Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Macroeconomic and Institutional Determinants of ASEAN Middle Income Trap: Evidence from 2014–2023 Nabila, Alfira; Sodik, Jamzani; Nuryadin, Didi
JAMPE (Journal of Asset Management and Public Economy) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jampe.v5i1.13910

Abstract

This study aimed to analyze the effect of Foreign Direct Investment (FDI), Human Development Index (HDI), Corruption Perception Index (CPI), and inflation on Gross National Income (GNI) per capita in 11 ASEAN countries during the period 2014–2023. In addition, this study evaluates the differences in GNI levels between countries that remain trapped in the Middle Income Trap (MIT) and those that have successfully escaped it. The method used was panel data regression with the Random Effect Model approach. The results showed that FDI and HDI have a significant positive effect on GNI per capita, whereas CPI has a significant negative effect. Inflation has no significant effect. The MIT dummy variable also has a significant negative effect, indicating that countries that remain in the MIT tend to have lower per capita income levels compared to countries that have successfully escaped. These findings reinforce the importance of the role of institutional quality and human development in increasing national income. This study contributes to the development economics literature by highlighting the importance of macroeconomic and institutional variables in explaining income disparities in the ASEAN region.
FENOMENA KUTUKAN SUMBER DAYA ALAM DALAM PERSPEKTIF EKONOMI DI PULAU KALIMANTAN PADA TAHUN 2014 – 2023 Sodik, Jamzani; Saputri, Isnaini
Develop Vol 10 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/dev.v10i1.11614

Abstract

Kelimpahan sumber daya alam sering dianggap sebagai pendorong penting pembangunan ekonomi regional. Namun, literatur ekonomi pembangunan menyoroti sebuah paradoks yang dikenal sebagai Kutukan Sumber Daya Alam, di mana wilayah yang kaya akan sumber daya alam mungkin mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat karena ketergantungan yang berlebihan pada industri ekstraktif dan diversifikasi ekonomi yang lemah. Meskipun fenomena ini telah banyak diteliti di tingkat lintas negara, bukti empiris di tingkat subnasional, khususnya di wilayah kaya sumber daya di negara berkembang, masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kelimpahan sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi regional di lima provinsi Pulau Kalimantan, Indonesia, selama periode 2014–2023. Untuk mengukur besarnya Kutukan Sumber Daya Alam, studi ini menggunakan Indeks Kutukan Sumber Daya Regional (RRCI), dilengkapi dengan Indeks Ketergantungan Sumber Daya Alam (NRDI) dan Indeks Pembangunan Berkelanjutan Regional (RSDI). Selanjutnya, analisis regresi data panel digunakan untuk menguji dampak beberapa determinan terhadap Produk Domestik Bruto Regional (PDB), termasuk PDB awal, dana bagi hasil pertambangan (DBH), investasi domestik (PMDN), dan Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi-provinsi dengan ketergantungan yang lebih tinggi pada sumber daya pertambangan cenderung menunjukkan indikasi yang lebih kuat terhadap Kutukan Sumber Daya Alam. Kalimantan Tengah mencatat nilai RRCI tertinggi (0,73), disertai dengan nilai NRDI dan RSDI yang relatif tinggi. Namun, hasil regresi menunjukkan bahwa dana bagi hasil pertambangan dan minyak dan gas memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap PDB. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat ketergantungan sumber daya yang kuat, bukti secara keseluruhan tidak mendukung adanya Kutukan Sumber Daya Alam di Kalimantan selama periode penelitian. Studi ini berkontribusi pada literatur dengan memberikan bukti empiris baru tentang Kutukan Sumber Daya Alam di tingkat provinsi di Indonesia, dengan mengintegrasikan ketergantungan sumber daya, transfer fiskal, dan indikator pembangunan manusia dalam kerangka pertumbuhan ekonomi regional.