Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemeriksaan Kesehatan Driver Bus AKAP untuk Mencegah Kecelakaan Kerja di PO. Mahardhika, Kabupaten Wonogiri Hendrawati, Lulus Suci; Triwibowo, Agung Cahyono; Widyaputra, Gama; Rudyarti, Edwina; Husen, Husen; Sahuri, Sahuri; Purba, Yunita Sari; Arjuni, Defi; Destriyana, Destriyana; Rahmawati, Yuli Dwi; Ferdiansyah, Mohammad Fahri; Rakan, Ghaly Nur Muhammad
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 6 No 1 (2025): Juni
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jabi.v6i1.807

Abstract

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan umum seperti bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) masih menjadi masalah krusial di Indonesia. Salah satu penyebab utama adalah kondisi kesehatan dan kelelahan pengemudi yang tidak terpantau secara rutin. Pengemudi yang mengalami kelelahan fisik maupun gangguan kesehatan seperti hipertensi berisiko lebih tinggi mengalami penurunan konsentrasi, waktu reaksi yang lambat, dan potensi kecelakaan kerja. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan kerja dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara langsung kepada pengemudi PO. Mahardhika di Kabupaten Wonogiri. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: (1) pemeriksaan tekanan darah; (2) pengukuran kadar alkohol menggunakan alat Alcoscan AL-6000; (3) pengukuran waktu reaksi menggunakan stopwatch digital; dan (4) tes keseimbangan. Kegiatan ini dilakukan terhadap 15 pengemudi aktif. Selain pemeriksaan, dilakukan sesi edukasi dan diskusi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan selama bekerja. Hasil menunjukkan bahwa 4 pengemudi (26,6%) memiliki tekanan darah tinggi, seluruh pengemudi negatif alkohol, waktu reaksi rata-rata berada pada 0,42 detik (masih dalam batas normal), serta keseimbangan tubuh dalam kondisi baik. Dari sesi diskusi, ditemukan bahwa 80% peserta menyatakan baru memahami pentingnya memantau kondisi fisik sebelum mengemudi dan berminat melakukan pemeriksaan berkala. Program ini juga mendorong keterlibatan manajemen untuk mulai mempertimbangkan kebijakan K3 berbasis kesehatan. Kesimpulannya, metode pemeriksaan sederhana ini terbukti efektif untuk mendeteksi potensi risiko kesehatan pada pengemudi serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja. Pemeriksaan ini dapat dijadikan langkah preventif dan edukatif yang aplikatif untuk diterapkan secara rutin di sektor transportasi darat.
Growth, yield, and land use efficiency of soybean-maize relay cropping under saturated soil culture on tidal swamps Sahuri, Sahuri; Munif Ghulamahdi; Suwarto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 51 No. 1 (2023): Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.897 KB) | DOI: 10.24831/ija.v51i1.45811

Abstract

More than 75 percent of households growing maize and soybean adopts the monoculture method. The relay cropping of soybean-maize is a strategic choice to increase the planted area and productivity of these two commodities' sustainability in tidal swamps. The research aimed to study the land equivalent ratio (LER), determine the best planting spacing and soybean varieties, and the best relay cropping of maize on saturated soil culture in tidal swamps. The experiment was on mineral soils with type B tidal swamps, in Banyuasin, South Sumatra, from July to December 2022. The experiment used a three-factor randomized complete block design with three replications. The first factor was soybean varieties: Argomulyo, Gepak Kuning, Detap 1, and Demas 1, the second factor was soybean planting spacing: 78 cm x 15 cm x 12.5 cm and 60 cm x 40 cm x 10 cm, and the third factor was the relay cropping of maize: 30 and 45 days after planting (DAP) of soybeans. Results showed that plant height, number of leaves, number of branches, filled pods, 100 seeds weight, and seed yield were influenced significantly by varieties. Demas 1 variety produced a higher seed yield, with relay cropping and monoculture, i.e., 4.2 tons ha-1 and 4.1 tons ha-1, respectively. Plant height, stem diameters, number of leaves, 100 grains weight, and grain yield in maize were significantly higher at soybean planting spacing of 78 cm x 15 cm x 12.5 cm and relay cropping at 30 DAP. The LER values > 1, indicated that relay cropping increased land productivity as compared to monoculture cultivation. The LER at relay cropping of 30 DAP was significantly highest for Argomulyo and Detap 1 varieties, i.e., 1.8 and 1.8, respectively. Keywords: Land equivalent ratio, planting spacing, relay cropping, saturated soil culture, tidal swamps