Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kepekaan Sosial Melalui Program Education and Experience (Eduperience) Pada Peserta Didik Sekolah Alam Le Cendekia Kabupaten Gowa Muhammad Asri; M. Ali Latif; Suardi Suardi; Nasrah Natsir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) implementasi kegiatan program education and experience (Eduperience) di Sekolah Alam Le Cendekia; 2) peningkatan kepekaan sosial melalui program education and experience (Eduperience) pada peserta didik Sekolah Alam Le Cendekia; (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat program education and experience (Eduperience) dalam peningkatan kepekaan sosial peserta didik pada Sekolah Alam Le Cendekia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Pendidik dan Peserta didik di Sekolah Alam Le Candekia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara observasi, dokumentasi. Analisis data secara sistimatis dilakukan dengan tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Implementasi program eduperience mencakup tiga tahap, yaitu perencanaan melalui observasi dan asesmen kebutuhan, pelaksanaan dengan menempatkan peserta didik tinggal bersama masyarakat selama tiga hari, serta evaluasi melalui kegiatan refleksi. 2) peningkatan kepekaan sosial peserta didik melalui dua strategi, yaitu pembiasaan sosial seperti memberi salam, menghargai pendapat, dan pengalaman langsung di masyarakat yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan kesadaran sosial. 3) faktor pendukung peningkatan kepekaan sosial melalui program eduperence yaitu adanya dukungan pihak terkait, seperti kepala sekolah, pemerintah desa, guru pendamping, panitia serta motivasi peserta didik. Adapun yang termasuk faktor pengambat yaitu sulitnya beradaptasi peserta didik dan keterbatasan waktu pelaksanaan program
THE CHALLENGES OF FAMILY EDUCATION IN DEVELOPING 21ST-CENTURY SKILLS AND CHARACTER VALUES AMONG YOUTH Suardi; Muhammad Asri; Sitti Fatimah Achmad; Asmar; Ryan Rayhana Sofyan
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 9 No. 3 (2024): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to understand the challenges faced by families in instilling character and supporting the development of 21st-century skills among youth. Using a descriptive quantitative approach, respondents were parents with children enrolled in secondary schools or equivalent in Maros Regency, South Sulawesi. The findings indicate that families have not yet fully optimized their role as primary supporters in building a young generation ready to face global challenges. Difficulties in supporting digital skills, a lack of role models at home, and negative influences from external factors such as social media are key issues. Families struggle to provide opportunities for relevant skill training, leading to low readiness among youth to compete in the era of globalization. This study underscores the importance of improving family literacy in character education and 21st-century skills. Practical training-based interventions for families and policies that enhance access to training, along with strengthened synergy between families, schools, and communities, are identified as strategic solutions.
Program Pelayanan Anak Jalanan di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar Naurah Rasyiqa Salsabila; M. Ali Latif; Untung Untung; Muhammad Asri; Ibrahim Ibrahim
JAPPA: Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2026): JURNAL JAPPA
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Program Pelayanan Anak Jalanan di Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar dan apa saja faktor pendukung dan penghmbat dalam penyelengaraan program. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Informasi dalam penelitian ini terdiri dari Kepala UPT (RPTC) Dinas Sosial Kota Makassar, pekerja profesional, Laskar pelangi dan anak jalanan yang sudah di bina di. Teknik pengumpulan data yang di lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian di analisis secara deskriptif dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pelayanan (RPTC), yang mencakup Pelatihan dan pembinaan meliputi pelatihan kerja untuk anak usia produktif, pendidikan dasar (baca, tulis, hitung dan bermain sambil belajar), pembinanan sosial (Membersihkan tempat tidur masing-masing, membersihkan lingkungan sekitar dan pemberian edukasi). Adapun rehabilitas dan spiritual yang mencakup pemenuhan kebutuhan dasar (Makan, minum, pakaian yang layak, alat mandi yang baru dan tempat tidur yang nyaman, serta menjalankan kegiatan ke agamaan dengan keyakinan masing-masing). Selanjutnya reintegrasi sosial dan layanan informasi kegiatan ini meliputi (Asesmen awal, persiapan klien dan keluarga, pertemuan dan diskusi dengan keluarga, alternatif penempatan jika kluarga tidak di temukan atau tidak siap, serta monitoring dan pendamping berkelanjutan) adapun layanan informasi yang yang meliputi (Pemberitahuan informasi hak-hak klien secara langsung dan layanan publikasi tentang kegiatan program di media sosial instagram), Adapun faktor pendukung keberhasilannya yaitu koordinasi pemimpin yang optimal, motivasi anak jalanan ingin berubah dan kerja sama anatar lemabaga yang optimal, adapun faktor penghamabatnya Keterbatasan SDM meski hal ini di nilai cukup tapi (RPTC) masi membtuhkuhan pekerja profesional seperti perawat dan fisoterapis, sarana dan prasarana yang belum memadai, anggaran yang belum optimal dan minimnya dukungan dari sebagian keluarga klien. Kata kunci : Pelayanan Program (RPTC), Anak Jalanan, faktorr Pendukung dan Faktor Penghamaba