Claim Missing Document
Check
Articles

Model Taman Baca sebagai Wisata Literasi di Era Pandemi Covid 19 Wahyudi, M. Habib; Mutiari, Dhani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2351.246 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13288

Abstract

Masyarakat sekarang berada dalam keadaan normal baru, yaitu bentuk adaptasi tetap beraktivitas dengan mengurangi bentuk kontak fisik dan menghindari kerumunan serta menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mendisain perpustakaan sebagai penyedia informasi, yang akan kembali dibuka, dan masyarakat dapat kembali mengunjungi perpustakaan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Pendekatan kualitatif diskriptif melalui studi literatur dengan menggunakan metode perancangan volumetric study untuk menemukan bentuk dan masa bangunan yang sesuai. Hasil penelitian adalah perancangan sebuah taman baca yang tetap dirasakan nyaman oleh pengunjung perpustakaan, dengan menyediakan fasilitas seperti buku digital yang dapat mengurangi kontak fisik secara langgsung. Seperti juga taman baca sejenis perpustakaan umum yang bersinergi dengan pengunjungnya dan ditambah memunculkan wisata literasi guna sebagai sarana rekreasi untuk membangun pemikiran bahwa perpustakaan bukan hanya tempat belajar, namun juga menjadi tempat rekreasi. Tetapi tetap harus memperhatikan protokol new normal dengan menerapkan beberapa konsep meliputi antara tempat dan penggunanya. Serta konsep penggolahan dan penekanan arsitektur pada area outdoor dan indoor di taman baca.
KARAKTERISTIK LINGKUNGAN SONIK KAWASAN MASJID KERAJAAN DI SURAKARTA Syamsiyah, Nur Rahmawati; Mutiari, Dhani; Hidayati, Rini; Setiawan, Wisnu
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 7, No 2 (2020): October
Publisher : Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v7i2.40840

Abstract

Masjid kerajaan di Surakarta yaitu Masjid Agung dan Masjid Al Wustho memiliki karakter kawasan yang berbeda. Kawasan Masjid Agung merupakan kawasan fungsi perdagangan yang ramai, sementara kawasan Masjid Al Wustho adalah kawasan fungsi pendidikan yang cenderung lebih tenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lingkungan sonik di kedua masjid, apakah fungsi kawasan berpengaruh terhadap lingkungan sonik yang terbentuk sesuai dengan karakter aktifitasnya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan objektif melalui perekaman kondisi eksisting lingkungan sonik menggunakan H6Zoom dan analisis simulasi melalui program Audacity dan Surfer Mapping. Pendekatan subjektif dengan pengamatan aktivitas dan perilaku on-site survey serta wawancara. Hasil penelitian mengindikasikan karakter lingkungan sonik berbeda antara kedua masjid. Tingkat tekanan bunyi atau SPL rata-rata Masjid Agung adalah 60.8 dB, lebih rendah dari Masjid Al Wustho yang memiliki nilai SPL 63.8 dB. Fungsi kawasan tidak berpengaruh terhadap nilai SPL, melainkan komponen lanskap yang memiliki pengaruh. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap perencanaan kawasan atau public space dengan pengurangan kebisingan lingkungan melalui pemilihan jenis material lanskap seperti pasir laut pantai selatan, vegetasi dan air serta perencanaan jalur sirkulasi yang terarah.SONIC ENVIRONMENTAL CHARACTERISTICS IN THE ROYAL MOSQUE IN SURAKARTA The royal mosque in Surakarta, namely the Grand Mosque and the Al Wustho Mosque, has a distinctly urban character. The Grand Mosque area is a busy trade function area, while the Al Wustho Mosque area is an educational function area that tends to be quieter. This study aims to determine the characteristics of the sonic environment in the two mosques, whether the area's function affects the sonic environment which is formed according to the character of its activities. The research was conducted with an objective approach by recording the existing sonic environment conditions using H6Zoom and simulation analysis through the Audacity and Surfer Mapping programs., A subjective approach by observing activities and behavior on-site surveys and interviews. The results indicated that the sonic environment character was different between the two mosques. The sound pressure level or SPL of the Great Mosque average is 60.8 dB, lower than the Al Wustho Mosque, which has an SPL value of 63.8 dB. The area's function does not affect the SPL value, but rather the landscape component that does. This research can contribute to area planning or public space be better by reducing environmental noise by selecting landscape material types such as south coast sea sand, vegetation, water, and directed circulation path planning. 
PERBANDINGAN RUMAH TINGGAL TRADISIONAL JAWA DAN RUMAH TINGGAL MODERN DI SURAKARTA Fillia Mutiara Sari; Dhani Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.324 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v14i2.1441

Abstract

Rumah tinggal di Jawa Tengah bermula dari bentuk arsitektur tradisional Jawa lebih banyak dikenal dengan bangunan Joglo. Joglo merupakan kerangka bangunan utama dari rumah tradisional Jawa yang terdiri dari soko guru yaitu berupa empat tiang utama penyangga struktur bangunan serta tumpang sari yang berupa susunan balok yang disangga soko guru. Sebenarnya atap rumah Jawa tidak hanya joglo tetapi juga atap limasan dan kampung. Pemakaian atap ini sebenarnya adalah cara sebuah rumah untuk beradaptasi dengan iklim tropis yang berada di Jawa  Tengah. Searah dengan perkembangan waktu muncullah perumahan perumahan baru dengan berbagai tipe di Surakarta. Rumah dengan gaya modern telah menjadi gaya hidup ketimbang sekadar berfungsi utama sebagai desain bangunan rumah tinggal. Disain rumah tinggal modern yang lahir di Eropa tidak dapat begitu saja diaplikasikan di Surakarta karena iklim yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rumah tinggal tradisonal jawa dengan rumah tinggal modern yang terdapat di Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah melakukan survey terhadap rumah tradisional Jawa dan rumah modern, kemudian membandingkan rumah tinggal tradisional dan mencari sesuatu yang diaplikasikan untuk rumah tinggal modern. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa ada 3 hal yang diaplikasikan yaitu orientasi bangunan, rumah tunggal dan bukan kopel dan adanya langit langit.
Model Taman Baca sebagai Wisata Literasi di Era Pandemi Covid 19 M. Habib Wahyudi; Dhani Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 18, No 1: Januari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2351.246 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v18i1.13288

Abstract

Masyarakat sekarang berada dalam keadaan normal baru, yaitu bentuk adaptasi tetap beraktivitas dengan mengurangi bentuk kontak fisik dan menghindari kerumunan serta menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mendisain perpustakaan sebagai penyedia informasi, yang akan kembali dibuka, dan masyarakat dapat kembali mengunjungi perpustakaan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Pendekatan kualitatif diskriptif melalui studi literatur dengan menggunakan metode perancangan volumetric study untuk menemukan bentuk dan masa bangunan yang sesuai. Hasil penelitian adalah perancangan sebuah taman baca yang tetap dirasakan nyaman oleh pengunjung perpustakaan, dengan menyediakan fasilitas seperti buku digital yang dapat mengurangi kontak fisik secara langgsung. Seperti juga taman baca sejenis perpustakaan umum yang bersinergi dengan pengunjungnya dan ditambah memunculkan wisata literasi guna sebagai sarana rekreasi untuk membangun pemikiran bahwa perpustakaan bukan hanya tempat belajar, namun juga menjadi tempat rekreasi. Tetapi tetap harus memperhatikan protokol new normal dengan menerapkan beberapa konsep meliputi antara tempat dan penggunanya. Serta konsep penggolahan dan penekanan arsitektur pada area outdoor dan indoor di taman baca.
LIMBAH PELEPAH PISANG RAJA SUSU SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN DINDING KEDAP SUARA Suharyani Suharyani; Dhani Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.891 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i1.747

Abstract

Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kenyamanan di dalam ruangan diantaranya adalah perencanaan sistem pencahayaan, penghawaan dan akustik dapat berfungsi optimal. Kenyamanan dalam ruangan akan terwujud apabila bisa mengatasi masalah kebisingan yang terjadi baik dari dalam maupun dari luar ruangan. Kemajuan sarana transportasi menjadi salah satu penyebab masalah kebisingan. Pemilihan material yang kurang tepat juga menjadi penyebab kebisingan. Reduksi bunyi dapat terjadi tergantung jenis material penyerapannya, yaitu material yang memiliki nilai penyerapan lebih tinggi dari pada nilai pantulnya. Pemilihan material akustik menjadi penentu kualitas suara di dalam ruangan. Beberapa fungsi suatu bangunan memiliki persyaratan tingkat intensitas bunyi yang distandarkan. Bahan material yang diproduksi oleh pabrik dan sering dijumpai adalah glaswool, karpet, sterofoo,. Beberapa penelitian terdahulu telah mengujikan beberapa alternatif bahan dinding kedap suara dengan memanfaatkan potensi lokal, diantaranya adalah dengan menggunakan bahan dasar sekam padi, sabut kelapa dan serbuk gergaji kayu. Pada penelitian ini limbah pelepah pisang menjadi pilihan untuk bahan dasar dinding kedap suara. Selain harganya murah, bahanini sering dijumpai dan mudah untuk memperolehnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat pelepah pisang memenuhi persyaratan penting dari karakteristik dasar bahan akustik yaitu, bahan berpori yang memiliki jaringan selular dengan pori-pori yang saling berhubungan. Tingkat kepadatan pelepah pisang yang sudah dikeringkan akan semakin membuat pelepah pisang menjadi bahan yang dapat menyerap bunyi dengan cukup baik dan akan meredamnya.Pelepah pisang yang sudahdikeringkan, memilki tekstur yang berserabut dan berpori. Hal ini bisa menjadi alternatif bahan dasar material dinding kedap suara. Jenis pisang yang digunakan pada penelitian ini adalah pisang raja susu yang dinilai lebih murah dan lebih banyak terdapat disekitar lingkungan rumah.
KARAKTERISTIK BENTENG VASTENBERG SEBAGAI BANGUNAN HERITAGE DI SURAKARTA Risang Aditya; Dhani Mutiari Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1689.44 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i1.697

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pentingnya konservasi Kota Surakarta sebagai salah satu kota kolonial di Indonesia. Kota merupakan cerminan dari sejarah masa lalu, melalui keragaman bangunan dari masa lalu , sekarang dan mendatang akan terlihat jejak jejak kehidupan peristiwa yang terjadi di Kota Surakarta. Penelitihan ini bertujuan untuk menginventarisasi karakteristik benteng Vastenberg sebagai bangunan heritage di Surakarta. Metode analisis yang digunakan deskriptif yaitu sample purposive dari hasil pengamatan, baik pengamatan secara langsung yaitu pengamatan di lapangan dan pengamatan tak langsung yaitu melalui literatur dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah Benteng Vastenberg memiliki bentuk site plan berbentuk atau menyerupai kura-kura yang mana merupakan benteng pertahanan, .parit pertahanan , gerbang utama yang kokoh berornamen lengkung dan terdapat tulisan nama benteng diatasnya., Tembok selubung / tepung gelang yang berfungsi melindungi bangunan utama dan orang didalamnya dari serangan musuh dan memiliki kesamaan ornament dengan bangunan utama Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
PERUBAHAN FUNGSI RUANG RUMAH KUNO DI KAMPUNG KAUMAN SURAKARTA Didik Darmadi; Dhani Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.532 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i2.750

Abstract

Perjalanan waktu membuat Kauman yang berada dekat dengan Jalan Slamet Riyadi menjadi semakin ramai. Rumah tinggal di masa lalu telah banyak berubah fungsi. Penelitian ini membahas tentang keragaman perubahan fungsi ruang di rumah lama yang berada di wilayah Kauman. Literatur yang digunakan terkait dengan difinisi perubahan dan rumah tradisional Jawa yang berada di Surakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptip kualitatip dengan pencarian data secara survey danwawancara terhadap 7 rumah kuno di Kauman. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan fungsi ruang yang terbesar meliputi pendapa dengan prosentase 66.67%, kemudian diikuti gandok dengan prosentase 50%. Disamping dari jenis ruang diatas juga terdapat faktor-faktor penye-babnya yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Di dalam faktor internal prosentase terbesar adalah skill dan kebutuhan ekonomi yang mempunyai kedudukan yang seimbang yaitu 29%. Kemudian untukfaktor eksternal didominasi untuk perkembangan usaha yang mencapai 37%, kemudian diikuti letak yang strategis dan melestarikan budaya batik dengan prosentase sebesar 27%.
Model Sekolah Alam Di Surakarta Dhani Mutiari; Kartika Juni Fardani
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3350.685 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v15i2.9857

Abstract

Profil pendidikan di Indonesia dewasa ini masih banyak yang mempunyai karakteristik bersifat centris dalam arti pendidikan untuk melanjutkan sekolah, tidak mempunyai makna untuk menyongsong kehidupan di masa depan. Sistem pembelajaran yang selama ini dilakukan bersifat konvensional dan kurang sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang demikian pesat karena kental dengan suasana instruksional. Paper ini bertujuan untuk mencari model sekolah alam yang sesuai dengan masyarakat Surakarta dan menjadi tempat penitipan sekaligus pendidikan dan bermain bagi anak-anak usia dini. Sekolah alam adalah salah satu bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama sebagai pembelajaran siswa didiknya. Metode belajar mengajar di sekolah alam lebih banyak menggunakan aktif atau action learning dimana anak belajar melalui pengalaman secara langsung. Penggunaan metode ini anak atau siswa diharapkan belajar dengan lebih bersemangat, tidak bosan, dan lebih aktif. Selain mendapat pendidikan dengan baik, anak juga perlu bermain sambil berekreasi yang dapat mengembangakan bakat serta kreativitasnya. Metode penelitian ini kualitatif dengan pendekatan studi komparasi dengan sekolah alam yang telah ada di Ciganjur, Bali, Surabaya dan Surakarta. Model yang dikembangkan disain ini adalah sekolah alam yang merupakan suatu wadah yang dapat menampung semua aktivitas dalam satu wadah yaitu Children Actvity Center. Children Activity Center merupakan fasilitas edukasi berbasis alam di Surakarta dengan kegiatan utama berupa pengasuhan anak, edukasi, rekreasi, sosialisasi serta penyaluran bakat dan kreativitas yang dapat mendukung pertumbuhan anak baik secara fisik maupun mental dengan pendekatan alternatif pendidikan berbasis alam. Kegiatan utama berupa pendidikan difokuskan pada anak usia dini yaitu 3-6 tahun sedangkan kegiatan pengasuhan diperuntukkan untuk anak usia 1 hingga 2 tahun. Disain yang dihasilkan adalah tata masa dengan pola radial dengan pusat ruang terbuka berupa tanaman hias untuk estetika selain area farming. Terdapat kelas dengan konsep saung menggunakan material kayu dan bambu serta outbond area yang bermanfaat untuk mendekatkan diri dengan alam. Konsep bangunan bambu menjadi pilihan untuk penampilan fasadenya.
Revitalisasi Tirtomoyo Sebagai Sport And Wellness Center Di Surakarta dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Dekonstruksi Dhani Mutiari; Intan Mentari Putri Gesyari
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v1i2.4016

Abstract

AbstrakRevitalisasi merupakan upaya untuk menghidupkan kembali suatu daerah, kawasan atau bangunan agar dapat berfungsi kembali. Tirtomoyo merupakan fasilitas olah raga berenang pertama yang ada di Kota Surakarta. Fasilitas ini dahulu digunakan untuk PON pertama kali pada taun 1948 dan belum pernah diperbarui hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu muncullah fasilitas-fasilitas  olahraga berenang yang lebih menarik hingga Tirtomoyopun tertinggal karena tidak terurus dan sempat mangkrak selama beberapa tahun. Nilai sejarah pada Tirtomoyo sebagai tempat diadakan PON yang pertama menjadi motivasi untuk di revitalisasi. Permasalahannya adalah bagaimanakah konsep bangunan yang mampu mempertahankan Tirtomoyo sebagai kenangan masa lalu tetapi tetap dapat diterima untuk konsisi masa kini dan yang akan datang. Perencanaan wahana olahraga, rekreasi, dan sarana edukasi untuk masyarakat di sekitar Kota Surakarta menjadi pilihan sebagai upaya  menghidupkan kembali kolam renang di Tirtomoyo. Konsep desain dilakukan dengan menggabungkan bangunan lama dengan bangunan baru menggunakan penerapan trace of memory dan adaptive re-use hingga menghasilkan bangunan yang tetap mempertahankan kenangan masa lalu tirtomoyo dengan fungsi dan nuansa kekinian. Tirtomoyo Sport And Wellness Center Surakarta , selain tempat olah raga juga menjadi tempat untuk membuat masyarakat menjadi baik.Kata kunci: adaptive re-use, edukasi, kolam renang, rekreasi, trace of memory Inggris. AbstraCTRevitalization is an effort to revive an area, area or building so that it can function again. Tirtomoyo is the first swimming sport facility in the city of Surakarta. This facility was used for PON for the first time in 1948 and has not been updated until now. Over time came the more attractive swimming sport facilities until Tirtomoyopun was left behind because it was neglected and had been stalled for several years. The historical value of Tirtomoyo as the first PON venue was motivated to be revitalized. The problem is how the concept of a building that is able to maintain Tirtomoyo as a memory of the past but still acceptable for present and future concessions. Planning a sports vehicle, recreation, and educational facilities for the community around the city of Surakarta is an option as an effort to revive the swimming pool in Tirtomoyo. The design concept is carried out by combining old buildings with new buildings using the application of trace of memory and adaptive re-use to produce buildings that still retain tirtomoyo's past memories with the functions and nuances of the present. Tirtomoyo Sport and Wellness Center Surakarta, in addition to sports venues, is also a place to make the community better.Keywords: adaptive re-use, education, swimming pool, recreation, trace of memory UK
Pola Ruang Gerak dan Sirkulasi Ruang Tunggu Klinik Gigi Gentan Sukoharjo pada Masa Pandemi Covid-19 Johan Maulana Muhammad; Dhani Mutiari
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 19, No 2: Juli 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.643 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v19i2.17152

Abstract

Wabah Covid-19 telah menyebar dengan cepat ke Indonesia dengan melalui droplet dan permukaan benda yang terkena droplet. Upaya pencegahan penyebaran virus telah diterapkan melalui peraturan protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru (new normal) diberlakukan di berbagai fasilitas kesehatan. khususnya dalam klinik gigi. Klinik gigi merupakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dimana pasien diharuskan melepas masker saat melakukan pemeriksaan, sehingga pelayanan klinik gigi rentan terjadi kontaminasi virus. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui pola gerak (aktivitas) pasien dan sirkulasi terhadap tata ruang tunggu klinik gigi di tengah masa pandemi. Penelitian ini mengambil studi kasus di klinik Gentan Dental Care yang memiliki jumlah pasien cukup banyak terutama pada hari Rabu, Jumat dan Minggu sehingga terjadi penumpukan pasien di ruang tunggu.  Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan pengamatan observasi, survei lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya pola gerak dan sirkulasi pasien tidak terjadi crossing antar pasien karena pasien datang secara berurutan. Akan tetapi terdapat hambatan sirkulasi pada perawat saat sedang melakukan pelayanan pasien di area pintu masuk dekat ruang praktik, dan pada area jalur sirkulasi di bagian ruang skrining. Hal ini dapat memberikan masukan pada perancangan layout ruang tunggu pada sebuah poliklinik