Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Analysis of Patient Satisfaction with Services at Genteng Regional Public Hospital Roshanti, Dian; Yoelianita, Betty Erda; Wirawati, Wahyu Adri; Rachmawan, Ivan
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1225

Abstract

Introduction: Getting complete health services is a privilege that patients must obtain. Patient satisfaction is a key element that can influence the patient's desire to reuse health services. Therefore, Genteng Regional Public Hospital needs to conduct periodic satisfaction surveys to maintain patient satisfaction periodically. Objectives: This study aims to determine patient satisfaction with services at Genteng Regional Hospital. This study was conducted in September-November 2024. Methods: This research design uses quantitative descriptive. The population in this study was 256 people, with a sample size of 150 people, who were obtained using the Krecjie Morgan table, were selected using a simple random sampling technique, and spread across 43 rooms, polyclinics, and units at the RSUD Genteng Banyuwangi. The variables used are patient satisfaction and service. The questionnaire contains 12 elements: service requirements, service procedures, service time, service schedule, service costs, service type products, indications of negligence, communication competence, service expertise, implementer behavior, handling of complaints, suggestions and input, facilities, and infrastructure with 58 statements. Results: This research consists of 12 elements and each shows the following results: (1)elements of service requirements with a value of 98.375 (Quality Value A); (2) elements of service procedures with a value of 97.611 (Quality Value A); (3) elements of service time with a value of 95.917% (Quality Value A); (4) elements of service schedule suitability with a value of 96.917% (Quality Value A); (5) elements of service costs of 96.861% (Quality Value A); (6) elements of service products of 97.250% (Quality Value A); (7) elements of indications of negligence with a value of 96.833% (Quality Value A); (8) elements of communication competence with a value of 97% (Quality Value A); (9) elements of service expertise with a value of 97% (Quality Value A); (10) elements of implementer behavior with a value of 96.867% (Quality Value A); (11) Complaints, suggestions and input elements with a value of 97.250% (Quality Value A); (12) elements.Conclusions: Based on the research results, the patient satisfaction value for services at Genteng Regional Hospital, Banyuwangi Regency, was 96.911%, which means that patients feel very satisfied and the quality of service is A.
PELATIHAN ASERTIF PADA REMAJA DENGAN KONDISI KELUARGA MIGRAN DALAM MENCEGAH POTENSI MENJADI KORBAN TINDAK KEKERASAN Wirawati, Wahyu Adri; Fitria, Yuli; Rachman, Machria; Hermanto, , Andrik
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v5i1.676

Abstract

Anak dan remaja cenderung menjadi korban kekerasan pasalnya dianggap pribadi yang lemah, terlebih pada mereka anak- anak dengan kondisi keluarga yang tidak utuh, pengasuhan yang tidak langsung, serta anak dengan kondisi keluarga migran. Mereka dapat berpotensi menjadi sasaran segala bentuk kekerasan mengingat tanpa keberadaan orang tua sebagai pendamping dan pengawas secara langsung. Salah satu cara mencegah potensi menjadi korban diantaranya meningkatkan keterampilan sosialnya berupa kemampuan asertif. Adapun pola pengembanganya dapat di kemas melalui pelatihan asertif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan menerapkan perilaku asertif untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan pada anak dan remaja. Peserta pelatihan yaitu anggota komunitas pemuda cluring bersatu yang berjumlah 20 orang dengan kondisi keluarga migran. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan pelatihan asertif berdampak positif signifikan dan efektif meningkatkan kemampuan asertif peserta. Keterampilan sosial yang meningkat dari pelatihan asertif berupa rasa percaya diri, keberanian untuk mengungkapkan perasaan dengan tegas, harga diri yang meningkat serta daya bangkit. dapat di simpulkan pelatihan asertif mampu meningkatkan keterampilan sosial yang dapat diterapkan ke dalam perilaku sehari – hari guna mencegah potensi menjadi korban kekerasan pada anak remaja dengan kondisi keluarga migran.
Pelatihan Bahasa Inggris bagi Kelompok Karang Taruna di Kampung Adat Baca Taman Rimba (Batara) Kalipuro – Banyuwangi Roudlotun Nurul Laili; Muhammad Nashir; Wahyu Adri Wirawati
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 2 No. 3 (2022): September : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v2i3.444

Abstract

Kampung Batara (Baca Taman Rimba) sebagai wadah belajar dan bermain bagi anak – anak yang putus sekolah dengan konsep alam berkeinginan agar dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas hingga ke manca negara. Kampung Batara ingin mengenalkan potensi desa, permainan tradisional, adat, kesenian tradisonal, makanan khas, dan kerajinan unik agar bisa menaikkan income masyarakat sekitar. Tetapi bahasa menjadi kendala utama karena untuk mengenalkan desa ke kancah Internasional tentunya harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang lancar dan baik. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan bahasa Inggris bagi kelompok Karang Taruna agar memiliki bekal dan kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni untuk mempromosikan kampung mereka. Metode yang digunakan yaitu role play, drilling, game yang menarik dan bervariasi, penggunaan gambar dan flashcard, pemutaran video, demonstrasi, serta field trip. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa Inggris para peserta yang dibuktikan dengan peningkatan rata – rata nilai pretest dari 47.78 menjadi 71.11 pada nilai posttest. Para peserta menyatakan, mereka sangat antusias dan lebih termotivasi mempelajari bahasa Inggris.