Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH BOTTOM ASH SEBAGAI PENGGANTI PASIR DAN LIMBAH KARBIT SEBAGAI BAHAN TAMBAH SEMEN TERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN, DAN ABSORBSI BATAKO Nur Ali; Rofikatul Karimah; H. E.Meiyanto
Media Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2014): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v12i1.2046

Abstract

PENGARUH BOTTOM ASH SEBAGAI PENGGANTI PASIR DANLIMBAH KARBIT SEBAGAI BAHAN TAMBAH SEMENTERHADAP BERAT JENIS, KUAT TEKAN, DAN ABSORBSIBATAKONur Ali1, Rofikatul Karimah2 , H. E.Meiyanto31,2,3 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik – Universitas Muhammadiyah MalangAlamat korespondensi : Jalan Raya Tlogomas 246 Malang 65144Email: rofikatulkarimah@gmail.comABSTRACTBasically concrete brick is formed from cement, sand and water, than a breakthroughmade in manufacturing of concrete brick with the utilization of wastes which have no economicvalue are also widely available in the environment than is waste of bottom ash an carbide. In thisresearch, a normal concrete brick consist of cement, san, and water which given variation ofcarbide waste ranging from 10%, 20%, and 30%, afterwards a replacement of sand by bottomash is made with a given variation of carbide waste 10%, 20%, and 30%. Result of the researchthat applying sand as subtle aggregate and waste of carbide as additional material for cementgets the best result on the variation of carbide waste 30% with strength of compression 69,10MPa and 3,58% absorption capacity, it is better rather than normal concrete brick on the variationof carbide waste 0% with compressive strength of 48,74 MPa and 5,49 absorption capacity.After wards, by doing replacement of sand with bottom ash as subtle aggregate and addedwaste carbideas its variations is obtained the best results in the variation of carbide waste 30%with compressive strength 52,37 MPa and 6,92 of absorption capacity better rather than 0% ofvariation carbide waste with strength of compession 19,64 MPa and 12,01 of absorption capacity.Keyword: Concrete Brick, bottom ash, waste carbide.
KAJIAN PENGGUNAAN COPPER SLAG SEBAGAI AGREGAT HALUS BETON Rofikatul Karimah
Media Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2016): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v14i2.3710

Abstract

Penggunaan copper slag sebagai bahan pengganti sebagian agregat halus karena copper slag memiliki bentuk dan gradasi yang menyerupai pasir alam. Bentuk fisik copper slag yaitu berbentuk pipih dan runcing (tajam) dan sebagian besar mengandung oksida besi dan silikat serta mempunyai sifat kimia yang stabil. Komposisi kimia copper slag terdiri dari Fe2O3, SiO2, CaO, Al2O3. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan copper slag sebagai pengganti sebagian agregat halus terhadap berat isi, kuat tekan, dan kuat tarik belah beton dengan variasi penggunaan copper slag sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dari volume agregat halus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan copper slag dapat meningkatkan berat isi, kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Dari hasil pengujian, semakin bertambah variasi pemberian copper slag maka semakin bertambah pula berat isi beton tersebut. Kuat tekan tertinggi terjadi pada variasi 60% sebesar 35,73 MPa atau naik sekitar 22,32%. Dan untuk kuat tarik belah tertinggi terjadi pada variasi 60%  sebesar 3,12 MPa atau naik sekitar 5,76%.
PENGARUH PENGGUNAAN FOAM AGENT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KOEFISIEN PERMEABILITAS PADA BETON Rofikatul Karimah
Media Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2017): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v15i1.4492

Abstract

Penelitian tentang penambahan foam agent pada beton bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan oleh pemberian foam agent dengan variasi campuran terhadap pengujian kuat tekan dan pengujian permeabilitas pada beton.Bahan-bahan campuran beton yang dipakai adalah semen gresik PC type 1, pasir dengan batas gradasi zone 1, dan foam yang dihasilkan antara air dan foam agent dengan perbandingan 40 : 1. Variasi penambahan foam pada tiap campuran adalah 0%, 20%, 40%, 60%,dan 80%.Pengaruh penambahan foam agent terhadap kuat tekan semakin lemah. Kuat tekan rata-rata yang dihasilkan pada penambahan foam 0%, 20%, 40%, 60% dan 80% masing-masing menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar 21,68 Mpa, 7,92 Mpa, 4,53 Mpa, 0,75 Mpa dan 0,38 Mpa. Dan pengaruh penambahan foam agent terhadap uji permeabilitas menyebabkan koefisien permeabilitas yang dihasilkan semakin besar.
PEMBUATAN BETON POROUS DENGAN MATERIAL GEOPOLIMER Rofikatul Karimah; Akbar Prasojo
Media Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v17i1.7535

Abstract

Meningkatnya luas daerah yang ditutupi oleh perkerasan dengan pembangunan permukiman seperti halnya di perkotaan dapat mengakibatkan waktu berkumpulnya air menjadi jauh lebih pendek, dengan berkurangnya kesempatan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah, maka limpasan permukaan air hujan akan menimbulkan genangan bahkan banjir pun  dapat terjadi pula. Dalam upaya mengantisipasi hal tersebut, maka diperlukan penerapan mengenai drainase permukiman yang berwawasan lingkungan, seperti pembuatan perkerasan beton porous, sebatas untuk konstruksi non struktural seperti parkir kendaraan, trotoar, lapangan, dll. Perkembangan muktahir yang menjanjikan saat ini adalah penggunaan abu terbang sepenuhnya sebagai pengganti semen Portland lewat proses yang disebut polimerisasi anorganik (geopolimer). Diharapkan dari pembuatan beton porous dengan material geopolimer ini selain dapat menyerap air dengan cepat juga memiliki kekuatan mekanik yang sama dengan beton pada umumnya. Metode penelitian ini bersifat eksperimen dengan mencari mix design geopolimer yang paling tepat dari benda uji silinder diameter ukuran 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Penelitian menggunakan campuran bahan pengganti semen Portland menggunakan material geopolimer pada benda uji silinder dan dibuat variasi prosentase 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Berdasarkan hasil uji diperoleh variasi campuran geopolimer optimum pada 29% dengan kuat tekan beton 11 N/mm2 dan porositas beton 14%. Perlu ditemukan bahan tambah (Admixture) untuk mendapatkan kuat tekan, daya serap air, dan workability yang diinginkan pada pembuatan beton porous dengan material geopolimer.
Kuat Lentur Dinding Panel Beton Busa dengan Perkuatan Wiremesh Erwin Rommel; Yunan Rusdianto; Rofikatul Karimah; Lukito Prasetyo; Anel Prasyas
Media Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2020): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v18i1.11099

Abstract

PPermasalahan energi dan lingkungan menjadi issue utama yang terjadi di negara-negara maju dan negara yang sedang berkembang tidak terkecuali di Indonesia. Kondisi geografis negara Indonesia yang terletak pada iklim tropis dan sebagian besar dilewati wilayah gempa, maka diperlukan desain bangunan yang dirancang selain tahan gempa juga harus memiliki konsep bangunan hemat energi. Bangunan tahan gempa dan hemat energi adalah impian bangunan dimasa mendatang, dimana dibutuhkan bangunan yang ringan, sifat insulasi yang baik, tata ruang optimal, serta bangunan yang memanfaatkan energi pada lingkungan sekitar. Dinding panel beton busa menjadi salah satu alternatif selain bobotnya ringan, pemasangannya cepat dan dapat diproduksi massal dipabrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat mekanik dari dinding panel beton busa dengan memakai perkuatan wire mesh. Dinding panel berukuran 900 mm x 300 mm x 80 mm mm dibuat dengan campuran semen dan pasir 1:2,75 faktor air semen 0,425 dan 2% foam agent sebanyak 15 unit. Setiap 3 benda uji dibuat dengan dinding panel tanpa perkuatan (PD), dinding panel diberi styrofoam pada bagian tengah (PDS), dinding panel dengan serat ijuk (PDF), dinding panel dengan wiremesh 4 mm (PDM) dan dinding panel dengan wiremesh 4 mm dan styrofoam (PDMS). Pengujian lentur dilakukan dengan metode four-point-bending dengan mengamati beban retak, beban ultimit, displacemen dan pola retak yang terjadi. Hasil pengujian diperoleh bahwa kuat lentur dinding panel yang memakai wiremesh meningkat hingga enam kalinya dan kekakuan lenturnya meningkat dua kali dibandingkan dengan panel dinding tanpa wiremesh. Pola retak yang terjadi pada dinding panel dengan wiremesh menghasilkan penyebaran retak yang lebih merata dengan keruntuhan lentur bersifat daktail, sedangkan dinding panel tanpa perkuatan menunjukkan keruntuhan lentur bersifat getas.
Pemanfaatan Limbah Keramik Sebagai Agregat Halus Pada Beton Ramah Lingkungan Rofikatul Karimah; Yunan Rusdianto
Media Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v19i1.15386

Abstract

Beton ramah lingkungan adalah beton yang tersusun dari material yang tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Salah satunya dapat dicapai dengan mengganti agregat penyusun beton dengan material limbah. Pada studi ini, penggunaan agregat halus berupa pasir digantikan dengan limbah keramik yang berasal dari sisa pekerjaan pemasangan keramik lantai dan dinding. Potensi limbah keramik sebagai alternatif pengganti agregat halus akan diperhitungkan dari segi absorpsi beton, densitas (unit weight) beton dan kuat tekan beton. Spesimen yang digunakan berupa 36 buah silinder beton berukuran 15 x 30 cm. Penggantian limbah keramik sebagai agregat halus divariasikan dengan persentase 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% dari total kebutuhan agregat halus. Material pozzolan berupa fly ash turut ditambahkan dalam campuran beton untuk memperbaiki properti beton segar dan beton keras. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi persentase penggantian agregat halus dengan limbah keramik, nilai absorpsi beton semakin mengalami kenaikan. Sementara itu, unit weight beton menurun seiring penambahan persentase limbah keramik sebagai pengganti pasir. Spesimen dengan persentase campuran limbah keramik 9% dari total agregat halus memiliki kuat tekan tertinggi, namun kuat tekan menurun di persentase penggantian yang lebih tinggi. Dari hasil eksperimen, limbah keramik dapat digunakan sebagai alternatif agregat halus namun hanya hingga batas penggantian tertentu.
POTENSI LUMPUR LAPINDO SEBAGAI BAHAN BAKU TAMBAHAN PEMBUATAN BATU BATA Rofikatul Karimah
Jurnal Gamma Vol. 5 No. 2 (2010): Maret
Publisher : Jurnal Gamma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The case of the devastating flood of hot mud from gas drilling PT. LAPINDO Brantas inPorong Siring village of Sidoarjo regency of East Java on 29 May 2006 caused tremendous lossimpact. Puddle and a large volume of mudflow an issue as well must be immediately sought a wayto use it. Business of mud matching is the manufacture of building materials, especially materials ofred brick. It is based on UMM Lumpur research Team (2006) that the Lapindo mud can be used asan ingredient brick-making raw because they contain clay. This study aims to gain prototype madeof mud bricks in accordance with the level / class of bricks.This study is an experiment, the experimental design "One Group Pretest-posttest Design ". Inthis study independent variables consisted of percentage mud in clay 0%, 10%, 15%, 20%, 25%,30%, 35%, 40% and the dependent variable compressive strength, water absorption and solid brickattached brick.Research results indicate brick class I achieved on the percentage of mud in clay 15% to 25%.While the percentage of sludge 0%, 10%, 30%, 35% will produce bricks class II and the percentageabove 35% would produce a level lower bricks of stone normal brick. Water absorption value ofless than 20% brick for brick made of mud above 20% thus require immersion in water beforeinstallation. While the percentage of 0%, 10%, 15%, water absorption value of less than 20% brick,the brick does not require installation submersion.
Aksi Budaya Teo-Ekologi Melalui Integrasi Kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup Nur Kholis; Rofikatul Karimah
AL-TAHRIR Vol 17, No 2 (2017): Islam dan Ekologi
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v17i2.958

Abstract

Abstract: This study was intended to investigate universality reality in Islamic perspective, the development of theo-ecological culture at school, and its implementation of ecological education at school. This study was conducted in qualitative approach in case study method. This research was conducted at State Islamic Elementary School (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Tegalsari, Blitar, Indonesia. The objects of this study were the universality reality, the development of theo-ecological culture and ecological based education. The school headmaster, the vice headmaster, the teachers and the school committee were the subjects of the study. The data collection methods were in-depth interviews, and observation. Data validity was checked through credibility, transferability, dependability, and conformability techniques. Through four steps, validity was taken to ensure data confirmation. The data analysis consisted of data display, conclusion drawing, and verification. The article findings show that the creation of the universe has duality, ideasionality and theology. Therefore, human beings as the caliphs in the earth need to develop in themselves the ecological ethics. In addition, it was found that the development of ecological awareness at school was done through the processes of arranging the program main team, optimizing tasks and functions of internal and external school elements, and evaluating the program incidentally and regularly. Finally, the ecological education was implemented by teaching it as a local content subject as well as integrating it with other subjects.الملخص:هذا البحث يهدف أن يحلل عناصرا ;أولا مظاهر العالم من ناحية الإسلام, ثانيا ثقافة البيئة الدينية فى المدرسة و ثالثا تطبيق بيئة الحياة فيها.يختار الباحث مكان البحث هو المدرسة تاجال ساري (Tegalasri)  ولينجي(Wlingi)باليتار(Blitar) الإبتدائية الإسلامية الحكومية. يظهر هذا البحث بحثا كيفيا بجنس دراسة الحالة. موضوعه يحتوى مظاهر العالم و تثقيف البيئة الدينية و تطبيق التدريس نحو بيئة الحياة. مصادر الحقائق الرئيسي فيه رئيس المدرسة و وكيله و المدرسون ولجنة المدرسة. طريقة جمع الحقائق المستخدمة هي الوثائق و الملاحظة, و تحليلها بتقديم الحقائق والخلاصة و التثبيت ,و تفتيشها بصدوقة الحقائق و تحولها و ثقتها وثبوتها. يحصل هذا البحث ;اولا يبدع المدرسة بحالات العالم فيها حالة ثنائية و مثالية و دينية, هذا يجرى بأن يخلق الله الناس خليفة الأرض, عليهم أن يلازموا تطوير بيئة الحياة. ثانيا يبدع ثقافة بيئة الحياة بتصميم هيئة المنهج البئوي, وهي تكمل أعمال عناصر المدرسة خارجيا و داخليا و تقويم فى الوقت الحاضر والوقت المكتوب. ثالثا تطبيق تربية بيئة الحياة باضافة درسا خاصا عنها واتحد ماديتها فى كل دروس.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui realitas kesemestaan dalam perspektif Islam, pengembangan budaya teo-ekologi di sekolah, dan pelaksanaan pendidikan ekologi di sekolah. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Tegalsari, Blitar, Indonesia. Objek penelitian ini adalah realitas kesemestaan, pengembangan budaya teo-ekologi dan pendidikan berbasis ekologi. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan komite sekolah adalah subyek penelitian. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dan observasi. Validitas data diperiksa melalui teknik credibility, transferability, dependability, dan conformability. Melalui empat langkah, validitas diambil untuk memastikan konfirmasi data. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Temuan artikel menunjukkan bahwa penciptaan alam semesta memiliki sifat dualitas, dan teologi. Oleh karena itu, manusia sebagai khalifah di bumi perlu mengembangkan dirinya dalam etika ekologis. Selain itu, ditemukan bahwa perkembangan kesadaran ekologi di sekolah dilakukan melalui proses penyusunan tim inti program, mengoptimalkan tugas dan fungsi unsur internal dan eksternal sekolah, dan mengevaluasi program secara insendentil dan teratur. Akhirnya, pendidikan ekologi dilaksanakan dengan mengajarkannya sebagai mata pelajaran muatan lokal dan mengintegrasikannya dengan mata pelajaran lain.
Pemanfaatan Serbuk Kulit Kerang Sebagai Pengganti Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Rofikatul Karimah; Yunan Rusdianto; Desy Putri Susanti
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 6 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.348 KB) | DOI: 10.33506/rb.v6i1.1146

Abstract

Sejumlah penelitian teknologi kontruksi terus dikembangkan dengan tujuan dapat menghasilkan teknologi kontruksi yang tepat guna. Salah satunya dengan memanfaatkan serbuk kulit kerang yang dihasilkan oleh 89 unit pengolahan kerang di Desa Campurejo, Gresik. Dari 1 unit pengelolahan kerang mampu memanen ±100 kg setiap minggunya. Dari kegiatan tersebut dapat menghasilkan limbah padat berupa serbuk kulit kerang yang cukup tinggi. Untuk mengurangi dampak lingkungan dan kesehatan yang disebabkan oleh limbah tersebut, maka dilakukan pemanfaatan limbah serbuk kulit kerang sebagai bahan pengganti agregat halus pada campuran beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan serbuk kulit kerang sebagai pengganti agregat halus terhadap kuat tekan beton. Variasi penggunaan serbuk yang digunakan sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% dari berat agregat halus dengan FAS 0,6. Hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan beton mengalami kenaikan pada prosentase 10% dan selanjutnya kuat tekan beton menurun seiring dengan pertambahan prosentase penggunaan serbuk kulit kerang. Sedangkan nilai absorbsi beton mengalami kenaikan pada prosentase 30% dari berat agregat halus.
Tinjauan Kuat Tekan Dan Absorbsi Mortar Yang Mengandung Air Garam: Review Of The Compressive Strength And Absorbtion Of Mortars Containing Baline Rofikatul Karimah; Khairul Abadi; Mochammad Ridwan; Iklil Lutfiyah Kamila
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2023): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v11i1.4528

Abstract

Mortar is a building material that serves to glue bricks, bricks, plaster, and so on. As an adhesive, mortar has a viscosity that is useful in determining compressive strength. In the manufacture of mortar, SNI 03-6882-2002 requires the use of clean fresh water, but in reality, as an archipelagic country, some of the islands in Indonesia are isolated from fresh water. As a result, freshwater becomes an expensive item, because it is imported from other areas, so it requires transportation costs. If the mortar is required to use water according to SNI standards, the project implementation costs will be expensive. In areas that do not have adequate fresh water, mortar is made using water obtained on-site, including brackish, salt, and sea water. Seawater contains elements of NaCl salts which can bind Calcium Hydroxide (CaOH) compounds, reducing the CaOH compounds in the mortar will increase the compressive strength of the mortar. In this study, a review of brine as a mixture of mortar materials was carried out with the aim of knowing the performance of mortar containing salt water by compressive strength test and Absorption test. The amount of salt water added to the mortar mixture is 0%; 0.5%; 1%; 1.5%; 2%; 2.5% ; 3%; 3.5% of the volume of water used as a mortar mix. Cube test object measuring 50x50x50 mm3 in the amount of 5 in each treatment, made from a mixture of 1PC: 2.75 Sand (based on weight ratio), with a water-cement factor (FAS) of 0.45. The test results obtained the compressive strength value of the mortar with the addition of salt water can reduce the compressive strength value but the use of brine with a content of 3.5% is still in the category of minimum permissible pressure according to SNI03-6882-2002. While the absorption value of the mortar can increase fiber strength with increasing addition of 3.0% brine.