Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

MENCEGAH MENJADI ANAK JALANAN DAN MENGEMBALIKANNYA KEPADA KELUARGA MELALUI MODEL COMMUNITY BASED Hari Harjanto Setiawan
Sosio Konsepsia Vol 12 No 2 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i2.631

Abstract

Anak-anak di Kampung Pedongkelan mempunyai resiko tinggi untuk menjadi anak jalanan. Hal ini disebabkan ketidakmampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan, sehingga mendorong anak untuk bekerja sebagi pengamen, penjual koran, atau pedagang asongan. Secara umum, anak-anak masih tinggal bersama keluarga. Karena mereka mempunyai resiko tinggi untuk menjadi anak jalanan, maka pendekatan yang harus dilakukan adalah melalui pendekatan komunitas. Program yang dilaksanakan adalah melalui program income generating dan mendorong komunitas untuk turut serta mendorong potensi keluarga.Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan sosial, melindungi anak-anak sesuai dengan haknya.
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN MELALUI PROGRAM SCORE DALAM MENCEGAH PENYEBARAN HIV/AIDS Hari Harjanto Setiawan
Sosio Konsepsia Vol 12 No 3 (2007): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v12i3.638

Abstract

Beberapa anak jalanan dapat ditemukan di Jakarta Timur, khususnya di Jatinegara, Prumpung, dan Pulogadung. Anak-anak jalanan ini beresiko tinggi terinfeksi HIV/AIDS karena dekat dengan narkoba (khususnya jarum suntik) dan Pekerja Seksual Komersial. Salah satu jalan untuk mencegahnya adalah melalui program SCORE (Soccer For Chlidren On the Road Empowerment) yaitu program pemberdayaan Anjal dalam mencegah penularan HIV/AIDS melalui konsep sepak bola. Program ini digagas oleh Yayasan Rumah Kita (eRka). Pekerja sosial yayasan eRka, menjangkau anak-anak jalanan melalui program pelatihan HIV/AIDS, selain itu juga mengembangkan rumah Score, pendampingan, pembentukan dan pelatihan untuk peer educatur, klinik soccer, pelatihan keterampilan dan sistem rujukan serta malam renungan HIV/ AIDS sebagai bagian dari refleksi pencegahan HIV/AIDS.
TEKNIK PENJANGKAUAN DAN PENDAMPINGAN PEKERJA SOSIAL TERHADAP MANTAN ANDIK LAPAS MELALUI PEER EDUCATOR (PE) Studi Kasus di Rumah Pusat Pelibatan Masyarakat Hari Harjanto Setiawan
Sosio Konsepsia Vol 13 No 2 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i2.696

Abstract

Peer Educator adalah anak mantan Andik (anak didik) yang mempunyai pengaruh terhadap teman-temannya dan telah dilatih untuk melakukan pendampingan terhadap sesama mantan andik bersama pekerja sosial. PE sangat membantu pekerja sosial karena anak dapat lebih terbuka dalam menyampaikan informasi mengenai masalah dan kebutuhan sesama mereka. PE dipilih dari mereka yang mempunyai pengaruh terliadap teman lainnya, bertujuan untuk menghindari kecurigaan anak, menimbulkan kepercayaan terhadap anak lain dan mempengaruhi pola pikir temannya.PE dipilih berdasarkan atas pengaruh seseorang terhadap kelompoknya. Setelah mereka dilatih, secara reguler masing-masing PE melakukan pertemuan / local meeting dengan temannya bersama dengan pekerja sosial di wilayah dampingannya. Dalam pertemuan itu membahas permasalahan-permasalahan, issue-issue terbaru maupun harapan anak dampingan. Selain itu, sesama PE dan pekerja sosial melakukan pertemuan rutin secara reguler untuk sharing pengalaman di wilayah dampingan masing-masing.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN ANAK YANG DIPERDAGANGKAN Studi Kasus di Rumah Perlindungan Sementara Anak (RPSA) Hari Harjanto Setiawan
Sosio Konsepsia Vol 13 No 3 (2008): Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Puslitbangkesos Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i3.705

Abstract

Perdagangan anak merupakan permasalahan serius yang perlu diperhatikan baik pemerintah maupun masyarakat. Anak-anak diperdagangkan dengan berbagai tujuan, banyak dari mereka yang berada pada kondisi yang mirip dengan perbudakan dimana mereka tidak ada pilihan sama sekali dalam kehidupan atau nasib mereka. Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan anak merupakan variasi yang luas, seperti kemiskinan, ketiadaan akte kelahiran, mudahnya pembuatan KTP palsu untuk mengirim ke luar negeri secara ilegal, untuk dipekerjakan sebagai pelacur, kekerasan dalam rumalz tangga, konflik sosial dan peperangan, bencana alam dan kurangnya informasi. Indonesia telalz mengadopsi protokolkonvensi hak anak mengenai perdagangan anak dalam bentuk undang-undang anti traficking. Kebijakan tersebut harus diimplebentasikan dalam bentuk kegiatan atau program. Berikut akan mengupas implementasi kebijakan mengenai penanganan anak yang di perdagangkan yang mengambil studi kasus di Rumah Perlindungan Sementara Anak (RPSA).
Fulfillment of People With Severe Disabilities Rights Hari Harjanto Setiawan; Bambang Pudjianto
Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol. 16 No. 3 (2017): Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial
Publisher : Balai Besar Litbang Pelayanan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.168 KB) | DOI: 10.31105/jpks.v16i3.1399

Abstract

Persons with severe disabilities (PDB) as a matter of fact are disabled indeed and their disabilities are not possible to be rehabilitated, thus they can not perform their daily life activities and or throughout their life they depend on the help of others, and they are unable to support their own life by themselves. It describes that persons with severe disabilities depend on and need the help of others along their life in fulfilling their rights. Fulfillment of their rights is somewhat expected much from their family. This study is quantitative research that will address the fulfillment of their rights from their family can be measured by two important indicators, namely the family economy and the family competence. This research was conducted in Jepara which is one of the ASPDB beneficiaries region. The results of this study answer the hypothesis thatthe influence of family economic condition towards the fulfillment of the persons with severe disabilities rights (PDB) is very little compared to the influence of family competences towards the fulfillment of the PDB rights.
Social Rehabilitation for Vagrants and Beggars Through Institutional Approach in Indonesia Yanuar Farida Wismayanti; Husmiati Yusuf; Alit Kurniasari; Aulia Rahman; Mery Ganti; Widiarto Widiarto; Hari Harjanto Setiawan; Badrun Susantyo; Ita Konita; Delfirman Delfirman; Muhammad Belanawane
Asian Social Work Journal Vol 6 No 6 (2021)
Publisher : Asian Social Work Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47405/aswj.v6i6.192

Abstract

The problem of vagrants and beggars is a fairly complex issue in big cities such as Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, and Makassar. These big cities' charms have attracted the poor with low education levels and limited access to education, health, and skill development. Many service programs for the vagrants and beggars have been carried out, yet the problems related to the vagrants and beggars have never subsided. Quantitative and qualitative approach are used to determine how the condition of social rehabilitation services carried out for vagrants and beggars by the government and the community, the extent of their level of social functioning, and the role of social workers in social rehabilitation services. A population sample is a group of homeless people and beggars who receive social services in government institutions and community organisation. The sampling used was the purposive sampling method with a sample of 487 respondents in the six provinces, namely DKI Jakarta, West Java, East Java, Central Java, North Sumatra, and South Sulawesi. This research found that in the process of social rehabilitation services for vagrants and beggars, there are still differences in the service standards between institutions; limitations in human resources, including social workers; limited budget support; limited cooperation, and coordination between local government organizations at the provincial, regency/municipal, and central government along with related stakeholders. It conclude that the national policy platform related to the handling of vagrants and beggars needs to be the focus to overcome the complexity of the problems faced by this marginal group.
ANALISIS YURIDIS PERAN PROFESI PEKERJA SOSIAL DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 Hari Harjanto Setiawan; Makmur Sunusi
Mimbar Hukum - Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Vol 27, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.352 KB) | DOI: 10.22146/jmh.15887

Abstract

Act Number 11 of 2012 involving social work profession in dealing with children in conflict with the law (ABH). This paper will discuss the role of social worker as professional that will work closely with legal professional. Clarity of roles is expected to avoid collisions with each other due to the jobs involved have some similar roles and functions. Public prosecutor, community worker and social worker are expected to work in harmony in performing their duties. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 melibatkan profesi pekerjaan sosial dalam menangani Anak yang Berkonflik dengan Hukum (ABH). Tulisan ini akan membahas peranan pekerja sosial sebagai sebuah profesi yang akan bekerja sama dengan profesi hukum. Kejelasan peranan ini diharapkan tidak terjadi benturan satu sama lain karena profesi yang terlibat mempunyai peran dan fungsi masing-masing. Jaksa, pendamping kemasyarakatan dan pekerja sosial diharapkan dapat berjalan harmonis dalam melakukan tugasnya.
Pengaruh Kompetensi Petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Terhadap Kualitas Pelayanan Bagi Masyarakat Miskin Murni, Ruaida; Setiawan, Hari Harjanto
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 2 (2022): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Pusdiklat-bangprof), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meluhat pengaruh Kompetensi petugas pada Sistem Layanan Terpadu (SLRT) terhadap kualitas pelayanan bagi masyarakat miskin. SLRT merupakan salah satu solusi untuk menyatukan layanan pemerintah bagi keluarga miskin. Hal ini membutuhkan Kompetensi petugas yang mampu memberikan pelayanan kepada penerima manfaat secara maksimal. Metode yang digunakan adalah kuantif didukung data kualitatif. Responden terdiri dari petugas dan penerima manfaat. Lokasi penelitian adalah SLRT di Indonesia dengan cara stratifiet random sampling. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan a) seberapa pengaruh ilmu pengetahuan terhadap kualitas layanan b) seberapa besar pengaruh ketrampilan terhadap kualitas layanan dan seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap kualitas layanan. Penelitian ini akan bermanfaat secara praktis untuk mengembangkan kapasitas SLRT dan untuk pengembangan keilmuan Kesejahteraan sosial.Hasil penelitian menunjukkan, kapasitas petugas sangat sifgifikan berpengaruh terhadap pelayanan bagi masyarakatmiskin. Petugas memahami secara keseluruhan yang terkait dengan pelayanan, memahami Pedoman Umum, program Pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial. Memiliki keterampilan yang mampu membantu menyelesaikan masalah dan menindak lanjuti keluhan penerima manfaat. Memiliki sikap tidak pilih kasih terhadap penerima manfaat, selalu siap membantu menyelesaikan keluhan, bersikap sopan, ramah dan dapat memberi penjelasan dengan baik. Penelitian ini berkontribusi dalam praktek Pekerjaan sosial khususnya dalam penanganan masalah kemiskinan.
Pengaruh Kompetensi Petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu Terhadap Kualitas Pelayanan Bagi Masyarakat Miskin Murni, Ruaida; Setiawan, Hari Harjanto
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 2 (2022): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meluhat pengaruh Kompetensi petugas pada Sistem Layanan Terpadu (SLRT) terhadap kualitas pelayanan bagi masyarakat miskin. SLRT merupakan salah satu solusi untuk menyatukan layanan pemerintah bagi keluarga miskin. Hal ini membutuhkan Kompetensi petugas yang mampu memberikan pelayanan kepada penerima manfaat secara maksimal. Metode yang digunakan adalah kuantif didukung data kualitatif. Responden terdiri dari petugas dan penerima manfaat. Lokasi penelitian adalah SLRT di Indonesia dengan cara stratifiet random sampling. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan a) seberapa pengaruh ilmu pengetahuan terhadap kualitas layanan b) seberapa besar pengaruh ketrampilan terhadap kualitas layanan dan seberapa besar pengaruh konsep diri terhadap kualitas layanan. Penelitian ini akan bermanfaat secara praktis untuk mengembangkan kapasitas SLRT dan untuk pengembangan keilmuan Kesejahteraan sosial.Hasil penelitian menunjukkan, kapasitas petugas sangat sifgifikan berpengaruh terhadap pelayanan bagi masyarakatmiskin. Petugas memahami secara keseluruhan yang terkait dengan pelayanan, memahami Pedoman Umum, program Pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan dan perlindungan sosial. Memiliki keterampilan yang mampu membantu menyelesaikan masalah dan menindak lanjuti keluhan penerima manfaat. Memiliki sikap tidak pilih kasih terhadap penerima manfaat, selalu siap membantu menyelesaikan keluhan, bersikap sopan, ramah dan dapat memberi penjelasan dengan baik. Penelitian ini berkontribusi dalam praktek Pekerjaan sosial khususnya dalam penanganan masalah kemiskinan.
Fragmented But Not Fractured: Implications For the Resilience Profile of Incarcerated Youth in Indonesia Maxey, William; Setiawati, Sri; Setiawan, Hari Harjanto; Febriamansyah, Rudi
Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya Vol 27 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jantro.v27.n2.p225-235.2025

Abstract

As part of a larger action research cycle, this study reflected on the resilience of incarcerated male youths (N=74, aged 14-20) in West Sumatra, Indonesia. Using the “CYRM-R Plus Spirituality and Religiosity” measure, four subscales—Interpersonal, Caregiver, Spirituality, and Religiosity—were assessed using quantitative comparative analysis to create a resilience profile. The population was compared to a national normative sample of Indonesian males (N=3,496) within a similar age range. While Interpersonal and Caregiver support scores were comparable to the normative data, the item-level analysis revealed strong caregiver practical support but emotional distance and limited peer connection within the incarcerated youth, despite high behavioral adaptability. In contrast, Spirituality and Religiosity emerged as significant strengths of the population, with notably higher scores and large effect sizes when compared to the national sample, particularly in religious practice and beliefs about divine purpose. These findings demonstrate remarkable inner resources within incarcerated youth, which underscore the value of resilience-informed, spiritually sensitive, and family-engaged transition planning. Incorporating youth voice, culturally sensitive programs, and holistic approaches to reentry programs would strengthen the existing resilience of incarcerated youth.