Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Comparative Effectiveness of Video and Picture Media on Students’ Biology Learning Outcomes Janah, Nur; Mahrus, Mahrus; Khairuddin, Khairuddin
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 6 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i6.10072

Abstract

Learning media play a crucial and inseparable role in the teaching and learning process. Appropriate learning methods and media, such as videos and images, are necessary to facilitate students' understanding of the material presented by the teacher, ultimately maximizing learning outcomes. This study aims to determine the differences in biology learning outcomes using video media and images in Class VII of SMPN 1 Gunungsari. This type of research is a quasi-experimental study. The population of this study consisted of all students in class VII, comprising 10 classes with a total of 340 students. This study employed two classes: the experimental class and the control class. This study employed a purposive sampling technique, where the sample consisted of students who were more active and had stable learning outcomes. The experimental class consisted of 33 students, and the control class consisted of 33 students, resulting in a total sample of 66 students. The experimental class received learning through video media, while the control class used images. The results of this study showed that the average post-test score of the experimental class was 92.09, and the average post-test score of the control class was 80.06. Thus, the learning outcomes of students taught with video media were better than images. The results of the independent sample t-test showed a significant (2-tailed) value of 0.000 (p < 0.05), indicating a difference in biology learning outcomes between video media and images in class VII students of SMPN 1 Gunungsari.
Pembentukan Mitra Binaan STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung Melalui Pemberdayaan Karang Taruna Desa Batu Belubang Kecamatan Pangkalanbaru Yanti, Yurda; janah, Nur; Kusuma, Adevia Indah; Pramesti, Diana
AL QUWWAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): AL QUWWAH : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LP2M IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/aq.v1i1.791

Abstract

Social problems are a form of problems what happens in people's lives due to the lack of balanced social interactions and various social problems of the community, there are several social problems including high rates of dropping out of children and youth; the motivation to continue this education level is very low; association of youth who tend to be negative towards liquor and drug use; the many potential natural resources that have not been utilized optimally by the local population. One of the rare forms to solve these problems is by proposing the establishment of a built-in STKIP MBB partner, where this partnership is expected to be sustainable. The target of this activity is to establish the STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung fostered partners through the empowerment of youth in the fields of education, culture, research, and economics. With the establishment of these fostered partners, it will provide solutions to social problems that exist in the environment of the special Batu Belubang Village in the field of education. Masalah sosial adalah bentuk problema yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang disebabkan karena adanya interaksi sosial yang kurang seimbang dan berbagai permasalahan sosial masyarakat yakni terdapat beberapa permasalahan sosial di antaranya tingginya angka anak-anak dan pemuda putus sekolah; motivasi untuk meneruskan jenjang pendidikan ini sangat rendah; pergaulan pemuda yang cenderung negatif ke arah minuman keras dan penggunaan narkoba; banyaknya potensi sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk setempat. Salah satu bentuk langka untuk memecahkan permasalahan tersebut dengan mengusulkan pembentukan mitra binaan STKIP MBB, di mana kemitraan ini sifatnya diharapkan dapat berkelanjutan. Target kegiatan ini adalah Membentuk mitra binaan STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung melalui pemberdayaan karang taruna dalam bidang pendidikan, kebudayaan, penelitian, dan ekonomi. Dengan adanya pembentukan mitra binaan ini maka akan memberikan solusi bagi permasalahan sosial yang ada di lingkungan Desa Batu Belubang terkhususkan dalam bidang pendidikannya.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETUGAS KESEHATAN TENTANG IKTERIK NEONATORUM DALAM PERSPEKTIF KESELAMATAN PASIEN Hilda, Hilda; Janah, Nur; Raihanah, Siti; Jasmawati, Jasmawati
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v13i1.27242

Abstract

Ikterus neonatorum merupakan kondisi klinis yang sering ditemukan pada awal kehidupan, tetapi dapat berkembang menjadi masalah keselamatan pasien apabila pengenalan risiko, pemantauan bilirubin, edukasi keluarga, dokumentasi, dan tindak lanjut klinis tidak dilakukan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis asosiasi tingkat pengetahuan dan sikap petugas kesehatan dengan kejadian ikterus neonatorum di sebuah rumah sakit rujukan di Samarinda. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan potong lintang pada Februari 2024. Sebanyak 33 petugas kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan melalui total sampling. Pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner berbasis Google Form, sedangkan kejadian ikterus neonatorum dinilai melalui lembar observasi pada hari kedua hingga ketiga kehidupan. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji Fisher Exact pada tingkat signifikansi 5%. Pengetahuan baik ditemukan pada 14 responden (42,4%), cukup pada 11 responden (33,3%), dan kurang pada 8 responden (24,2%). Sikap baik ditemukan pada 22 responden (66,7%), sedangkan sikap kurang pada 11 responden (33,3%). Kejadian ikterus ditemukan pada 10 bayi (30,3%). Pengetahuan berasosiasi secara signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum (p < 0,001). Sikap juga berasosiasi secara signifikan dengan kejadian ikterus neonatorum (p < 0,001; OR = 94,5; 95% CI = 7,571–1179,529). Temuan ini mendukung pendidikan berkelanjutan, standardisasi observasi ikterus, penilaian bilirubin objektif bila tersedia, komunikasi keluarga, dokumentasi lengkap, dan alur eskalasi klinis sebagai komponen keselamatan pasien neonatal.