Claim Missing Document
Check
Articles

Kepuasan Peneliti Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Koleksi Manuskrip Di Perpustakaan Museum Sonobudoyo Yogyakarta Nugroho, Dea Ramadhan; Husna, Jazimatul
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.006 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Kepuasan Peneliti dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Koleksi Manuskrip diPerpustakaan Museum Sonobudoyo Yogyakarta”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuiseberapa besar tingkat kepuasan pemustaka, yang lebih di spesifikasikan pada peneliti yang sedangmencari bahan atau materi di layanan Manuskrip Perpustakaan Museum Sonobudoyo denganmenggunakan analisis LibqualTM. Penelitian ini menggunakan desain dan jenis penelitian kuantitatifdengan menggunakan analisis berdasarkan aspek-aspek menurut LibqualTM. Hasil penelitian menunjukkannilai rata-rata skor Persepsi (P) sebesar 4,29 skor Harapan Minimum (HM) sebesar 3,97, skor HarapanIdeal (HI) sebesar 4,60. Dari data tersebut, menunjukkan bahwa peneliti di Perpustakaan MSB telahmerasa sangat puas, karena skor persepsi berada diantara skor Harapan Minimum (HM) dan HarapanIdeal (HI). Kepuasan telah terpenuhi, walaupun skor Persepsi (P) belum melampaui skor Harapan Ideal(HI). Sementara itu skor AG (Adequency Gap) menunjukan skor positif sebesar 0,3. Diketahui bahwakepuasan peneliti telah memenuhi harapan minimal dalam kebutuhan informasi, karena menunjukkan sisipositif. Pada skor Superiority Gap (SG), menunujukan skor minus (-) sebesar -0,31. Diartikan bahwakepuasan peneliti, sudah memenuhi harapan minimum dalam pemenuhan kebutuhan informasi, tetapibelum dapat memenuhi selisih gap dengan harapan ideal yang di harapakan peneliti.
Pengaruh Komunikasi Antarpribadi Antara Pustakawan Dengan Pemustaka Terhadap Citra Perpustakaan di UPT Perpustakan Universitas Diponegoro Jaya, David Kurnia Adi; Husna, Jazimatul
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 8, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Kualitas Komunikasi Antarpribadi antara Pustakawan dengan Pemustakaterhadap Citra Perpustakaan di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui apakah terdapat pengaruh kualitas komunikasi antarpribadi antara pustakawan dengan pemustakaterhadap citra perpustakaan di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro atau tidak. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 100 orang yang diperoleh denganmenggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini denganmenggunakan kuesioner yang disebar secara online melalui Google Docs Form serta secara langsung denganmenggunakan kuesioner tercetak. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kualitas komunikasi antarpribadi antara pustakawandengan pemustaka terhadap citra perpustakaan di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro. Uji hipotesisdilakukan dengan menganalisis hasil koefisien korelasi Pearson Product-Moment antara variabel kualitaskomunikasi antarpribadi antara pustakawan dengan pemustaka dan variabel citra perpustakaan. Hasilnya didapatkannilai signifikansi sebesar 0,000 dengan tingkat hubungan positif yang mantap sebesar 0,674. Kriteria penolakan H0adalah jika nilai signifikan α < 0,05, sehingga H1 diterima dan H0 ditolak karena diperoleh nilai signifikansi yanglebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa kualitas komunikasi antarpribadi antara pustakawan denganpemustaka berpengaruh terhadap citra perpustakaan di UPT Perpustakaan Universitas Diponegoro.
Perubahan dan Problematika Perpustakaan Menghadapi Normal Baru Jazimatul Husna
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.939 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.3.309-316

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perubahan dan problematika penyelenggaraan perpustakaan menghadapi Normal Baru. Situasi dan kondisi pandemi Covid-19 saat ini, memaksa perpustakaan untuk bergerak dinamis. Kondisi perpustakan yang masih bisa bertahan hingga saat ini, tidak bisa dipungkiri karena perpustakaan telah terbiasa melibatkan Teknologi Informasi, sehingga di prediksi perpustakaan  masih ada harapan. Normal baru adalah sebuah peristiwa, atau status, atau era yang sebelumnya asing, atau situasi atipikal yang telah menjadi standar, atau kebiasaan baru. Normal baru membuat perpustakaan harus menata ulang, dimana interaksi tatap muka dan interaksi layanan mungkin tidak lagi disukai, dimana koleksi dalam format fisik mungkin menjadi susah untuk diakses berganti menjadi koleksi digital, dan dimana belajar kelompok akan tinggalkan menjadi pembelajaran berbasis daring, menjaga jarak sosial di perpustakaan dengan aman. perpustakaan dapat memanfaatkan krisis ini untuk membuat koleksi dan layanan baru dan inovasi untuk meningkatkan layanan perpustakaan berdasarkan analisis dan tren yang sedang terjadi. Karena perpustakaan telah belajar dan tumbuh selama masa karantina dan perpustakaan siap utuk menyongsong normal baru .
Embedded Librarian: Kolaborasi Pustakawan di Era Informasi Jazimatul Husna
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 4 (2019): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.224 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.4.353-362

Abstract

Penelitian ini membahas dan menjelaskan peran baru untuk pustakawan yang sedang dibahas oleh peneliti dunia di bidang ilmu perpustakaan dan Ilmu Informasi. Pustakawan dapat bekerja dalam kolaborasi dengan para pakar domain di bidang akademik, industri, dan juga di bidang lain untuk melayani kebutuhan informasi mereka dan menghemat waktu mereka. Penelitian ini berbicara tentang berbagai bidang kepustakawanan tertanam. Tanggung jawab mencari informasi dibagikan kepada pustakawan. berkolaborasi dan berpikir dalam konteks makro. Pustakawan bisa menampilkan diri dalam profesinya dengan ranah yang lebih luas untuk membantu orang di luar profesi pustakawan.
Kontribusi Perpustakaan dalam Mendorong Ratifikasi Traktat Marrakesh Penyandang Disabilitas Netra di Indonesia Jazimatul Husna
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 4, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.021 KB) | DOI: 10.14710/anuva.4.1.71-79

Abstract

Di Indonesia banyak penyandang disabilitas yang kesulitan dalam mengakses pendidikan dan pemenuhan atas kebutuhan informasi yang di butuhkan oleh mereka, Salah satunya adalah perpustakaan. Tidak banyak perpustakaan yang ramah dan accessable untuk penyandang disabilitas.  Dalam Traktat Marrakesh perpustakaan dapat memberikan kontribusi dan memfasilitasi hak memperoleh informasi dan pendidikan mereka, memfasilitasi kebebasan berekspresi mereka, termasuk kebebasan untuk mencari, menerima dan menyampaikan informasi dan ide-ide dari semua jenis atas dasar kesetaraan dengan orang lain , termasuk melalui semua bentuk komunikasi pilihan mereka.Hal ini dapat dilihat dari minimnya sumber bacaan yang berhuruf Braille, atau dengan format lain seperti audiobook. pada penelitian ini peneliti ingin memfokuskan pada pembahasan Kontribusi Perpustakaan Dalam Mendorong Ratifikasi Traktat Marrakesh Penyandang Disabilitas Netra Di Indonesia, peneliti tertarik mengangkat tema tersebut karena pada poin penting dalam Traktat Marrakesh  memberikan izin bagi  organisasi dan perpustakaan  untuk berbagi koleksi dan judul yang dapat mereka akses dengan komunitas berbahasa lain di seluruh dunia
Peran Pustakawan Sebagai Kreator Konten Digital Jazimatul Husna
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 2 (2019): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.093 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.2.173-184

Abstract

Penelitian ini membahas perubahan peran pustakawan sebagai perantara informasi karena pengenalan bentuk-bentuk baru dari konten digital yang dibawa oleh teknologi informasi dan komunikasi modern. Fokus utama adalah pada cara di mana perubahan ini telah mempengaruhi tanggung jawab moral pustakawan. peneliti  ingin memfokuskan pada Peran Pustakawan Sebagai Kreator Konten  Digital,  konten yang dimaksud adalah konten digital disebarluaskan di internet melalui media sosial. penelitian ini mengidentifikasi beberapa kecenderungan dalam penciptaan dan penggunaan konten digital dan mengeksplorasi implikasi etis dari tanggung jawab pustakawan dalam merealisasikan tugas tersebut. Untuk mewujudkan peran pustakawan sebagai kreator konten  Digital, pustakawan sebaiknya menggunakan langkah baru, dengan melakukan pemiloihan dan pembuatatan akun di media sosial, membuat konten dan melakukan promosi. Dari beberapa apilihan media sosial, pustakawan menggunakan empat media soaial yang paling popular, yaitu istagram, twitter, facebook dan whatsApp. Pendekatan dan metode penelitian kali ini, menggunakan penelitian kualitatif  deskriptif, Peneliti mengumpulkan data-data penelitian memalui membaca dan mencatat serta mengolah bahan pustaka.
Pengaruh Perilaku Asertif Pustakawan dalam Keberhasilan Program Liaison Librarian di Perpustakaan Jazimatul Husna
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 2, No 4 (2018): Desember
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.652 KB) | DOI: 10.14710/anuva.2.4.437-449

Abstract

Perpustakaan sebagai lokomotif ilmu pengetahuan, harus cermat menyikapi dan merespon perubahan tersebut dengan meyiapkan agenda-agenda yang relevan dengan kondisi kekinian dan trend perkembangan keilmuan kepustakawanan yang akan datang. Pustakawan yang dimaksud adalah pustakawan yang mempunyai perilaku asertif. Pustakawan yang mempunyai  perilaku asertif sangat berguna dalam berinteraksi dengan pengguna perpustakaan dalam mencarí informasi. Pemustaka yang tentunya memiliki kebutuhan informasi yang berbeda beda. Karena orientasi perpustakaan merupakan  kepuasan pengguna (user oriented). Program liaison librarian suatu program yang sangat menarik, dimana pustakawan harus secara aktif dapat memaksimalkan dalam  menjalin komunikasi dengan semua pengguna di perpustakaan, dapat melakukan diskusi dan harus menyediakan waktubisa memberikan konsultasi mengenai segala kebutuhan pemustaka terhadap kebutuhan informasi dan sumber-sumber informasi lainya.
Implementasi MOOCs di Pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi (Sebuah Peluang dan Tantangan di Indonesia) Jazimatul Husna
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 3, No 3 (2019): September
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.09 KB) | DOI: 10.14710/anuva.3.3.247-256

Abstract

Massive Open Online Courses (MOOCs) merupakan salah satu buah dari revolusi bidang pendidikan tinggi Abad 21. MOOCs Sudah berkembang dan di gunakan di banyak Negara, Khususna Eropa dan Amerika. Namun belum banyak digunakan di Asia, khususnya di Indonesia. MOOCs hadir dengan memberikan model pembelajaran baru dan kesempatan untuk calon mahasiswa di fakultas dan dan universitas untuk dapat bergerak aktif dalam belajar. MOOCs telah merambah dibanyak bidang studi termasuk dalam Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI). Dalam tulisan ini, penulis akan menjelaskan Pengertian dan konsep MOOCs, implementas, Peluang dan Tantangan, dan Model kursus yang ditawarkan dalam Ilmu Perpustakaan dan Informasi dan bagaimana cara terbaik MOOCs dapat digunakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi dengan melihat kemungkinan cara kerja dan dampaknya terhadap pendidikan Ilmu Perpustakaan dan Informasi di Indonesia.
PENGARUH SIKAP PUSTAKAWAN TERHADAP TINGKAT KUNJUNGAN SISWA DI PERPUSTAKAAN SMA N 7 SEMARANG Siti Mutmainah; Jazimatul Husna
Jurnal Ilmu Perpustakaan Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Prodi S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jip.v5i1.221-230

Abstract

 Penelitian ini berjudul “Pengaruh Sikap Pustakawan terhadap Tingkat Kunjungan Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 7 Semarang”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket. Angket disebarkan kepada 10% jumlah populasi, yaitu sebanyak 75. Penghitungan data dalam penelitian ini digunakan aplikasi bantu SPSS 21. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sikap pustakawan terhadap tingkat kunjungan siswa di SMA Negeri 7 Semarang. Hasil penelitian menjelaskan bahwa: Sikap pustakawan mempunyai pengaruh terhadap  tingkat kunjungan siswa. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa aspek seperti sikap ramah pustakawan, pustakawan memahami pengguna perpustakaan, pemenuhan kebutuhan siswa dan sikap pustakawan menjadi alasan siswa berkunjung ke perpustakaan yang dapat memberikan kontribusi sebesar 38%. Dari analisis statistik dapat diketahui bahwa sikap pustakawan (variabel X) terhadap tingkat kunjungan siswa (variabel Y) dapat diperoleh melalui persamaan Y’=0,634+1,061. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa sikap pustakawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kunjungan siswa. Hal ini terbukti dari hasil hipotesis yang menunjukkan bahwa thitung= 6,684 dan ttabel = 0,1000. Dari hasil tersebut thitung lebih besar dari ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang artinya ada pengaruh yang signifikan antara variabel sikap pustakawan dengan variabel tingkat kunjungan siswa.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MODEL PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN TEMA “MY FAMILY” PADA PAUD (USIA KELOMPOK BERMAIN) ANAK CERDAS UNGARAN Girindra Putri Ardana Reswari; Lenggahing Asri Dwi Eko Saputri; Jazimatul Husna
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.423 KB)

Abstract

Pembelajaran Bahasa Inggris sejak usia dini (English for Young Learner) saat ini tengah gencar dikampanyekan. Bahasa Inggris mulai diperkenalkan pada usia pendidikan terawal yakni pada tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Permasalahan yang ada pada penelitian ini adalah kesulitan guru dalam membuat materi ajar yang sesuai dengan usia anak didik khususnya pada masa Kelompok Bermain (KB). Hal ini dikarenakan pada usia Kelompok Bermain, kemampuan verbal dan motorik anak-anak masih terbatas. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah ini untuk membantu guru dalam menyusun model ajar kreatif, interaktif, dan inovatif bagi siswa untuk meningkatkan minat belajar Bahasa Inggris siswa pada usia Kelompok Bermain sesuai dengan kemampuan siswa dengan tidak melupakan esensi pembelajaran anak di usia dini yang menyenangkan seperti belajar sambil bermain. Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah qualitative-interpretative dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara serta teknik pendampingan pembuatan model ajar. Hasil penelitian mengacu pada kurikulum PAUD dan esensi pembelajaran PAUD yaitu bermain sambil belajar. Pemberian contoh pembuatan media pengajaran Bahasa Inggris pada Usia Kelompok Bermain di PAUD Anak Cerdas Ungaran memakai tema My Family dengan menggunakan metode menggambar dan mencocokan kartu.