Claim Missing Document
Check
Articles

KETERLIBATAN MASYARAKAT DALAM BERINOVASI PEMBUATAN BATUBATA DARI LIMBAH PLASTIK DAN SEKAM PADI DI KARANGPANDAN KARANGANYAR Nur Rahmawati Syamsiyah; Aji Kurniawan
Abdi Teknoyasa Volume 2, No.1, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7870.821 KB) | DOI: 10.23917/abditeknoyasa.v2i1.210

Abstract

Plastik dikenal sebagai bahan yang tidak dapat terurai. Limbah plastik menjadi barang yang dianggap tidak berguna. Limbah plastik berupa karung plastik banyak terdapat di Pabrik Poles Beras Mitra Tani Rice Mill di Harjosari Karangpandan Karanganyar, yang selama ini tidak digunakan dan hanya dibuang dengan cara dibakar. Pablik poles beras ini menghasilkan pula sekam padi sebagai limbah dari proses pengelupasan kulit padi. Sekam padi yang menumpuk hanya akan menghasilkan debu yang membuat sesak pernapasan. Masalah limbah karung plastik dan limbah sekam padi menjadi masalah tersendiri bagi pabrik poles beras ini dan perlu penyelesaian. Keterlibatan masyarakat menjadi pendekatan untuk penyelesaian masalah ini. Tujuannya adalah memberikan pembelajaran kepada masyarakat tentang pengolahan limbah plastik dan sekam padi itu menjadi bahan yang lebih berguna, yaitu dibuat batu bata. Tanah liat sebagai bahan baku utama batu bata banyak terdapat di sekitar parik poles itu, sehingga proses pembuatan batubata menjadi mudah. Hasil pengabdian ini tidak saja batubata sebagai hasil olahan dari limbah, melainkan batubata ini diujicoba sebagai material dinding, yang diukur efeknya terhadap suhu ruang. Diperoleh hasil bahwa batu bata dapat mempertahankan suhu ruang tetap nyaman optimal 25°C -28°C.
Arsitektur Berkelanjutan Gedung Perumda Tirta Ampera Boyolali Berdasarkan Hasil Greenship New Building Versi 1.2 Nur Rahmawati Syamsiyah; Eko Wahyu Widodo
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 2 September 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v7i2.15527

Abstract

Permasalahan global warming memunculkan ide bangunan hijau sebagai salah satu solusi guna menurunkan pemanasan global, terutama pada bangunan pelayanan public. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tingkat ‘hijau’nya bangunan Kantor Perumda Tirta Ampera Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk pendataan, yaitu observasi, wawancara bebas dan literature. Analisis menggunakan metode kuantitatif berupa penilaian/pengukuran dengan menggunakan variable greenship versi 1.2. Hasil penilaian/pengukuran menunjukkan, bahwa empat syarat terpenuhi dari enam syarat kelayakan bangunan menurut Green Building Council Indonesia (GBCI), yaitu tepat guna lahan (ASD: 6 poin), efisiensi dan konservasi energi (EEC: 3 poin), sumber dan siklus material (MRC: 7 poin), kesehatan dan kenyaman dalam ruang (IHC: 3 poin), sementara yang tidak terpenuhi adalah konservasi air (WAC: 0 poin) dan manajemen lingkungan bangunan (BEM: 0 poin). Total keseluruhan poin adalah 19 atau 18,81%, sehingga gedung ini belum memenuhi bangunan hijau karena belum memenuhi standar minimal sebesar 35%. Tindak lanjut yang diperlukan untuk ‘hijau’nya bangunan ini adalah upaya rainwater harvesting dan perbaikan manajemen lingkungan terutama penanganan sampah.
Analisis Potensi Fungsi Bangunan Kawasan Tugu Makutha sebagai Identitas Kota Surakarta Parku, Adi Wira; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugu Makutha yang berada di kota Surakarta sebagai penanda membedakan satu wilayah dengan wilayah yang lain. Letak Tugu Makutha berada di sisi barat wilayah Surakarta juga sebagai pintu masuk kota Surakarta dari arah bandara, Jogja, dan Semarang. Pembangunan infrastruktur kota Surakarta sudah merambat hampir keseluruhan wilayah Surakarta. Tugu Makutha merupakan bangunan sebagai penanda identitas kota Surakarta. Pembangunan yang sudah ada di kota Surakarta tidak jarang ditemukan bangunan yang memperhatikan peran bangunan sebagai identitas kota Surakarta. Tujuan dari penelitian untuk mendapatkan identitas kota Surakarta melalui analisis potensi fungsi bangunan di kawasan Tugu Makutha. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dilakukan dengan cara pengumpulan data primer dan sekunder. Studi literatur dan observasi potensi perancangan bangunan sebagai pendukung mempresentasikan identitas kota di kawasan Tugu Makutha. Hasil penelitian menunjukkan bangunan Tugu Makutha sudah mempresentasikan identitas kota Surakarta melalui bentuk masa bangunan dan penggunaan ornamen. Hasil penelitian fungsi bangunan di kawasan tugu sudah sesuai berdasarkan kategori kawasan namun belum mempresentasikan identitas kota Surakarta secara visual. Kawasan perbatasan kota berpotensi sebagai peran mempresentasikan identitas kota melalui bangunan maka masih dibutuhkan perancangan bangunan selain berdasarkan kategori kawasan juga berperan mempresentasikan identitas kota dengan konsep bangunan.
Persepsi Masyarakat terhadap Landmark sebagai Citra Kota: Studi Kasus Tugu Makutha Surakarta Mutiara, Deviesta Nanda Alifta; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta, atau yang lebih dikenal dengan nama Solo, merupakan salah satu kota bersejarah di Jawa Tengah, Indonesia, yang kaya akan kebudayaan dan tradisi. Salah satu elemen yang mempengaruhi citra suatu kota adalah keberadaan landmark yang menjadi ikon atau representasi kota tersebut. Landmark tidak hanya berfungsi sebagai penanda geografis, tetapi juga memiliki makna simbolik dan daya tarik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap landmark Tugu Makutha sebagai citra kota Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan teknik penyebaran kuesioner . Hasil dari penelitian menunjukkan sebanyak lebih dari 50 % responden merasa bahwa Tugu Makutha sudah dapat dikatakan sebagai bentuk citra kota. Tugu Makutha dianggap sebagai landmark titik penting yang merefleksikan tugu perbatasan memasuki Kota Surakarta. Namun, ada juga beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti perawatan dan pengelolaan landmark agar tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai simbol Kota Surakarta.
Analisis Kenyamanan Pencahayaan dan Penghawaan Alami pada Ruang Kelas TK Kemala Bhayangkari Surakarta Rahayu, Ida Putri; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan dan penghawaan alami menjadi elemen penting dalam mendukung efektivitas proses belajar-mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor kenyamanan dari aspek pencahayaan dan penghawaan alami di TK Kemala Bhayangkari Surakarta yang terletak di Jalan Moh. Yamin No. 166, Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57154. Metodologi yang diterapkan melibatkan pengumpulan data kuantitatif melalui survey lapangan yang didukung oleh instrumen teknis seperti luxmeter, anemometer, dan hygrometer yang kemudian data yang terhimpun disimulasikan dengan perangkat lunak DIAlux dan Surfer 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan alami di TK Kemala Bhayangkari Surakarta memiliki rata-rata mencapai 270 lux yang berada dalam rentang standar yang direkomendasikan oleh SNI 03-6575-2001, yaitu antara 250 lux hingga 300 lux. Sementara itu, untuk rata-rata suhu secara keseluruhan mencapai 27,7°C dengan kelembaban rata-rata 75,7% dan kecepatan angin 0 m/s. Hal ini mengindikasi bahwa kondisi termal TK Kemala Bhayangkari Surakarta belum sepenuhnya memenuhi standar kenyamanan yang ideal, yang mana di mana suhu kelas mencapai atau melebihi 27,1°C, serta tingkat kelembaban yang melampaui batas 70%, standar rekomendasi menyarankan agar kecepatan angin berada dalam rentang sekitar 0,2 m/s hingga 2 m/s. Oleh karena itu, aspek penghawaan alami masih memerlukan perhatian lebih mendalam, walaupun masih berada dalam kerangka batasan yang ditetapkan untuk kenyamanan ruang termal.
Karakter Bangunan sekitar Pasar Gede Ditinjau dari Komparisasi Kebudayaan Etnis Jawa-China Elvareta, Khaula Cipta; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter kekhasan dan keunikan bangunan Tionghoa disekitar kawasan Pasar Gede sebagai daya tarik kawasan serta bukti keharmonisan etnis Jawa - China yang memiliki aturan tersendiri dalam membanguan bangunan. Etnis Jawa berpedoman pada petungan atau yang disebut dengan Primbon Jawa sedangkan etnis China berpedoman pada aturan fengshui , dimana aturan tersebut diadopsi dari masing – masing kebudayaan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter bangunan di sekitar Pasar Gede dilihat dari segi komparisasi kebudayaan etnis Jawa dan China. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis komparisasi kebudayaan etnis Jawa – China. Parameter yang digunakan yaitu aturan fhengsui dan petungan dalam budaya Jawa sedangkan variabel yang digunakan adalah kawasan pecinan di sekitar Pasar Gede. Data penunjang penelitian dilakukan melalui studi literatur, observasi langsung, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa kawasan Pecinan di sekitar Pasar Gede memiliki karakter bangunan yang berpedoman pada aturan fhengsui yang dilihat dari penggunaan atap, ornamen jimat, kontruksi bangunan dan perletakan bangunan. Penelitian ini menunjukan Hasil komparisasi pada arsitektur Tionghoa dan arsitektur budaya Jawa secara umum memiliki kesamaan dalam memaknai sebuah bangunan, yaitu dimana bangunan dibangun mengikuti kebudayaan dan kepercayaan baik dari aspek fungsi maupun filosofi.
Kajian Shelter Kuliner Mojosongo Surakarta Ditinjau dari Intensitas Pedagang dan Pengunjung Shalihah, Adilla Neta; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shelter Kuliner Mojosongo adalah salah satu shelter kuliner yang berada di Kota Surakarta. Shelter ini dibangun dengan tujuan untuk menyatukan beberapa gerai kuliner yang ada di Surakarta sekaligus sebagai tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL). Sayangnya, sejak shelter dibangun pada tahun 2015 hingga saat ini kondisi shelter tergolong sepi pedagang maupun pengunjung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan Shelter Kuliner Mojosongo sepi pedagang dan pengunjung. Penelitian dilaksanakan dari bulan November hingga Desember 2023 dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi literatur, observasi, dan wawancara untuk mengetahui kondisi shelter. Dari hasil dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan Shelter Kuliner Mojosongo sepi pedagang dan pengunjung, faktor tersebut antara lain lokasi, desain dan ambient, fasilitas, dan sirkulasi.
Telaah terhadap Desain TK Kemala Bhayangkari Surakarta melalui Pendekatan Ergonomi Febriyani, Shintya; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada konsep ergonomi pada TK Kemala Bhayangkari Surakarta dengan latar belakang yang terlihat secara visual dari desain pada objek tersebut. Adanya penelitian ini guna mengetahui evaluasi seperti kelebihan dan kekurangan konsep ergonomi, serta memberikan aspirasi untuk mengembangkan objek terpilih menjadi lebih nyaman, aman, serta terstruktur secara visual dengan rapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif sebagai metodenya. Data dikumpulkan dengan cara observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa belum semua fasilitas pada TK Kemala Bhayangkari memenuhi syarat ergonomis pada anak.
Analisis Spasial Penggunaan Lahan pada Sempadan Sungai di Kelurahan Kadipiro Kota Surakarta Prajatama, Ghaza Ilham; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2023: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai merupakan jaringan pengairan air dimulai dari hulu hingga muara dengan fungsi sebagai alur atau wadah air alami atau buatan dan dibatasi oleh garis sempadan di samping kiri dan kanannya. Garis sempadan ini dapat membantu melindungi lingkungan sekitar yang berbatasan langsung dengan aliran sungai dari bencana banjir, dikarenakana tingkat pertumbuhan penduduk meningkat mengakibatkan area sempadan sungai dijadikan lahan terbangun. Penggunaan lahan terbangun di pinggiran sungai akan memberikan dampak bagi timbulnya permasalahan perkotaan, seperti pada Kelurahan Kadipiro yang masih memiliki permasalahan pengelolaan air sungai yang belum sepenuhnya baik dikarenakan Kelurahan Kadipiro termasuk ke dalam daftar Kelurahan yang rawan terkena bencana banjir, salah satu penyebabnya adalah terdapat bangunan yang berada ditepi sungai yang masih membuang limbah domestik maupun limbah sampah langsung ke sungai. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis penggunaan lahan, luasan lahan, jumlah unit terbangun, serta persentase penggunaan lahan di sempadan sungai di Kelurahan Kadipiro pada saat ini, dengan melalui pendekatan analisis spasial. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis spasial menggunakan Buffer, Clip, dan Overlay. Jenis penggunaan lahan di sempadan sungai Kelurahan Kadipiro berdasarkan hasil analisis yakni lahan terbangun seluas 19.555,480 m2 (22,04%) yang terdiri dari permukiman, perdangan, jasa, dan fasilitas umum dengan total 285 unit bangunan. Serta terdapat lahan terbuka hijau dengan luas 49.281,240 m2 (55,54%), lahan terbuka non hijau seluas 15.767,970 m2 dengan persentase (17,77%), lahan perkebunan seluas 3.251,430 m2 (3,66%), pemakaman seluas 520,550 m2 (0,59%), dan yang terakhir adalah tempat pembuangan sampah dengan luas 354,820 m2 (0,40%).
Kesesuaian Komponen Fisik Lingkungan Taman Jaya Wijaya dalam Mendukung Penerapan Konsep Kota Berkelanjutan di Surakarta Fendera, Risalia Nur; Syamsiyah, Nur Rahmawati
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2023: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surakarta telah menetapkan tujuan untuk mentransformasikan dirinya menjadi kota yang kaya budaya, maju secara teknologi, mandiri, dan sejahtera. Salah satu strategi untuk mencapai tujuan itu dengan menjaga keseimbangan penggunaan lahan dan lingkungan dengan tetap mempertimbangkan pertumbuhan berkelanjutan. Berdasarkan Data Kerja Lingkungan Hidup Daerah Kota Surakarta tahun 2021, luas taman kota yang ada hanya 1,22% dari luas wilayah Surakarta. Hal itu menunjukkan belum tercapainya kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 20% dari wilayah. Jelas terlihat bahwa terdapat kesenjangan yang signifikan dari standar yang diharapkan, ini menunjukkan perlunya tindakan untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian komponen fisik lingkungan Taman Jaya Wijaya dalam mendukung penerapan konsep kota berkelanjutan di Surakarta, serta menganalisis kemampuan kebertahanan Taman Jaya Wijaya sebagai potensi keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan identifikasi deskriptif. Taman Jaya Wijaya dipilih sebagai sampel penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah skoring pada indikator parameter. Hasil analisis menunjukkan bahwa komponen fisik lingkungan yang sesuai dengan kota berkelanjutan adalah vegetasi taman, keanekaragaman hayati, dan iklim mikro. Komponen yang tidak sesuai dengan konsep kota berkelanjutan yaitu presentase vegetasi, stratifikasi vegetasi, pengelolaan tata air, pemanfaaan sumber energi terbarukan. Hasil skor kategori mendekati tidak sesuai. Secara keseluruhan, skor presentase kesesuaian komponen lingkungan taman dalam terhadap kota berkelanjutan adalah 46% yang berarti diperlukan peningkatan kualitas taman supaya dapat mendukung kota berkelanjutan di Surakarta.
Co-Authors Aditya Mulya Pratama Agus Dwi Anggono Aji Kurniawan Aji Kurniawan ANDIKA SAPUTRA Andriata Muslim Anggreini, Diana Putri Anindita, Yessica Ashari, Evita Salsabila Al Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Azari, Devina Olga Dewi, Nur Utami Isyana Dhani Mutiari Eko Wahyu Widodo El Baqir, Almas Artha Meyvira Elvareta, Khaula Cipta Febriyani, Shintya Fendera, Risalia Nur Gafebryan, Crysna Leallyo Hafizhah Winda Putri Hanendya, Seruni Inas Haq, Kholid Misyalul Hartaningrum, Sindy Eviola Hidayat, Muhammad Fathur Jihan, Kaltsum Farah Kholid, Naufal Laksana, Nadiifa Firsty Mahiroh, Aqila Widyas Maulina, Andria Cahya Maya Puspitasari Maya Puspitasari, Maya Muslim, Andriata Mutiara, Deviesta Nanda Alifta Nadiifa Firsty Laksana Naufal Kholid Naufal, Muhammad Habibin Nugraha, Dwi Agung Nugrahanto, Falih Nur Izzati, Hanifa Nur Utami Isyana Dewi Nurrahman, Yahya Octaviani, Alfina Rahma Parku, Adi Wira Pradana, Whindy Yudha Prajatama, Ghaza Ilham Putra, Akvianata Adhi Pradana Putra, Bimantara Rizendra Putri, Destiana Putri, Hafizhah Winda Rahayu, Ida Putri Ramadhani, Nur Anisa Rani, Tania Rahma Rini Hidayati Rini Kuswati Rosali, Mohammad Afiq Saputra, Riski Dwi Sentagi Sosetya Utami Shalihah, Adilla Neta Sholihah, Fika Annisa' Subrata, Deandra Daffa Jaya Suci, Mubliha Wulan surya Arafat Arafat surya Arafat Arafat, surya Arafat Syaktika, Syori Taufikqurrahman, Aditya Thabroni, Muhammad Sidik Utami, Sentagi Sesotya Widodo, Ervina Meillin Wijaya, Hanifa Calista Wisnu Setiawan Zahrani, Nadira Zakiyah, Safira