Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Design Contextual Teaching and Learning Approach On Geometry Learning Module Dyah Tri Wahyuningtyas; Nury Yuniasih; Edy Bambang Irawan; Susiswo Susiswo
Pancaran Pendidikan Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.698 KB) | DOI: 10.25037/pancaran.v6i4.103

Abstract

Mathematical learning with contextual approach provides an opportunity for students to actively construct mathematical knowledge. In solving a problem which is start from the problems that can be imagined by students and giving them a freedom to find their own strategies to solve it. By posing a contextual problem, students in a stage can master the mathematic concept. The purpose of this research is to develop the design of Contextual Teaching and Learning approach on geometry learning module. This type of research is development research. The phases development of the model and learning tools are carried out in three steps, which are: (1) preliminary research, (2) prototyping phase. The result of design this prototype phase are: (1) design of the geometry learning module, (2) design tools of learning and (3) design of research instrument. The module component consists of: (1) module description, which consists of core competencies and basic competencies to be achieved; (2) the instruction for using the module, that consist of introduction, initial ability checks, activity sheets, conclusion, worksheet, assessment column, and answer key.
Pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Tematik Ema, Emelia; Yuniasih, Nury; Yasa, Arnelia Dwi
Sistem-Among : Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/sistemamong.v2i2.357

Abstract

Pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bandungrejosari 1 Malang dilaksanakan melalui sistem pembelajaran Blended Learning yang menuntut pendidik untuk kreatif dalam menyampaikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Probing Prompting berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar tematik siswa kelas IV SDN Bandungrejosari 1 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimental design dengan menggunakan rancangan penelitian non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Probing Prompting berbantuan media audio visual (X1) dengan model pembelajaran Problem Solving berbantuan media audio visual (X2) memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini didukung dengan nilai sig t hitung < 0.05 yakni 0.003 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 88,15 dan kelas kontrol yaitu 78,46. Hal ini menjelaskan bahwa model pembelajaran Probing Prompting berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Interaktif Tema Benda di Sekitarku Subtema Perubahan Wujud Benda di Sekolah Dasar Firdaus, Miftakhul; Yuniasih, Nury; Sakdiyah, Siti Halimatus; Pratiwi, Hestiningtyas Yuli; Bima, Duran Core
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v4i1.2406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar LKPD yang menarik untuk peserta didik. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE yang terdiri 5 tahap, tetapi pengembangan ini hanya sampai pada tahap implementation (implementasi).Teknik analisis data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah menganalisis data hasil validasi melalui perhitungan rata-rata. Teknik analisis data untuk kelayakan LKPD ditentukan melalui analisis hasil validasi ahli materi dan ahli bahan ajar, serta untuk kepraktisan LKPD ditentukan melalui analisis uji coba responden peserta didik. Hasil pengembangan ini didapatkan hasil penilaian uji kelayakan dan kemenarikan. Hasil penilaian kelayakan diperoleh nilai “baik” dengan nilai rata-rata presentase 72,9% dari ahli materi dan 86,5% dari ahli bahan ajar dengan kategori “sangat baik”. Hasil penilaian kpraktisan mendapatkan respon “sangat baik” saat uji coba terbatas dengan nilai rata-rata prosentase 86,8% dari peserta didik kelas III SDN Bakalan Krajan 2. Dengan demikian, LKPD interaktif ini layak dan Praktis digunakan dalam pembelajaran tematik terpadu khususnya tema benda di sekitarku subtema perubahan wujud benda kelas III SD.
Analysis Of Fifth Grade Students' Creative Thinking Skills Through The Implementation Of Radec Learning Yuniasih, Nury; Wahyu Sopandi; Andi Suhandi; Ernawulan Syaodih; Wiwi Pratiwi
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 7 No. 3 (2024): September
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v7i3.10445

Abstract

Level tertinggi dalam kompetensi kognitif bermakna siswa mampu membuat karya dengan menggunakan kreatifitas yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang keterampilan berpikir kreatif siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan model RADEC. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara terstruktur, dan catatan lapangan, serta analisis data menggunakan model Spradley. Hasil penelitian ini menunjukkan kegiatan siswa dalam membangun ide, tetapi hanya 50% dari jumlah siswa memiliki kelancaran dan memberi penjelasan mendalam dalam memunculkan ide baru. Kendala yang dialami siswa selama pembelajaran adalah mensintesa konsep karena membutuhkan waktu yang cukup. Sehingga dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif siswa dapat berkembang dengan berbagai kegiatan meliputi: membaca materi, analisis materi melalui tugas, diskusi untuk berbagi ide, dan membuat karya dari hasil membangun ide baru. Semua kegiatan tersebut ada pada model pembelajaran RADEC tetapi jika dilaksanakan secara daring memerlukan waktu yang cukup hingga siswa mampu membangun ide baru.
IbM Kelompok PKK Desa Senggreng Hartatik, Hartatik; Yuniasih, Nury
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v6i2.10101

Abstract

Desa senggreng memiliki potensi alam yang sangat baik, hal ini ditunjukkan dari banyaknya tanaman markisa yang dapat tumbuh dengan subur di desa tersebut. Potensi buah markisa yang dimiliki oleh Desa Senggreng, jika dapat dioptimalkan akan dapat meningkatkan perekonomian serta taraf  hidup masyarakat di desa tersebut. hampir seluruh penduduk di desa tersebut memiliki tanaman markisa di perkarangan rumahnya, namun kebanyakan tidak dimanfaatkan dan dibiarkan hingga membusuk. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan nilai guna dari buah markisa seperti mengubah buah markisa menjadi minuman sari buah. Upaya yang dilakukan agar ibu-ibu rumah tangga dapat mengolah buah markisa menjadi minuman sari buah adalah sebagai berikut : a) Melakukan penyuluhan mengenai usaha pengolahan buah markisa, b) melakukan pelatihan tentang pembuatan minuman sari buah, c) melakukan kemasan label minuman sari buah yang higienis dengan pewarna alami, ijin perdagangan dan kehalalan, d) pemasaran.
Learning Technology in Elementary School Sa&#039;odah Sa&#039;odah; Nury Yuniasih; Yuyun Dwi Haryanti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.1488

Abstract

Teachers currently face greater challenges than the previous era, where teachers are required to utilize technology in the learning process. This article provides a comprehensive overview of the technology used by primary school teachers. This study uses a qualitative descriptive method that explains what learning technologies are used by elementary school teachers. The instrument in this study was a questionnaire about the learning technology used and its strengths and weaknesses. The results showed 68% of the 335 teachers used the video call application via Whatsapp to create classes, Microsoft Power Point to create online learning media, Microsoft Word to create online student worksheets, Kinemaster to make learning videos, Whatsapp Group for online assignments, and Google Form for online evaluation. The advantage of this technology is that it is the only learning tool that is the most effective and efficient during this pandemic, while the disadvantage lies in the high costs involved in providing internet data packages. It is highly recommended for teachers to develop effective and efficient learning technology.