Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Rancangan Kesesuaian Aksesibilitas Tempat Wudhu untuk Pengguna Disabilitas (Studi Kasus: Masjid Raya, Klaten) Adha, Dandi Caesario; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempat Wudhu merupakan fasilitas penting dalam masjid karena berfungsi sebagai area pendukung ibadah wudhu, yang menjadi syarat wajib dalam pelaksanaan salat bagi umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi desain tempat wudhu Masjid Raya Klaten dari aspek kenyamanan gerak pengguna, kesesuaian dengan prinsip ergonomi, dan aksesibilitas bagi semua kalangan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun desain tempat wudhu di Masjid Raya Klaten telah memenuhi beberapa standar kenyamanan ruang gerak, terdapat kekurangan signifikan pada aspek aksesibilitas dan keamanan. Tidak adanya ramp, pegangan rambatan, serta penggunaan material lantai licin menjadi penghambat kenyamanan, terutama bagi pengguna disabilitas dan lansia. Selain itu, luas kamar mandi, rambu-rambu, dan fasilitas khusus untuk pengguna berkebutuhan khusus belum memenuhi standar yang berlaku. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan desain dengan menyediakan fasilitas ramp, pegangan rambatan, penggunaan material lantai bertekstur kasar, dan pengembangan fasilitas ramah disabilitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan nyaman bagi semua pengguna.
Evaluasi Desain Akustik Ruangan di Gedung Serbaguna BLK Kosambi Rivaldi, Rasya Alfian; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung serba guna dapat digunakan berbagai fungsi yang sangat luas seperti untuk pertemuan dan rapat. untuk memenuhi fungsi – fungsi tersebut dibutuhkan akustik yang baik yang Dimana setiap bangunan memiliki spesifikasi akustik yang berbeda-beda juga, seperti standar kebutuhan kuantitas dan kualitas suara tidak hanya sebatas kekuatan bunyi saja melainkan ada reverberation time, kejelasan suara, perbandingan frekuensi suara rendah dan tinggi. Yang paling besar mempengaruhi akustik adalah bentuk desain ruangan. Saat penelitian ini berlangsung di bulan September existing bangunan belum memiliki plafon dan masih tahap Pembangunan, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain mana yang lebih optimal dari segi akustik antara desain terdahulu dan desain terbaru menggunakan pendekatan Kualitatif studi kasus agar dapat membandingkan mana yang lebih optimal dari segi Akustik dari desain terdahulu dengan desain yang terbaru. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa desain terbaru lebih efektif dari segi akustik dengan Reverberation Time yang rendah yaitu di angka 1,94 Detik dari standar waktu dengung di Gedung Serbaguna yaitu 1,6 - 1,8 Detik. Dikarenakan belum sesuai dengan standarnya maka diperlukan penyesuaian tambahan seperti penambahan peredam suara yang berada di depan panggung dan luas permukaan plafon lebih Sedikit hanya 376,92 m2.
Evaluasi Fasilitas Aksesibilitas bagi Disabilitas di Area Kios Stadion Trikoyo Pribadi, Nadila Villa Putri; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas pada bangunan kios di Stadion Trikoyo, Klaten. Aksesibilitas menjadi isu penting dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah disabilitas, namun banyak fasilitas publik, termasuk stadion, yang belum memenuhi standar yang diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan mengevaluasi berbagai elemen desain bangunan, seperti ramp, pintu, jalur pejalan kaki, dan fasilitas umum lainnya yang mendukung kenyamanan penyandang disabilitas. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola bangunan, dan kajian terhadap peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan aksesibilitas pada bangunan kios di Stadion Trikoyo, terutama pada desain jalur masuk dan fasilitas pendukung yang belum sepenuhnya ramah disabilitas. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini mengusulkan rekomendasi perbaikan desain untuk memenuhi standar aksesibilitas yang berlaku, dengan tujuan memastikan hak penyandang disabilitas dalam mengakses fasilitas publik secara setara.
Evaluasi Desain Sirkulasi dan Tata Letak Rojo Showroom Guna Efektivitas Aksesibilitas Pengunjung Ashadi, Yuridul Izzata Amalillah; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Showroom berfungsi sebagai ruang pamer yang menampilkan produk secara maksimal untuk menarik perhatian pengunjung dan meningkatkan penjualan. Namun, Rojo Showroom di Kota Solo menghadapi permasalahan tata letak display yang tidak teratur serta sirkulasi pengunjung yang kurang efisien. Hal ini mengakibatkan pengunjung merasa bingung dan sumpek, sehingga sangat bergantung pada bantuan tenaga penjualan (SPG/SPB), yang menurut ulasan beberapa pengunjung tidak selalu responsif. Studi kasus dari museum Linggarjati menunjukkan bahwa ketidakberaturan tata ruang dapat memengaruhi pengalaman pengunjung secara signifikan.Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak display dan sirkulasi Rojo Showroom agar lebih efisien dan terarah. Usulan desain mencakup pengaturan tata letak display yang lebih terstruktur, optimalisasi alur sirkulasi pengunjung, serta penambahan elemen pendukung seperti sign board untuk memberikan informasi yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ulang tata letak display dengan alur sirkulasi berbentuk U dapat mengarahkan pengunjung secara terstruktur sehingga setiap area display dapat diakses secara optimal. Penambahan elemen pendukung seperti sign board interaktif juga berhasil meningkatkan orientasi pengunjung. Dengan usulan desain ini, pengunjung merasa lebih nyaman dan mandiri dalam menjelajahi showroom, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga penjualan, serta meningkatkan waktu kunjungan yang berdampak pada potensi peningkatan penjualan Rojo Showroom.
Pola Ruang Gerak dan Sirkulasi di Klinik Gigi Gentan Sukoharjo Pada Masa Pandemi COVID-19 Muhammad, Johan Maulana; Mutiari, Dhani
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2021: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.981 KB)

Abstract

Wabah Covid-19 telah menyebar dengan cepat ke Indonesia dengan melalui droplet dan permukaan benda yang terkena droplet. Upaya pencegahan penyebaran virus telah diterapkan melalui peraturan protokol kesehatan dengan adaptasi kebiasaan baru (new normal) diberlakukan di berbagai fasilitas kesehatan khususnya dalam klinik gigi. Klinik gigi merupakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dimana pasien diharuskan melepas masker saat melakukan pemeriksaan, sehingga pelayanan klinik gigi rentan terjadi kontaminasi virus. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui pola gerak (aktivitas) pasien dan sirkulasi terhadap tata ruang tunggu klinik gigi di tengah masa pandemi. Penelitian ini mengambil studi kasus di klinik Gentan Dental Care yang memiliki jumlah pasien cukup banyak terutama pada hari rabu, jumat dan minggu sehingga terjadi penumpukan pasien di ruang tunggu. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilakukan dengan pengamatan observasi, survei lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya pola gerak dan sirkulasi pasien tidak terjadi crossing antar pasien karena pasien datang secara berurutan. Akan tetapi terdapat hambatan sirkulasi pada perawat saat sedang melakukan pelayanan pasien di area pintu masuk dekat ruang praktek, dan pada area jalur sirkulasi di bagian ruang skrining.
Pemanfaatan Air Bekas Cuci Piring sebagai Pengganti Air Bersih untuk Penyiraman Tanaman di Edupark Gemolong Rosadi, Sefia Nuraini Sahputri; Mutiari, Dhani; Yuliarahma, Tasya; Madania, Annisa Alya
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2021: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.887 KB)

Abstract

Akhir-akhir ini banyak media yang memberitakan penurunan tanah terhadap permukaan air laut yang diakibatkan oleh pengambilan air tanah yang berlebihan. Hal ini disebabkan oleh ledakan penduduk yang melonjak begitu pesat, sehingga kebutuhan air bersih pun meningkat. Disisi lain limbah domestik juga meningkat akibat aktivitas rumah tangga seperti mencuci piring. Menurut data Status Lingkungan Hidup Indonesia tahun 2002, tidak kurang dari 400.00 m3/hari limbah rumah tangga dibuang langsung ke sungai dan tanah, tapa melalui pengolahan terlebih dahulu. Bahkan pada tahun 2014, Kementrian Lingkungan Hidup juga mengeluarkan hasil studi bahwa 60 persen sampai 70 persen sungai di Indonesia telah tercemar limbah rumah tangga. Oleh karena itu dibutuhkan cara untuk bisa mengurangi limbah tersebut diantaranya adalah dengan menggunakan kembali limbah cuci piring untuk menyiram tanaman di taman kota. Limbah bekas cuci piring mengandung zink yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu manfaat zink bagi tumbuhan dan menjadikannya solusi agar dapat menghemat penggunaan air bersih. Diharapkan dengan adanya upaya konservasi air ini, ketersediaan air bersih dapat terjaga dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Pengaruh Revolusi Industri 4.0 terhadap Penerapan Digitalisasi pada Gedung Juang Sebagai Pusat Kebudayaan dan Sejarah Adiba, Salma Syihan; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Juang Tambun merupakan bangunan bersejarah dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di wilayah Bekasi dan cagar budaya yang saat ini dilestarikan dan di revitalisasi menjadi fungsi museum. Pemerintah melangkah lebih jauh dengan memberikan strategi revitalisasi dengan mengikuti standarisasi mode yang berkembang saat ini di tengah era revolusi industri 4 , yakni konsep museum digital dimana penggunaan teknologi banyak diterapkan di dalam gedung juang guna memaksimalkan fungsi dan tujuan museum. Penelitian ini membahas dan mempunyai tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh era revolusi Industri 4.0 dalam penerapan digitalisasi pada museum sehingga dapat menyesuaikan dengan arsitektur dan bentuk yang sudah ada pada museum dalam memaksimalkan fungsi sebagai sarana pusat kebudayaan dan sejarah. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data dengan pendekatan secara kualitatif seperti literatur, observasi, survei, wawancara dan dokumentasi. Kemudian proses analisis deskriptif dari data sehingga dapat disimpulkan seberapa besar pengaruh dan penerapan revolusi industri 4.0 pada konsep digital di Gedung Juang.Perjalanan revolusi industri terutama era 4.0 berpengaruh dalam penerapan digitalisasi terutama dalam penggunaan basis teknologi 4.0 dalam sebagian besar perangkat dan tata ruang pada museum.
Karakteristik Ruang Kampung Wisata Batik Pecinan Karangturi, Lasem Nursuryani, Galih Rizki; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Batik merupakan kampung industri di kawasan pecinan Karangturi Lasem yang masih berkembang sampai sekarang. Kawasan Pecinan Karangturi Lasem adalah satu dari sekian Kawasan Pecinan di Indonesia yang kurang mendapat banyak perhatian. Kota Lasem merupakan kota besar sepanjang garis pantai utara jawa adalah kota yang dulunya banyak mencuri perhatian. Berbeda dengan Kawasan Pecinan yang berkembang di kota-kota besar, Kawasan Pecinan Karangturi Lasem mulai hilang karakteristik ruangnya. Hal tersebut mempengaruhi industri batik yang berada di Kawasan Pecinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi potensi kawasan sebagai pengembangan revitalisasi terkait karakteristik ruang kampung Batik di Pecinan Karangturi. Pustaka ini didapat dari beberapa sumber melalui studi kepustakaan. Hasil yang didapat dari studi kepustakaan yaitu kawasan pecinan sebagai tolok ukur utama penelitian, karakteristik arsitektur tionghoa dan jawa, revitalisasi kawasan industri dan penataan kota secara umum. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan mancari studi referensi, melalukan survey lapangan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil dari metode ini adalah analisa karakteristik ruang makro yang terdiri dari pola bentuk kawasan dan land use kawasan. Adapun ruang mikro yang melingkupi dari karakteristik bangunan tradisional Cina. Hasil penelitian ini berupa karakteristik arsitektur makro seperti penataan massa bangunan dan kelenteng kawasan. Serta karateristik mikro berupa detail bangunan yang mencakup dari beberapa ajaran Feng Shui dan detail seperti material bangunan Tradisional Cina.
Pengaruh Penggunaan Material Bangunan terhadap Kenyamanan Termal pada Masjid Gedhe Mataram Santosa, Kholis Nur; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid Gedhe Mataram salah satu masjid tertua di Indonesia dengan usianya sekitar 350 tahun. Masjid tersebut masih berdiri kokoh dan layak digunakan dengan baik secara fisik. berkaitan dengan material dari bangunan tersebut yang masih asli, harus dapat memberikan kenyamanan bagi penggunanya salah satunya dari segi suhu ruangan yang baik. Untuk itu, dilakukan penelitian kenyamanan termal di Masjid Gedhe Mataram dengan tujuan menilai masjid tersebut memenuhi standar atau tidak dalam memberikan kenyamanan dalam beribadah. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif yang diperoleh dari deskripsi numberik dan penjelasan yang menggambarkan karakteristik yang sedang diteliti. Alat yang diperlukan berupa meteran, termohidrometer, dan anemometer. Hasil penelitian, suhu menunjukan rata-rata penurunan terbesar dari isya ke subuh sebesar 3.34°C, kelembaban udara menunjukan peningkatan angka yang signifikan peralihan antara isya ke subuh dengan rata-rata 27.34%. Kecepatan angin hanya pada tiitk tertentu yang dekat dengan bukaan dan menghadap ke halaman. Kecepatan tertinggi pada waktu isya sebesar 0.3m/s. Hasil penelitian Masjid Gedhe Mataram tidak memenuhi standar kenyamanan termal dari temperatur efektif SNI T-14-1993-037, namun jika ditinjau dari bahan material dalam bangunan tersebut, angka pada konduktivitas termal material masjid dikatakan sudah baik.
Evaluasi Objektif Mengenai Greenship dan Evaluasi Subjektif Terhadap Museum Batik Pekalongan Ubaidilah, Rifki Aldi; Mutiari, Dhani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan Global yang terjadi saat ini menyebabkan kondisi iklim menjadi ekstrem.permasalahan iklim ini tentunya juga berpengaruh terhadap kualitas lingkungan. Untuk mewujudkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di bidang konstruksi, konsep Green Building dapat menjadi acuan perencanaan dalam pembangunan. Dengan menerapkan konsep bangunan yang sesuai iklim dan lingkungan alam sekitar, dapat mengurangi dampak pemanasan global. Pengguna bangunan juga perlu diperhatikan selain bangunan. Memberikan kesan nyaman dan selalu menjaga kondisi Kesehatan para pengguna,juga diharapkan. Parameter Greenship Exisiting Building 1.1 digunakan untuk mengetahui kriteria sebuah bangunan green building yang memperhatikan kesehatan dan kenyamanan termal dalam ruang. Museum Batik Pekalongan menjadi objek bangunan yang akan diindetifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa wawancara bebas dan pengamatan serta metode kuantitatif dengan parameter yang telah ditetapkan oleh Green Building Council Indonesia dan pengukuran menggunakan alat.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ruangan pada bangunan ini sudah sesuai dengan standar GBC Indonesia untuk aspek tingkat kebisingan dan suhu ruangan,namun untuk aspek kenyamanan visual dan kontrol oksigen belum sesuai.perlu beberapa penyesuaian dan pengoptimalan dari aspek yang belum sesuai dengan standar GBC Indonesia agar bangunan dapat berfungsi lebih baik.