Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pekerjaanmu Bermakna, Apa sebabnya? (Anteseden dari Pekerjaan yang Bermakna):Scoping Review Hasan, Ishaqul; Djudiyah, Djudiyah
Buletin Psikologi Vol 31, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/buletinpsikologi.89160

Abstract

Meaningful work merupakan keadaan psikologis yang terkait dengan makna dan tujuan pekerjaan yang positif, sehingga individu merasa pekerjaannya penting dan memberikan manfaat yang besar. Pekerjaan yang bermakna menjadi pembahasan penting dalam dunia industri dan organisasi, sebab dampaknya yang sangat besar terhadap pencapaian tujuan organisasi. Perlu diketahui apa saja sebab-musabab (anteseden) suatu pekerjaan menjadi bermakna. Scoping review ini bertujuan menganalisis 31 jurnal internasional dan menyajikan literatur mengenai anteseden dari pekerjaan yang bermakna. Setelah proses review dilakukan, ditemukan 29 anteseden yang berhubungan dan mempengaruhi pekerjaan yang bermakna. Beberapa anteseden diantaranya: job crafting, corporate social responsibility (CSR), person job fit, ethical leadership, authentic leadership, transformational leadership, servant leadership, visionary leadership, workplace aggression, work overload, ethical climate, external work locus of control (WLOC), sense of calling, rewards, self-improvement, untapped potential, optimism, environmental value, organizational support, self-concept clarity, altruistic behavior, emotional intelligence training, leaders work meaningfulness, work role fit, job enrichment, CEO intellectual simulation, humor intervention, career mentoring, moral & social.
ADVERSITY QUOTIENT PADA MAHASISWA BERWIRAUSAHA Andi Ahmad Fahrul Raqib; Djudiyah; Siti Maimunah
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 2 No. 2 (2023): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/afeksi.v2i2.1008

Abstract

Wirausahawan di Indonesia masih sangat kurang yaitu 1.56% dari total penduduk sedangkan negara yang ideal minimal terdapat 2% penduduknya menjadi wirausaha. Adversity Quotien merupakan kemampuan individu dalam memahami, mengukur gambaran tentang respon saat “menghadapi kesulitan atau kegagalan dan kemampuan untuk merubah kesulitan tersebut sebagai peluang” kemudian berpengaruh pada profesional dan efektifitas seseorang dalam mewujudkan impiannya. Adversity Quotient berguna untuk meningkatkan efekivitas dalam lingkup tim, hubungan kerja, keluarga, perusahaan, ptuerkumpulan, kebudayaan dan masyarakat, selain itu Adversity Quotient juga berperan untuk memprediksi kesuksesan atau kegagalan seseorang. Peneliti ingin melakukan telaah secara mendalam bagaimana Adversity Quotient pada mahasiswa yang berwirausaha. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, jumlah subjek 113 mahasiswa dan intrumen yang digunakan adalah skala Adversity Quotien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berwirausaha memiliki Adversity Quotien dengankategori sedang, yang memiliki makna bahwa mahasiswa cukup memiliki kepercayaan dan keyakinan diri yang kuat untuk dapat mencapai tujuan yang mereka inginkan dan mampu menyelesaikan kesulitan yang dihadapi.
Bagaimana Peran Adaptabilitas Karir terhadap Work Engagement Karyawan Milenial di Provinsi Jakarta? Anggraini, Gadis Anantya; Djudiyah, Djudiyah; Syakarofath, Nandy Agustin
Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jipmconnectedness.v3i1.4005

Abstract

Era industri 4.0 memberikan banyak peluang kerja bagi milenial. Karyawan generasi milenial dianggap mampu mengikuti alur digitalisasi seperti menguasai informasi di internet khususnya terkait lowongan kerja dan berbagai tawaran serta reward yang menggiurkan sehingga peluang untuk berpindah kerja menjadi semakin besar. Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan untuk membuat karyawannya merasa terikat dan berkomitmen didalamnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi work engagement ialah adaptabilitas karir. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji kemampuan adaptabilitas karir didalam memprediksiwork engagement karyawan generasi milenial di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 400 karyawan milenial yang diambil menggunakan teknik incidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS-International Form) dan Utrecht Work engagement Scale (UWES-17). Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan adanya peran adaptabilitas karir terhadap work engagement karyawan generasi milenial di provinsi DKI Jakarta. Adaptabilitas karir berkontribusi sebesar 47,5% terhadap work engagement karyawan.
Expressive Writing untuk Meningkatkan Self-Disclosure Generasi Milenial Pengguna Sosial Media Instagram Wahyu Eka Febriliyani; Djudiyah Djudiyah
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 3 No. 2 (2025): May :Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v3i2.1579

Abstract

The development of communication technology today has changed the behavior of individuals in interacting. Social media has become a means for individuals to express themselves and perform self-disclosure. This study aims to find out how expressive writing can increase self-disclosure in millennial Instagram social media users. The research method uses a qualitative approach by conducting in-depth interviews with participants. The results showed that expressive writing can facilitate individuals to express themselves and increase self-disclosure on Instagram social media users. Through expressive writing, individuals can express their feelings, thoughts, and experiences freely without any restrictions. This encourages deeper self-disclosure in millennial Instagram users. The implication of this study is the importance of using expressive writing to facilitate the self-disclosure process in social media users, especially millennials.
PERAN KELUARGA DAN TOLERANSI AMBIGUITAS PADA EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER MAHASISWA: The Role of The Family and Tolerance of Ambiguity towards Career Decision Self-Efficacy in Students Djudiyah, Djudiyah; Uningowati, Dwi Wahyuni; Syakarofath, Nandy Agustin
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 16 No. 3 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2023.16.3.226

Abstract

Pengaruh keluarga serta toleransi ambiguitas berperan dalam membentuk keyakinan diri mahasiswa dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran keluarga dan toleransi ambiguitas pada keyakinan diri mahasiswa dalam memutuskan karier. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 157 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang diambil dengan teknik sampling accidental. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji regresi. Hasil analisis menemukan bahwa peran keluarga dan toleransi ambiguitas berpengaruh terhadap keyakinan diri penentuan pilihan karier mahasiswa. Toleransi ambiguitas berpengaruh lebih besar terhadap keyakinan diri dalam memutuskan karier mahasiswa dibanding peran keluarga. Implikasi penelitian ini yaitu mahasiswa dapat berpikir positif dalam menilai perubahan dunia kerja saat ini, menerima perubahan, mencari kejelasan hal-hal yang ambigu, memantau permintaan pasar tenaga kerja, dan mengembangkan kompetensi diri sesuai dengan demand pasar. Orang tua dapat membantu mahasiswa dengan cara berbagi informasi tentang perkerjaan dan memberikan dukungan emosional dan finansial dalam pengembangan diri mahasiswa.
Peran person job fit dan job crafting terhadap niat mengundurkan diri dari pekerjaan pada pegawai kontrak Ariyani, Yeni; Djudiyah, Djudiyah; Syakarofath, Nandy Agustin
Mediapsi Vol 9 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2023.009.01.840

Abstract

The present study examined the effect of person-job fit and job crafting on contract employees’ turnover intention. The participants were 135 contract employees of state-owned (BUMN) and private enterprises (BUMS) in Palangkaraya Raya city. They recruited using the quota sampling technique. Three scales were deployed, namely the person-job fit scale, job crafting scales, and turnover intention scales. The collected data were analyzed using multiple linear regression. The result indicating that person-job fit and job crafting affect the employee’s turnover intention. In other words, contract employees with adequate job fit levels and good crafting exhibited low turnover intention. The turnover intention was affected by person-job fit and job crafting. When an employee has the qualifications corresponding to his job position and gets the opportunity to develop his potential the chances of turnover intention are small.
Support Group Method to Reduce Quarter Life Crisis Basuki, Machika; Djudiyah, Djudiyah
Research Psychologie, Orientation et Conseil Vol. 1 No. 6 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/rpoc.v1i6.1784

Abstract

In every phase of development, individuals usually begin to feel uncertainty in facing reality, filled with feelings of doubt and tend to overthink what is happening in their lives. Quarter life crisis is a common phenomenon in individuals in the age range of 20-29 years, which is characterized by anxiety, confusion, and uncertainty about the future. This study aims to explore the effectiveness of the support group method in helping individuals deal with quarter life crisis. This study used a quasi-experimental design with one group pre-test and post-test, involving 5 subjects selected by purposive sampling. The support group intervention was conducted in 3 sessions, with experience sharing activities and assignments to help subjects recognize and overcome their problems. The results showed that there was a significant difference between the pre-test and post-test scores (p=0.043). The support group method is proven to reduce anxiety levels and provide psychological support to individuals experiencing a quarter life crisis.
Between Work and Study: Psikoedukasi Manajemen Stres pada Mahasiswa Pekerja Indah Fitriani; Djudiyah Djudiyah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 1 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i1.11024

Abstract

Working students face academic and work demands simultaneously, making them vulnerable to stress and difficulties in managing it. Stress management psychoeducation is expected to help working students understand the concept of stress, coping strategies, and assertive communication as skills that support interpersonal stress management. This study aims to evaluate changes in the cognitive understanding of working students after participating in group-based stress management psychoeducation activities. The study used a one-group pretest–posttest design with six working students participating in a public speaking training community. The program was implemented through structured sessions using lectures, worksheets, case studies, focused group discussions, relaxation role plays, and priority setting exercises. Understanding was measured using a multiple-choice test with four alternative answers. The analysis results showed t = −7.05 with p = 0.001 (p < 0.05). This indicates that stress management psychoeducation has a significant effect on working students. The post-test mean (M=7.50) was greater than the pre-test mean (M = 5.33). These findings indicate that stress management psychoeducation was followed by an increase in working students' cognitive understanding of stress, coping, and assertive communication skills relevant to the context of dual roles.