Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Pemanfaatan Alun-Alun Lor Boyolali Ditinjau dari Aspek Kenyamanan Lingkungan Dewi Anggraini; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alun-Alun Lor Boyolali merupakan salah satu ruang terbuka publik yang memiliki posisi strategis, terletak di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Meskipun telah memiliki fasilitas seperti area panggung, tempat duduk tribun, dan kamar mandi umum, pemanfaatan ruang ini masih tergolong rendah. Aktivitas masyarakat terbatas pada kegiatan olahraga ringan oleh warga sekitar, sedangkan potensi ruang publik sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi belum tergali optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab rendahnya pemanfaatan Alun-Alun Lor Boyolali ditinjau dari aspek kenyamanan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan campuran, yaitu kualitatif deskriptif yang didukung oleh pendekatan kuantitatif sederhana. Kualitatif deskriptif dilakukan melalui observasi aktivitas berdasarkan rentang waktu tertentu, pencatatan jumlah dan jenis pengguna, wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pemanfaatan alun-alun dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain yaitu lokasi yang bersebelahan dengan jalur cepat sehingga menimbulkan kebisingan dan rasa kurang aman, kenyamanan lingkungan yang rendah akibat minimnya vegetasi peneduh, keterbatasan fasilitas pendukung seperti tempat sampah dan penerangan, serta tidak adanya kegiatan rutin yang mampu menarik pengunjung.
Pencahayaan Ruang Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Boyolali melalui Kajian Evaluasi Purna Huni Aditya Rizki Shaputra; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencahayaan ruang kerja berperan penting dalam mendukung kenyamanan visual dan produktivitas kerja, dan efisiensi energi bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pencahayaan alami dan buatan pada ruang aula dan ruang kerja bidang kawasan permukiman di Gedung Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Boyolali berdasarkan standar pencahayaan nasional. Evaluasi dilakukan pada bangunan yang telah beroperasi dengan pendekatan evaluasi pasca purna huni (post-occupancy evaluation/POE) guna menilai kondisi pencahayaan aktual ruang. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Permanent Supplementary Artificial Lighting Installation (PSALI). Analisis dilakukan melalui pengukuran langsung tingkat iluminasi menggunakan lux meter pada di beberapa titik ukur representatif serta simulasi pencahayaan menggunakan perangkat lunak Surfer. Evaluasi pencahayaan dilakukan pada waktu pagi dan siang hari, kemudian dibandingkan dengan standar pencahayaan berdasarkan SNI 03-6575-2001 dan SNI 6197:2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pencahayaan alami pada ruang aula sebesar 50 lux dan pencahayaan buatan sebesar 65 lux, masih berada di bawah standar minimum ruang aula sebesar 200 lux. Pada ruang kerja Bidang Kawasan Permukiman, rata-rata pencahayaan alami sebesar 133 lux dan pencahayaan buatan sebesar 228 lux, juga belum memenuhi standar minimum ruang kerja perkantoran sebesar 350 lux. Distribusi pencahayaan pada kedua ruang belum merata, terutama pada area yang jauh dari bukaan, sehingga pencahayaan buatan berperan dominan dalam mendukung aktivitas kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja pencahayaan eksisting belum memenuhi standar kenyamanan visual dan memerlukan optimalisasi desain pencahayaan untuk meningkatkan kenyamanan visual dan efisiensi energi bangunan perkantoran.
Respon Tapak Segitiga terhadap Efisiensi Tata Ruang Perancangan NZ House Kontemporer Shalsabila Nailatusshufila; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

NZ House merupakan nama samaran dari proyek rumah tinggal yang dirancang pada lahan sempit berbentuk segitiga di kawasan permukiman padat. Permasalahan utama proyek ini adalah bagaimana menciptakan hunian yang terasa luas, efisien dalam pemanfaatan ruang, serta mampu menghadirkan kenyamanan visual dan ekologis pada tapak yang tidak beraturan. Area lancip yang berpotensi menjadi ruang sisa justru diolah menjadi taman kecil sebagai elemen relaksasi dan ruang hijau mikro yang mendukung prinsip arsitektur hijau.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus berbasis desain, yang berfokus pada strategi pengaturan zonasi dan pemanfaatan ruang multifungsi sebagai upaya mewujudkan efisiensi tata ruang berbasis arsitektur hijau. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan arsitek pembimbing, serta studi literatur mengenai desain hunian efisien dan prinsip bangunan berkelanjutan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan zonasi yang tepat antara area publik, semi privat, privat, dan servis, serta penerapan ruang multifungsi, mampu menciptakan rancangan hunian yang kompak, hemat ruang, dan tetap nyaman secara termal maupun visual. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara efisiensi tata ruang dan arsitektur hijau sebagai strategi desain kontekstual yang dapat diterapkan pada hunian di lahan terbatas kawasan perkotaan.
Pendekatan Holistik dan Adaptif dalam Perancangan Rumah Tinggal untuk Penghuni Introvert Muchammad Kiemas Ichwanan; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi strategi perancangan arsitektural untuk rumah tinggal yang dikhususkan bagi penghuni dengan kepribadian introvert, melalui studi kasus proyek renovasi "E-House" di Perumahan Bumi Banten Indah (BBI), Serang. Di tengah homogenitas desain perumahan subsidi di Indonesia yang sering mengabaikan variabilitas kebutuhan psikologis penghuni, penelitian ini menyoroti urgensi pendekatan holistik yang mengintegrasikan psikologi lingkungan dengan rekayasa spasial. Fokus utama adalah bagaimana adaptasi struktural pada dua kavling subsidi yang digabungkan secara memanjang (back-to-back) dapat menciptakan restorative niche atau ceruk pemulihan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, artikel ini menganalisis penerapan zonasi ketat antara area servis, kantor, dan privat; penggunaan dinding mandiri (independent wall) untuk isolasi akustik; serta perancangan foyer sebagai ruang transisi psikologis. Temuan menunjukkan bahwa intervensi desain yang responsif terhadap kebutuhan privasi, kontrol sensorik, dan mitigasi konflik sosialseperti penempatan gerbang belakang di sisi kanan untuk menghindari friksi dengan tetangga secara signifikan meningkatkan kesejahteraan mental penghuni. Transformasi ini menawarkan wawasan baru mengenai fleksibilitas arsitektur "rumah tumbuh" dalam mengakomodasi spektrum kepribadian yang beragam.
Analisis Kesesuaian Tapak Gedung Kementerian ESDM terhadap Kriteria Appropriate Site Development Greenship New Building Clara Desinta Putri Maharani; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian tapak Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap kriteria Appropriate Site Development (ASD) dalam sistem penilaian Greenship New Building yang dikembangkan oleh Green building Council Indonesia (GBCI). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, kajian dokumen teknis, serta penilaian indikator ASD berdasarkan pembobotan dalam pedoman Greenship. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa kriteria telah memenuhi persyaratan, seperti pemilihan tapak, aksesibilitas komunitas, serta ketersediaan transportasi umum. Namun, masih terdapat kriteria yang belum terpenuhi secara optimal, terutama terkait prasyarat area dasar hijau, fasilitas bagi pengguna sepeda, pengelolaan lanskap tapak, dan manajemen limpasan air hujan. Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan luasan vegetasi, belum optimalnya fasilitas mobilitas berkelanjutan, rendahnya proporsi tanaman lokal, serta belum diterapkannya infrastruktur pengendalian air hujan. Secara keseluruhan, kategori ASD memperoleh 8 poin dari total 17 poin. Penelitian ini merekomendasikan penambahan vegetasi peneduh, peningkatan fasilitas sepeda, optimalisasi desain lanskap, serta penerapan infrastruktur hijau seperti sumur resapan, tangki penampung air hujan, dan bioswale untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan tapak Gedung ESDM.
Kualitas Pencahayaan Alami pada Rumah Komersil Tipe 45: Perum Citra Jaya 4 di Sukoharjo berbasis DIALux Evo 13 Sefty Fadhilla; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerangan dari sinar matahari berperan krusial dalam menciptakan suasana visual yang nyaman, menjaga kesehatan para penghuni, serta meningkatkan efisiensi penggunaan energi pada bangunan tempat tinggal. Kajian ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat kualitas pencahayaan alami di rumah tipe 45/60 yang dijual secara komersial, terletak di Perumahan Citra Jaya 4, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif. Kami mengukur intensitas cahaya secara langsung menggunakan alat Lux Light Meter, dan juga mensimulasikan bagaimana pencahayaan alami menyebar melalui software DIALux Evo 13. Data dikumpulkan pada tiga waktu berbeda, yakni pukul 09.00, 12.00, dan 15.00 WIB, untuk menangkap perubahan posisi matahari sepanjang hari. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa ruangan, seperti kamar mandi, dapur, dan kamar tidur kedua, masih belum memenuhi standar pencahayaan alami sesuai SNI 03-6197-2000. Rendahnya tingkat cahaya pada ruangan-ruangan tersebut disebabkan oleh tidak adanya bukaan yang langsung menghadap ke luar bangunan. Di sisi lain, ruang tamu serta kamar tidur pertama sudah memenuhi standar tersebut berkat adanya jendela yang memungkinkan masuknya cahaya matahari dengan optimal. Hasil ini menyatakan bahwa tata letak ruangan dan desain sistem pencahayaan memiliki pengaruh besar terhadap kualitas pencahayaan alami di rumah komersial.
Studi Kelayakan Kawasan Kumuh Desa Bawu di Kabupaten Boyolali dalam Mewujudkan Permukiman Layak Huni Indah Kusuma Putri; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bawu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang masih menghadapi tantangan permukiman, dengan adanya penelitian ini bertujuan menilai tingkat kelayakan Kawasan permukiman di Desa Bawu dari aspek tujuh indikator kawasan kumuh menurut Permen PUPR No. 14 Tahun 2018. Adapun penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, yaitu dengan melalui observasi lapangan, dokumentasi, serta sistem skoring dan pembobotan. Hasil dari penelitian ini menunjukan kawasan permukiman Desa Bawu tergolong dalam kategori kumuh ringan, dengan total nilai 31 dengan rata rata kekumuhannya 42,18%. Meskipun demikian beberapa aspek dalam tujuh indikator Kawasan kumuh menunjukan kondisi yang serius dan harus segera ditangani, seperti persediaan air minum yang belum aman, sistem drainase yang tidak terpenuhi, sistem pengolahan sampah belum memadai, serta tidak adanya sarana proteksi kebakaran. Temuan ini menekankan perlunya penanganan yang terkoordinir melalui beberapa aspek, seperti penyediaan air bersih, pembuatan drainase lingkungan, penyediaan sistem pengelolaan sampah, peningkatan sanitasi permukiman dan menyediakan sarana proteksi kebakaran. Penataan kawasan permukiman yang terintegrasi, dengan kebijakan daerah yang diterbitkan, diharapkan dapat menjadikan Desa Bawu kawasan permukiman yang layak huni, sehat serta berkelanjutan.
Evaluasi Suhu Udara di Griya Swasana Jagalan Sukoharjo dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Darry Naufal Adipradana; Nur Rahmawati Syamsiyah
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2026: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan hunian di wilayah beriklim tropis lembap seperti Sukoharjo memerlukan perhatian khusus terhadap pengendalian suhu udara ruang, karena suhu lingkungan berpengaruh langsung terhadap kualitas iklim mikro bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi suhu udara pada ruang keluarga dan ruang makan di Griya Swasana, Jagalan, Sukoharjo, serta menilai penerapan prinsip Arsitektur Ekologis dalam pengendalian suhu ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui simulasi komputasional menggunakan Autodesk Revit dengan memasukkan data orientasi bangunan, karakteristik material, radiasi matahari, dan data iklim setempat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa suhu udara ruang berada pada kisaran 25°C-40°C, dengan suhu tertinggi terjadi pada siang hari, sehingga pada waktu tertentu belum memenuhi batas suhu operasional yang direkomendasikan dalam SNI 03-6572-2001. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh paparan radiasi matahari langsung serta pemilihan material bangunan yang belum optimal dalam mereduksi panas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan prinsip Arsitektur Ekologis pada Griya Swasana masih perlu dioptimalkan melalui penguatan strategi desain pasif agar bangunan lebih adaptif terhadap iklim tropis dan mampu mengendalikan suhu udara ruang secara berkelanjutan.
Co-Authors Aditya Mulya Pratama Aditya Rizki Shaputra Afizah Ayob Agus Dwi Anggono Aji Kurniawan Aji Kurniawan ANDIKA SAPUTRA Andriata Muslim Anggreini, Diana Putri Anindita, Yessica Ashari, Evita Salsabila Al Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Atyanto Dharoko Azari, Devina Olga Clara Desinta Putri Maharani Darry Naufal Adipradana Dewi Anggraini Dewi, Nur Utami Isyana Dhani Mutiari Eko Wahyu Widodo El Baqir, Almas Artha Meyvira Elvareta, Khaula Cipta Farkhah Azzahra Rismawati Fauzan Khusnazilan Haris Febriyani, Shintya Fendera, Risalia Nur Gafebryan, Crysna Leallyo Hafizhah Winda Putri Hanendya, Seruni Inas Haq, Kholid Misyalul Hartaningrum, Sindy Eviola Hidayat, Muhammad Fathur Indah Kusuma Putri Ivan Mahsa Rasyid Santosa Jihan, Kaltsum Farah Kholid, Naufal Laksana, Nadiifa Firsty Mahiroh, Aqila Widyas Maulina, Andria Cahya Maya Puspitasari Maya Puspitasari, Maya Muchammad Kiemas Ichwanan Muhammad Siam Priyono Nugroho Muhammad Unggul Muhajiri Rahimi Muslim, Andriata Mutiara, Deviesta Nanda Alifta Nadiifa Firsty Laksana Naufal Kholid Naufal, Muhammad Habibin Nugraha, Dwi Agung Nugrahanto, Falih Nur Izzati, Hanifa Nur Utami Isyana Dewi Nurrahman, Yahya Octaviani, Alfina Rahma Parku, Adi Wira Pradana, Whindy Yudha Prajatama, Ghaza Ilham Putra, Akvianata Adhi Pradana Putra, Bimantara Rizendra Putri, Destiana Putri, Hafizhah Winda Rahayu, Ida Putri Ramadhani, Nur Anisa Rani, Tania Rahma Rini Hidayati Rini Kuswati Rosali, Mohammad Afiq Saputra, Riski Dwi Sefty Fadhilla Sentagi Sosetya Utami Sentagi Sosetya Utami Shalihah, Adilla Neta Shalsabila Nailatusshufila Sholihah, Fika Annisa' Subrata, Deandra Daffa Jaya Suci, Mubliha Wulan surya Arafat Arafat surya Arafat Arafat, surya Arafat Syaktika, Syori Taufikqurrahman, Aditya Thabroni, Muhammad Sidik Utami, Sentagi Sesotya Widodo, Ervina Meillin Wijaya, Hanifa Calista Wisnu Setiawan Zahrani, Nadira Zakiyah, Safira