Abdulloh Fuadi, Abdulloh
Jurusan PAI FITK IAIN Mataram

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : EL-HIKMAH

SPIRITUALISASI ILMU: Sebuah Upaya Menyibak Jalur Integrasi Ilmu dan Agama Fuadi, Abdulloh
EL-HIKMAH Vol 7, No 2 (2013): Desember
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tiga hal: pertama, latar belakang munculnya pemikiran perlunya pengintegrasian ilmu dan agama; kedua, ambiguitas yang dialami oleh praktisi pendidikan dalam mempraktekkan integrasi ilmu dan agama; ketiga, jalur baru yang mungkin bisa dilalui sebagai arah kebijakan para praktisi pendidikan. Upaya spiritualisasi ilmu tidak bisa hanya lewat tulisan di atas kertas atau media pidato, ceramah, sarasehan, seminar dan sejenisnya. Ia membutuhkan tindakan nyata dan konkrit. Aktifitas perpustakaan dan masjid harus bersinergi mendukung pembentukan cendekiawan Muslim yang berkarakter. Tindakan nyata itu membutuhkan totalitas penuh dari semua stakeholder di sebuah institusi pendidikan.
TELAAH PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH PLURAL AGAMA Fuadi, Abdulloh
EL-HIKMAH Vol 8, No 1 (2014): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama memiliki peran strategis untuk mempertahankan dan mengawal nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks kebhinnekaan dan keragaman budaya, etnis, bahasa, dan agama. Tulisan ini menawarkan sebuah alternatif lain dalam proses pembelajaran agama di sekolah, yakni pendidikan religiusitas antar-iman, yang dihajatkan untuk mengkonstruk peserta didik yang bersedia berbagi, bersama, dan menerima keberdaan yang lain‘. Konsep tersebut, pertama, tema-tema yang dibahas mencerminkan keharmonisan dan kerukunan untuk bersedia berbagi tempat bersama yang lain‘; kedua, guru pengajar tidak terbatas pada satu agama tertentu; ketiga, seluruh murid yang berasal dari agama dan kepercayaan apapun yang berada di sekolah tersebut dirangkul dan dikumpulkan dalam satu tempat dan waktu yang sama; kelima, peserta didik yang berasal dari agama yang berbeda itu diberikan kesempatan dan porsi yang sama untuk membagi pengalaman dan pemahaman keagamaannya terkait dengan tema yang sedang dibahas, tidak melulu ceramah, dan keenam, waktu pelaksanaan dapat mengambil satu waktu tertentu dalam satu semester, cukup sekali atau dua kali dalam satu semester.
Meninjau Pengembangan Pendidikan Islam: Menuju IAIN Mataram “With Wider Mandate” Fuadi, Abdulloh
EL-HIKMAH Vol 7, No 1 (2013): Juni
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi-informasi penting terkait dengan tiga hal: 1. Kajian pemikiran dan teori pendidikan Islam; 2. Kajian sosio-historis pendidikan Islam; 3. Kajian metodologis pendidikan Islam. Pembahasannya tidak dihajatkan untuk fokus pada salah satu ketegori saja, namun membahas berbagai persoalan penting yang berkembang di dalam ketiga kategori tersebut. Demi untuk memenuhi hajat tersebut, maka terbagi menjadi tujuh bagian: 1) Pengembangan pemikiran filosofis pendidikan Islam; 2) Pengembangan pemikiran pendidikan Islam di Indonesia; 3) Orientasi pengembangan Pendidikan Islam; 4) Pengembangan Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam; 5) Pengembangan guru dalam pendidikan Islam; 6) Pengembangan perguruan tinggi agama Islam; dan 7) Pengembangan model pendekatan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.
PENDIDIKAN RELIGIOSITAS: UPAYA ALTERNATIF PENDIDIKAN KEAGAMAAN Fuadi, Abdulloh
EL-HIKMAH Vol 9, No 1 (2015): JUNI
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama pada umumnya, ataupun Pendidikan Religiositas mempunyai tujuan yang sama, yaitu meningkatkan iman dan takwa bagi siswa yang mempelajarinya. Namun ada satu perbedaan prinsip yang membedakan kedua pendidikan itu. Kalau Pendidikan Agama hanya berkutat pada dogma dan nilai-nilai kebenaran agama itu sendiri. Sementara Pendidikan Religiositas bicara lebih luas, ingin merangkum kesamaan nilai-nilai universal setiap agama. Pendidikan Religiositas mempergunakan pendekatan pendidikan refleksi (paradigma pedagogi reflektif). Refleksi meliputi tiga unsur utama sebagai satu kesatuan di dalam proses pembelajarannya, yaitu: pengalaman, refleksi dan aksi. Melalui Pendidikan Religiositas ini siswa diharapkan mengalami perubahan sikap yang mendasar atas hidupnya, dimana siswa mampu menghormati martabat hidup manusia, memperjuangkan kebaikan bersama, menyebarluaskan sikap dan semangat solidaritas dengan sesama, khususnya yang kecil, lemah, miskin dan tersingkirkan. Inilah transformasi kehidupan yang diharapkan tumbuh dan berkembang dalam diri siswa, baik melalui agama dan kepercayaan masing-masing maupun dalam proses komunikasi iman dengan agama dan kepercayaan lain.