Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Psychology Science

Studi Ableism pada Mahasiswa Muslim Pramesti Noer Aliffah; Hamdan, Stephani Raihana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10129

Abstract

Abstract. Indonesia has implemented inclusive education that respects diversity and is non-discriminatory. On the other hand, people with disabilities in Indonesia still face obstacles in their social life such as discrimination against people with disabilities (ableism), especially in higher education. In Islam, Allah has created humans in the most perfect form. Islam emphasizes the value of deeds and good deeds rather than physical perfection, so Islam views people with disabilities and other humans equally, and also condemns all forms of discriminatory actions against people with disabilities. Everyone has the potential to be ableist to varying degrees, which can be high and low. In addition, ableism can be overt or covert (unconscious). Ableism in education will only create invisible barriers between people with disabilities and non-disabled people so that a climate of inclusivity is not created. This study aims to determine the level of ableism in Muslim students. This study used an online survey method involving 298 students of Bandung Islamic University. The measuring instrument used was the Symbolic Ableism Scale (Friedman & Awsumb, 2019) which was adapted into Indonesian by the researcher. The results of this study indicate that the level of ableism in non-disabled UNISBA students is low. The low level of ableism is owned by students who are female and have had direct interaction with people with disabilities, especially with physical disabilities. Abstrak. Indonesia telah menerapkan pendidikan inklusif yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif. Disisi lain, penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi hambatan dalam kehidupan sosialnya seperti diskriminasi terhadap penyandang disabilitas (ableism), khususnya dalam mengenyam pendidikan tinggi. Dalam Islam, Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk yang paling sempurna. Islam menekankan nilai amal perbuatan dan perbuatan baik daripada kesempurnaan fisik, sehingga Islam memandang sama antara penyandang disabilitas dan manusia lainnya, juga mengecam segala bentuk tindakan diskriminatif terhadap penyandag disabilitas. Setiap orang memiliki potensi sebagai ableist dengan tingkatan yang bervariatif, dapat tinggi dan dapat pula rendah. Selain itu, ableist dapat bersifat secara terbuka atau secara tersembunyi (tidak disadari). Ableism di dalam pendidikan hanya akan membuat invisible barriers antara penyandang disabilitas dengan non-disabilitas sehingga iklim inklusivitas tidak tercipta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ableism pada mahasiswa muslim. Penelitian ini menggunakan metode survei daring yang melibatkan 298 mahasiswa Universitas Islam Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah Symbolic Ableism Scale (Friedman & Awsumb, 2019) yang diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ableism pada mahasiswa non-disabilitas UNISBA tergolong rendah. Tingkat ableism yang rendah dimiliki oleh mahasiswa berjenis kelamin perempuan dan pernah berinteraksi langsung dengan penyandang disabilitas, terutama dengan jenis disabilitas fisik.
Studi Deskriptif Tingkat Religiusitas pada Perokok Muslim Anita Firdaus; Hamdan, Stephani Raihana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12970

Abstract

Abstract. This study aims to explore the level of religiosity among Muslim smokers aged 18-29 in Bandung City. Using a descriptive research approach, the study gathers data primarily through surveys. A total of 100 respondents were chosen via convenience sampling from the population of Muslim smokers in Bandung City. The research instrument is a questionnaire that includes a religiosity scale tailored to smoking behavior, as developed by Hanifah & Hamdan (2019). Data analysis was carried out using Spearman’s correlation test to assess the strength of the relationship between the studied variables. The findings emphasize the role of religiosity in reducing internal conflicts faced by young Muslim smokers in Bandung City. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat religiositas di kalangan perokok Muslim berusia 18-29 tahun di Kota Bandung. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif, data dikumpulkan terutama melalui survei. Sebanyak 100 responden dipilih melalui convenience sampling dari populasi perokok Muslim di Kota Bandung. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang mencakup skala religiositas yang disesuaikan dengan perilaku merokok, berdasarkan skala yang dikembangkan oleh Hanifah & Hamdan (2019). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk menilai kekuatan hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil penelitian menekankan peran religiositas dalam mengurangi konflik internal yang dihadapi oleh perokok muda Muslim di Kota Bandung.