Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Prosiding University Research Colloquium

Kajian Kerawanan Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu Tengah Alif Noor Anna; Kuswaji Dwi Priyono; S Suharjo; Yuli Priyana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1930.702 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Permasalahan kebencanaandi DAS Bengawan Solo Hulu Tengah seperti banjir, kekeringan, lahankritis, dan tanah longsor yang terjadi berdampak pada sektorsumberdaya air wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Bengawan SoloHulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei. Analisis data menggunakan metode skoring berjenjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsordi daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas, yakni kelas kerawananrendah, sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Tingkat kerawanan tanahlongsor di daerah penelitian tersebar merata. Kelas kerawanan tanahlongsor rendah terdapat di Sub DAS Pepe dan Sub DAS WirokoTemon. Kelas kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Sub DASAlang Unggahan, Bambang, dan Sub DAS dengkeng. Sementara itukelas kerawanan tinggi tersebar di Sub DAS Jlantah Walikun Ds,Keduang, dan Sub DAS Mungkung.
KETERSEDIAAN AIR UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN JAGUNG PADA SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN KEMUSU KABUPATEN BOYOLALI Nurul Hidayah; Yuli Priyana
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.933 KB)

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman yang tahan terhadap cekaman air. Di Kecamatan Kemusu tanaman jagung ditanam pada sawah tadah hujan yang hanya mengandalkan air hujan untuk pengairannya. Pada musim kemarau tidak ada suplai air sehingga perlu untuk mengetahui kebutuhan air untuk tanaman jagung dan pola tanam yang baik sehingga kebutuhan air tanaman jagung dapat terpenuhi. Kebutuhan air tanaman jagung dipengaruhi oleh iklim, curah hujan, kadar lengas tanah dan karakteristik tanaman tersebut. Obyek penelitian ini adalah tanaman jagung dengan metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dengan dibantu aplikasi Cropwat 8.0 untuk menentukan laju evapotranspirasi standar, kebutuhan air tanaman dan pengaturan irigasi tanaman. Penganalisisan data didasarkan pada tiap jenis tanah karena tanah mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan tanaman jagung. Ketersediaan air di Kecamatan Kemusu periode tanam Maret – Agustus cukup bahkan surplus. Pada tanah grumusol Bulan Maret – April merupakan bulan yang sedikit rawan karena menurunnya kelembaban tanah hingga posisi mendekati garis kondisi air siap tersedia. Hal serupa juga terjadi pada tanah litosol pada bulan Maret – Mei. Pada tanah regosol ketersediaan air cukup aman, namun perlu diperhatikan pada fase akhir pertumbuhan hampir mendekati garis kondisi air siap tersedia.
Strategi Adaptasi Petani dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di beberapa Wilayah DAS Bengawan Solo Hulu Tengah) Yuli Priyana; Alif Noor Anna; Rudiyanto Rudiyanto; Khusna Furoida
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Kebencanaan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.157 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Fokus bencana yang dikajidalam penelitian ini adalah bencana yang disebabkan karena faktorkondisi hidrometeorologis. Salah satu jenis bencana yang disebabkankarena faktor hidrometeorologis wilayah adalah bencana banjir.Bencana banjir yang terjadi di daerah penelitian berdampak padasektor pertanian sehingga menurunkan produktivitas lahan dan hasilpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji strategiadaptasi yang dilakukan oleh petani dalam menghadapi bencanabanjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisdata sekunder yang didukung dengan wawancara dengan kuosioner.Analisis data menggunakan metode deskriptif kuntitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh petani didaerah penelitian bervariasi seperti: membuat tanggul sungai,mengadakan penghijauan di wilayah hulu dan sempadan sungai,pelebaran dan pengerukan sungai, dan rotasi tanaman pertanian.Strategi yang paling banyak dilakukan masyarakat dalammenghadapi bencana banjir adalah dengan membuat tanggul sungaidan melakukan pelebaran dan pengerukan sungai.
Kajian Kerawanan Tanah Longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo Hulu Tengah Anna, Alif Noor; Priyono, Kuswaji Dwi; Suharjo, S; Priyana, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Permasalahan kebencanaandi DAS Bengawan Solo Hulu Tengah seperti banjir, kekeringan, lahankritis, dan tanah longsor yang terjadi berdampak pada sektorsumberdaya air wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis tingkat kerawanan tanah longsor di DAS Bengawan SoloHulu Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survei. Analisis data menggunakan metode skoring berjenjang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerawanan tanah longsordi daerah penelitian dibagi menjadi 3 kelas, yakni kelas kerawananrendah, sedang, dan kelas kerawanan tinggi. Tingkat kerawanan tanahlongsor di daerah penelitian tersebar merata. Kelas kerawanan tanahlongsor rendah terdapat di Sub DAS Pepe dan Sub DAS WirokoTemon. Kelas kerawanan tanah longsor sedang tersebar di Sub DASAlang Unggahan, Bambang, dan Sub DAS dengkeng. Sementara itukelas kerawanan tinggi tersebar di Sub DAS Jlantah Walikun Ds,Keduang, dan Sub DAS Mungkung.
KETERSEDIAAN AIR UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN JAGUNG PADA SAWAH TADAH HUJAN DI KECAMATAN KEMUSU KABUPATEN BOYOLALI Hidayah, Nurul; Priyana, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanaman yang tahan terhadap cekaman air. Di Kecamatan Kemusu tanaman jagung ditanam pada sawah tadah hujan yang hanya mengandalkan air hujan untuk pengairannya. Pada musim kemarau tidak ada suplai air sehingga perlu untuk mengetahui kebutuhan air untuk tanaman jagung dan pola tanam yang baik sehingga kebutuhan air tanaman jagung dapat terpenuhi. Kebutuhan air tanaman jagung dipengaruhi oleh iklim, curah hujan, kadar lengas tanah dan karakteristik tanaman tersebut. Obyek penelitian ini adalah tanaman jagung dengan metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dengan dibantu aplikasi Cropwat 8.0 untuk menentukan laju evapotranspirasi standar, kebutuhan air tanaman dan pengaturan irigasi tanaman. Penganalisisan data didasarkan pada tiap jenis tanah karena tanah mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan tanaman jagung. Ketersediaan air di Kecamatan Kemusu periode tanam Maret – Agustus cukup bahkan surplus. Pada tanah grumusol Bulan Maret – April merupakan bulan yang sedikit rawan karena menurunnya kelembaban tanah hingga posisi mendekati garis kondisi air siap tersedia. Hal serupa juga terjadi pada tanah litosol pada bulan Maret – Mei. Pada tanah regosol ketersediaan air cukup aman, namun perlu diperhatikan pada fase akhir pertumbuhan hampir mendekati garis kondisi air siap tersedia.
Strategi Adaptasi Petani dalam Menghadapi Bencana Banjir (Studi Kasus di beberapa Wilayah DAS Bengawan Solo Hulu Tengah) Priyana, Yuli; Anna, Alif Noor; Rudiyanto, Rudiyanto; Furoida, Khusna
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Kebencanaan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu faktor penentukondisi sumber daya air di suatu wilayah. Fokus bencana yang dikajidalam penelitian ini adalah bencana yang disebabkan karena faktorkondisi hidrometeorologis. Salah satu jenis bencana yang disebabkankarena faktor hidrometeorologis wilayah adalah bencana banjir.Bencana banjir yang terjadi di daerah penelitian berdampak padasektor pertanian sehingga menurunkan produktivitas lahan dan hasilpertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji strategiadaptasi yang dilakukan oleh petani dalam menghadapi bencanabanjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisdata sekunder yang didukung dengan wawancara dengan kuosioner.Analisis data menggunakan metode deskriptif kuntitatif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh petani didaerah penelitian bervariasi seperti: membuat tanggul sungai,mengadakan penghijauan di wilayah hulu dan sempadan sungai,pelebaran dan pengerukan sungai, dan rotasi tanaman pertanian.Strategi yang paling banyak dilakukan masyarakat dalammenghadapi bencana banjir adalah dengan membuat tanggul sungaidan melakukan pelebaran dan pengerukan sungai.