Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EFIKASI DIRI MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI DAN MAHASISWA PROGRAM STUDI FARMASI DI UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA PRAKOSO, KUKUH
JURNAL TALENTA PSIKOLOGI Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Talenta Psikologi Vol. VII No 2 Agustus 2018
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedisiplinan kerja yang dilakukan oleh manajer merupakan salah satu faktor yang mendukung tumbuhnya kinerja karyawan pada karyawan. Tujuan daripenelitian ini adalah : mengetahui hubungan kedisiplin kerja terhadap kinerja karyawan di kantor Pusat PT. Pos Indonesia Disolo. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala kedisiplinan kerja dan kinerja karyawan.Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan dan karyawati dikantor pusat PT pos Indonesia Disolo dengan jumlah total sampel 100, yang diperoleh dengan purposive sampling. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product Moment dari Karl Pearson dengan bantuan statistical package for social sciences (SPSS) forwindows release 16.0 Dari hasil analisis menunjukkan tingkat kedisiplinan kerja dan kinerja karyawan dalam kategori tinggi dengan prosentase 55.0% untuk kedisiplinan kerja dan 61.0% untuk kinerja karyawan. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan korelasi product Moment didapat hasil 0,216 dengan P=0,000˂0.05. hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kedisiplinan kerja dengan kinerja karyawan.
Evaluation of the water suitability of floating net cages aquaculture in Kedung Ombo Reservoir, Central Java Bawono, Pramesthi Mustikaning; Rahman, Arif; Ain, Churun; Haeruddin, Haeruddin; Prakoso, Kukuh; Arifati, Atika
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.1.44159

Abstract

Kedung Ombo Reservoir is one of the reservoirs in Central Java which is used for irrigation, tourism, and aquaculture activities. Common problems in reservoir waters are nutrient enrichment by organic waste from fish feed and other sources. The aim of this study was to evaluate the level of water suitability based on water quality. This study was conducted in June-August 2023. Sampling was carried out at three stations with different floating net cage densities. The water quality variables measured included dissolved oxygen (DO), temperature, pH, transparency, turbidity, ammonia, biochemical oxygen demand (BOD), nitrate, phosphate, and chlorophyll-a. Evaluation of the water suitability for floating net cage waters in Kedung Ombo Reservoir was determined by a weighting matrix and water suitability index. The water suitability evaluation of floating net cages in three stations was categorized as suitable. All variables were suitable except BOD at all stations and DO in stations 1 and 3.Keywords:Dissolved oxygenFloating net cageKedung Ombo ReservoirSuitabilityWater quality
Evaluation of the water suitability of floating net cages aquaculture in Kedung Ombo Reservoir, Central Java Bawono, Pramesthi Mustikaning; Rahman, Arif; Ain, Churun; Haeruddin, Haeruddin; Prakoso, Kukuh; Arifati, Atika
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 14, No 1 (2025): MARCH 2025
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.14.1.44159

Abstract

Kedung Ombo Reservoir is one of the reservoirs in Central Java which is used for irrigation, tourism, and aquaculture activities. Common problems in reservoir waters are nutrient enrichment by organic waste from fish feed and other sources. The aim of this study was to evaluate the level of water suitability based on water quality. This study was conducted in June-August 2023. Sampling was carried out at three stations with different floating net cage densities. The water quality variables measured included dissolved oxygen (DO), temperature, pH, transparency, turbidity, ammonia, biochemical oxygen demand (BOD), nitrate, phosphate, and chlorophyll-a. Evaluation of the water suitability for floating net cage waters in Kedung Ombo Reservoir was determined by a weighting matrix and water suitability index. The water suitability evaluation of floating net cages in three stations was categorized as suitable. All variables were suitable except BOD at all stations and DO in stations 1 and 3.Keywords:Dissolved oxygenFloating net cageKedung Ombo ReservoirSuitabilityWater quality
Profil Lingkungan dan Kesuburan Perairan di Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Astuti, Yuli; Rahman, Arif; Jati, Oktavianto Eko; Prakoso, Kukuh
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7210

Abstract

Danau Rawa Pening terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Masyarakat memanfaatkan danau ini untuk irigasi, PLTA, perikanan, dan obyek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan perairan serta hubungan nitrat dan ortofosfat dengan klorofil-a. Analisis kesuburan perairan menggunakan metode Trophic State Index (TSI) dan Trophic Index (TRIX). Regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui hubungan nitrat dan ortofosfat dengan klorofil-a. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan perairan Danau Rawa Pening menggunakan metode TSI dikategorikan eutrofik sedangkan dengan metode TRIX dikategorikan oligotrofik-mesotrofik. Konsentrasi antara nitrat dan ortofosfat dengan klorofil-a menunjukkan hubungan yang kuat dengan persamaan: Y=23,84+2,19NO3+5,77PO4.
Valuasi Ekonomi Sumber Daya Perikanan di Kawasan Ekosistem Mangrove Desa Babalan Kabupaten Demak Jefryco, Siahaan; Purwanti, Frida; Prakoso, Kukuh
Jurnal Pasir Laut Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2025.69487

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir dengan manfaat ekologi dan ekonominya yang beragam. Fungsi hutan mangrove berperan dalam mendukung sektor perikanan, yang merupakan sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir salah satunya di Desa Babalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi nelayan tentang fungsi hutan mangrove serta menghitung nilai ekonomi pemanfaatan sumber daya perikanan di ekosistem hutan mangrove Desa Babalan. Penelitian dilakukan dari bulan April – Mei 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pendekatan Effect on Production (EOP), yang mengukur kontribusi ekosistem mangrove terhadap produktivitas perikanan tangkap dan tambak. Data diperoleh melalui wawancara dengan 30 orang nelayan tangkap dan 30 orang petani tambak. Persepsi nelayan tangkap lebih tinggi dibandingkan petani tambak terkait fungsi ekologis mangrove kecuali untuk spawning ground. Persepsi kedua kelompok tersebut masih rendah untuk fungsi mangrove sebagai penyerap bahan pencemar. Nilai ekonomi ekosistem hutan mangrove dari kegiatan perikanan tangkap sebesar Rp252.473.749 per tahun dan dari kegiatan tambak sebesar Rp27.771.070 per tahun, sehingga nilai ekonomi total ekosistem mangrove di Desa Babalan mencapai Rp280.244.819 per tahun.
Kelimpahan Pediastrum (Chlorophyceae) dan Hubungannya dengan Kualitas Air di Danau Rawa Pening, Jawa Tengah Rahman, Arif; Jati, Oktavianto Eko; Prakoso, Kukuh
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.1023-1028

Abstract

Danau Rawa Pening merupakan salah satu danau prioritas nasional yang telah mengalami pencemaran. Fitoplankton adalah organisme pertama yang terganggu karena perubahan kondisi perairan. Pediastrum merupakan salah satu genus fitoplankton dari kelas Chlorophyceae yang sensitif terhadap perubahan lingkungan danau. Pediastrum berperan penting terhadap produktivitas primer di perairan tawar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan kelimpahan Pediastrum di Danau Rawa Pening serta hubungannya dengan variabel kualitas air. Pengambilan sampel dilakukan tiga kali pada bulan September, Oktober, dan November 2023 di 4 stasiun yang tersebar dari inlet hingga outlet Danau Rawa Pening. Pengumpulan data meliputi pengukuran parameter kualitas air dan pengambilan sampel fitoplankton di permukaan perairan danau. Pengukuran variabel kualitas air meliputi kedalaman, kecerahan, kecepatan arus, suhu, pH, oksigen terlarut (DO) nitrat, dan ortofosfat. Principal component analysis (PCA) digunakan untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan Pediastrum dan variabel kualitas air. Pediastrum merupakan genus fitoplankton dari kelas Chlorophyceae yang ditemukan dengan kelimpahan tertinggi mencapai 85,30%. Kelimpahan Pediastrum berkisar antara 789.293-8.386.105 sel/L dengan kelimpahan Pediastrum duplex (91,40%) lebih tinggi dibandingkan dengan Pediastrum simplex (8,60%). Kedalaman perairan termasuk dangkal, kecerahan perairan rendah, serta suhu dan pH sesuai habitat Pediastrum. Konsentrasi oksigen terlarut cukup tinggi. Nutrien baik nitrat maupun ortofosfat menunjukkan konsentrasi yang tinggi. P. duplex berhubungan erat dengan nitrat dan ortofosfat, sedangkan P. simplex berhubungan erat dengan oksigen terlarut dan suhu perairan.
Analisis Biokonsentrasi Logam Berat Merkuri (Hg) dan Tembaga (Cu) Pada Mangrove di Muara Sungai Tapak, Kelurahan Tugurejo Semarang Ichwani, Hanadila Caesadhiva; Haeruddin, Haeruddin; Prakoso, Kukuh
Jurnal Pasir Laut Vol 9, No 2 (2025): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2025.71459

Abstract

Muara Sungai Tapak merupakan salah satu wilayah pesisir Kota Semarang yang menerima masukkan limbah dari aktivitas industri, perikanan dan domestik. Limbah yang dihasilkan berpotensi mengandung polutan logam berat. Umumnya terdapat ekosistem mangrove yang memiliki fungsi sebagai perangkap alami polutan. Kemampuan mangrove dalam mengakumulasi logam berat dapat diketahui dengan melakukan penelitian terkait biokonsentrasi logam berat pada mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biokonsentrasi logam berat pada mangrove spesies Avicennia marina di Muara Sungai Tapak yang dilaksanakan pada bulan April – Juni 2024. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dalam menentukan stasiun penelitian. Metode yang digunakan untuk menganalisis sampel logam berat adalah Atomic Absorbtion Spectrophotometry. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi logam berat merkuri (Hg) pada sedimen berkisar antara 0,025 – 0,049 mg/kg. Konsentrasi logam berat tembaga (Cu) pada sedimen berkisar antara 46,87 – 77,72 mg/kg. Konsentrasi logam berat Hg pada akar berkisar antara 0,001 – 0,01 mg/kg, sedangkan pada bagian daun berkisar 0,003 – 0,006 mg/kg. Konsentrasi logam berat Cu pada akar berkisar antara 9,27 – 66,48 mg/kg, sedangkan pada daun berkisar antara 6,63 – 8,17 mg/kg. Hasil perhitungan BCF logam Hg yaitu sebesar 0,16 dan logam berat Cu sebesar 0,91. nilai BCF < 1 menunjukkan bahwa Avicennia marina memiliki sifat excluder. Hasil perhitungan TF logam Hg sebesar 2,03 dan logam Cu sebesar 0,51. Hal ini menunjukkan bahwa Avicennia marina memiliki mekanisme fitoekstraksi terhadap logam berat Hg karena TF > 1, sedangkan memiliki mekanisme fitostabilisasi terhadap logam berat Cu karena TF < 1. 
The Occurrences of Harmful Algal Blooms (HABs) Species and Trophic Status Update in Kedung Ombo Reservoir Rahman, Arif; Haeruddin; Prakoso, Kukuh
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.vi.55767

Abstract

Graphical Abstract   Highlight Research Six harmful algal species were identified, with Aphanizomenon sp. being the most dominant, primarily from Cyanophyceae (blue-green algae). Kedung Ombo Reservoir is eutrophic, with low transparency, low dissolved oxygen (DO), and high phosphate levels (0.10–0.88 mg/L) contributing to HABs. Anthropogenic activities, including aquaculture, agriculture, and sewage, accelerate nutrient enrichment and phytoplankton overgrowth. Trophic State Index (TSI) confirmed eutrophic conditions, with HABs abundance linked to high phosphate concentrations. Urgent mitigation efforts like nutrient control, biomanipulation, and regular monitoring are needed to prevent further HABs outbreaks.     Abstract Anthropogenic inputs affect the quality of freshwater ecosystems which causes ecological and health problems to aquatic ecosystems. Harmful algal blooms (HABs) associated with cyanotoxins often occur in nutrient-rich or eutrophic freshwater ecosystems. Kedung Ombo Reservoir in Indonesia has been previously classified as eutrophic to hypertrophic. Therefore, this study aimed to identify the occurrences of potential HABs species, measure the bio-physico-chemical water quality parameters, and update the trophic status of Kedung Ombo Reservoir. Sampling was done thrice during the dry season in 2022 from 5 stations. Twenty-two species of phytoplankton were observed in Kedung Ombo Reservoir. Anabaenopsis sp., Aphanizomenon sp., Ceratium sp., Mougeotia sp., Pandorina sp., and Ulothrix sp. were identified as potentially harmful species. Among those, the potentially HABs species, Aphanizomenon sp. was the most abundant (179,344 cells/L) and Cyanophyceae (205,539 cells/L) was the dominant group of phytoplankton. Kedung Ombo Reservoir had a water temperature of 29.49±0.41°C, phosphate of 0.27±0.25 mg/L, and alkaline pH of 7.90±0.39. Kedung Ombo Reservoir also had low transparency coupled with low dissolved oxygen concentration. The occurrences of HABs species were correlated with transparency and dissolved inorganic nutrients, especially phosphate concentrations. Kedung Ombo Reservoir showed eutrophic conditions based on Secchi depth, chlorophyll-a, total phosphorus, and TSI. Based on research findings, control and mitigation efforts are needed to overcome the eutrophication problems which disrupt the balance of the aquatic ecosystem in the Kedung Ombo Reservoir.
Study of the catch of white shrimp (Penaeus merguiensis) using Wangkong fishing gear in Demak Waters Nurlaela, Yulfa Rahmanissa; Ayuningrum, Diah; Prakoso, Kukuh
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 2 (August, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i2.17910

Abstract

White shrimp (P. merguiensis) is the dominant catch caught in Demak waters and has high economic value. The fishing gear used by fishermen is wangkong fishing gear. This research aims to determine the composition and size structure of the catch, as well as the relationship between length and weight and sex ratio. The research was carried out in April and May 2024. The research method used was a survey method. The shrimp sampling method used is the census method. The target catch of fishermen from Menco Village, namely Penaeus merguiensis, was 87.10% and fishermen from Babalan Village, namely Penaeus merguiensis, amounted to 66.63%. The non-target catches were Mugil spp, Plotosuscanius, Rastrelliger spp, Scylla serrata, Oratosquilla oratoria, and Anguilla bicolor. The length class mode for white shrimp in Menco Village is 74.4 – 79.2 mm and Babalan Village is 96.6 – 106.5 mm. The relationship between length and weight of male white shrimp from Menco Village was obtained as W= 0.000353293L2.724 and female white shrimp from Menco Village was obtained as W= 0.000244543L2.837. The relationship between length and weight of male white shrimp from Babalan Village was obtained as W= 0.001095644L2.402 and female white shrimp from Babalan Village was obtained as W= 0.000167463L2.960. The sex ratio for white shrimp showed that the ratio between males and females in Menco Village was 1:1.10 and Babalan Village was 1:1.36. The growth pattern of P. merguiensis is negative allometric and more female shrimp are caught than male shrimp. Keywords: Catch; Demak Waters; Wangkong; WhiteShrimp (P. merguiensis)
ANALISIS KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN TRAMMEL NET DI PERAIRAN WEDUNG KABUPATEN DEMAK Nisya, Choirun; Saputra, Suradi Wijaya; Prakoso, Kukuh
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.1.2025.11-20

Abstract

Demak memiliki wiliayah pantai dengan panjang 58 km dari Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung. Sebagian masyarakat di kecamatan tersebut berprofesi sebagai nelayan dengan beragam alat tangkap yang digunakan. Trammel net adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan termasuk nelayan Desa Wedung untuk menangkap spesies target dan non target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan trammel net, nilai Catch per Unit Effort (CPUE), dan biaya operasional untuk setiap trip nelayan Wedung, Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dilakukan dari bulan Desember 2023- Februari 2024. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan metode sensus yang diambil secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan belanak (Chelon planiceps) adalah ikan yang mendominasi hasil tangkapan trammel net. Ikan belanak yang diperoleh selama penelitian sebesar 52% dari keseluruhan hasil tangkapan. Hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis penting adalah udang putih (Penaeus merguiensis). Udang putih  yang diperoleh selama penelitian sebesar 3% dari keseluruhan tangkapan. Nilai Catch per Unit Effort (CPUE) yang diperoleh selama penelitian menunjukkan hasil yang rendah yaitu 5,2 kg/trip. Biaya operasional yang dikeluarkan untuk sekali tripnya sebesar Rp 40.000,00 yang meliputi pembelian gas, rokok, dan makanan. Rentang keuntungan bersih yang diperoleh nelayan setiap trip berkisar antara Rp 10.000,00 – Rp 110.000,00.