Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Layanan Konseling Kesehatan Untuk Meningkatkan Psychological Well Being Mahasiswa Lucia Hernawati
Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/patria.v1i1.1903

Abstract

University is not only a place where students get knowledge academically but also non-academically. It must show responsibility to give students the opportunity to have a good life. For this reason, university must help students to be  aware of their self, their purpose in life and passion. It must help students develop their potential so they can live happily (well being especially psychological well being). The life satisfaction and happiness (psychological well being) can be fulfilled if the individual is in good health. The World Health Organization defines health as being physically, mentally and socially healthy. Health counseling can help individualsoptimize their potential. Continuous efforts to maintain body fitness, manage emotion and thinking ability for giving positive interpretation in life experinces and harmony social interaction and mutual support to others make individuals feel satisfied in life and happy. The purpose of this activity is to provide health counseling services to increase students' psychological well being. Thirty students from various faculties at UnikaSoegijapranata were involved in this activity. By attending three health counseling sessions with the theme of physical, mental, and social health there was an increase in psychological well being.
Perbandingan Prediktor Kesehatan Fisik dan Psikis Kepala Sekolah Berdasarkan Jenjang Sekolah Margaretha Sih Setija Utami; Lucia Hernawati; Haryo Goeritno; Yesika Mayang
PSIKODIMENSIA Vol 21, No 1: Juni 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v21i1.4470

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah membandingkan kesehatan fisik dan psikis kepala sekolah, dan membandingkan prediktor kesehatan kepala sekolah (sosio-demografi, situasi kerja, informasi kesehatan, promosi kesehatan, persepsi terhadap pentingnya kesehatan guru dan murid) berdasarkan jenjang sekolah. Partisipan penelitian ini adalah 234 kepala sekolah. Pengambilan data menggunakan skala Dadaczynski dkk. (2021). Analisis data dengan menggunakan 1) ANAVA untuk membandingkan kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah, 2) Split data dan regresi untuk melihat prediktor kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah. Hasil analisis data menunjukkan kelemahan/kecacatan kepala sekolah pada sekolah lain-lain berbeda dari kepala SD, SMP, dan SMA/SMK, serta terdapat perbedaan prediktor kesehatan kepala sekolah pada berbagai jenjang sekolah. Kesimpulannya, perbedaan hasil penelitian ini dengan penelitian sebelumnya kemungkinan disebabkan banyaknya sub bagian pada variabel yang diteliti.Kata Kunci: Prediktor, kesehatan kepala sekolah, jenjang sekolah AbstractThe purposes of this study were to study the differences of the physical and psychological health of principals and to compare their predictors (socio-demographies, work situation, health information, health promotion, perception of the importance of teacher and student health) by types of schools. The participants of this study were 234 principals. Data collection used a batterey scale from Dadaczynski et al (2021). Data was analyzed used 1) ANOVA to compare the health of principals in various types of schools, 2) Split data and Regression Analysis to see the effect of the predictors on the health of principals among various schools. The results showed that the weaknesses/disability of principals in other schools were different from those of the principals of Elementary Schools, Junior High Schools, and Senior High Schools/ Vocational Schools, and there were different predictors of principals’ health in various types of schools. The conclusion is differences between the results of this study compared to those of other studies was probably due to the large number of sub-sections on the variables studied.Keywords: Predictors, principal's health, school level
Gambaran Penyebab Mahasiswa Enggan Mencari Bantuan Profesional di Masa Pandemi Covid-19 Lucia Hernawati
PSIKODIMENSIA Vol 21, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v21i2.4764

Abstract

Mahasiswa menjadi segmen yang rawan mengalami gangguan kesehatan mental karena berada pada fase transisi peran dari remaja akhir menuju dewasa. Salah satu hal yang memengaruhi keberhasilan dalam mengelola masalah kesehatan mental di masa pandemi Covid-19 adalah perilaku mencari bantuan pada profesional (konselor, psikolog, psikiater). Banyak mahasiswa enggan mencari bantuan pada profesional saat menghadapi permasalahan di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab mahasiswa enggan mencari bantuan pada professional di masa pandemi Covid-19. Penelitian kualitatif ini melibatkan delapan orang mahasiswa yang saat ini sedang kuliah di empat universitas di kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab utama keengganan mahasiswa mencari bantuan pada profesional adalah kurangnya dukungan sosial dalam bentuk informational support, instrumental support, dan emotional support. Terdapat sikap yang negatif terhadap pemberian bantuan profesional pula, mahasiswa merasa masalah yang dialaminya tidak serius maka cukup dibicarakan dengan teman, pacar, atau keluarga, tidak perlu mencari bantuan pada profesional.
Gambaran Pelaksanaan Layanan Konseling Online di Perguruan Tinggi Lucia Hernawati; Haryo Goeritno
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 5, No 2: Maret 2023
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v5i3.11262

Abstract

Abstrak Sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi, perguruan tinggi pada umumnya memiliki unit bimbingan dan konseling yang membuat berbagai program untuk membantu mahasiswa menyelesaikan masalah akademik dan non akademik. Salah satu program layanan konseling yang dijalankan di masa pandemi ini adalah layanan konseling online. Mahasiswa tidak perlu datang ke kampus, lepas dari sosial stigma, tidak perlu cemas dan gugup menghadapi seorang psikolog/konselor. Mahasiswa yang memiliki jadual kuliah yang padat atau malu bertemu psikolog/konselor dapat memakai layanan konseling online. Walaupun layanan konseling online berpotensi untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah mahasiswa namun perlu penelitian untuk mendukung evaluasi dan pembuatan strategi regulasi layanan konseling online di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi layanan konseling online di perguruan tinggi dari sudut pandang mahasiswa sebagai pengguna layanan konseling online. Delapan orang mahasiswa dari empat universitas negeri dan swasta di kota yang pernah mendapat layanan konseling online di kampusnya terlibat sebagai partisipan dalam penelitian ini. Dengan metode kualitatif fenomenologi dilakukan wawancara mendalam untuk mengetahui persepsi partisipan tentang bentuk, proses dan efektivitas konseling online yang pernah diikutinya. Data akan dianalisa secara kualitatif untuk  mengetahui fenomena layanan konseling online untuk mahasiswa di perguruan tinggi. Ditemukan pada umumnya layanan konseling online yang diberikan pada bentuk text-chat. Persiapan sarana Smartphone, headset, mic, webcam, kuota, wifi dilakukan. Sebagian konselor ramah, suasana konseling kondusif, mahasiswa merasa dipahami masalah dan perasaannya, konselor mampu membantu mahasiswa mencapai insight. Konseling berjalan efektif. Dengan indikator tersedia sarana dan prasarana, target dan strategi jelas untuk mencapai target jelas, analisa masalah jelas, perencanaan matang, dan insight tercapai. Sedangkan sebagian yang lain kebalikannya. Kata kunci: konseling online, perguruan tinggi, mahasiswa 
The Implementation of MBKM Policy and Its Impact on the Curriculum and Learning Model Hartono, Heny; Retnawati, Berta Bekti; Leong, Hironimus; Mulyani, Tri Hesti; Hernawati, Lucia
Celt: A Journal of Culture, English Language Teaching & Literature Vol 22, No 1: June 2022, Nationally Accredited
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/celt.v22i1.4246

Abstract

This article is a report of a research on the implementation of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) at Soegijapranata Catholic University  (SCU), Semarang supported by the Directorate General of Research and Technology, Directorate General of Higher Education, Republic Indonesia). This study involved 5275 respondents as the sample taken from a total of 7775 population which consisted of lecturers, administrative staff, and students. It aimed to see the implementation of MBKM at SCU and how the stakeholders perceived the impacts of MBKM implementation on the curriculum, syllabus, and learning model. This study applied sequential method by which the results of qualitative and quantitative data analysis were elaborated. The instruments used were Focus Group Discussion and SPADA survey. The results of this study showed that respondents had positive perceptions on the implementation of MBKM but not all respondents fully understood the system, process, and procedure of the MBKM implementation. The implementation of MBKM also affected the curriculum and learning model. Therefore, a model of curriculum and learning model based on contextual learning was suggested to support the implementation of MBKM at SCU.
Hubungan antara Stres Akademik dan Efikasi Diri dengan Kecanduan Smartphone pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Pratiwi, Devi Indri; Hernawati, Lucia
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 19, No. 2 : Al Qalam (Maret 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v19i2.4187

Abstract

Kecanduan smartphone pada kelompok remaja perlu mendapat perhatian serius karena terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stres akademik dan efikasi diri dengan kecanduan smartphone pada siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-korelasional. Sampel sebanyak 120 orang siswa SMP swasta di kota Semarang yang diperoleh secara cluster sampling. Data diperoleh menggunakan Smartphone Addiction Scale Short (SAS-SV), Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA), dan Generalized Self-Efficacy Scale (GSES). Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian adalah ada hubungan antara stres akademik dan efikasi diri dengan kecanduan smartphone pada siswa SMP (rx1x2y = 0,367 dan p<0,05; F = 9,103 dan p<0,05), ada hubungan positif antara stres akademik dengan kecanduan smartphone pada siswa SMP (r = 0,294 dan p<0,05; T = 2,586 dan p<0,05), dan ada hubungan negatif antara efikasi diri dengan kecanduan smartphone pada siswa SMP (r = -0,292 dan p<0,05; T = -2,556 dan p<0,05). Kesimpulannya, kecanduan smartphone pada siswa SMP dapat diprediksi dengan stres akademik dan efikasi diri. Upaya untuk mencegah atau menurunkan kecanduan smartphone pada siswa SMP perlu mempertimbangkan faktor stres akademik dan efikasi diri. Siswa perlu meningkatkan manajemen waktu dalam belajar dan menetapkan target yang realistik. Manajemen sekolah dan psikolog dapat mengembangkan psikoedukasi atau program pencegahan mengenai stres akademik, efikasi diri dan kecanduan smartphone.
Prevalence follow Bullying Students in Schools and Their Prevention: A Literature Review Swastikaningsih, Rahmaniar Resty; Eriani, Praharesti; Hernawati, Lucia
KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Vol 10 No 1 (2023): KONSELI : Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-journal)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kons.v10i1.15581

Abstract

The bullying of teenagers is a concern of mine as it can have negative impacts on the victim such as anxiety, loneliness, low self-esteem, low levels of competition, depression, escapism, and substance abuse. The aim of this research is to identify bullying in schools and ways to prevent it. This study uses a qualitative approach with a literature review method. In this research, the data sources used are articles that can be obtained from various sources, such as reputable scientific journal databases, libraries, or the internet within the range of 2019-2022. The data set is then analyzed through inclusion and exclusion criteria stages. There were 24 articles relevant to the topic from a total of 120 analyzed articles. The results of this research found that the phenomenon of bullying has led to horrific acts of sexual harassment such as victims being forced to have sex with animals, being beaten, even forced to kiss the perpetrator's feet, crushed by a motorbike, being set on fire with cigarettes, and kicked in the genitals. Prevention methods that can be implemented include socialization to parents and the school community to increase awareness of bullying.
KEMANDIRIAN BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS PADA PRESTASI BAHASA INDONESIA DENGAN PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM Budiastuti, Wahyuni; Hernawati, Lucia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.40209

Abstract

Prestasi belajar merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, prestasi belajar siswa menjadi penting karena Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi utama, serta dasar untuk memahami mata pelajaran lainnya . Penelitian menunjukkan kemandirian belajar dan berpikir kritis berkontribusi terhadap prestasi belajar. Siswa yang memiliki kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis lebih tinggi cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik karena lebih siap menghadapi tugas-tugas yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 44 siswa kelas 5 SD yang menerapkan pembelajaran Flipped Classroom. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket/kuesioner yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu kemandirian belajar dan berpikir kritis menggunakan kuesioner. Untuk prestasi belajar datanya didapatkan dari nilai rapor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan dibandingkan dengan pendapat para ahli ada beberapa hal yang tidak sesuai. Flipped classroom adalah proses siswa mempelajari materi di rumah sebelum kelas dimulai dan kegiatan belajar di kelas berupa mengerjakan tugas, berdiskusi tentang materi yang belum dipahami siswa. Guru memberikan materi ke siswa melalui LMS kemudian siswa mengerjakannya dirumah jika selesai upload tugas tersebut di LMS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil belajar dengan menggunakan pembelajaran model flipped classroom kurang efektif. Karena tidak maksimalnya proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai. Mulai dari fungsi guru yang tidak maksimal, orang tua yang tidak bisa memberikan pemahaman dengan baik serta siswa yang masih membutuhkan pengawasan dalam menggunakan teknologi. Model Flipped Classroom perlu adanya perbaikan dan peningkatan baik dari sisi pengajar maupun sistemnya.
Parents Effectiveness Training (PET) as a Strategy for Improving the Interpersonal Relationship between Foster Parents and Children in Alternative Care Settings Vetriana, Hana; Hernawati, Lucia; Eriany, RA. Praharesti
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 13, No 4 (2025): Volume 13, Issue 4, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v13i4.21173

Abstract

Building effective communication between parents and children within the family can be a challenging task. This is also the case for foster mothers at SOS Children’s Village Semarang, who face unique challenges in establishing communication with their foster children from diverse backgrounds and age groups. These circumstances present specific difficulties in achieving effective interpersonal communication in their caregiving roles. This training program aims to improve the interpersonal communication skills of foster mothers when interacting with children. The training was conducted over four sessions using key concepts from the Parents Effectiveness Training (PET) program, namely Active Listening, I-Messages, the Behavior Window, and No-Lose Conflict Resolution. The training program is expected to enhance the interpersonal communication skills of foster mothers. This study employed a quantitative method using a quasi-experimental approach. The research design followed a one-group pre-test–post-test format, comparing scores before and after the intervention within the same group. The analysis results showed a significant difference between the pre-test and post-test scores (Z = -2.80, p = 0.0019 < 0.05), indicating that the PET training program had a highly significant impact and demonstrated strong effectiveness in improving the interpersonal communication abilities of foster mothers.Membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak-anak dalam suatu keluarga bukanlah hal yang mudah. Hal ini terjadi juga bagi Ibu asuh di SOS Children’s Village Semarang yang menghadapi permasalahan dalam membangun komunikasi dengan anak-anak asuh nya yang memiliki latar belakang dan rentang usia yang berbeda. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk memiliki komunikasi interpersonal yang efektif saat memberikan pengasuhan. Tujuan program pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal ibu asuh dalam berkomunikasi dengan anak-anak. Pelatihan dilakukan selama 4 kali pertemuan dengan menggunakan konsep kunci yang ada dalam program pelatihan Parents Effectivess Training (PET) yaitu Active Listening, I-Messages, Behavior Window dan No-Lose Conflict Resolution. Ada kemungkinan program pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal pada ibu asuh. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Desain yang digunakan adalah one group pretest-posttest, yaitu dengan membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok yang sama. Dari hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (Z = -2.80, p = 0.0019 < 0.05), yang mengindikasikan bahwa intervensi program pelatihan PET memberikan pengaruh yang sangat signifikan dan memiliki efektivitas yang tinggi dalam peningkatan keterampilan komunikasi interpersonal ibu asuh.
KEMANDIRIAN BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS PADA PRESTASI BAHASA INDONESIA DENGAN PEMBELAJARAN FLIPPED CLASSROOM Budiastuti, Wahyuni; Hernawati, Lucia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.42144

Abstract

Prestasi belajar merupakan salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia, prestasi belajar siswa menjadi penting karena Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi utama, serta dasar untuk memahami mata pelajaran lainnya. Penelitian menunjukkan kemandirian belajar dan berpikir kritis berkontribusi terhadap prestasi belajar. Siswa yang memiliki kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis lebih tinggi cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik karena lebih siap menghadapi tugas-tugas yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 44 siswa kelas 5 SD yang menerapkan pembelajaran Flipped Classroom. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket/kuesioner yang terdiri dari dua bagian utama, yaitu kemandirian belajar dan berpikir kritis menggunakan kuesioner. Untuk prestasi belajar datanya didapatkan dari nilai rapor. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan dibandingkan dengan pendapat para ahli ada beberapa hal yang tidak sesuai. Flipped classroom adalah proses siswa mempelajari materi di rumah sebelum kelas dimulai dan kegiatan belajar di kelas berupa mengerjakan tugas, berdiskusi tentang materi yang belum dipahami siswa. Guru memberikan materi ke siswa melalui LMS kemudian siswa mengerjakannya dirumah jika selesai upload tugas tersebut di LMS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil belajar dengan menggunakan pembelajaran model flipped classroom kurang efektif. Karena tidak maksimalnya proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai. Mulai dari fungsi guru yang tidak maksimal, orang tua yang tidak bisa memberikan pemahaman dengan baik serta siswa yang masih membutuhkan pengawasan dalam menggunakan teknologi. Model Flipped Classroom perlu adanya perbaikan dan peningkatan baik dari sisi pengajar maupun sistemnya.