Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Deformasi

Pengaruh Penambahan Sabut Kelapa dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Geser Tanah Arima Sefta; Adiguna Adiguna; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5610

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian terpenting bidang konstruksi teknik sipil karena hampir semua bangunan berdiri atau dibangun di atas tanah. Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung rendah dan daya mampat yang tinggi serta memiliki  indeks plastisitas yang tinggi membuat tanah ini mempunyai prilaku mengembang jika terkena air sehingga disebut tanah ekspansif. Salah satunya adalah tanah merah di daerah Pakjo. Oleh karena itu, perlu beberapa alternatif untuk tanah tersebut menjadi mempunyai daya dukung dan kuat geser yang lebih baik, di mana dalam penelitian ini menggunakan campuran sabut kelapa dan abu sekam padi sebagai bahan tambahannya. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah campuran limbah sabut kelapa dan abu sekam padi dapat meningkatkan nilai kuat geser tanah merah melalui pengujian direct shear dengan persentanse penambahan sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dengan skala laboratorium. Hasil pengujian tanah merah didapat kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs) 2,67, batas cair (LL) 63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%, dengan sistem klasifikasi USCS berupa tanah lempung (CH),dan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Hasil pengujian pemadatan tanah standar asli didapat kadar air optimum 24,20 % dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Hasil  pengujian direct shear didapat kuat geser (t) tertinggi terjadi pada tanah merah dicampur dengan sabut kelapa dan abu sekam padi sebanya 5% yaitu 100,5 kPa dengan nilai  kohesi (c) 20,75 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 45,37,01o
Pengaruh Penambahan Serbuk Biji Karet Terhadap Kuat Geser Tanah Merah Aliyan Saputra Jaya; Amiwarti Amiwarti; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5209

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan-bahan organik. Tanah merah daerah Pakjo termasuk ke dalam jenis tanah lempung lunak dengan kuat geser yang rendah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kuat geser tanah merah yang terjadi apabila ditambahkan serbuk biji karet ke tanah merah dengan persentase 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pengujian pemadatan tanah dan pengujian kuat geser (direct shear). Dari hasil pengujian didapat bahwa tanah merah didaerah Pakjo Kota Palembang memiliki nilai kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs)  2,67, batas cair (LL)  63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%. Dan berdasarkan sistem klasifikasi USCS termasuk kedalam klasifikasi tanah lempung (CH), sedangkan berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Dengan pengujian pemadatan tanah standar (PTS) didapat kadar air optimum 24% dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Dari pengujian direct shear disimpulkan bahwa tanah merah dicampur dengan serbuk biji karet sebesar 15% dapat meningkatkan kuat geser tanah merah dengan  kuat geser (t) sebesar 65,70 kPa, nilai  kohesi (c) 49,00 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 38,01o
Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 Purwanto, Herri; Setiobudi, Agus; Amiwarti, Amiwarti; Kurniawan, Reffanda
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.17574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu beton dari hasil Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Terhadap Kuat Tekan Beton K-250 dengan  persentase penambahan dengan variasi 0%, 2,5%, 5% dan 7,5%. Metode penelitian ini berupa tergolong penelitian metode kuantitatif dengan judul Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 yang dilakukan di Workshop Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang untuk membuat sampel dan pengujian kuat tekan beton sedangkan di Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan untuk pengujian propertis material agregat yang dipakai. Hasil penelitian bahwa pada umur beton 28 hari nilai kuat tekan beton normal K-250 rata-rata sebesar 253,46 kg/cm2, kuat tekan beton dengan tambahan campuran 2,5% merek Damdex rata-rata sebesar 273,84 kg/cm², campuran 5% merek Damdex rata-rata sebesar 279,58 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Damdex rata-rata sebesar 210,89 kg/cm². Sedangkan untuk tambahan campuran 2,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 277,31 kg/cm², campuran 5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 325,56 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata 241,08 kg/cm².
Pengaruh Permeabilitas Terhadap Kecepatan Infiltrasi Kurniawan, Reffanda; Sari, Ronita
Jurnal Deformasi Vol. 2 No. 1 (2017): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v2i1.1204

Abstract

Kecepatan infiltrasi pada suatu massa tanah dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah tingkat permeabilitas tanah tersebut. Infiltrasi adalah proses masuknya air dari atas kedalam permukaan tanah, sedangkan permeabilitas tanah adalah kemampuan air maupun minyak untuk dapat mengalir melalui pori-pori tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara permeabilitas tanah dengan kecepatan infiltrasi dilakukan dengan uji lapangan. Dimana untuk penyelidikan tentang permeabilitas tanah dilakukan uji pemompaan, yang meliputi uji pemompaan menerus (longterm test) dan uji kambuh (recovery test). Sedangkan untuk penyelidikan tentang kecepatan infiltrasi, dilakukan pengujian sesuai dengan prinsip kerja single ring infiltrometer dengan menggunakan alat sederhana. Hasil uji lapangan, kecepatan infiltrasi yang diperoleh yaitu 3,37x10-5 m/det. Dari hasil pengujian diketahui, semakin besar nilai koefisien permeabilitas tanah, maka semakin cepat infiltrasi yang terjadi. Dan sebaliknya, semakin kecil nilai koefisien permeabilitas tanah, maka infiltrasi yang terjadipun akan semakin lambat.
Analisis Tebal Perkerasan Jalan Rigid di Kecamatan Sinar Peninjauan Rachardi, Rachardi; Kurniawan, Reffanda
Jurnal Deformasi Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v3i2.2321

Abstract

Jalan merupakan akses yang utama dalam mendukung kelancaran transportasi. Untuk itu konstruksi jalan yang baik merupakan prioritas utama. Salah satu upaya yag dilakukan dengan menganalisis Tebal Perkerasan Jalan Rigid di Kecamatan Sinar Peninjauan. Data - data yang di kumpulkan berdasarkan hasil  survey dilapangan dengan menghitung volume Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR), Kapasitas Jalan dan Studi Pustaka, dilakukan tiap satuan per jam untuk tiap-tiap jenis kendaraan dan volume jam sibuk, misalnya jam sibuk pagi,siang,dansore.Dalam pengumpulan data Analisa Tebal Perkerasan Jalan Rigid di Kecamatan Sinar Peninjauan, Berdasarkan jumlah lajur dan jalur jalan yang ada dikawasan studi, tipe jalan 1 jalur 2 lajur 2 arah, lebar jalur efektif 5 meter.Berdasarkan analisa dan pembahasan, didapat data Lalu Lintas Harian Rata- Rata (LHR) dijalan Kecamatan Sinar Peninjauan tahun 2016 adalah 1628 kendaraan/hari/2 jalur 2 arah, tebal perkerasan 18 cm, tulangan memanjang yang dipakai Ø14-100 mm untuk tulangan melintang dipakai Ø12-300 mm. Untuk peningkatan kualitas jalan sebaiknya menggunakan bahan yang memenuhi standar Bina Marga dan dapat menghasilkan jalan yang kuat, nyaman dalam berkendara.