Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Senam Hamil terhadap Tingkat Nyeri Punggung Bawah dan Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil Trimester III Oktavia, Yenni; Suhat, Suhat; Riyanto, Agus; Nugrahaeni, Dyan Kunthi
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 November 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v5i2.1035

Abstract

Senam hamil merupakan terapi latihan gerak yang dirancang untuk menjaga stamina dan kebugaran ibu hamil, serta mempersiapkannya secara fisik dan mental untuk menghadapi kehamilan dan persalinan. Penelitian yang dilakukan di Puskesmas Sekeloa mengekplorasi efektivitas senam hamil dalam mengurangi nyeri punggung bawah dan tingkat kecemasan pada iku hamil trimester III menggunakan desain quasi eksperimen dengan kontrol grup tidak setara. Penelitian ini melibatkan 60 ibu hamil trimester ketiga dan menggunakan skala NRS dan HARS untuk mengukur nyeri dan kecemasan. Analisis statistik termasuk uji t dependen dan independen, serta regresi logistik berganda dilakukan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam hamil memiliki dampak signifikan dalam mengurangi nyeri punggung bawah dan tingkat kecemasan. Meskipun tidak ada faktor perancu yang diidentifikasi untuk nyeri punggung bawah, faktor pendidikan dan pekerjaan ditemukan sebagai predikat untuk tingkat kecemasan. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan wanita hamil untuk berpartisipasi secara teratur dalam senam kehamilan untuk mengatasi nyeri punggung bawah dan kecemasan selama kehamilan. Penelitian ini juga menyoroti manfaat potensial dari senam kehamilan sebagai intervensi non-farmakologis untuk meningkatkan kesejahteraan ibu hamil, terutama dalam mengelola ketidaknyamanan umum yang terkait dengan trimester ketiga kehamilan.
Perbedaan determinan faktor keluarga dengan kejadian balita stunting di pedesaan dan perkotaan Budiana, Teguh Akbar; Nugrahaeni, Dyan Kunthi; Mauliku, Novie Elvinawaty
Gema Wiralodra Vol. 14 No. 1 (2023): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gw.v14i1.355

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kejadian stunting di Jawa Barat sebesar 8.3%, sedangkan kejadian stunting di Kota Cimahi sebesar 10.9% dan di Kabupaten Bandung Barat sebesar 6.96%. Stunting merupakan permasalahan yang harus segera di tanggulangi karna akan berdampak kepada kesehatan anak dimasa kini dan yang akan datang. Tujuan penelitian menganalisis perbedaan determinan faktor terjadinya stunting menurut jumlah anggota keluarga, umur ibu saat hamil, dan pendapatan keluarga diwilayah perkotaan dan pedesaan. Rancangan penelitian cross sectional, responden balita stunting usia 24 – 59 bulan. Penelitian dilakukan di 2 tempat, wilayah pedesaan peneliti mengambil tempat di wilayah kerja Puskesmas Patarumah Kabupaten Bandung Barat, sedangkan perkotaan di wilayah kerja Puskesmas Cimahi Tengah Kota Cimahi. Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan kuota sampling dan tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampeli sebanyak 96 responden (48 balita stunting yang berada di pedesaan dan 48 balita stunting yang berada di perkotaan) diukur dengan TB/U. Instrumen penelitian meliputi kuesioner, microtoice, dan alat bantu statistik. Analisis data bivariat menggunakan uji Mann-Whitney Test. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara jumlah anggota keluarga (p=0.838), usia ibu saat hamil (p=0.80), dan pendapatan keluarga (p=0.816) dengan kejadian stunting di pedesaan dan perkotaan. Memperhatikan umur ibu pada saat hamil agar tidak hamil pada usia beresiko, memperkuat kerjasama lintas sector dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Efektivitas Media Video dan Permainan Ular Tangga Terhadap Praktik Menyikat Gigi dan Index PHP (Personal Hygiene Performance) Pada Siswa di SDN Pondok Panjang Kabupaten Lebak Provinsi Banten Sumardi, Dini Rahayu; Riyanto, Agus; Rahmiyati, Ayu Laili; Nugrahaeni, Dyan Kunthi; Suhat, Suhat
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i4.32140

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut adalah bagian penting dari kesehatan umum, namun karies gigi anak masih tinggi di daerah kurang terjangkau seperti Lebak, Indonesia. Data awal Puskesmas Cihara (2023) menunjukkan prevalensi karies 65,69% pada siswa SDN Pondok Panjang, yang belum pernah mendapat edukasi kesehatan gigi. Menilai efektivitas kombinasi media video dan permainan ular tangga dalam meningkatkan praktik menyikat gigi dan indeks PHP pada siswa SD. Desain kuasi-eksperimen pretest-posttest dengan 82 partisipan (41 intervensi, 41 kontrol). Kelompok intervensi mendapat edukasi melalui video dan permainan ular tangga, sedangkan kelompok kontrol tidak. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Kelompok intervensi mengalami peningkatan signifikan dalam pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), praktik (p=0,000), dan indeks PHP (p=0,000), meskipun skor N-Gain menunjukkan efektivitas terbatas. Faktor perancu meliputi usia dan kebiasaan menyikat gigi. Pendekatan kombinasi media direkomendasikan untuk program kesehatan gigi di sekolah, namun penelitian selanjutnya perlu mengeksplorasi media interaktif (misalnya AR), desain longitudinal, dan faktor sosioekonomi untuk meningkatkan dampak.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Petugas Kesehatan dalam Pelayanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan terhadap Penderita HIV/AIDS di Kota Bandung Rosaidah, Imas Ati; Nugrahaeni, Dyan Kunthi; Riyanto, Agus; Rahmiyati, Ayu Laili; Mauliku, Novie E.
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/8v0w5270

Abstract

Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immune Deficiency Syndrome masih menjadi masalah kesehatan global maupun nasional, termasuk di Kota Bandung yang mencatat peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Kualitas layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan sangat dipengaruhi oleh perilaku petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku petugas kesehatan dalam pelayanan perawatan, dukungan, dan pengobatan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome di Kota Bandung.Metode: Desain potong lintang dengan 100 responden petugas kesehatan yang terlibat dalam pelayanan perawatan, dukungan, dan pengobatan di tiga fasilitas kesehatan utama. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda.Hasil: Umur dan jenis kelamin berhubungan signifikan dengan perilaku petugas kesehatan. Petugas ≤40 tahun (PR = 3,06; 95% CI = 1,24–7,59; p = 0,016) dan perempuan (PR = 3,14; 95% CI = 1,02–9,50; p = 0,047) memiliki peluang perilaku baik lebih tinggi. Variabel sikap, profesi, pendidikan, dan keterpaparan informasi tidak berhubungan bermakna (p > 0,05).Kesimpulan: Umur dan jenis kelamin merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku petugas kesehatan dalam pelayanan HIV/AIDS. Upaya peningkatan kapasitas perlu difokuskan pada petugas laki-laki dan usia >40 tahun melalui pelatihan empatik dan pembinaan profesional berkelanjutan.
Determinasi Minat PrEP pada LSL: Studi pada Komunitas Daring Gay Indonesia (X Community Tab) Nurul Huda, Alfi Septian; Mauliku, Novie Elvinawaty; Suhat, Suhar; Nugrahaeni, Dyan Kunthi; Mahwati, Yeni
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 5 (2026): Volume 8 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i5.25015

Abstract

ABSTRACT HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that attacks the immune system and can be prevented through biomedical interventions such as Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP), which involves the use of antiretroviral (ARV) medication by individuals who are not infected with HIV. PrEP has been shown to be highly effective in preventing HIV transmission, particularly among high-risk populations such as men who have sex with men (LSL). Despite its proven effectiveness, interest in PrEP use varies across individuals and communities, indicating the need to understand factors influencing PrEP uptake intention. This study aimed to examine the association between education level, sexual orientation, knowledge of PrEP, and multiple sexual partner behavior with interest in PrEP use among members of an Indonesian gay online community (X Community Tab). This study employed a cross-sectional design involving 376 participants who were members of the X Community Tab online community. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using univariate, bivariate, and multivariate statistical approaches with IBM SPSS version 25. The variables examined included education level, sexual orientation, knowledge of PrEP, and multiple sexual partner behavior. The analysis revealed a significant association between knowledge of PrEP (p = 0.001) and multiple sexual partner behavior (p = 0.001) with interest in PrEP use. In contrast, no significant association was found between education level (p = 0.634) or sexual orientation (p = 0.974) and interest in PrEP use. Adequate knowledge of PrEP and engagement in multiple sexual partner behavior are associated with greater interest in PrEP use as an HIV prevention strategy. It is recommended that PrEP-related education be strengthened and more strategically targeted toward LSL populations, particularly through digital media platforms and healthcare services. Keywords: HIV, Men Who Have Sex With Men (LSL), Knowledge, Sexual Behavior, PrEP.  ABSTRAK HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan dapat dicegah melalui pendekatan biomedis seperti Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP), yaitu penggunaan obat antiretroviral (ARV) oleh individu yang belum terinfeksi HIV. PrEP terbukti efektif dalam mencegah penularan HIV, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti lelaki seks dengan lelaki (LSL). Meskipun efektivitasnya telah banyak dibuktikan, minat penggunaan PrEP masih bervariasi, sehingga penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan, orientasi seksual, pengetahuan tentang PrEP, dan perilaku seksual bergonta-ganti pasangan dengan minat penggunaan PrEP pada komunitas daring Gay Indonesia (X Community Tab). Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan jumlah partisipan sebanyak 376 anggota komunitas daring X Community Tab. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan pendekatan univariat, bivariat, dan multivariat dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Variabel yang diteliti meliputi tingkat pendidikan, orientasi seksual, pengetahuan tentang PrEP, dan perilaku seksual bergonta-ganti pasangan. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang PrEP (p = 0.001) dan perilaku seksual bergonta-ganti pasangan (p = 0.001) dengan minat penggunaan PrEP. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0.634) maupun orientasi seksual (p = 0.974) dengan minat penggunaan PrEP. Pengetahuan yang baik tentang PrEP dan perilaku seksual bergonta-ganti pasangan berhubungan dengan meningkatnya minat penggunaan PrEP sebagai upaya pencegahan HIV. Oleh karena itu, disarankan agar edukasi mengenai PrEP ditingkatkan secara lebih terarah kepada kelompok LSL, khususnya melalui media digital dan layanan kesehatan. Kata Kunci: HIV, Lelaki Seks dengan Lelaki, Pengetahuan, Perilaku Seksual, Prep.