan dapat membuka wawasan anak-anak muda binaan Yayasan Mitra Bisma (Griyo YMB) untuk berwirausaha di bidang pangan. Metode yang dilaksanakan dalam kegiatan pengabdian ini melalui pembelajaran daring/video dan pembuatan modul pelatihan yang dibagikan kepada peserta sebagai pegangan anak-anak muda binaaan Yayasan Mitra Bisma (GriyoYMB) dalam berwirausaha. Disamping itu juga dilakukan sosialisasi secara terbatas (perwakilan anakanak muda binaan YMB) dengan menjelaskan isi modul pelatihan dan praktek pengolahan cireng dan nugget pisang secara langsung (tatap muka). Perwakilan anak- anak muda binaan YMB ini diharapkan dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah cireng dan nugget pisang kepada anggota binaan YMB yang lain sehingga pada tahap selanjutnya dapat membantu ekonomi keluarga.
PENDAMPINGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA UMKM MAMIN UNTUK PENINGKATAN KUANTITAS PRODUKSI DI DESA MINGGIRSARI KECAMATAN KANIGORO KABUPATEN BLITAR Ayun Maduwinarti; Rini Rahayu Sihmawati
ABDIMAS Vol 2 No 02 (2022): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM merupakan pilar perekonomian di Indonesia karena banyak dilakukan oleh masyarakat dari tingkat perkotaan sampai pedesaan. Desa Minggirsari kecamatan Kanigoro kabupaten Blitar merupakan salah satu desa yang memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Desa Minggirsari memiliki jumlah UMKM yang berjumlah kurang lebih 124 yang bergerak dalam berbagai bidang baik makanan maupun minuman. Melihat kondisi tersebut desa Minggirsari menjadi desa yang terpilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dari program Matching Fund tahun 2021. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pendampingan kepada UMKM makanan dan minuman di desa Minggirsari agar berkembang lebih baik baik dalam segi kualitas maupun kuantitas. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memfasilitasi pelaku UMKM dengan memanfaatkan TTG (Teknologi Tepat Guna) berupa peralatan serta memberikan pendampingan dan pelatihan sehingga dapat meningkatkan produk usahanya, Dengan demikian pendapatan pelaku UMKM tersebut akan meningkat.
PENINGKATAN KETRAMPILAN MASYARAKAT DESA PAPUNGAN MELALUI PELATIHAN DIVERSIVIKASI OLAHAN PANGAN BERBAHAN BAKU IKAN Rini Rahayu Sihmawati; Tiurma Wiliana Susanti Panjaitan; Wardah Wardah; Harjo Seputro
ABDIMAS Vol 2 No 06 (2022): PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Papungan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar merupakan desa yang memiliki ikan yang khas yaitu ikan mujair. Ikan mujair oleh masyarakat biasanya hanya dikonsumsi dengan cara digoreng atau dibakar saja. Karakteristik ikan yang mudah membusuk menyebabkan masyarakat harus segera menjual hasilnya dalam keadaan hidup atau segar saat dipanen. Keadaan tersebut dapat diatasi dengan melakukan proses pengolahan hasil ikan yang berlebih agar daya awetnya meningkat. Dalam usaha meningkatkan daya awet dan meningkatkan pendapatan, kendala yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah pangan asal ikan, terutama ikan mujair. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat yang membudidayakan ikan Mujair agar bisa mengolah hasil ikan menjadi produk lain yang mudah dilakukan serta diminati masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan ikan menjadi abon ikan dan ikan krispi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah memfasilitasi teknologi tepat guna berupa peralatan serta pelatihan dan pendampingan sehingga dapat meningkatkan ketrampilan serta pendapatan masyarakat desa Papungan, khususnya masyarakat pembudidaya ikan mujair.
Performance of Food Quality and Sensory Properties of Stick with Fortification of Fish Bone Flour Tuna and Kale Leaf Extract as Natural Food Coloran Wardah; Rini Rahayu Sihmawati
Food Science and Technology Journal (Foodscitech) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.372 KB) | DOI: 10.25139/fst.v5i1.4548

Abstract

Sticks are pastries that are generally made from wheat flour, tapioca and other starch sources with a high carbohydrate content, but low in nutrition so they need to be added or fortified with other nutrients such as sources of fat, protein, vitamins or minerals. Utilization of tuna bone waste can be an alternative as a fortificant in making sticks. In addition, fish bones also contain high protein and calcium. The use of kale leaf extract is also an alternative as a natural dye. This study aims to evaluate the increase in the nutritional value and preference of panelists for stick products fortified with tuna fish bone meal and kale leaf extract as natural dyes with a certain dose. The results of the chemical test showed that the stick product at P3 had the highest protein and calcium content compared to other treatments (P0, P1, P2) with a value of 6.61+0.11% protein content and 4.133+0.01 mg/100g calcium content. However, the water content and crispness of the product decreased, the water content of P3 was the lowest compared to other treatments (P1, P2 and P3) with a value of 0.945+0.12% while the highest hardness (using a penetrometer) was obtained at P3 of 6.17+0.11 mm/ 100g/10s compared to just 1.50+0.12mm/100g/10s on the P1. The results of the sensory test, the overall preference of the panelists, the aroma and color of the stick product, P2 (sticks fortified with 20% tuna bone meal and 15% natural dye of kale leaf extract) were significantly (P<0.05) higher than the P0 treatment. , P1, P3. The highest value of P2 was 43% for dryness, 40% for aroma, and 57% for color. However, organoleptic assessment of taste and texture, P0 (sticks without fortification of fish bone meal and kale leaf extract) was significantly (P<0.05) higher than treatments P1, P2, P3 but between treatments had no significant effect (P>0 ,05). The highest score of P0 is 40% for taste and 43% for texture. The more addition of fish bone meal and kale leaf extract, the protein and calcium content of the sticks increased, but the water content and crispness of the sticks decreased. For this reason, it is recommended that in producing sticks that are added with tuna fish bone meal and natural dye, kale leaf extract should use the best composition, which is sticks with the addition of 20% tuna fish bones and 15% kale leaf extract.
PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAN PRODUKSI SAMBAL BUNGA KECOMBRANG DI UMKM DUTA KARTA KIRANA DI DESA JATIKERTO KABUPATEN MALANG MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA Rini Rahayu Sihmawati; Wardah Wardah
ABDIMAS Vol 3 No 05 (2023): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan program kemitraan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu produk melalui pelatihan pemilihan bahan baku, menentukan umur panen bunga kecombrang dan teknologi pengolahan dan penggunaan bahan pengawet alami karena dapat mempengaruhi keseragaman produk akhir, serta pemberian alat untuk untuk produksi dalam memenuhi kebutuhan konsumen terhadap produk sambal dari kecombrang. Program alih Iptek ini sangat bermanfaat untuk UMKM dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan UMKM.Program Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Perguruan Tinggi ini dilakukan di desa Jatikerto, kecamatan Kromengan, kabupaten Malang.Desa Jatikerto mempunyai potensi yang sangat besar pada bidang industri dan pertanian terutama sayur, buah dan bunga,, termasuk hasil olahannya. Namun demikian penguasaan keanekaragaman produk masih rendah, terutama pemanfaatan bunga kecombrang untuk olahan pangan. Tanaman kecombrang (Etlingera elatior) yang telah ditanam oleh Bapak Kasmadi Munthe menghasilkan bunga kecombrang yang indah, merupakan salah satu tanaman obat atau rempah dengan bau yang khas. Bunga dari tanaman ini sangat diminati oleh masyarakat sebagai sayuran. Kecombrang berpotensi sebagai bahan pangan yang memiliki kandungan antioksidan, antibakteri dan antikanker. Kecombrang juga kaya akan berbagai macam nutrisi, terutama mineral penting seperti kalsium, kalium dan fosfor. Selain itu, kecombrang juga rendah kalori dan tinggi kandungan serat. . Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa introdusir teknologi tepat guna sederhana berupa alat blender bumbu,alat perajang bunga kecombrang serta wajan untuk mengolah sambal kecombrang yang terbuat dari stainless still.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK MAMIN BERBAHAN BAKU KECOMBRANG Wardah; Rini Rahayu Sihmawati
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 6 (2024): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 6 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman hias, sayur dan obat tradisional. Rimpang, batang, daun, buah maupun bunga kecombrang merupakan bagian yang sering digunakan oleh masyarakat. Penggunaan secara tradisional menunjukkan kecombrang banyak digunakan sebagai penambah rasa pada masakan dan pengawet makanan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa kecombrang kaya akan golongan fenol, polifenol, flavonoid, dan terpenoid. Aktivitas farmakologis pada kecombrang, antara lain sebagai antioksidan, antibakteri, antikanker, dll.Kecombrang juga kaya akan nutrisi, terutama mineral penting seperti kalsium, kalium dan fosfor, rendah kalori dan tinggi kandungan serat. Kegiatan pendampingan pada kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu produk dan pengembangan produk makanan dan minuman berbahan baku kecombrang yang diproduksi oleh UMKM Duta Karta Kirana (DeKaKa) Kromengan, Kab. Malang. Kegiatan pendampingan dimulai dari pemilihan bahan baku, penentuan umur panen kecombrang, proses pengolahan dan penyimpanan produk. Dengan demikian, mutu produk meningkat, pengembangan produk baru berupa varian sambal matah kecombrang dan kemasan aluminium foil, dan produk sari buah kecombrang. Peningkatan mutu dan pengembangan produk diharapkan dapat meningkatkan omset penjualan produk dan keinginan konsumen terhadap produk kecombrang terpenuhi. Dengandemikian pendapatan dan kesejahteraan UMKM meningkat, serta kebutuhan. Kata kunci : mutu, produksi, kecombrang, bunga dan buah,
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK AIR BUNGA KECOMBRANG (Etlingera elatior) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK DAGING AYAM BROILER BAGIAN DADA Sihmawati, Rini Rahayu; Mahayani, Anak Agung Putu Sri; Mubarok, Muhammad Ismail
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1201

Abstract

Daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang berasal dari hewan yang paling populer sebab mengandung nutrisi yang tinggi, rasa dan aroma yang enak, tekstur yang lunak, serta harga yang terjangkau. Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagaianti mikroba yang dapat menjadi bahan pengawet alami. Saponin dan flavonoid merupakan kandungan kimia yang terdapat di bunga kecombrang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak air bunga kecombrang terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik daging ayam broiler bagian dada. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan, apabila hasl menujukkan signifikan, maka akan di uji menggunakan BNT.Parameter sifat fisik meliputi tekstur menggunakan penetrometer, kimia meliputi uji pH dan organoleptik meliputi warna dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak air bunga kecombrang sebanyak 60 ml (P4) dapat menurunkan pH dan tekstur yang terbaik, tetapi pada organoleptik hasil terbaik kesukaan panelis terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak air sebanyak 15 ml (P1). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar pH semakin menuruntetapi tidak berbeda signifikan (P>0,05) terhadap semua perlakuan. Hasil tekstur berbeda signifikan (P<0,05) dan organoleptik sangat signifikan (P<0,05) terhadap warna dan aroma, pada perlakuanpenambahan ekstrak air sebanyak 60 ml (P4) merupakan sampelyang tidak disukai oleh panelis.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN MUTU MELALUI INOVASI LAMA SIMPAN PRODUK SAMBAL KECOMBRANG DI UMKM DUTA KARTA KIRANA KABUPATEN MALANG Wardah, Wardah; Sihmawati, Rini Rahayu
ABDIMAS Vol 4 No 05 (2024): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v4i05.1763

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) telah dikenal sejak lama oleh masyarakat Indonesia sebagai tanaman hias, sayur, dan obat tradisional. Rimpang, batang, daun, buah, bunga dan minyak atsiri merupakan bagian yang sering digunakan sehari-hari. UMKM Duta Karta Kirana (DeKaKa) beralamat di jl. Raya Jatikerto no. 292 RT: 24/RW:03, Kromengan Kab. Malang telah berdiri sejak 2019 telah memproduksi beberapa produk dari tanaman kecombrang antara lain : sambal kecombrang, frozen kecombrang, bumbu dasar dan camilan maupun memanfaatkan buah kecombrang sebagai sirup maupun camilan yang lainnya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap produk-produk yang dihasilkan oleh pihak mitra yaitu UMKM Duta Karta Kirana yang mengolah berbagai produk makanan berbahan dasar tanaman kecombrang. Lama simpan dan keawetan produk menjadi bagian yang terpenting dalam kegiatan PKM ini. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa introdusir teknologi tepat guna berupa peralatan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan cara pengawetan produk-produknya. Pelatihan dan pendampingan telah dilakukan terhadap UMKM terhadap mutu produk, kemasan maupun cara pengolahan yang benar dengan menggunakan peralatan yang sesuai.
Pengolahan Jamur Tiram Sebagai Alternatif Makanan Bernutrisi dengan Eksplorasi Rasa dan Tekstur Jamur Crispi Tries Ellia Sandari Sandari; Ida Ayu Nuh Kartini; Pramita Studiviany Soemadijo; Rini Rahayu Sihmawati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2175

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Sistem Informasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (SILPM) di Kelurahan Sempaja Timur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui digitalisasi manajemen data, pemantauan kegiatan, dan kolaborasi. Mitra utama adalah LPMK Sempaja Timur, yang berperan aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 100% anggota LPM yang dilatih mampu mengoperasikan sistem informasi, serta 90% responden merasa terbantu dalam mengakses informasi dan pelaporan melalui SILPM. Sistem ini berhasil mendigitalisasi 95% data anggota dan mencatat 80% laporan kegiatan secara real-time. Kesimpulannya, digitalisasi manajemen LPM mendukung peningkatan transparansi, efisiensi program, dan keterlibatan masyarakat. Rekomendasi mencakup pelatihan lanjutan, pemantauan keberlanjutan sistem, dan integrasi dengan program pemberdayaan lainnya. Implementation of the East Sempaja LPM Information System as an Acceleration of Increasing Community Welfare This study aims to implement the Community Empowerment Institution Information System (SILPM) in East Sempaja Village to enhance community welfare through digitalized data management, activity monitoring, and collaboration. The main partner is the East Sempaja Community Empowerment Institution (LPMK), actively involved in planning and execution. The participatory method included socialization, training, technology application, and monitoring and evaluation. The results demonstrate significant improvements, with 100% of trained LPM members able to operate the information system and 90% of respondents finding it beneficial for accessing information and reporting. The system successfully digitalized 95% of member data and recorded 80% of activity reports in real-time. In conclusion, LPM management digitalization supports enhanced transparency, program efficiency, and community engagement. Recommendations include advanced training, system sustainability monitoring, and integration with other empowerment programs.