Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pre Eliminary Study : Pengaruh Pemberian First Line Drug Antituberculosis Terhadap Jumlah Hydropic Swelling Pada Sel Hepar Tikus Putih Jantan (Rattus Novergicus Strain Wistar) Yang Diinduksi Selama dua Minggu”. Thontowi Djauhari
Saintika Medika Vol. 15 No. 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/sm.Vol15.SMUMM1.8484

Abstract

Konsumsi First Line Drug Antituberculosis menyebabkan gangguan hati diakibatkan oleh stress oksidatif, sehingga dapat menyebabkan kerusakan hati yang dapat dilihat pada peningkatan jumlah hydropic swelling pada sel hepar tikus. Penelitian ini adalah penelitian pendahuluan dengan memberikan First Line Drug Antituberculosis selama dua minggu. Untuk mengetahui pengaruh First Line Drug Antituberculosis terhadap jumlah hydropic swelling sel hati pada tikus putih jantan yang diinduksi selama dua minggu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian True experimental dengan post test only control group design. menggunakan 10 tikus dalam 2 kelompok, kontrol positif (diinduksi First Line Drug Antituberculosis), kontrol negatif (tidak diinduksi obat). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada perlakuan antara K-  dan K+ dengan meggunakan uji t tidak berpasangan, dengan hasil signifikansi t- test (p<0,05). Kesimpulan yang didapatkan ada pengaruh pemberian First Line Drug Antituberculosis (pirazinamid, etambutol, Isoniazid, Rifampicin) terhadap jumlah hydropic swelling pada sel hati tikus putih jantan (Rattus Novergicus Strain Wistar) yang diinduksi selama dua minggu.
MATAHARI HOMECARE SEBAGAI TEROBOSAN BISNIS DI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG Yoyok Bekti Prasetyo; Thontowi Djauhari; Kumboyono .; Rahmad Rosadi; Anggraini Dwi Kurnia
Jurnal Dedikasi Vol. 9 (2012): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/dedikasi.v9i0.1388

Abstract

Yoyok Bekti Prasetyo1, Thontowi Djauhari2, Kumboyono3, Rahmad Rosadi4,& Anggraini Dwi Kurnia51,4,5 Jurusan Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, 2Fakultas Kedokteran,Universitas Muhammadiyah Malang3 Jurusan Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas BrawijayaEmail: yybekti_pras@yahoo.com, tdjauhari@yahoo.comABSTRAKMatahari homecare sebagai agensi pelayanan kesehatan dirumah bertujuan meningkatkan,mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan tingkat kemandirian danmeminimalkan akibat dari penyakit merupakan bisnis baru dibidang kesehatan yang hadir di UniversitasMuhammadiyah Malang. Pendekatan improvements in revision to existing product dilaksanakan untukmelakukan perbaikan pada sistem pengelolaan pelayanan homecare guna meningkatkan produksipada usaha ini. Pelayanan utama yang diberikan adalah perawatan luka (wound care) meliputi perawatanluka pasca operasi dan perawatan luka gangren Diabetes Mellitus serta perawatan rehabilitasi pascastroke. Program ini akan semakin eksis dengan akan berdirinya rumah sakit di UMM.Kata kunci: homecare, pasca stroke, luka gangren
Hospital's Dental Clinic Service Readiness in Facing Covid-19 Kurniawan, Gladys; Hakim, Lukman; Al Rasyid, Harun; Djauhari, Thontowi
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol. 31 Supplement 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2021.031.02.1s

Abstract

This research was conducted to find the root of the problem and the solution to the inactivity of X Hospital Dental Clinic since the Covid-19 pandemic. The findings from the study are expected to be an input for the hospital to be able to immediately reopen Dental Clinic services. The research design used descriptive analysis of observation data, interviews, and literature study. The Fishbone Diagram combined with 5 WHYs is used to find the root of the problem. Determination of problem solutions using the CARL method (Capability, Accessibility, Readiness, and Leverage) through the Forum Group Discussion (FGD). The results showed that the root cause of the inactivity of X Hospital Dental Clinic since the Covid-19 pandemic was the unavailability of infrastructure in accordance with the minimum standards. Therefore, X Hospital needs to procure appropriate infrastructure and support the X Hospital Dental Clinic facilities in providing services during the Covid-19 pandemic. This procurement must be adjusted to the conditions of the space and environment around the Dental Clinic and the capabilities of the hospital. The proposed adjustment is a modification to the infrastructure that will be provided and the existing Dental Clinic facilities. The infrastructure that must be provided is related to air circulation, practice room management, and patient procedures.