Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Wind Speed on the Thermal Sensation in the Siti Walidah Building (Non-AC Area) Muhammad Unggul Muhajiri Rahimi; Nur Rahmawati Syamsiyah; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Urecol Journal. Part E: Engineering Vol. 1 No. 1 (2021): January - June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.568 KB) | DOI: 10.53017/uje.6

Abstract

Thermal comfort is a necessity for an activity in a room, one of the parameters is wind speed. Wind speed is the speed of air flowing horizontally and vertically at an altitude above the ground. Wind speed is influenced by differences in temperature and air pressure as well as the characteristics of the surface on which it passes. Meanwhile, air that does not move in a closed room will cause the room user to feel uncomfortable. In this study, the object used is the Siti Walidah building, which is the main building, and is one of the service buildings belonging to the Muhammadiyah University of Surakarta. The object selection is based on the circular mosque shape, which is thought to affect the wind movement pattern. The purpose of this study was to determine the wind speed and the level of comfort of building users to the wind speed on each floor, especially in non-ac areas. The research method used is a quantitative approach with measurement and qualitative descriptive analysis, namely the interpretation of data because of observations, analysis with the surfer mapping program and interviews. This study also uses the SNI 03-6572-2001 reference. The results showed that the maximum comfort for users was felt only on the second floor with an average wind speed of 0.630 m/s in the morning and 1.139 m/s during the day. While the other floors have an average wind speed of below 0.25 m/s, which indicates that the wind category cannot be felt by the user.
KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM BERINOVASI PEMBUATAN BATUBATA DARI LIMBAH PLASTIK DAN SEKAM PADI DI KARANGPANDAN KARANGANYAR Nur Rahmawati Syamsiyah; Aji Kurniawan
Abdi Teknoyasa Volume 2, No.1, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7870.821 KB) | DOI: 10.23917/abditeknoyasa.v2i1.210

Abstract

Plastik dikenal sebagai bahan yang tidak dapat terurai. Limbah plastik menjadi barang yang dianggap tidak berguna. Limbah plastik berupa karung plastik banyak terdapat di Pabrik Poles Beras Mitra Tani Rice Mill di Harjosari Karangpandan Karanganyar, yang selama ini tidak digunakan dan hanya dibuang dengan cara dibakar. Pablik poles beras ini menghasilkan pula sekam padi sebagai limbah dari proses pengelupasan kulit padi. Sekam padi yang menumpuk hanya akan menghasilkan debu yang membuat sesak pernapasan. Masalah limbah karung plastik dan limbah sekam padi menjadi masalah tersendiri bagi pabrik poles beras ini dan perlu penyelesaian. Keterlibatan masyarakat menjadi pendekatan untuk penyelesaian masalah ini. Tujuannya adalah memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang pengolahan limbah plastik dan sekam padi itu menjadi bahan yang lebih berguna, yaitu dibuat batu bata. Tanah liat sebagai bahan baku utama batu bata banyak terdapat di sekitar parik poles itu, sehingga proses pembuatan batubata menjadi mudah. Hasil pengabdian ini tidak saja batubata sebagai hasil olahan dari limbah, melainkan batubata ini diujicoba sebagai material dinding, yang diukur efeknya terhadap suhu ruang. Diperoleh hasil bahwa batu bata dapat mempertahankan suhu ruang tetap nyaman optimal 25°C -28°C.
Sustainability Relationship Between Space Configuration, Activity Patterns, and Mosque Acoustics Quality Nur Rahmawati Syamsiyah; Atyanto Dharoko; Sentagi Sesotya Utami; Afizah Ayob
Journal of Islamic Architecture Vol 7, No 2 (2022): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v7i2.15121

Abstract

The Great Mosque of Yogyakarta was built in 1773. This mosque has a traditional architectural style. This study investigates the relationship between the mosque's architectural form, the activities inside it, and its acoustic characteristics. It employed quantitative and qualitative methods, including sound pressure level (SPL) measurement, reverberation time, and architectural and activity observations. Acoustic measurements, architectural observations, and activities are conducted inside and outside the mosque from morning to night for one week. The research finding is a spatial continuity pattern identified as the gradation of SPL value. Consistent continuity of SPL values in accordance with the nature of activities hierarchy. The result of this study is to improve mosque noise control by arranging outdoor and indoor spaces in a sustainable manner.
The Effect of Wind Speed on the Thermal Sensation in the Siti Walidah Building (Non-AC Area) Muhammad Unggul Muhajiri Rahimi; Nur Rahmawati Syamsiyah; Muhammad Siam Priyono Nugroho
Urecol Journal. Part E: Engineering Vol. 1 No. 1 (2021): January - June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53017/uje.6

Abstract

Thermal comfort is a necessity for an activity in a room, one of the parameters is wind speed. Wind speed is the speed of air flowing horizontally and vertically at an altitude above the ground. Wind speed is influenced by differences in temperature and air pressure as well as the characteristics of the surface on which it passes. Meanwhile, air that does not move in a closed room will cause the room user to feel uncomfortable. In this study, the object used is the Siti Walidah building, which is the main building, and is one of the service buildings belonging to the Muhammadiyah University of Surakarta. The object selection is based on the circular mosque shape, which is thought to affect the wind movement pattern. The purpose of this study was to determine the wind speed and the level of comfort of building users to the wind speed on each floor, especially in non-ac areas. The research method used is a quantitative approach with measurement and qualitative descriptive analysis, namely the interpretation of data because of observations, analysis with the surfer mapping program and interviews. This study also uses the SNI 03-6572-2001 reference. The results showed that the maximum comfort for users was felt only on the second floor with an average wind speed of 0.630 m/s in the morning and 1.139 m/s during the day. While the other floors have an average wind speed of below 0.25 m/s, which indicates that the wind category cannot be felt by the user.
Arsitektur Berkelanjutan Gedung Perumda Tirta Ampera Boyolali Berdasarkan Hasil Greenship New Building Versi 1.2 Nur Rahmawati Syamsiyah; Eko Wahyu Widodo
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 2 September 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v7i2.15527

Abstract

Permasalahan global warming memunculkan ide bangunan hijau sebagai salah satu solusi guna menurunkan pemanasan global, terutama pada bangunan pelayanan public. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tingkat ‘hijau’nya bangunan Kantor Perumda Tirta Ampera Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk pendataan, yaitu observasi, wawancara bebas dan literature. Analisis menggunakan metode kuantitatif berupa penilaian/pengukuran dengan menggunakan variable greenship versi 1.2. Hasil penilaian/pengukuran menunjukkan, bahwa empat syarat terpenuhi dari enam syarat kelayakan bangunan menurut Green Building Council Indonesia (GBCI), yaitu tepat guna lahan (ASD: 6 poin), efisiensi dan konservasi energi (EEC: 3 poin), sumber dan siklus material (MRC: 7 poin), kesehatan dan kenyaman dalam ruang (IHC: 3 poin), sementara yang tidak terpenuhi adalah konservasi air (WAC: 0 poin) dan manajemen lingkungan bangunan (BEM: 0 poin). Total keseluruhan poin adalah 19 atau 18,81%, sehingga gedung ini belum memenuhi bangunan hijau karena belum memenuhi standar minimal sebesar 35%. Tindak lanjut yang diperlukan untuk ‘hijau’nya bangunan ini adalah upaya rainwater harvesting dan perbaikan manajemen lingkungan terutama penanganan sampah.
Analisis Potensi Fungsi Bangunan Kawasan Tugu Makutha sebagai Identitas Kota Surakarta Parku, Adi Wira; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugu Makutha yang berada di kota Surakarta sebagai penanda membedakan satu wilayah dengan wilayah yang lain. Letak Tugu Makutha berada di sisi barat wilayah Surakarta juga sebagai pintu masuk kota Surakarta dari arah bandara, Jogja, dan Semarang. Pembangunan infrastruktur kota Surakarta sudah merambat hampir keseluruhan wilayah Surakarta. Tugu Makutha merupakan bangunan sebagai penanda identitas kota Surakarta. Pembangunan yang sudah ada di kota Surakarta tidak jarang ditemukan bangunan yang memperhatikan peran bangunan sebagai identitas kota Surakarta. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan identitas kota Surakarta melalui analisis potensi fungsi bangunan di kawasan Tugu Makutha. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dilakukan dengan cara pengumpulan data primer dan sekunder. Studi literatur dan observasi potensi perancangan bangunan sebagai pendukung mempresentasikan identitas kota di kawasan Tugu Makutha. Hasil penelitian menunjukkan bangunan Tugu Makutha sudah mempresentasikan identitas kota Surakarta melalui bentuk masa bangunan dan penggunaan ornamen. Hasil penelitian fungsi bangunan di kawasan tugu sudah sesuai berdasarkan kategori kawasan namun belum mempresentasikan identitas kota Surakarta secara visual. Kawasan perbatasan kota berpotensi sebagai peran mempresentasikan identitas kota melalui bangunan maka masih dibutuhkan perancangan bangunan selain berdasarkan kategori kawasan juga berperan mempresentasikan identitas kota dengan konsep bangunan.
Persepsi Masyarakat terhadap Landmark sebagai Citra Kota: Studi Kasus Tugu Makutha Surakarta Mutiara, Deviesta Nanda Alifta; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta, atau yang lebih dikenal dengan nama Solo, merupakan salah satu kota bersejarah di Jawa Tengah, Indonesia, yang kaya akan kebudayaan dan tradisi. Salah satu elemen yang mempengaruhi citra suatu kota adalah keberadaan landmark yang menjadi ikon atau representasi kota tersebut. Landmark tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga memiliki makna simbolik dan daya tarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap landmark Tugu Makutha sebagai citra kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik penyebaran kuesioner . Hasil dari penelitian menunjukkan sebanyak lebih dari 50 % responden merasa bahwa Tugu Makutha sudah dapat dikatakan sebagai bentuk citra kota. Tugu Makutha dianggap sebagai landmark titik penting yang merefleksikan tugu perbatasan memasuki Kota Surakarta. Namun, ada juga beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti perawatan dan pengelolaan landmark agar tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai simbol Kota Surakarta.
Analisis Kenyamanan Pencahayaan dan Penghawaan Alami pada Ruang Kelas TK Kemala Bhayangkari Surakarta Rahayu, Ida Putri; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan dan penghawaan alami menjadi elemen penting dalam mendukung efektivitas proses belajar-mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor kenyamanan dari aspek pencahayaan dan penghawaan alami di TK Kemala Bhayangkari Surakarta yang terletak di Jalan Moh. Yamin No. 166, Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57154. Metodologi yang diterapkan melibatkan pengumpulan data kuantitatif melalui survey lapangan yang didukung oleh instrumen teknis seperti luxmeter, anemometer, dan hygrometer yang kemudian data yang terhimpun disimulasikan dengan perangkat lunak DIAlux dan Surfer 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan alami di TK Kemala Bhayangkari Surakarta memiliki rata-rata mencapai 270 lux yang berada dalam rentang standar yang direkomendasikan oleh SNI 03-6575-2001, yaitu antara 250 lux hingga 300 lux. Sementara itu, untuk rata-rata suhu secara keseluruhan mencapai 27,7°C dengan kelembaban rata-rata 75,7% dan kecepatan angin 0 m/s. Hal ini mengindikasi bahwa kondisi termal TK Kemala Bhayangkari Surakarta belum sepenuhnya memenuhi standar kenyamanan yang ideal, yang mana di mana suhu kelas mencapai atau melebihi 27,1°C, serta tingkat kelembaban yang melampaui batas 70%, standar rekomendasi menyarankan agar kecepatan angin berada dalam rentang sekitar 0,2 m/s hingga 2 m/s. Oleh karena itu, aspek penghawaan alami masih memerlukan perhatian lebih mendalam, walaupun masih berada dalam kerangka batasan yang ditetapkan untuk kenyamanan ruang termal.
Karakter Bangunan sekitar Pasar Gede Ditinjau dari Komparisasi Kebudayaan Etnis Jawa-China Elvareta, Khaula Cipta; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter kekhasan dan keunikan bangunan Tionghoa disekitar kawasan Pasar Gede sebagai daya tarik kawasan serta bukti keharmonisan etnis Jawa - China yang memiliki aturan tersendiri dalam membanguan bangunan. Etnis Jawa berpedoman pada petungan atau yang disebut dengan Primbon Jawa sedangkan etnis China berpedoman pada aturan fengshui , dimana aturan tersebut diadopsi dari masing – masing kebudayaan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter bangunan di sekitar Pasar Gede dilihat dari segi komparisasi kebudayaan etnis Jawa dan China. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis komparisasi kebudayaan etnis Jawa – China. Parameter yang digunakan yaitu aturan fhengsui dan petungan dalam budaya Jawa sedangkan variabel yang digunakan adalah kawasan pecinan di sekitar Pasar Gede. Data penunjang penelitian dilakukan melalui studi literatur, observasi langsung, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kawasan Pecinan di sekitar Pasar Gede memiliki karakter bangunan yang berpedoman pada aturan fhengsui yang dilihat dari penggunaan atap, ornamen jimat, kontruksi bangunan dan perletakan bangunan. Penelitian ini menunjukan Hasil komparisasi pada arsitektur Tionghoa dan arsitektur budaya Jawa secara umum memiliki kesamaan dalam memaknai sebuah bangunan, yaitu dimana bangunan dibangun mengikuti kebudayaan dan kepercayaan baik dari aspek fungsi maupun filosofi.
Kajian Shelter Kuliner Mojosongo Surakarta Ditinjau dari Intensitas Pedagang dan Pengunjung Shalihah, Adilla Neta; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shelter Kuliner Mojosongo adalah salah satu shelter kuliner yang berada di Kota Surakarta. Shelter ini dibangun dengan tujuan untuk menyatukan beberapa gerai kuliner yang ada di Surakarta sekaligus sebagai tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL). Sayangnya, sejak shelter dibangun pada tahun 2015 hingga saat ini kondisi shelter tergolong sepi pedagang maupun pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan Shelter Kuliner Mojosongo sepi pedagang dan pengunjung. Penelitian dilaksanakan dari bulan November hingga Desember 2023 dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi literatur, observasi, dan wawancara untuk mengetahui kondisi shelter. Dari hasil dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan Shelter Kuliner Mojosongo sepi pedagang dan pengunjung, faktor tersebut antara lain lokasi, desain dan ambient, fasilitas, dan sirkulasi.
Co-Authors Aditya Mulya Pratama Afizah Ayob Agus Dwi Anggono Aji Kurniawan Aji Kurniawan ANDIKA SAPUTRA Andriata Muslim Anggreini, Diana Putri Anindita, Yessica Ashari, Evita Salsabila Al Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Azari, Devina Olga Dewi, Nur Utami Isyana Dhani Mutiari Eko Wahyu Widodo El Baqir, Almas Artha Meyvira Elvareta, Khaula Cipta Febriyani, Shintya Fendera, Risalia Nur Gafebryan, Crysna Leallyo Hafizhah Winda Putri Hanendya, Seruni Inas Haq, Kholid Misyalul Hartaningrum, Sindy Eviola Hidayat, Muhammad Fathur Jihan, Kaltsum Farah Kholid, Naufal Laksana, Nadiifa Firsty Mahiroh, Aqila Widyas Maulina, Andria Cahya Maya Puspitasari Maya Puspitasari, Maya Muhammad Siam Priyono Nugroho Muhammad Unggul Muhajiri Rahimi Muslim, Andriata Mutiara, Deviesta Nanda Alifta Nadiifa Firsty Laksana Naufal Kholid Naufal, Muhammad Habibin Nugraha, Dwi Agung Nugrahanto, Falih Nur Izzati, Hanifa Nur Utami Isyana Dewi Nurrahman, Yahya Octaviani, Alfina Rahma Parku, Adi Wira Pradana, Whindy Yudha Prajatama, Ghaza Ilham Putra, Akvianata Adhi Pradana Putra, Bimantara Rizendra Putri, Destiana Putri, Hafizhah Winda Rahayu, Ida Putri Ramadhani, Nur Anisa Rani, Tania Rahma Rini Hidayati Rini Kuswati Rosali, Mohammad Afiq Saputra, Riski Dwi Sentagi Sosetya Utami Sentagi Sosetya Utami Shalihah, Adilla Neta Sholihah, Fika Annisa' Subrata, Deandra Daffa Jaya Suci, Mubliha Wulan surya Arafat Arafat surya Arafat Arafat, surya Arafat Syaktika, Syori Taufikqurrahman, Aditya Thabroni, Muhammad Sidik Utami, Sentagi Sesotya Widodo, Ervina Meillin Wijaya, Hanifa Calista Wisnu Setiawan Zahrani, Nadira Zakiyah, Safira