Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Dedikasi

Perbaikan Proses Produksi dan Pengem,bangan Desain Produk Pisai Pandai Besi Mubin, Ahmad; Subeki, Nur; Jufri, Moh.
Jurnal Dedikasi Vol 3 (2006): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1410.669 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v3i0.882

Abstract

Peranan Usaha Kecil  dan Menengah (UKM) dalam menunjang pembengunan daerah adalah sangat besar. untuk itu, pemberdayaan ukm termasuk pengrajin pandai besi haruslah terus dilakukan yaitu dengan cara penerapan teknologi, baik teknologi proses maupun desain produk, sehingga dapat meningkatkan kuantitas, kualitas dan daya saingnya.Teknologi proses yang digunakan oleh para pengrajin pandai besi selama ini masih konversional secara turun menurun, demikian pula desain belum berorientasi pada pasar, sehingga kualitas produk yang dihasilkan oleh  industri yang sudah menggunakan teknologi modrenPemilihan pandai besi "Soli A" sebagai lokasi kegiatan pengabdian karena dilihat dari posisi pandai besi tersebut menunjukan tempat yang strategis untuk pengembagan usaha dimasa yang akan datang. hal inilah yang mendorong diadakanya kegiatan pengabdian untuk mengembangkan pandai besi tersebut agar menjadi lebih maju dan mapan. harapan lebih jauh menjadi perusahaan yang menghasilkan produk peralatan rumah tangga dan pertanian.dari hasil monitoring terhadap keberhasilan penerapan Iptek terlihat bahwa telah ada peningkatan, misalnya pengrajin sudah mampu memilih bahan baku yang baik, melakukan urutan proses produksi dengan benar, memperkirakan temperatur pemanasan dengan baik sehingga bahan baku tidak sampai mencair, dan ada peningkatan dalam memilih media pendingin. peningkatan ketahanan korosi produk hasil penerapan Iptek dengan sebelumnya yaitu sebesar 2,5 %, sedangkan nilai kekerasanya meningkat 1,8% dari sebelumnya. dalam hal pengembagan desain produk, sudah ada peningkatan yaitu mampu membuat desain sesuai keinginan pemesan atau konsumen dan mampu memberikan alternatif desain yang menarik desain dengan kombinasi antara pegangan (garan) dan bahan pisau yang serasi. dari sisi penangan order, pengrajin sudah mampu membuat sketsa gambar pesanan lengkap dengan ukuran, perkiraan waktu penyelesaiannya , dan menentukan komponen biaya yang meliputi biaya bahan baku (utama dan pendukung), biaya tenaga kerja, dan biaya oprasional lainya Kata Kunci : Proses Produksi, Desain Produk, Pisau, UKM
PERBAIKAN PROSES PENGELASAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN DAN KEKERASAN HASIL SAMBUNGAN LAS PADA BENGKEL KONSTRUKSI DAN OTOMOTIF DI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Subeki, Nur; Mubin, Ahmad
Jurnal Dedikasi Vol 2 (2005): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.965 KB) | DOI: 10.22219/dedikasi.v2i0.935

Abstract

Peranan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam menunjang pembangunan daerah sangat besar. Untuk itu pemberdayaan UKM, termasuk para pemilik bengkel haruslah terus dilakukan dengan cara pembinaan penerapan teknologi, baik teknologi proses maupun desain konstruksi, sehingga dapat meningkatkan kuantitas, kualitas dan daya saingnya.Teknologi Proses Pengelasan yang digunakan oleh para ahli las pada bengkel konstruksi  selama ini masih konvensional, yang diperoleh secara turun-temurun, demikian pula desain konstruksinyanya belum berorientasi pada kebutuhan masyarakat luas, sehingga kualitas sambungan dan bentuk konstruksi yang dihasilkan kurang memberikan jaminan kekuatan dan kekerasan permukaan konstruksi sambungan.Pemilihan tempat kegiatan di Bengkel Mobil Adi Puro dan Bengkel Las Dalbo terletak di Desa Tlogomas dan Desa Tlogo Indah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, karena dilihat dari posisi kedua bengkel tersebut menempati tempat yang strategis untuk pengembangan usaha dimasa yang akan datang. Hal inilah yang mendorong diadakannya kegiatan pengabdian untuk pengembangan kedua bengkel tersebut agar menjadi lebih maju dan mapan dalam pengembangan jasa perbengkelan.Keberhasilan penerapan IPTEK yang dilakukan adalah adanya peningkatan kemampuan tukang las dalam hal : 1). Penerapan prosedur pengelasan dengan baik yaitu:  meliputi langkah persiapan dengan pembersihan permukaan yang akan dilas, penyusunan kampuh las dengan baik serta menggunakan alat pengamanan standar. 2). Pelaksanaan pengelasan sudah ada peningkatan dalam memilih elektrode, arus dan media pendingin yang cocok untuk jenis pengelasan tertentu. 3) Pasca pengelasan diadakan pembersihan permukaan dan juga paniting. Peningkatan kekerasan hasil penerapan IPTEK dengan sebelumnya adalah sebesar 2,3%. Sedangkan untuk kekuatan tarik meningkat sebesar 5,65 %. Dilihat dari sisi penambahan alat Jig ang Figture dapat meningkatkan ketelitian dari pergeseran konstruksi sebesar 3-5 cm.
Perbaikan Proses Produksi dan Pengem,bangan Desain Produk Pisai Pandai Besi Ahmad Mubin; Nur Subeki; Moh. Jufri
Jurnal Dedikasi Vol. 3 (2006): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v3i0.882

Abstract

Peranan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam menunjang pembengunan daerah adalah sangat besar. untuk itu, pemberdayaan ukm termasuk pengrajin pandai besi haruslah terus dilakukan yaitu dengan cara penerapan teknologi, baik teknologi proses maupun desain produk, sehingga dapat meningkatkan kuantitas, kualitas dan daya saingnya.Teknologi proses yang digunakan oleh para pengrajin pandai besi selama ini masih konversional secara turun menurun, demikian pula desain belum berorientasi pada pasar, sehingga kualitas produk yang dihasilkan oleh industri yang sudah menggunakan teknologi modrenPemilihan pandai besi "Soli A" sebagai lokasi kegiatan pengabdian karena dilihat dari posisi pandai besi tersebut menunjukan tempat yang strategis untuk pengembagan usaha dimasa yang akan datang. hal inilah yang mendorong diadakanya kegiatan pengabdian untuk mengembangkan pandai besi tersebut agar menjadi lebih maju dan mapan. harapan lebih jauh menjadi perusahaan yang menghasilkan produk peralatan rumah tangga dan pertanian.dari hasil monitoring terhadap keberhasilan penerapan Iptek terlihat bahwa telah ada peningkatan, misalnya pengrajin sudah mampu memilih bahan baku yang baik, melakukan urutan proses produksi dengan benar, memperkirakan temperatur pemanasan dengan baik sehingga bahan baku tidak sampai mencair, dan ada peningkatan dalam memilih media pendingin. peningkatan ketahanan korosi produk hasil penerapan Iptek dengan sebelumnya yaitu sebesar 2,5 %, sedangkan nilai kekerasanya meningkat 1,8% dari sebelumnya. dalam hal pengembagan desain produk, sudah ada peningkatan yaitu mampu membuat desain sesuai keinginan pemesan atau konsumen dan mampu memberikan alternatif desain yang menarik desain dengan kombinasi antara pegangan (garan) dan bahan pisau yang serasi. dari sisi penangan order, pengrajin sudah mampu membuat sketsa gambar pesanan lengkap dengan ukuran, perkiraan waktu penyelesaiannya , dan menentukan komponen biaya yang meliputi biaya bahan baku (utama dan pendukung), biaya tenaga kerja, dan biaya oprasional lainya Kata Kunci : Proses Produksi, Desain Produk, Pisau, UKM
PERBAIKAN PROSES PENGELASAN SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN DAN KEKERASAN HASIL SAMBUNGAN LAS PADA BENGKEL KONSTRUKSI DAN OTOMOTIF DI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Nur Subeki; Ahmad Mubin
Jurnal Dedikasi Vol. 2 (2005): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v2i0.935

Abstract

Peranan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam menunjang pembangunan daerah sangat besar. Untuk itu pemberdayaan UKM, termasuk para pemilik bengkel haruslah terus dilakukan dengan cara pembinaan penerapan teknologi, baik teknologi proses maupun desain konstruksi, sehingga dapat meningkatkan kuantitas, kualitas dan daya saingnya.Teknologi Proses Pengelasan yang digunakan oleh para ahli las pada bengkel konstruksi selama ini masih konvensional, yang diperoleh secara turun-temurun, demikian pula desain konstruksinyanya belum berorientasi pada kebutuhan masyarakat luas, sehingga kualitas sambungan dan bentuk konstruksi yang dihasilkan kurang memberikan jaminan kekuatan dan kekerasan permukaan konstruksi sambungan.Pemilihan tempat kegiatan di Bengkel Mobil Adi Puro dan Bengkel Las Dalbo terletak di Desa Tlogomas dan Desa Tlogo Indah Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, karena dilihat dari posisi kedua bengkel tersebut menempati tempat yang strategis untuk pengembangan usaha dimasa yang akan datang. Hal inilah yang mendorong diadakannya kegiatan pengabdian untuk pengembangan kedua bengkel tersebut agar menjadi lebih maju dan mapan dalam pengembangan jasa perbengkelan.Keberhasilan penerapan IPTEK yang dilakukan adalah adanya peningkatan kemampuan tukang las dalam hal : 1). Penerapan prosedur pengelasan dengan baik yaitu: meliputi langkah persiapan dengan pembersihan permukaan yang akan dilas, penyusunan kampuh las dengan baik serta menggunakan alat pengamanan standar. 2). Pelaksanaan pengelasan sudah ada peningkatan dalam memilih elektrode, arus dan media pendingin yang cocok untuk jenis pengelasan tertentu. 3) Pasca pengelasan diadakan pembersihan permukaan dan juga paniting. Peningkatan kekerasan hasil penerapan IPTEK dengan sebelumnya adalah sebesar 2,3%. Sedangkan untuk kekuatan tarik meningkat sebesar 5,65 %. Dilihat dari sisi penambahan alat Jig ang Figture dapat meningkatkan ketelitian dari pergeseran konstruksi sebesar 3-5 cm.