Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENINGKATAN SISTEM IMUN OLEH KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN AWAR – AWAR (Ficus septica burm. F) DAN EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI KO-KEMOTERAPI KANKER PADA TIKUS PUTIH BETINA GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI DOKSORUBISIN Anovia, Rizka Angerti; Sari, Dewi Indah; Yazin, Annisa Hardikasari; Ismayani, Ulfa; Darmawan, Endang
Pharmaciana Vol 5, No 2 (2015): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2663.276 KB) | DOI: 10.12928/pharmaciana.v5i2.2145

Abstract

Use of the drug doxorubicin for cancer therapy causes decreasing of immune system reported. Leaves of Ficus septica Burm. F and leaves of Moringa oleifera as immunostimulatory agents. The purpose of this study, among others, determine the combined effects of ethanol extract of Ficus septica Burm. F leaves and ethanol extract of Moringa oleifera leaves as co-chemotherapy for in female rats Sprague Dawley strain induced doxorubicin. Eighteen Sprague Dawley rats were divided into six treatment groups, normal group was given 0.9% NaCl 10ml / kgBB, positive control group were given by doxorubicin with dose of 4.67 mg / kgBB, single-dose treatment group were each given ethanol extract of Ficus septica Burm F leaves dose of 750 mg / kgBB and ethanol extract of Moringa oleifera leaves 500 mg / kgBB, treatment groups were given by combination of ethanol extract Ficus septica Burm. F leaves and Moringa oleifera leaves with a dose of 1.25 g / kgBB and a dose of 1 , 75 g / kgBB. treatment carried out for 7 days. On days 1 and 4 of each treatment groups except the normal group induced by doxorubicin 4.67 mg / kgBB intramuscularly. Blood sampling performed on day 0 and 7 th for lymphocytes CD3+ and lymphocytes CD8+ test. The results showed that the combination of ethanol extract Ficus septica burm. F leaves and Moringa oleifera leaves dose of 1.25 g / kgBB and the dose of 1.75 g / kgBB can enhanched immune system relative small which was not statistically significantly different (p> 0.05). However, a single dose of ethanol extract Moringa oleifera leaves dose of 500 mg/kg have immunostimulatory activity as lymphocytes CD3+ and lymphocytes CD8+ were more effective than a single dose of ethanol extract of Ficus septica Burm. F leaves dose of 750 mg/kgBB.
Strategi Branding Manggis melalui Media Sosial sebagai Upaya Pemberdayaan Petani Fatah, Muhammad Ghoni Abdillah; Mahbubah, Surotul; Fariza, Dita Sari Rofi’u; Ma’suq, Ahmad Tarajjil; Hidayatullah, Syarif; Salsabila, Fina Fathiya; Qomariyah, Lailatul; Patriolika, Erika; Maharani, Karlina Dewi; Ismahayati, Dewi; Cahyani, Budiato; Hidayatullah, Wasil; Sulfa, Indana; Al Hayaza, M. Iqbal; Sari, Dewi Indah; Wazis, Kun
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 2 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i2.454

Abstract

Mangosteen is one of the largest commodities in Kaliglagah Village, Jember, and branding efforts are required to enhance its recognition and establish its identity. Social media was chosen as a strategic platform for branding, aiming to promote the mangosteen and its advantages while empowering farmers and improving the village’s economy. This study employed a Participatory Action Research (PAR) approach, engaging local communities and leaders in learning, problem-solving, and social change. Although Kaliglagah mangosteen is of premium quality, it lacks a strong identity as a signature product of Jember. Branding strategies were implemented through Blogspot, Instagram, and Facebook platforms, involving collaboration with farmers, farmer groups, and the village government. Activities included problem identification, collaborative planning, communication with agricultural authorities, and branding execution via social media. These efforts aim to expand markets, strengthen local identity, and support farmer empowerment. Evaluations showed positive responses, although improving digital literacy among farmer groups remains necessary for optimal results. Keywords: Branding Strategy, Social Media, Farmer Empowerment Abstrak: Manggis merupakan salah satu komoditas terbesar di Desa Kaliglagah, Jember, yang membutuhkan upaya branding agar lebih dikenal dan diakui. Media sosial dipilih sebagai sarana strategis untuk branding, dengan harapan memperkenalkan manggis beserta keunggulannya, sekaligus memberdayakan petani dan meningkatkan perekonomian desa. Penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan masyarakat dan tokoh lokal dalam pembelajaran, pemecahan masalah, dan perubahan sosial. Meskipun manggis Kaliglagah memiliki kualitas unggulan, identitasnya sebagai produk khas daerah Jember belum kuat. Strategi branding dilakukan melalui platform seperti Blogspot, Instagram, dan Facebook, melibatkan kolaborasi dengan petani, kelompok tani, dan pemerintah desa. Kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, perencanaan kolaboratif, komunikasi dengan dinas pertanian, dan pelaksanaan branding melalui media sosial. Upaya ini diharapkan memperluas pasar, memperkuat identitas lokal, dan mendukung pemberdayaan petani. Evaluasi menunjukkan respons positif, namun peningkatan literasi digital kelompok tani tetap diperlukan. Kata kunci: Strategi branding, Media sosial, Pemberdayaan petani
RELASI MAKNA DALAM PUISI DAPUR-DAPUR PINGGIRAN KARYA ARIP SENJAYA Indah Sari, Fevi; Sari, Dewi Indah; Firmansyah, Dodi
Jurnal Korpus Vol 5 No 3: Desember 2021
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v5i3.19418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi makna sinonim dan antonim dalam kumpulan puisi Dapur-dapur Pinggiran karya Arip Senjaya. Relasi makna sinonim dan antonim merupakan salah satu kajian semantik yang membahas kata yang memiliki persamaan makna dan kata yang maknanya berlawanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data yang diperoleh untuk dianalisis berasal dari buku kumpulan puisi Dapur-dapur Pinggiran karya Arip Senjaya. Data yang dikaji oleh peneliti adalah kata-kata dalam larik puisi yang memili relasi sinonim dan antonim. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumenter yaitu peneliti menghimpun data melalui buku puisi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan menyimpulkan data. Relasi sinonim dan antonim tidak hanya ditemukan dalam bentuk cerita pendek ataupun novel tetapi, dapat ditemukan juga dalam larik-larik puisi. Dapur-dapur Pinggiran merupakan puisi yang berisikan menu-menu masakan viral selama pandemi. Larik-larik dalam puisi tersebut ditulis dengan bahasa yang sederhana namun, tetap indah dibaca. Menu-menu viral selama pandemi seperti dalgona, seblak, dan kisah-kisah yang terjadi selama pandemi. Puisi Dapur-Dapur Pinggiran merupakan kumpulan puisi yang mengingatkan kita tentang fenomena selama pandemi terjadi. Setiap relasi yang terdapat dalam larik-larik puisi tersebut dapat dijadikan perbandingan dalam memahami sebuah makna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 6 judul puisi yang telah di telaah memiliki relasi makna sinonim dan 3 judul puisi  yang memiliki relasi makna antonim.
Strategi Branding Manggis melalui Media Sosial sebagai Upaya Pemberdayaan Petani Fatah, Muhammad Ghoni Abdillah; Mahbubah, Surotul; Fariza, Dita Sari Rofi’u; Ma’suq, Ahmad Tarajjil; Hidayatullah, Syarif; Salsabila, Fina Fathiya; Qomariyah, Lailatul; Patriolika, Erika; Maharani, Karlina Dewi; Ismahayati, Dewi; Cahyani, Budiato; Hidayatullah, Wasil; Sulfa, Indana; Al Hayaza, M. Iqbal; Sari, Dewi Indah; Wazis, Kun
Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom Vol. 4 No. 2 (2024): Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ngarsa.v4i2.454

Abstract

Mangosteen is one of the largest commodities in Kaliglagah Village, Jember, and branding efforts are required to enhance its recognition and establish its identity. Social media was chosen as a strategic platform for branding, aiming to promote the mangosteen and its advantages while empowering farmers and improving the village’s economy. This study employed a Participatory Action Research (PAR) approach, engaging local communities and leaders in learning, problem-solving, and social change. Although Kaliglagah mangosteen is of premium quality, it lacks a strong identity as a signature product of Jember. Branding strategies were implemented through Blogspot, Instagram, and Facebook platforms, involving collaboration with farmers, farmer groups, and the village government. Activities included problem identification, collaborative planning, communication with agricultural authorities, and branding execution via social media. These efforts aim to expand markets, strengthen local identity, and support farmer empowerment. Evaluations showed positive responses, although improving digital literacy among farmer groups remains necessary for optimal results. Keywords: Branding Strategy, Social Media, Farmer Empowerment Abstrak: Manggis merupakan salah satu komoditas terbesar di Desa Kaliglagah, Jember, yang membutuhkan upaya branding agar lebih dikenal dan diakui. Media sosial dipilih sebagai sarana strategis untuk branding, dengan harapan memperkenalkan manggis beserta keunggulannya, sekaligus memberdayakan petani dan meningkatkan perekonomian desa. Penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan masyarakat dan tokoh lokal dalam pembelajaran, pemecahan masalah, dan perubahan sosial. Meskipun manggis Kaliglagah memiliki kualitas unggulan, identitasnya sebagai produk khas daerah Jember belum kuat. Strategi branding dilakukan melalui platform seperti Blogspot, Instagram, dan Facebook, melibatkan kolaborasi dengan petani, kelompok tani, dan pemerintah desa. Kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, perencanaan kolaboratif, komunikasi dengan dinas pertanian, dan pelaksanaan branding melalui media sosial. Upaya ini diharapkan memperluas pasar, memperkuat identitas lokal, dan mendukung pemberdayaan petani. Evaluasi menunjukkan respons positif, namun peningkatan literasi digital kelompok tani tetap diperlukan. Kata kunci: Strategi branding, Media sosial, Pemberdayaan petani
Hubungan Pengetahuan, Paritas, Pekerjaan Ibu dengan Keteraturan Kunjungan Ibu Hamil untuk ANC selama Masa Pandemi Covid- 19 Sari, Dewi Indah; Wahyuni, Ninik; Sucipto, Cecep Dani
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 6 No 1 (2021): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v6i1.530

Abstract

Abstract: Introduction: ANC is an examination of pregnancy to optimize the physical and mental health of pregnant women, to reduce maternal and child mortality, during the pandemic, although many factors can affect it, including knowledge, parity and maternal occupation. The purpose of this study was to determine the effect of these factors on the regularity of ANC visits to pregnant women in the Covid-19 pandemic era and to determine the most influential factors. Methods: This research was conducted in the Mandala Public Health Center with 91 pregnant women as respondents, or the total population, when analyzing the data could be processed into 83 people. The statistical test used is Chi Square, to determine the most influential factors using logistic regression test with the assumption that the data is normally distributed. Results: The results showed that the relationship between knowledge and regularity of doing ANC was obtained p value = 0.412, which means that there is no significant relationship. The relationship between parity and regularity in conducting ANC obtained a significant value of p value = 0.015, which means that there is a significant relationship between respondents' parity and regularity in conducting ANC. The relationship between work and regularity of doing ANC obtained a significant value of p value = 0.826 which means there is no significant relationship. Conclusion: The regularity of visits by pregnant women to perform ANC is not related to knowledge parity and maternal occupation. This research is expected to be an input to develop a work program in increasing ANC coverage during a pandemic in order to minimize the incidence of maternal and infant mortality. Abstrak: Pendahuluan: ANC merupakan pemeriksaan atas kehamilan untuk mengoptimalkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil, untuk menekan angka kematian ibu dan anak, masa masa pandemic meskipun banyak factor yang dapat mempengaruhinya diantaranya pengetahuan, paritas dan pekerjaan ibu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh factor-faktor tersebut terhadap keteraturan kunjungan ANC pada ibu hamil di era pandemic covid-19 serta mengetahui factor yang paling berpengaruh. Metode: Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mandala dengan responden 91 ibu hamil, atau total populasi, saat melakukan analisis data data yang dapat diolah menjadi 83 orang. Uji statistic yang digunakan menggunakan Chi Square, untuk mengetahui factor yang paling berpengaruh menggunakan uji regresi logistic dengan asumsi data terdistribusi normal. Hasil: Hasil penelitian diperoleh hubungan pengetahuan dengan keteraturan melakukan ANC diperoleh nilai p value = 0.412 artinya tidak ada hubungan yang signfikan. Hubungan paritas dengan keteraturan melakukan ANC diperoleh nilai signifikan p value = 0.015 artinya ada hubungan yang signifikan antara paritas responden dengan keteraturan melakukan ANC. Hubungan pekerjaan dengan keteraturan melakukan ANC diperoleh nilai signifikan p value = 0.826 berarti tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Keteraturan kunjungan ibu hamil melakukan ANC tiak berhubungan dengan pengetahuan, paritas dan pekerjaan ibu. Penelitian ini diharapkan sebagai masukan untuk menyusun program kerja dalam meningkatkan cakupan ANC pada masa pandemic guna meminimalisir kejadian kematian ibu dan bayi.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Think Pair Share (TPS) Dengan Media KWARBI Sari, Dewi Indah
Jurnal Nispatti Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Nispatti
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/nispatti.v9i2.207

Abstract

The use of KWARBI media in learning can be integrated effectively into Think Pair Share (TPS) cooperative learning activities by modifying it into an engaging educational game. The TPS learning model supported by KWARBI media serves as an implementation of the 2013 Curriculum, which emphasizes scientific, student-centered, and activity-based learning processes. This study employed Classroom Action Research (PTK) consisting of two cycles with the primary objective of determining the extent to which the use of the TPS model assisted by KWARBI media can improve students’ biology learning outcomes. During the learning process, KWARBI media was utilized both in discussion sessions and during evaluation activities. Its visual and verbal elements help students strengthen memory retention, making the learning experience more meaningful and long-lasting. The TPS model combined with KWARBI media also reflects the principles of PAIKEM (Active, Innovative, Creative, Effective, and Enjoyable Learning), as it encourages students to think individually, collaborate in pairs, and communicate findings in groups. The results of this study showed that students’ learning outcomes on Plantae and Animalia topics significantly improved after the implementation of this learning approach in class X-Acceleration of SMA Negeri 1 Malang during the 2013–2014 academic year. Furthermore, the TPS strategy assisted by KWARBI media has the potential to be applied to other basic competencies or topics that possess conceptual characteristics similar to Plantae and Animalia. KWARBI media can also be developed by students as a creative assignment for materials that have not yet been prepared by the teacher, thus increasing student engagement and fostering independent learning skills.