Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Mental Health Concerns

Gambaran intensitas penggunaan gadget dan kecerdasan emosional mahasiswa Waluyo, Agus; Deska, Rini
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 3 No. 2 (2024): October Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v3i2.892

Abstract

Baground: The phenomenon of gadget addiction has become a culture among students. Gadgets are a means of business, as a storage for various data, music or entertainment, information tools and even as a documentation tool. This shows gadgets as one of the actual technological developments. Almost everyone spends their time using gadgets. Purpose: To determine the level of emotional intelligence of two groups of students aged 20-22 years, namely the gadget addiction group. Methods: Quantitative descriptive with a sample size of 64 students. The study was conducted at one of the nursing diploma three study programs in Bandar Lampung city. This study used a closed-question questionnaire, namely a questionnaire presented in such a way that respondents were asked to choose one answer that matches their characteristics by giving a Yes/No answer. Results: The study showed 3 (three) findings, namely: 1) Of the 64 participants; the gadget addiction group consisted of 43 students (67.2%). 2) In the gadget addiction group, the most emotional intelligence of students was found in the high emotional intelligence category (88.4%). 3) In the group of students who were not addicted to gadgets, the most emotional intelligence of students was also found in the high emotional intelligence category (61.9%). Conclusion: Gadget addiction among students apparently does not cause each student's emotional intelligence to decrease to a medium-low level, this is because some of the time spent with gadgets is used to increase their emotional intelligence. Keyword: Emotional Intelligence; Gadget; Students. Pendahuluan: Fenomena kecanduan gadget sudah membudaya dikalangan mahasiswa. Gadget merupakan sarana bisnis, sebagai penyimpan berbagai macam data, musik atau hiburan, alat informasi bahkan sebagai alat dokumentasi. Hal ini menunjukkan gadget sebagai salah satu perkembangan teknologi yang aktual. Hampir setiap orang menghabiskan waktunya untuk menggunakan gadget. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosional dua kelompok mahasiswa usia 20-22 tahun yaitu kelompok kecanduan gadget. Metode:  Deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 64 mahasiswa. Penelitian dilakukan pada salah satu progam studi diploma tiga keperawatan di kota Bandar Lampung Penelitian ini menggunakan kuesioner pertanyaan tertutup yaitu kuesioner yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan memberikan jawaban Ya/Tidak. Hasil: Penelitian menunjukan adanya 3 (tiga) temuan yaitu: 1) Dari 64 partisipan; kelompok kecanduan gadget sebanyak 43 mahasiswa (67.2%). 2) Pada kelompok mahasiswa kecanduan gadget ditemukan kecerdasan emosional mahasiswa terbanyak dalam kategori kecerdasan emosional tinggi (88.4%). 3) Pada kelompok mahasiswa tidak kecanduan gadget juga ditemukan kecerdasan emosional mahasiswa terbanyak dalam kategori kecerdasan emosional tinggi (61.9%). Simpulan: Kecanduan gadget dikalangan mahasiswa ternyata tidak membuat kecerdasan emosional tiap mahasiswa menurun pada tingkat sedang-rendah, hal ini karena sebagian waktu yang digunakan bersama gadget digunakan untuk meningkatkan kecerdasan emosionalnya. Kata Kunci: Gadget; Kecerdasan Emosional; Mahasiswa.
Perilaku bullying tanpa disadari pada mahasiswa Waluyo, Agus; Deska, Rini
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i1.1008

Abstract

Baground: Unwitting bullying behavior is carried out, among others, by making physical appearance a joke, antagonizing, excluding, using harsh words and spreading news that is not factual. Purpose: To describe unconscious bullying behavior in a group of students in one of the study programs in Bandar Lampung. Method: This research was conducted descriptively quantitatively in one nursing study program with 54 students as respondents. The instrument used in this study was a questionnaire with 17 closed questions. Results: The results showed that out of 54 respondents: students who had never done bullying behavior without realizing it were 11 students (20.0%) and those who had done bullying behavior without realizing it were 43 students (80.0%). Bullying behavior in the group that has ever done is categorized into 3 groups: low category as many as 16 respondents (37.0%), medium category as many as 22 respondents (51.0%), high category as many as 5 respondents (12.0%). Conclusion: Only a small group of students have never committed bullying behavior and most of them still do it in their daily lives. Knowledge and understanding of bullying behavior or wrong words must be known by every person/individual. For this reason, each person / individual must get information and understanding about bullying behavior is behavior that should not be done. Keywords: Bullying; Students; Unconsciously. Pendahuluan: Perilaku bullying tanpa kita sadari dilakukan antara lain dengan menjadikan penampilan fisik sebagai bahan bercandaan, memusuhi, mengucilkan, penggunaan kata - kata kasar dan menyebarkan berita yg bukan fakta. Tujuan: Untuk menggambarkan perilaku bullying tanpa disadari pada kelompok mahasiswa disalah satu program studi di Bandar Lampung. Metode: Deskriptif kuantitatif pada satu program study keperawatan dengan jumlah responden sebanyak 54 mahasiswa. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dengan 17 pertanyaan tertutup. Hasil: Penelitian menunjukan dari 54 responden mahasiswa yang tidak pernah melakukan perilaku bullying tanpa di sadari berjumlah 11 mahasiswa (20.0%) dan yang pernah melakukan perilaku bullying tanpa disadari dengan jumlah 43 mahasiswa (80.0%). Perilaku bullying pada kelompok yang pernah melakukan dikategorikan dalam 3 kelompok kategori rendah sebanyak 16 responden (37.0%), kategori sedang sebanyak 22 responden (51.0%), kategori tinggi sebanyak 5 responden (12.0%). Simpulan: Hanya sebagian kecil kelompok mahasiswa yang tidak pernah melakukan perilaku bullying dan  sebagian besar masih melakukan dikehidupan keseharian mereka. Pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku atau perkataan salah bersifat bullying wajib diketahui oleh setiap diri /individu. Untuk itu setiap diri/individu harus mendapatkan informasi dan pemahaman tentang perilaku bullying adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan. Kata kunci: Bullying; Mahasiswa; Tanpa Disadari.