Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan melalui pelestarian dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal Azizah, Rina Nur
NGABDIMAS UNIRA Vol 5, No 1 (2025): Pengabdian kepada Masyarakat (Ngabdimas)
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/ngu.v5i1.2753

Abstract

Desa Tentenan Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan merupakan salah satu desa yang mengadakan program pengrajin gerabah yang dikelola BUMDes. Dengan adanya produksi gerabah yang harga murah maka masyarakat mendapat keuntungan yang lebih sehingga dapat meingkatkan perekonomian keluarga. Nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang seharusnya menjadi identitas dari kerajinan gerabah mulai terpinggirkan. Ditambah lagi, ketersediaan bahan baku seperti tanah liat pun semakin sulit akibat perubahan lingkungan dan alih fungsi lahan. Semua permasalahan ini saling berkaitan dan jika tidak segera diatasi, dapat mengancam kelangsungan tradisi kerajinan gerabah di masa depan. Untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pengrajin gerabah, diperlukan pendekatan yang bersifat partisipatif dan berbasis pada potensi lokal. Metode ini menekankan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya para pengrajin, dalam proses identifikasi masalah, perencanaan solusi, serta pelaksanaan program yang relevan. Pendekatan ini dapat dimulai dengan pemberian pelatihan keterampilan, baik dalam hal inovasi desain, peningkatan kualitas produksi, maupun pemanfaatan teknologi sederhana. Secara peningkatan masyarakat Desa Tentenan Barat yang signifikan terjadi tersebut diketahui bahwa masyarakat mulai mengalami keberdayaan secara mandiri karena mereka terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Ada beberapa aspek untuk melihat suatu masyarakat itu mengalami keberdayaan dilihat dari segi ekonomi masyarakat.
ANALISIS PERAN DISIPLIN KERJA DOSEN PENDIDIKAN PANCASILA BERDASARKAN PERSEPSI MAHASISWA UNIVERSITAS MADURA Aristin, Rini; Hasbullah, Hasbullah; Firdaus, Sukma Umbara Tirta; Azizah, Rina Nur; Kasanova, Ria
Hudan Lin Naas: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2025): Jurnal Hudan Linnaas Vol 6 No. 1, 2025
Publisher : Al-Amien Prenduan University, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/hudanlinnaas.v6i1.2096

Abstract

This study aims to analyze the role of work discipline of lecturers teaching Pancasila Education courses at the University of Madura based on student perceptions. Lecturer work discipline is an important factor that affects the quality of the learning process and student motivation in attending lectures. This study uses a descriptive approach with an in-depth study of five lecturers who teach in various faculties, namely the Faculty of Administrative Sciences, the Faculty of Education, the Faculty of Law, the Faculty of Engineering, and the Faculty of Agriculture. Data was collected through in-depth interviews and observations, then analyzed thematically to identify patterns and meanings of student experiences related to lecturers' work disciplines. The results of the study show that lecturers' work discipline includes punctuality, material readiness, responsiveness to students, and consistency in evaluation which directly impacts learning effectiveness. Student perceptions confirm that disciplined lecturers motivate them to be more active and serious in participating in the learning process. Although there are obstacles such as administrative burdens that affect the consistency of lecturer discipline, lecturers' commitment to work discipline still has a significant positive impact. This study recommends that educational institutions provide adequate support to lecturers in managing workload and developing policies that encourage the implementation of optimal work discipline. Further studies are suggested to expand the scope of the sample and use data triangulation to gain a more comprehensive understanding of the factors that affect lecturers' work discipline and their impact on the quality of education. 
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGANPSIKOLOGIS ANAK Azizah, Rina Nur
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam keluarga dibutuhkan suasana hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak karena kerukunan di dalam rumah tangga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangan dan pendidikan anak. Namun pada kenyataannya sudah menjadi kodrat manusia bahwa kebahagiaan, kesengsaraan, penderitaan, suka, duka, kerukunan, keharmonisan dan perselisihan merupakan peristiwa yang selalu dating silih berganti dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak perceraian terhadap perkembangan psikologis anak. Dengan jenis penelitian kajian pustaka, penulis memaparkan bahwa merupakan bukan akhir dari hubungan suami istri, namun orang tua yang telah bercerai harus tetap memikirkan perkembangan dan pendidikan anak selanjutnya karena perceraian tidak hanya berdampak pada suami istri namun dampak terbesar adalah perkembangan psikologis anak. Temuan penelitian ini adalah bahwa perceraian mempunyai dampak negatif terhadap perkembangan psikologi anak, karena pada umumnya perkembangan psikologi anak yang orang tuanya bercerai sangat terganggu, selain itu faktor negatif dampak dari perceraian adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Keutuhan rumah tangga dibutuhkan dalam membantu perkembangan psikologi dan pendidikan anak. Kurangnya perhatian dan kasih sayang bagi anak terhadap perceraian orang tua anak menimbulkan perasaan cemas, bingung, resah, malu dan sedih. Terlebih bagi anak usia remaja, maka anak akan mengalami gangguan emosional dan akan lari pada kenakalan remaja dan narkoba.
Efektivitas Program Aplikasi MyPertamina di SPBU Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan Azizah, Rina Nur; Nurhalizah, Rahmi
Aspirasi: Jurnal Ilmiah Administrasi Negara Vol 7, No 1 (2026): ASPIRASI: Jurnal Administrasi Negara
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/aspirasi.v7i1.2937

Abstract

Kalimantan Selatan, khususnya sebagai jalur kogistis di Pulau Kalimantan, memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap BBM bersubsidi, terutama Solar untuk angkutan barang. Antrian panjang di SPBU menjadi pemandangan sehari-hari yang memicu kemacetan dan penurunan produktivitas ekonomi di wilayah ini. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam terkait efektivitas program MyPertamina pada SPBU di wilayah Kecamatan Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Observasi di lapangan menunjukkan terdapat keluhan dari Sebagian Masyarakat mengenai kompleksitas proses pendaftaran dan verifikasi melalui aplikasi MyPertamina, khususnya bagi pengguna yang memiliki keterbatasan akses digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam Metode analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis data Creswell, 2013. Keabsahan data dalam penelitian ini, menggunakan triangulasi dengan sumber. Program penyaluran BBM bersubsidi melalui aplikasi MyPertamina di SPBU Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan telah diterapkan, namun efektivitasnya masih beragam. Pengguna kendaraan pribadi masih mengalami hambatan seperti kendala jaringan dan kesulitan mengoperasikan aplikasi, sehingga mempengaruhi kelancaran proses pengisian. Sementara itu, transportasi umum yang tidak diwajibkan menggunakan aplikasi cenderung mengalami proses pengisian yang lebih cepat. Hal ini menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap kebijakan tersebut dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, kemampuan pengguna, serta dukungan petugas SPBU di lapangan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan di lapangan telah sesuai dengan dasar hukum, namun efektivitasnya masih memerlukan peningkatan melalui peningkatan kualitas jaringan, pendampingan kepada masyarakat, serta penyempurnaan prosedur verifikasi digital.
Dinamika Relasi Suami Istri dalam Kesetaraan Gender pada Masyarakat Budaya Patriarki di Kepulauan Mandangin Kabupaten Sampang Azizah, Rina Nur; Gaol, Indra Devian Lumban; Bisri, Mashur Hasan
Jurnal Publisitas Vol 12 No 2 (2026): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STISIPOL Candradimuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37858/publisitas.v12i2.691

Abstract

Gender is understood as an analytical framework that differentiates the roles of men and women. Patriarchal structures have historically reinforced gender inequality by placing men in control over women. The purpose of this study is based on the phenomenon of gender inequality in the Mandangin Islands, where women are often viewed as second-class. The method used in this study is a qualitative descriptive method. Observations were conducted in the Mandangin Islands and interviews were conducted with village government officials, community leaders, and the Mandangin Islands community. Data analysis techniques used were processing and preparing data for analysis, reading all data, starting with coding all data. From the results of the study, it can be concluded that the social structure in the Mandangin Islands, Sampang Regency, is still dominated by a patriarchal value system that limits women's space for movement. Local culture constructs the role of men as the sole authority holders, which indirectly creates unequal access to economic resources and education for women. Women are considered second-class, this encourages women to be actively involved in productive activities, such as processing seafood. Furthermore, the PEKA (Female Heads of Households) program, in the context of the Mandangin Islands community, has become a crucial turning point, exerting a powerful influence on the deeply rooted patriarchal culture. The research suggests that the government should expand the reach of the PEKA program as a community-based empowerment model integrated with regional policies (Perda) on women's protection. The government should involve religious and community leaders (village heads/heads) in dialogues on gender equality.