Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif Desa Pesisir Melalui Pelatihan Pembuatan Cinderamata Talani, Noval Sufriyanto; Tuli, Munirah
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 5 No 1 (2023): SULUH: Jurnal Abdimas Agustus
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v5i1.4348

Abstract

Wilayah pesisir telah menjadi kantong kemiskinan ekstrim. Pemerintah terus berupaya untuk menanggulangi kemiskinan ekstrim di wilayah pesisir. Salah satu solusi menanggulangi kemiskinan di wilayah pesisir termasuk Desa Pentadu Barat Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo adalah meningkatkan ekonomi mereka. Pengembangan potensi ekonomi kreatif merupakan jalan meningkatkan ekonomi masyarakat Pentadu Barat, salah satunya lewat pelatihan pembuatan cinderamata. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan pendampingan lansung melalui program KKN Tematik Kolaboratif. Tujuan dari pelatihan ini antara lain (1) mengekplorasi potensi di Desa Pentadu Barat yang dapat menjadi material cinderamata; (2) memberikan pelatihan pembuatan cinderamata berbasis material lokal kepada masyarakat Desa Pentadu Barat untuk mengembangkan ekonomi kreatif di desa tersebut. Hasilnya, peserta pelatihan dapat membuat cinderamata tempat tisu, bingkai foto, jam dinding, jam pasir, dan bros. Material yang digunakan untuk membuat cinderamata, yaitu kerang, pasir laut, dan sisik ikan. Material-material ini adalah material lokal yang berasal dari Desa Pentadu Barat.
Analisisis Online Engagement Melalui Media Sosial Instagram pada Toko iPhone Gorontalo Musdalifa; Talani, Noval Sufriyanto; Pakaya, Siti Mayasari; Mursalim, Muhammad Akram
Komunika Vol. 19 No. 02 (2023): Komunikasi Massa, Komunikasi Politik, Komunikasi Pemasaran
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/komunika.v19i02.13757

Abstract

  Online engagement merupakan kegiatan yang berlangsung dengan mengandalkan individu dengan pesan-pesan yang disampaikan melalui jaringan internet sebagai komunikasi di media sosial terhadap sebuah merek yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku pelanggan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis online engagement di toko iPhone Gorontalo melalui media sosial Instagram. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah konsep dari engagement dan social media marketing. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari owner, admin marketing dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iPhone Gorontalo lebih memfokuskan pemasaran produk melalui media sosial Instagram karena dilihat dari jumlah followers dan likers yang ada di Instagram meningkat dan di media sosial Instagram lebih mudah membagikan konten produk karena adanya fitur IG story dan juga reels sehingganya para pelanggan mudah mendapatkan informasi lengkap mengenai iPhone Gorontalo. Yang dilihat dari 5 element engagement yaitu, social engagement, cognitive engagement, behavioral engagement, collaborative engagement dan emotional engagement. 5 element engagement dalam online engagement tersebut ternyata konten yang berisikan informasi mengenai produk iPhone Gorontalo lebih berdampak pada peningkatan engagement konten tips dan trik yang merupakan konten iPhone Gorontalo mendapatkan lebih banyak pemutaran konten dan mendapat banyak like di banding konten yang bersifat hiburan. Sehingganya online engagement dapat di terapkan di media sosial Instagram yang dapat membuat Instagram iPhone Gorontalo mendapat banyak pengunjung atau followers serta mendapat banyak like, komen dan share di postingan milik iPhone Gorontalo yang juga membuat pelanggan yang awalnya hanya pelanggan biasa hingga menjadi pelanggan loyal dan perekomendasi merek.Kata Kunci: Analisis, Online Engagement, Media Sosial, Instagram, Pemasaran
Representasi Antisocial Personality Disorder Melalui Pertandaan Film Drama Korea “It’s Okay To Not Be Okay” Talani, Noval Sufriyanto; Bagu, Fitrah Ramadanti; Tanipu, Zulkifli
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 2 No. 1 (2024): Jambura Ilmu Komunikasi
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jik.v2i1.95

Abstract

Penyebaran budaya Korea Selatan, khususnya melalui medium film bergenre drama, yang biasa disebut sebagai 'drama Korea/drakor', telah muncul sebagai fenomena tersendiri dalam konteks dominasi produksi sinematik Barat. Dalam kapasitasnya sebagai media representasi, film telah menjadi sarana yang populer dan sangat diminati oleh para penonton untuk menyaksikan narasi yang disajikan di dalamnya. Film berjudul “It’s Okay to Not Be Okay,” yang menggambarkan narasi romantis dengan latar belakang protagonis yang bergulat dengan tantangan psikologis, telah terbukti menjadi karya sinematik yang sangat menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem tanda dari drama Korea “It’s Okay to Not Be Okay” untuk mengidentifikasi tanda dan makna yang merepresentasikan antisocial personality disorder. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan analisis yang didasari oleh teori semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menghasilkan temuan-temuan yang berkaitan dengan manifestasi representasi antisocial personality disorder dalam drama Korea "It's Okay to Not Be Okay," yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk penandaan. Perbedaan ini membuat sistem tanda secara inheren dinamis, terlepas dari sifat komponen objek tanda yang relatif statis, yang berbentuk ikon. Kehadiran tanda ini memfasilitasi kemampuan penonton untuk mengidentifikasi berbagai elemen yang digambarkan dalam film. Dinamika sistem tanda dari representasi antisocial personality disorder terlihat jelas dalam representamen dan interpretan. Elemen legisign dan sinsign mewakili tanda-tanda utama dalam komponen representamen yang digunakan untuk mengidentifikasi gangguan kepribadian antisosial. Bersamaan dengan itu, penggambaran antisocial personality disorder dalam komponen interpretan dilihat melalui pemeriksaan elemen-elemen tanda rheme, dicent sign/dicisign, dan argument. Tanda-tanda ini memiliki fungsi penting dalam konstruksi representasi dalam konteks film, khususnya dalam drama Korea “It’s Okay to Not Be Okay.” Hasil penelitian ini berimplikasi pada proses pembongkaran makna dari sebuah tanda dalam film yang memiliki banyak tanda dari sudut pandang semiotika Peirce.
Representas Diskriminasi Perempuan Jawa Dalam Series Gadis Kretek (Analisis Semiotika Roland Barthes) Yahya, Nur Alifah Z.; Talani, Noval Sufriyanto; Juniarti, Gita
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 3 No. 1 (2025): Jambura Ilmu Komunikasi
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jik.v3i1.139

Abstract

This stydy analyzes the representation of discrimination against the Javanese female character, Dasiyah , in the Gadis Kretek series. What distinguishes this study from others is its focus on discrimination, specifically experienced by Dasiyah as a Javanese woman involved in the kretek (clove cigarette) industry. The primary focus is on how gender-based discrimination is portrayed, particularly toward women parcitipating in the kretek business. The objectives of this research are to describe the signs of discrimination against Javanese women as portrayed through the character Dasiyah, and to analyzes the meanings and myths associated with the image of the “Javanese girl” as represented in the series. This research employs a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic method to uncover the denotative, connotative, and mythological meanings embedded in discriminatory scenes. The findings reveal the restriction of women ‘s roles, negative labeling of women active in public spaces, and the silencing of women’s voices within business inheritance systems. Dasiyah is represented as a figure of resistance to the myth of the Javanese woman through three core Javanese cultural values: Rukun (harmony), Sabar (patience), and Nrimo ing pandum (grateful acceptance). The series serves as a medium of critique against patriarchal culture and traditional gender constructs in Javanese community
Analisis Semiotika pada Strategi Persuasif Iklan Judi Online di Youtube Channel PlayOjo Amin, Nur Izatul; Talani, Noval Sufriyanto; Mursalim, Muhammad Akram
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 3 No. 1 (2025): Jambura Ilmu Komunikasi
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jik.v3i1.145

Abstract

The development of digital technology has driven a significant transformation in the advertising world, including the promotion of online gambling advertisements. This advertisements not only convey product but also construct certain meanings and myths thats influence how audiences perceive gambling practices. The research gap addresses in the research is the lack of semiotic analysis that specifically explores symbols and persuasive strategies. This research aims to analyze the visual symbols, persuasive meanings, and strategies used in online gambling advertisements on the PlayOJO YouTube channel. This research employs a qualitative approach using Roland Baerthes’ semiotic analysis, which includes the identification of sign, denotative meaning, connotative meaning, and myth formation. The results indicate that PlayOJO advertisements utilize symbols such as bright lights, joyful character expressions, vibrant colors, and narratives of winning to construct the myth that online gambling is a pleasurable activity that can bring luck and happines. These advertisements instill the idea that online gambling is a quick and enjoyable path to happines. In conclusion, the persuasive strategy in these advertisements operates subtly trough the peripheral route, emphasizing visual and emotional impression rather than logical argumentation. The implications of this research highlight the need for critical awareness of digital advertising messages that can influence attitudes and behaviors, as well as the urgency for stricter regulation of gambling advertisements on social media platforms.
Representasi Stereotip Tiger Mom dalam Film “Everything Everywhere All at Once” (Analisis Semiotika John Fiske) Jasin, Mutiara Nabila; Talani, Noval Sufriyanto; Mariana, Feni
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 3 No. 1 (2025): Jambura Ilmu Komunikasi
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jik.v3i1.149

Abstract

Penelitian ini membahas representasi stereotip Tiger Mom dalam film Everything Everywhere All at Once dengan mengidentifikasi tanda-tanda visual dan naratif yang muncul dalam film. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana stereotip Tiger Mom dikonstruksi dan dikomunikasikan, serta bagaimana ideologi dan budaya berperan dalam pembentukannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stereotip Tiger Mom disampaikan melalui visual dan narasi yang terstruktur secara sinematik. Karakter Evelyn digambarkan sebagai ibu Asia-Amerika yang keras, perfeksionis, dan penuh tuntutan terhadap anak. Pada level realitas, Evelyn ditampilkan dengan penampilan sederhana, gestur tegas, dan gaya komunikasi otoriter. Pada level representasi, penggunaan teknik sinematik seperti close-up, low angle, dan pencahayaan dramatis memperkuat dominasinya dalam keluarga. Pada level ideologi, terdapat nilai-nilai feminisme. Selain itu, nilai-nilai Konfusianisme seperti hierarki keluarga dan penghormatan kepada orang tua menjadi dasar pola asuh Evelyn. Sebagai perempuan imigran Asia di Amerika, Evelyn menghadapi benturan antara nilai tradisional dan budaya individualistik Barat.
Problem tafsir semiotika dalam kajian media dan komunikasi: Sebuah tinjauan kritis Talani, Noval Sufriyanto; Kamuli, Sukarman; Juniarti, Gita
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2023): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/bricolage.v9i1.3407

Abstract

Tradisi semiotika adalah salah satu tradisi penting dalam kajian media dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaplikasian teori-teori semiotika dalam kajian media dan komunikasi guna menemukan aspek-aspek problematis di dalamnya. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka, penelitian ini menganalisis dua belas artikel yang menggunakan metode analisis semiotika. Kedua belas artikel yang dipilih telah diterbitkan oleh jurnal-jurnal ilmu komunikasi yang terindeks Sinta 2. Hasil menunjukkan bahwa iklan, film, majalah, gambar buku anak, teks pidato, dan simbol-simbol dalam ritual adat telah dijadikan objek penelitian dan masing-masing dianalisis berdasarkan teori semiotika Greimas, Barthes, Peirce, dan Lotman. Problem mendasar yang ditemukan adalah kerancuan bentuk penafsiran khususnya pada penelitian-penelitian terdahulu yang menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Umumnya kerancuan itu terjadi ketika tafsir di tingkatan denotatif dicampuradukkan dengan tafsir di tingkat konotatif. Dalam konteks semiotika Peirce, kecenderungan analisisnya terfokus pada bagian Objek (O) dan mengabaikan bagian Representamen (R) dan Interpretan (I). Padahal dalam basis teori Peirce, objek, representamen, dan interpretan adalah satu kesatuan unit analisis yang tidak terpisahkan dan brsifat parsial. Kekeliruan, kerancuan, atau ketidaktepatan analisis bisa menjadi persoalan mendasar dari tafsir semiotika..
Konstruksi Media Pemberitaan Bunuh Diri di Gorontalo (Analisis Framing pada Media Daring Hargo.co.id dan Dulohupa.id) Nurnadela Rahmat; Noval Sufriyanto Talani; Muhammad Akram Mursalim
JAMBURA JURNAL ILMU KOMUNIKASI Vol. 3 No. 2 (2025): media
Publisher : Jambura Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the construction of events and framing in the reporting of suicide cases in Gorontalo in 2023 on the online media Hargo.co.id and Dulohupa.id. Using a qualitative descriptive approach with the theoretical framework of Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki (syntax, script, thematic, and rhetoric). The researcher acted as the main instrument in the study, with data obtained through documentation and literature review. The results show that both media construct suicide as a simple, individual, tragic, dramatic, and sensational actual event. Hargo.co.id also presents suicide as an impulsive act with an emphasis on moral values. Six forms of framing were found: incidental framing, personal tragedy, recurring patterns, moral judgment, victim exploitation, and passive framing.
Social Media Impact on Women's and Children's Rights in Armed Conflicts: Legal Assertions by Third States? Mellisa Towadi; Ana Čović; Mutia Cherawaty Thalib; Lisnawaty W Badu; Noval Sufriyanto Talani
Lex Scientia Law Review Vol. 8 No. 2 (2024): Advancing Justice, Rights, and Governance in a Digital and Decentralized World
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lslr.v8i2.13622

Abstract

This article explores how third countries can claim social media information from their citizens as a legal measure to protect and fight for the rights of women and children in armed conflict. The exploration is conducted normatively with a socio-juridical approach and a comparison of state implementation of the law. Implementing law in this approach will involve comprehensive analyses that include understanding legal texts, examining social impacts, and comparing practices across different jurisdictions to draw appropriate conclusions. This research shows that social media can serve as a platform to raise global awareness of human rights violations, provide digital evidence that can be used in international tribunals, and exert diplomatic pressure on states involved in violations. Social media also enables cross-border collaboration between governments, international organisations and NGOs to coordinate legal and advocacy efforts. However, challenges include disinformation, digital security risks, and technology access gaps that can hinder the effective use of social media as a legal tool. Nonetheless, with the right strategies, third countries can utilise social media to strengthen international law enforcement and support the fulfilment of the rights of women and children in conflict zones. In conclusion, despite significant challenges, third countries can claim the use of social media as an effective legal measure in their efforts to support and protect the rights of women and children in situations of armed conflict.
STRATEGY ANALYSIS FOR ACHIEVING SDGS TARGETS IN POSO REGENCY IN THE DEVELOPMENT OF THE TOMINI BAY ECONOMIC AREA Sri Maryati; Harto S. Malik; Noval Sufriyanto Talani; Salahudin Olii
GeoEco Vol 12, No 1 (2026): GeoEco January 2026
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ge.v12i1.86420

Abstract

Poso Regency has a highly strategic geopolitical position and a very high economic potential. However, in achieving sustainable development goals, there are several indicators whose progress is relatively slow. This research aims to map the general conditions of the region in achieving SDG indicators for Poso Regency, categorise the achievement of SDG indicators for Poso Regency, and identify regional strengths, weaknesses, opportunities, and challenges in achieving SDG indicators for Poso Regency. Data collection was conducted through the search of secondary data and the collection of primary data via interviews and questionnaires completed by stakeholders in Poso Regency. The data analysis technique chosen in this research is SWOT analysis. The research results indicate that Poso Regency has greater strengths than weaknesses in achieving poverty indicators and gross regional domestic product (GRDP) growth rates. Poso Regency has greater opportunities than threats in achieving the SDGs' poverty indicators and GRDP growth rates. Poso Regency shows advantageous conditions in achieving poverty indicators and economic growth rates by maximising its strengths and opportunities. Efforts to reduce poverty rates and increase the GRDP of Poso Regency can be implemented through integrated and sustainable programs involving various relevant stakeholders.