Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Probing Prompting Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Hasil Belajar Tematik Ema, Emelia; Yuniasih, Nury; Yasa, Arnelia Dwi
Sistem-Among : Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/sistemamong.v2i2.357

Abstract

Pembelajaran tematik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bandungrejosari 1 Malang dilaksanakan melalui sistem pembelajaran Blended Learning yang menuntut pendidik untuk kreatif dalam menyampaikan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Probing Prompting berbantuan media audio visual terhadap hasil belajar tematik siswa kelas IV SDN Bandungrejosari 1 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode eksperimen dengan desain penelitian quasi eksperimental design dengan menggunakan rancangan penelitian non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Probing Prompting berbantuan media audio visual (X1) dengan model pembelajaran Problem Solving berbantuan media audio visual (X2) memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini didukung dengan nilai sig t hitung < 0.05 yakni 0.003 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 88,15 dan kelas kontrol yaitu 78,46. Hal ini menjelaskan bahwa model pembelajaran Probing Prompting berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Interaktif Tema Benda di Sekitarku Subtema Perubahan Wujud Benda di Sekolah Dasar Firdaus, Miftakhul; Yuniasih, Nury; Sakdiyah, Siti Halimatus; Pratiwi, Hestiningtyas Yuli; Bima, Duran Core
Pedagogi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/pedagogi.v4i1.2406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar LKPD yang menarik untuk peserta didik. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE yang terdiri 5 tahap, tetapi pengembangan ini hanya sampai pada tahap implementation (implementasi).Teknik analisis data yang digunakan dalam pengembangan ini adalah menganalisis data hasil validasi melalui perhitungan rata-rata. Teknik analisis data untuk kelayakan LKPD ditentukan melalui analisis hasil validasi ahli materi dan ahli bahan ajar, serta untuk kepraktisan LKPD ditentukan melalui analisis uji coba responden peserta didik. Hasil pengembangan ini didapatkan hasil penilaian uji kelayakan dan kemenarikan. Hasil penilaian kelayakan diperoleh nilai “baik” dengan nilai rata-rata presentase 72,9% dari ahli materi dan 86,5% dari ahli bahan ajar dengan kategori “sangat baik”. Hasil penilaian kpraktisan mendapatkan respon “sangat baik” saat uji coba terbatas dengan nilai rata-rata prosentase 86,8% dari peserta didik kelas III SDN Bakalan Krajan 2. Dengan demikian, LKPD interaktif ini layak dan Praktis digunakan dalam pembelajaran tematik terpadu khususnya tema benda di sekitarku subtema perubahan wujud benda kelas III SD.
Analysis Of Fifth Grade Students' Creative Thinking Skills Through The Implementation Of Radec Learning Yuniasih, Nury; Wahyu Sopandi; Andi Suhandi; Ernawulan Syaodih; Wiwi Pratiwi
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 7 No. 3 (2024): September
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v7i3.10445

Abstract

Level tertinggi dalam kompetensi kognitif bermakna siswa mampu membuat karya dengan menggunakan kreatifitas yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang keterampilan berpikir kreatif siswa selama proses pembelajaran dengan menerapkan model RADEC. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara terstruktur, dan catatan lapangan, serta analisis data menggunakan model Spradley. Hasil penelitian ini menunjukkan kegiatan siswa dalam membangun ide, tetapi hanya 50% dari jumlah siswa memiliki kelancaran dan memberi penjelasan mendalam dalam memunculkan ide baru. Kendala yang dialami siswa selama pembelajaran adalah mensintesa konsep karena membutuhkan waktu yang cukup. Sehingga dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif siswa dapat berkembang dengan berbagai kegiatan meliputi: membaca materi, analisis materi melalui tugas, diskusi untuk berbagi ide, dan membuat karya dari hasil membangun ide baru. Semua kegiatan tersebut ada pada model pembelajaran RADEC tetapi jika dilaksanakan secara daring memerlukan waktu yang cukup hingga siswa mampu membangun ide baru.
IbM Kelompok PKK Desa Senggreng Hartatik, Hartatik; Yuniasih, Nury
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v6i2.10101

Abstract

Desa senggreng memiliki potensi alam yang sangat baik, hal ini ditunjukkan dari banyaknya tanaman markisa yang dapat tumbuh dengan subur di desa tersebut. Potensi buah markisa yang dimiliki oleh Desa Senggreng, jika dapat dioptimalkan akan dapat meningkatkan perekonomian serta taraf  hidup masyarakat di desa tersebut. hampir seluruh penduduk di desa tersebut memiliki tanaman markisa di perkarangan rumahnya, namun kebanyakan tidak dimanfaatkan dan dibiarkan hingga membusuk. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan nilai guna dari buah markisa seperti mengubah buah markisa menjadi minuman sari buah. Upaya yang dilakukan agar ibu-ibu rumah tangga dapat mengolah buah markisa menjadi minuman sari buah adalah sebagai berikut : a) Melakukan penyuluhan mengenai usaha pengolahan buah markisa, b) melakukan pelatihan tentang pembuatan minuman sari buah, c) melakukan kemasan label minuman sari buah yang higienis dengan pewarna alami, ijin perdagangan dan kehalalan, d) pemasaran.
Learning Technology in Elementary School Sa&#039;odah Sa&#039;odah; Nury Yuniasih; Yuyun Dwi Haryanti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.1488

Abstract

Teachers currently face greater challenges than the previous era, where teachers are required to utilize technology in the learning process. This article provides a comprehensive overview of the technology used by primary school teachers. This study uses a qualitative descriptive method that explains what learning technologies are used by elementary school teachers. The instrument in this study was a questionnaire about the learning technology used and its strengths and weaknesses. The results showed 68% of the 335 teachers used the video call application via Whatsapp to create classes, Microsoft Power Point to create online learning media, Microsoft Word to create online student worksheets, Kinemaster to make learning videos, Whatsapp Group for online assignments, and Google Form for online evaluation. The advantage of this technology is that it is the only learning tool that is the most effective and efficient during this pandemic, while the disadvantage lies in the high costs involved in providing internet data packages. It is highly recommended for teachers to develop effective and efficient learning technology.
Desain Modul Pembelajaran Geometri dengan Pendekatan Contekstual Teaching And Learning untuk Siswa Sekolah Dasar Dyah Tri Wahyuningtyas; Nury Yuniasih; Edy Bambang Irawan; Susiswo
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 27 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v27i12018p30-38

Abstract

Abstract: The research aimed to develop module of geometry learning with CTL approach in grade 4 and 5 primary school. The geometry learning module consists of two-dimensional figure and three-dimensional shape material. The development model used is divided into three phases as initial investigation, prototype, and assessment. The research instruments used validation sheets and questionnaires. The results showed that the product has reached valid criteria with score 3,65 (high criterion). Based on the validation result, the learning module of geometry with CTL approach for grade 4 and 5 primary school is declared valid and can be applied. Abstrak: Penelitian bertujuan mengembangkan modul pembelajaran geometri dengan pendekatan CTL di kelas IV dan V SD. Modul pembelajaran geometri terdiri dari materi bangun datar dan bangun ruang. Model pengembangan yang digunakan terbagi menjadi tiga fase yaitu investigasi awal, prototipe, dan asesmen. Instrumen penelitian yang digunakan lembar validasi dan angket respon ahli dan praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk modul pembelajaran geometri dengan pendekatan CTL telah memenuhi kriteria valid dengan ketercapaian validasi modul 3,65 (kriteria tinggi). Berdasarkan hasil validasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran geometri dengan pendekatan CTL untuk kelas IV dan V SD dinyatakan valid sehingga dapat diterapkan di SD.
The Effect of the Tabuk Lebah Educational Game on Fourth-Grade Elementary School Students' Ability to Identify Facts and Opinions Nury Yuniasih; Rizky Ayu Wachdani; Aris Sri Sunarti
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 9 No. 2 (2026): JUNI
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v9i2.18504

Abstract

This study aims to determine the effect of the educational game Tabuk Lebah on elementary school students’ ability to identify factual and opinion-based sentences. This study employs a quantitative approach using a pre-experimental research design with a repeated measures design. The participants consisted of 21 fourth-grade students from SDN Tanjungrejo 4, Malang City, selected using total sampling. The data collection instrument consisted of tests comprising a pretest, posttest 1, and posttest 2, each containing 15 items. The results of the prerequisite tests indicated that the data were normally distributed and met the assumption of sphericity; therefore, the analysis was conducted using Repeated Measures ANOVA with the Sphericity Assumed approach. The hypothesis test showed a significant difference in students’ ability to identify factual and opinion-based sentences before and after learning using the Tabuk Lebah educational game (p < 0.001). Post hoc pairwise comparisons revealed significant differences across all measurement time points (p < 0.001). The largest mean difference was found between the pretest and posttest 2, with a value of 52.714. The results indicate that students’ abilities improved through repeated learning using the Tabuk Lebah educational game. Thus, the Tabuk Lebah educational game has a significant effect on students’ ability to identify factual and opinion-based sentences.
Improving Environmental Literacy Through the Utilization of Ecobrick Media for Second Grade Students at Tanjungrejo 4 Public Elementary School Niken Ardhinata; Nury Yuniasih; Ernawati Ernawati
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 12 No. 2 (2026): Vol. 12 No.2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v12n2.p210-228

Abstract

Abstract: This study aimed to improve the environmental literacy of second-grade students through the utilization of ecobrick media integrated with the Project Based Learning (PjBL) model at SD Negeri Tanjungrejo 4 in Malang City. The study was motivated by students’ low understanding and implementation of environmental literacy, as reflected in habits such as littering, poor classroom cleanliness, and limited awareness of the surrounding environment. This research employed Classroom Action Research conducted in two cycles involving 23 students during the 2025/2026 academic year. Each cycle included planning, action implementation, observation, reflection, and evaluation stages. Data were collected through a pretest, Cycle I posttest, and Cycle II posttest measuring cognitive, affective, and behavioral indicators of environmental literacy. The findings showed a significant improvement in students’ learning outcomes. The average pretest score increased from 36.22 to 64.78 in Cycle I and reached 84.74 in Cycle II. Learning mastery improved from 30.43% in the pretest to 73.91% in Cycle I and 91.30% in Cycle II. The n-gain analysis indicated that most students achieved a high category in Cycle II, demonstrating the effectiveness of the PjBL ecobrick project. Keywords: Environmental literacy, Ecobrick, Project Based Learning, Classroom Action Research, Elementary school.
The Effectiveness of Genially-Based Interactive Media in Improving Fourth-Grade Elementary School Students’ Understanding of Photosynthesis Putri Rahmawati; Nury Yuniasih; Aris Sri Sunarti
Jurnal Review Pendidikan Dasar : Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian Vol. 12 No. 2 (2026): Vol. 12 No.2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpd.v12n2.p229-243

Abstract

This classroom action research aims to determine the effectiveness of Genially-based interactive media in improving fourth-grade elementary school students’ conceptual understanding of photosynthesis. The study was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data collection was conducted through achievement tests. Data analysis utilized the N-Gain calculation to determine improvements in students’ conceptual understanding. The results indicate that the use of Genially media effectively enhances students’ conceptual understanding. In Cycle I, the low N-Gain category accounted for 42.86%, the moderate category for 57.14%, and no students fell into the high category. In Cycle II, there was an improvement: the moderate category increased to 47.63% and the high category to 52.38%, while the low category was no longer present. These results indicate that Genially-based interactive media is effective for teaching photosynthesis in science education because it enhances student engagement and conceptual understanding more effectively
Implementasi Smart Presence Berbasis QR Code sebagai Solusi Transformasi Administrasi Kehadiran Siswa di Sekolah Dasar Andika Gutama; Ferdiana Wella Anggraeni; Prihatin Sulistyowati; Nury Yuniasih; Dyah Triwahyuningtyas; ⁠Dwi Cahyo Pangestu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v6i2.4149

Abstract

Pencatatan kehadiran siswa secara manual di Sekolah Dasar Negeri Pisangcandi 1 Kota Malang berpotensi menimbulkan ketidakefisienan dan keterlambatan rekapitulasi yang menghambat administrasi sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan akurasi sistem kehadiran siswa melalui sosialisasi dan pelatihan absensi digital berbasis QR Code menggunakan aplikasi Smart Presence. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2024 selama dua hari dengan melibatkan tiga tenaga pendidik (dua guru dan satu kepala sekolah) serta 28 siswa kelas IV. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan teknis, implementasi terbatas, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi terstruktur untuk mengukur waktu pencatatan kehadiran sebelum dan sesudah implementasi, serta diskusi reflektif untuk menggali respons pengguna. Hasil implementasi menunjukkan bahwa proses pemindaian QR Code berlangsung efisien dengan waktu deteksi 4–5 detik per siswa, sehingga keseluruhan 28 siswa dapat terabsensi dalam waktu kurang dari 3 menit pada rentang waktu 06.30–07.00. Perbandingan waktu pencatatan sebelum dan sesudah implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi administrasi sebesar 80% dibandingkan metode manual. Meskipun terdapat kendala teknis awal berupa keterbatasan konektivitas, pendampingan lanjutan efektif membantu guru dan siswa beradaptasi.