Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Penerapan Media Gambar Pada Mata Pelajaran Sains Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Lakea Sukarta, Sukarta; Husain, Sarjan N; Tangge, Lilies N
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.382 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan media gambar pada mata pelajaran sains di kelas V SDN Lakea. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Lakea yang berjumlah 21 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Rancangan penelitian mengikuti tahap penelitian yang mengacu pada modifikasi diagram Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan hasil analisis tes hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I adalah: siswa yang tuntas 15 dari 21 siswa atau persentase ketuntasan klasikal sebesar 71,4%, daya serap klasikal 73,8%, serta aktivitas siswa rata-rata dalam kriteria baik. Pada siklus II siswa yang tuntas 19 dari 21 siswa atau ketuntasan klasikal 90,5%, daya serap klasikal sebesar 82,9%, serta aktivitas siswa rata-rata berada dalam krtiteria sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media gambar pada mata pelajaran sains dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Lakea. Kata Kunci: Media gambar, Mata Pelajaran Sains, Hasil Belajar Siswa
Penerapan Media Gambar Pada Mata Pelajaran Sains Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Lakea Sukarta, Sukarta; Husain, Sarjan N; Tangge, Lilies N
Jurnal Kreatif Online Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.382 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran sains. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan media gambar pada mata pelajaran sains di kelas V SDN Lakea. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN Lakea yang berjumlah 21 orang. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri atas dua siklus. Rancangan penelitian mengikuti tahap penelitian yang mengacu pada modifikasi diagram Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi guru, lembar observasi siswa, dan tes hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut dibuktikan dengan hasil analisis tes hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I adalah: siswa yang tuntas 15 dari 21 siswa atau persentase ketuntasan klasikal sebesar 71,4%, daya serap klasikal 73,8%, serta aktivitas siswa rata-rata dalam kriteria baik. Pada siklus II siswa yang tuntas 19 dari 21 siswa atau ketuntasan klasikal 90,5%, daya serap klasikal sebesar 82,9%, serta aktivitas siswa rata-rata berada dalam krtiteria sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media gambar pada mata pelajaran sains dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Lakea. Kata Kunci: Media gambar, Mata Pelajaran Sains, Hasil Belajar Siswa
Implementasi Metode Asy-Syafi’i pada Anak di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al-Ikhlas Sukarta, Sukarta; Fuadi, Abdulloh; Nasarudin, Nasarudin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6498

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi metode Asy-Syafi’i Al-Qur'an kepada anak di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al-Ikhlas menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data utama dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan, pengasuh asrama, dan staf pengajar, sementara data sekunder diperoleh dari referensi seperti jurnal dan buku yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Asy-Syafi’i terbukti berkontribusi dalam pembelajaran Al-Qur'an. Lebih dari separoh anak berhasil membaca Al-Qur’an dengan tartil, dan hampir semua anak menunjukkan peningkatan ketepatan makhraj huruf. Metode ini juga mampu memotivasi belajar anak, menciptakan lingkungan interaktif, dan mendukung antusiasme mereka dalam menghafal Al-Qur'an. Selain membangun keterampilan teknis membaca Al-Qur'an, metode ini mendorong kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dengan pendekatan terstruktur dan personalisasi, metode Asy-Syafi’i menjadi model pembelajaran Al-Qur'an yang efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan di berbagai institusi pendidikan Islam.
FRAMING ANALYSIS OF QUR’ANIC RECITATION IN THE MIDST OF INTERFAITH DIALOGUE: Perspectives of Broadcasting Law and Contemporary Islamic Law Asmara, Devi Sastika Wiramaya; Fathurrijal, Fathurrijal; Sukarta, Sukarta; Nasir, Badlihisham Bin Mohd
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2025): Religious Moderation, Cultural Traditions, and Digital Transformation in Contem
Publisher : Prodi Sosiologi Agama dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v8i1.11776

Abstract

Media framing will consciously or unconsciously select information and accentuate certain aspects to shape public perception of an event. This research aims to analyze the framing of the recitation of the Qur'an in the context of interfaith dialogue, particularly on the occasion of Pope Francis' visit to the Istiqlal Mosque. Through a descriptive qualitative approach, this research examines in depth how the media, in this case Kompas TV, presented the event. The analysis is focused on the perspective of broadcasting law and contemporary Islamic law. The results show that the practice of reciting the Qur'an in the context of interfaith dialogue has great potential in promoting the values of tolerance and pluralism. However, there are different views among scholars regarding the limits of this practice. Legally, although there is no specific regulation, the general principles in the Broadcasting Law provide room for the practice. Meanwhile, from the perspective of Islamic law, there are differences of opinion among scholars regarding the permissibility of this practice. Qur'anic recitation in the context of interfaith dialogue can be an effective means of building better understanding between religious communities. However, it is important to maintain a balance between the spirit of inclusiveness and the prevailing religious principles. This study will identify the common ground and differences in the perspectives of the two legal systems, as well as their implications for the practice of broadcasting Qur'anic recitations in public spaces.
ANALYSIS OF QURANIC RECITATION IN INTERFAITH DIALOGUE: Broadcasting and Islamic Law Perspectives Asmara, Devi Sastika Wiramaya; Fathurrijal, Fathurrijal; Sukarta, Sukarta; Nasir, Badlihisham Bin Mohd
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2025): Tolerance and Cultural Dynamics in Indonesia
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v8i1.11776

Abstract

Media framing will consciously or unconsciously select information and accentuate certain aspects to shape public perception of an event. This research aims to analyze the framing of the recitation of the Qur'an in the context of interfaith dialogue, particularly on the occasion of Pope Francis' visit to the Istiqlal Mosque. Through a descriptive qualitative approach, this research examines in depth how the media, in this case Kompas TV, presented the event. The analysis is focused on the perspective of broadcasting law and contemporary Islamic law. The results show that the practice of reciting the Qur'an in the context of interfaith dialogue has great potential in promoting the values of tolerance and pluralism. However, there are different views among scholars regarding the limits of this practice. Legally, although there is no specific regulation, the general principles in the Broadcasting Law provide room for the practice. Meanwhile, from the perspective of Islamic law, there are differences of opinion among scholars regarding the permissibility of this practice. Qur'anic recitation in the context of interfaith dialogue can be an effective means of building better understanding between religious communities. However, it is important to maintain a balance between the spirit of inclusiveness and the prevailing religious principles. This study will identify the common ground and differences in the perspectives of the two legal systems, as well as their implications for the practice of broadcasting Qur'anic recitations in public spaces.
The Role of Digital Communication via X in Increasing Tourist Visits to the Mandalika Area, Central Lombok Regency Roihan, Adam; Suhadah, Suhadah; Sukarta, Sukarta
Journal La Sociale Vol. 6 No. 5 (2025): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v6i5.2240

Abstract

Mandalika tourism serves as a key economic driver in Central Lombok, West Nusa Tenggara, contributing significantly to regional revenue. To boost tourist arrivals, the local government uses social media, particularly X, as a digital communication platform to promote the destination. This study explores the impact of X-based communication on tourists’ perceptions and decision-making, while also identifying factors that influence the effectiveness of destination promotion. A combination of qualitative and quantitative methods was employed, including a survey of thirty respondents from both within and outside Lombok and a content analysis of tourism-related X posts published between July - December 2024. The survey data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression techniques. Findings demonstrate that X plays a significant role in shaping tourists’ perceptions and increasing awareness of Mandalika. Information relevance and visual content quality emerged as the most influential factors in travel decision-making. However, excessive posting frequency can lead to reduced interest, whereas positive engagement with content increases visitor attraction. Content analysis further reveals high engagement levels, with seventy five percent of posts reflecting positive sentiment and strong support from official accounts and local influencers. The study concludes that X is an effective promotional tool for tourism when supported by relevant, engaging, and data informed communication strategies. These results provide practical insights for tourism stakeholders and policymakers aiming to enhance digital marketing efforts in Mandalika and similar emerging destinations.
Implementasi Metode Asy-Syafi’i pada Anak di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al-Ikhlas Sukarta, Sukarta; Fuadi, Abdulloh; Nasarudin, Nasarudin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6498

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi metode Asy-Syafi’i Al-Qur'an kepada anak di Pondok Tahfidz Al-Qur’an Al-Ikhlas menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data utama dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan, pengasuh asrama, dan staf pengajar, sementara data sekunder diperoleh dari referensi seperti jurnal dan buku yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Asy-Syafi’i terbukti berkontribusi dalam pembelajaran Al-Qur'an. Lebih dari separoh anak berhasil membaca Al-Qur’an dengan tartil, dan hampir semua anak menunjukkan peningkatan ketepatan makhraj huruf. Metode ini juga mampu memotivasi belajar anak, menciptakan lingkungan interaktif, dan mendukung antusiasme mereka dalam menghafal Al-Qur'an. Selain membangun keterampilan teknis membaca Al-Qur'an, metode ini mendorong kedisiplinan, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Dengan pendekatan terstruktur dan personalisasi, metode Asy-Syafi’i menjadi model pembelajaran Al-Qur'an yang efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan di berbagai institusi pendidikan Islam.
Metode Komunikasi dan Penyiaran Islam LP3IK Universitas Muhammadiyah Mataram dalam Merealisasikan Nilai-Nilai Keislaman Sukarta, Sukarta; Mahmudin, Mahmudin
Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 7, No 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jail.v7i2.22572

Abstract

Supplying Religious Services to Urban Communities: The Revitalization of Muhammadiyah's Da'wah Councilin West Nusa Tenggara Sukarta, Sukarta; Rahmawati, Endang; Muhammad, Zulkifli
KOMUNIKA Vol 8 No 2 (2025): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No.152/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/kerdgj82

Abstract

This study analyzes the revitalization strategies of Muhammadiyah's Da'wah Council (Majelis Tabligh) in West Nusa Tenggara (NTB) in supplying religious services to urban communities amid growing secularization pressures. Grounded in religious supply theory and capacity building framework, and informed by persuasive communication theory, this qualitative study collected data through in-depth interviews with ten key informants, participatory observation, and document analysis over six months, analyzed using Miles and Huberman's interactive model. Findings reveal four interconnected revitalization strategies: strategic muballigh distribution, establishment of the Muhammadiyah Preachers Corps (2024), intensive training programs, and correctional institution partnerships (2025). Urban da'wah is implemented through community-based approaches, multi-channel digital media platforms, and cultural contextualization respecting Sasak traditions. Communication strategies operationalize Aristotelian ethos-pathos-logos principles, Hovland's Yale persuasion model, and digital adoption patterns consistent with Rogers' Diffusion of Innovation theory. Revitalization outcomes include enhanced Islamic literacy, strengthened community cohesion, maintained Islamic identity, and expanded social capital reaching marginalized groups. The study concludes that effective urban da'wah requires a comprehensive, adaptive, and communicatively grounded institutional strategy—one that integrates organizational capacity building with deliberate multi-channel persuasive communication to remain vitally relevant in modernizing urban contexts. 
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS MELALUI DAKWAH KOMUNIKATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN NILAI KEMUHAMMADIYAHAN Sukarta, Sukarta; ishanan, ishanan
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35593

Abstract

ABSTRAK                                                                            Majelis taklim memiliki peran strategis dalam pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat urban. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa Majelis Taklim YP Al Ikhlas Mataram masih menghadapi permasalahan berupa pola dakwah yang cenderung monologis, rendahnya partisipasi jamaah, serta belum optimalnya integrasi kearifan lokal Sasak dan nilai-nilai Kemuhammadiyahan dalam praktik dakwah. Kondisi ini berdampak pada belum maksimalnya peran majelis taklim sebagai agen pemberdayaan komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota majelis taklim dalam menerapkan dakwah komunikatif yang dialogis, partisipatif, dan kontekstual berbasis kearifan lokal serta nilai Islam berkemajuan Muhammadiyah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi observasi partisipatif, pelatihan komunikasi dakwah dua arah, diskusi kelompok terfokus, simulasi praktik dakwah (micro teaching), serta pendampingan penyusunan modul dakwah tematik. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test dan refleksi partisipatif. Mitra kegiatan adalah Majelis Taklim YP Al Ikhlas Mataram dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang jamaah aktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun serta menyampaikan pesan dakwah yang komunikatif, dialogis, dan relevan dengan konteks sosial budaya masyarakat Sasak. Integrasi kearifan lokal dan nilai Kemuhammadiyahan terbukti meningkatkan partisipasi jamaah, memperkuat identitas keislaman, serta mendorong terbentuknya kader dakwah perempuan. Luaran kegiatan berupa modul dakwah tematik berbasis lokal yang berpotensi direplikasi pada komunitas urban lainnya. Kata kunci: Pemberdayaan Komunitas, Dakwah Komunikatif, Kearifan Lokal, Nilai Kemuhammadiyahan. ABSTRACTMajelis taklim play a strategic role in fostering religious and social development within urban communities. However, preliminary observations indicate that the Majelis Taklim YP Al Ikhlas Mataram continues to face several challenges, including predominantly monologic dakwah practices, limited congregational participation, and the insufficient integration of Sasak local wisdom and Muhammadiyah values in dakwah activities. These conditions have constrained the optimal role of majelis taklim as agents of community empowerment. This Community Service program aimed to enhance the capacity of majelis taklim members to implement communicative dakwah that is dialogic, participatory, and contextually grounded in local wisdom and the principles of progressive Islam promoted by Muhammadiyah. The program employed a participatory–educative approach encompassing participatory observation, two-way dakwah communication training, focus group discussions, micro-teaching simulations, and mentoring in the development of thematic dakwah modules. Program evaluation was conducted through pre-test and post-test assessments and participatory reflection. The program engaged 30 active members of the Majelis Taklim YP Al Ikhlas Mataram as its target partners. The results demonstrate a significant improvement in participants’ understanding and skills in designing and delivering communicative, dialogic, and culturally relevant dakwah messages. The integration of local wisdom and Muhammadiyah values effectively increased congregational participation, strengthened Islamic identity, and fostered the emergence of female dakwah cadres. The primary output of this program was a locally based thematic dakwah module with strong potential for replication in other urban community settings. Keywords: Community Empowerment, Communicative Dakwah, Local Wisdom, Muhammadiyah Values.