Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Faktor-Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang Nurhaidah, Nurhaidah; Harijanto, Tatong; Djauhari, Thontowi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 29, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2016.029.03.4

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu sarana pelayanan kesehatan yaitu dengan meningkatkan mutu pelayanan rekam medis meliputi kelengkapan, kecepatan dan ketepatan dalam memberikan informasi untuk kebutuhan pelayanan kesehatan. Rekam medis yang lengkap dan akurat dapat digunakan sebagai referensi pelayanan kesehatan, dasar hukum (medico legal), menunjang informasi untuk meningkatkan kualitas medis, riset medis dan dijadikan dasar menilai kinerja rumah sakit. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM). Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara studi dokumen, wawancara dan observasi. Studi dokumen dilakukan pada 40 rekam medis rawat inap yang belum dilakukan assembling, sedangkan wawancara dilakukan kepada petugas terkait untuk mengetahui faktor-faktor penyebab ketidaklengkapan dokumen rekam medis. Observasi dilakukan untuk melengkapi data hasil wawancara. Hasil studi dokumen pada 40 dokumen rekam medis rawat inap didapatkan bahwa jumlah rekam medis yang tidak diisi lengkap adalah 100%, dengan presentasi ketidaklengkapan yang paling banyak adalah dari dokter. Hasil wawancara dan observasi ditemukan tidak adanya kebijakan, panduan dan SPO pengisian rekam medis, kesadaran dokter untuk mengisi rekam medis kurang, tidak adanya data ketidaklengkapan rekam medis, sistem monitoring dan evaluasi rekam medis tidak efektif dan alur berkas rekam medis rawat inap yang tidak sesuai dengan standar. Sebagai solusi untuk meningkatkan kelengkapan pengisian rekam medis yaitu dengan membuat kebijakan, panduan dan SPO tentang pengisian rekam medis.Kata Kunci: Ketidaklengkapan pengisian rekam medis
Analisis Kebutuhan Tenaga di Instalasi Farmasi RS Universitas Muhammadiyah Malang Tahun 2016 Susanto, Noor Annisa; Mansur, Muhammad; Djauhari, Thontowi
JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Vol 6, No 2 (2017): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta in Clollaboration with ADMMIRASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jmmr.6131.

Abstract

The success from standard of pharmaceutical service at Muhammadiyah University Hospital is supported by the availability of human resources. Therefore it is necessary to analyze the needs of pharmaceutical personnel based on workload. This research is a descriptive research with primary data collection method through observation and interview and secondary data in the form of monthly and annual report. The WISN ratio is calculated by comparing conditions in the field with WISN calculation results. The result of this research is WISN ratio 0,4. The ratio 1 mean that the current amount of human pharmacy resources smaller than the required. It show the condition of IFRS UMM currently lack of pharmaceutical human resources.
Needs and Modification Analysis for X Hospital Dental Clinic Infrastructure in Response to Covid-19 Kurniawan, Gladys; Hakim, Lukman; Al Rasyid, Harun; Djauhari, Thontowi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Article in Press 2
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to find the root of the problem and the solution to the inactivity of X Hospital Dental Clinic since the Covid-19 pandemic. The findings from the study are expected to be an input for the hospital to be able to immediately reopen Dental Clinic services. The research design used descriptive analysis of observation data, interviews, and literature study. The Fishbone Diagram combined with 5 WHYs is used to find the root of the problem. Determination of problem solutions using the CARL method (Capability, Accessibility, Readiness, and Leverage) through the Forum Group Discussion (FGD). The results showed that the root cause of the inactivity of X Hospital Dental Clinic since the Covid-19 pandemic was the unavailability of infrastructure in accordance with the minimum standards. Therefore, X Hospital needs to procure appropriate infrastructure and support the X Hospital Dental Clinic facilities in providing services during the Covid-19 pandemic. This procurement must be adjusted to the conditions of the space and environment around the Dental Clinic and the capabilities of the hospital. The proposed adjustment is a modification to the infrastructure that will be provided and the existing Dental Clinic facilities. The infrastructure that must be provided is related to air circulation, practice room management, and patient procedures.
PENGARUH PENAMBAHAN FOSFOLIPID TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA MANUSIA Thontowi Djauhari
Saintika Medika Vol. 5 No. 2 (2009): Juli 2009
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v5i2.1036

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui apakah penambahan fosfolipid berpengaruh terhadap kualitas spermatozoa manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konsentrasi fosfolipid yang optimal dalam pengencer Tris Aminomethan dan pengaruh pemberian fosfolipid terhadap kualitas spermatozoa manusia. Penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan tingkat konsentrasi fosfolipid 5%, 10% dan 15% sebelum dan sesudah inkubasi pada suhu 5 oC dan ulangan dilaksanakan sebanyak sepuluh kali. Analisa hasil statistik menggunakan Annova dan uji lanjutan dengan BNT (Beda Nyata Terkecil) memberikan hasil, fosfolipid dapat mempertahankan kualitas spermatozoa dan konsentrasi fosfolipid 5% cukup baik untuk mempertahankan motilitas spermatozoa manusia. Kata kunci : fosfolipid, kualitas spermatozoa
SEL PUNCA Thontowi Djauhari
Saintika Medika Vol. 6 No. 2 (2010): Desember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v6i2.1064

Abstract

Abstrak Penggunaan dan pengembangan sel punca dalam bidang penelitian dan aplikasinya diklinik dalam rangka mengobati penyakit tidak terlepas dari masalah etik yang mungkin membayanginya, khususnya penggunaan dan pemanfaatan sel punca yang berasal dari embrio (embryonic stem cells). Dasar pengetahuan sel punca merupakan hal yang penting untuk diketahui karena dari sana bisa dikembangkan sel punca tersebut akan berubah menjadi sel permanen. Penggunaan sel punca dalam bidang penelitian dan pengobatan penyakit tidak terlepas dari etika yang dianut untuk menghormati sel punca tersebut, karena masih banyak kontroversi terhadap pengadaan sel punca. Kata kunci : sel punca
PENGARUH FORMALIN TERHADAP MUKOSA YEYUNUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus strain wistar) Thontowi Djauhari NS; Desy Andari; Nurmasari .
Saintika Medika Vol. 7 No. 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v7i2.4083

Abstract

Latar Belakang : Kanker intestinum tenue merupakan salah satu bentuk kanker yang sulit diketahui karena kurang menimbulkangejala dan sering ditemukan pada saat pembedahan dengan indikasi penyakit lain atau obstruksi intestinum dalam keadaan yang sudahmetastasis. Formalin banyak disalahgunakan terutama di bidang industri makanan, yang apabila dikonsumsi dapat menyebabkan kelainanpada tubuh.Tujuan : Membuktikan pengaruh formalin terhadap mukosa yeyunum tikus putih (Rattus norvegicus strain wistar).Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan eksperimental murni, dengan rancangan The Posttest Control Group Desain. Sampelpenelitian adalah tikus putih strain wistar yang dibagi dalam 4 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol tanpa pemberian formalin dankelompok lainnya diberi formalin dosis 20 ppm, 40 ppm, dan 80 ppm.Hasil & Pembahasan : Hasil yang didapat dari penelitian adalah pemberian formalin dapat menyebabkan hiperplasia, hipertropi, atropidan radang (ANOVA p=0.000). Pengaruh perubahan mukosa yeyunum diduga karena terikatnya DNA oleh protein sehingga menggangguekspresi genetik yang normal.Kesimpulan : Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian formalin dapat menyebabkan perubahan mukosa yeyunum tikusputih strain wistar, dan diperlukan penelitian lanjutan yang menunjang kepentingan klinik.Kata kunci : Kanker intestinum tenue; formalin; intestinum tenue.
ANALISIS KEKUATAN M. QUADRISEP FEMORIS TERHADAP RESIKO GANGGUAN KESEIMBANGAN POSTURAL Aan Dwi Prasetio; Thontowi Djauhari; Rahayu .
Saintika Medika Vol. 11 No. 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v11i1.4189

Abstract

Analisis Kekuatan M. Quadrisep femoris Terhadap Resiko Gangguan Keseimbangan Postural. Latar Belakang : Kekuatan otot M. Quadrisep femoris dapat mempengaruhi kontrol tubuh saat berjalan. Kelelahan pada M. Quadrisep femoris dapat mempengaruhi gangguan keseimbangan postural. Tujuan : Mengetahui efek kekuatan M. Quadrisep femoris terhadap resiko gangguan keseimbangan postural. Metode Penelitian : Jenis observasional analitik cross sectional. Populasinya semua mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. sampel adalah mahasiswa laki-laki yang aktif berolahraga usia 18-24 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis statistik dengan uji korelasi Spearman. Hasil Penelitian dan diskusi : dari 30 sampel, 22 orang memiliki fatigue index > 50 % yang diukur dengan WCT, 5 orang (17 %) mengalamigangguan keseimbangan ditandai perubahan lama berdiri > 3 detik pada One legged stance test, sedangkan 17 orang lainnya (57 %) mengalami sedikit perubahan keseimbangan dengan perubahan lama berdiri ? 3 detik pada One legged stance test. Hanya 8 orang dari total sampel (27 %) yang memiliki fatigue index < 50 %, perubahan keseimbangan dengan perubahan lama berdiri < 3 detik pada One legged stance test. Dari analisis korelasi spearman menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara WCT dengan One legged stance test (p < 0,05). Kesimpulan : Penurunan kekuatan M. Quadrisep femoris akan meningkatkan resiko gangguan keseimbangan postural.
PENGARUH EKSTRAK BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum) SEBAGAI ANTIOKSIDAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHIDA PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) YANG DIINDUKSI CCl4 Aji Masbintoro; Sulistyo Mulyo Agustini; Thontowi Djauhari NS
Saintika Medika Vol. 12 No. 1 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v12i1.5258

Abstract

ABSTRAK Keadaan stres oksidatif dapat memicu peroksidasi lipid yang menghasilkan MDA sebagai indikator. Ekstrak terong belanda sebagai antioksidan dapat meredam dampak radikal bebas dan menurunkan kadar MDA. Metode Penelitian True Experiment dengan post test only group design yang terdiri 5 kelompok secara acak, masing-masing kelompok terdiri dari 5 hewan coba dan diberikan perlakuan selama 9 hari. Kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, perlakuan 1 (100 mg/kg/BB), 2 (200 mg/kg/BB) dan 3 (300 mg/kg/BB). Kelompok perlakuan 1,2 dan 3 diberi induksi CCl4 pada hari ke 9. Hasil uji One Way Anova didapatkan nilai signifikansi (0,002) kurang dari p (0,05), yang berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hal ini dikarenakan terong belanda memiliki kandungan fenol, flavonoid, antosianin dan karotenoidyang cukup tinggi yang dapat menghambat proses stres oksidatif. Ekstrak terong belanda sebagai antioksidan dapat menurunkan kadar MDA darah tikus yang diinduksi CCl4 Kata kunci: Stres oksidatif, ekstrak terong belanda, MDA darah
GIZI DAN 1000 HPK Thontowi Djauhari
Saintika Medika Vol. 13 No. 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.v13i2.5554

Abstract

Masalah gizi di Indonesia meliputi masalah kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Beban gizi ganda  atau Double Burden of Malnutrition (DBM) adalah suatu keadaan ko-eksistensi antara kekurangan gizi dan kelebihan gizi makronutrien maupun mikronutrien di sepanjang kehidupan. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Asupan energi dan zat gizi yang tidak memadai, serta penyakit infeksi merupakan faktor yang sangat berperan terhadap masalah stunting. Pemerintah Indonesia meluncurkan “Gerakan 1.000 Hari Pertama Kehidupan” yang dikenal sebagai 1.000 HPK. (Hari Pertama Kehidupan)  Gerakan ini bertujuan mempercepat perbaikan gizi untuk memperbaiki kehidupan anak-anak Indonesia di masa mendatang. Tumbuh kembang anak perlu diperhatikan setelah  dua  tahun, kerena tumbuh kejar (catch up) masih akan berkembang lagi sampai usia pubertas. Tiga fase dalam tumbuh kembang, fase perlambatan tajam komponen bayi mempresentasikan pada pertumbuhan fetal, fase perlambatan perlahan komponen anak yang dimulai dari paruh kedua masa bayi dan berlanjut sampai maturitas, dan fase pubertas dimana pertumbuhan anak akan berlanjut. Pada tiap  fase tersebut regulator hormon berbeda, sehingga intervensi gizi yang diberikan tentunya harus speseifik. Dapat disimpulkan perbaikan dalam tumbuh kembang anak setelah masa gagal tumbuh awal masih bisa diintervensi untuk mencegah gagal tumbuh, sehingga perlu penambahan program 1000 HPK plus untuk mencapai keberhasilan dari program yang telah dicanangkan.Kata Kunci : Stunting, Tumbuh Kejar (Catch Up ), 1000 HPK
PERAN ZINC DALAM PROSES LAKTASI Thontowi Djauhari
Saintika Medika Vol. 14 No. 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol14.SMUMM1.6692

Abstract

Zinc adalah trace element diperlukan untuk berbagai proses metabolisme termasuk mengatur protein yang terlibatdalam sintesis DNA, protein serta mitosis. Selain mengatur fungsi seluler dasar pengaturan transport zinc di glandula mammaesangat penting untuk mencukupi kebutuhan Air Susu Ibu ( ASI ) selama menyusui. Transfer zinc yang adekuat ke dalamsusu penting untuk kebutuhan zinc neonatus selama pertumbuhan dan perkembangan. Defisiensi zinc pada bayi akanmenyebabkan gangguan fungsi imunitas dan perlambatan pertumbuhan. Pengaturan mekanisme transport zinc sangatpenting untuk menyediakan zinc yang disekresikan ke dalam ASI serta menjaga fungsi sel yang optimal di glandula mammae.Kata Kunci : Zinc, Laktasi